Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
    267 research outputs found

    Pengaruh Sikap Kader Kesehatan Terhadap Pengendalian Demam Berdarah Dengue

    Get PDF
    ABSTRAKPenyebaran penyakit DBD di Kabupaten Bantul Tahun 2015 terdapat di seluruh wilayah kerja puskesmas yaitu sebanyak 1441 kasus dengan Incidence Rate (IR) 1,48%. Hal ini mengalami peningkatan dari Tahun 2014 yang hanya terdapat 622 kasus (IR 0,64%). 27 wilayah kerja puskesmas di Bantul, kejadian paling tinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul sebanyak 174 kasus. Bulan Januari-September 2016 yaitu sebanyak 1582 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh antara sikap kader kesehatan terhadap perannya dalam pengendalian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan mix method dengan rancangan penelitian crosssectional. Jumlah sebanyak 175 kader di Desa Ngestiharjo wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Kabupaten Bantul. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang kader, 3 orang masyarakat dan 2 orang pegawai puskesmas dilakukan wawancara mendalam (indept interview). Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan pada Februari 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap aktif dari kader dapat mempengaruhi perilaku pengendalian demam berdarah dengue di Desa Ngestiharjo wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji kendall’s tau yang memiliki p-value 0,006.Kata Kunci : Sikap Kader, Pengendalian Demam Berdarah Dengu

    Peran Orang Tua, Tenaga Kesehatan, Dan Teman Sebaya Terhadap Pencegahan Perilaku Merokok Remaja

    Get PDF
    ABSTRAK Indonesia menjadi negara terbesar ketiga pengguna rokok, WHO menyatakan anak terpapar asap rokok dan menanggung resiko terkena berbagi penyakit akibat asap rokok, tingkat prevalensi perokok remaja di Indonesia diperkirakan 70 juta anak, 37% atau sama dengan 25,9 juta anak adalah perokok, upaya pemerintah dalam pencegahan perilaku merokok tidak banyak membuahkan hasil, tidak dipungkiri peran orang sekitar dan lingkungan perlu dilibatkan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh peran orangtua, peran tenaga kesehatan, dan peran teman sebaya terhadap pencegahan perilaku merokok pada remaja usia 15 sampai 17 tahun di Kecamatan Banguntapan kabupaten Bantul. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja usia 15 sampai 17 tahun berjumlah 835, Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yaitu 150 responden, Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji analisis bivariat (kendall tau) dan multivariat regresi linier berganda dengan hasil F hitung 45,984 > F tabel 2,74 dengan tingkat signifikansi 0,000 (ρ < 0,05). Dapat disimpulkan dukungan peran orangtua, peran tenaga kesehatan, dan peran teman sebaya sangat mempengaruhi pencegahan perilaku merokokpada remaja.Kata kunci : Peran Orangtua, Peran Tenaga Kesehatan, Peran Teman Sebaya,Pencegahan Perilaku Merokok

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Carpal Tunnel Syndrome pada Pengendara Ojek

    Get PDF
    ABSTRAK Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah masalah kesehatan yang diakibatkan olehpenekanan atau terjepitnya saraf medianus yang melewati terowongan karpal pada ekstremitas atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya keluhan tersebut pada pengendara ojek di Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden adalah seluruh tukang ojek yang ditemuin selama kurun waktu penelitian di Kecamatan Kramat Jati berjumlah 96 orang. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pemeriksaan tinnel test pada araf medianus. Berdasarkan analisis chi square, terdapat hubungan bermakna antara postur pergelangan tangan dengan keluhan CTS (p<0.05), faktor usia dengan keluhan CTS (p<0.05) dan indeks massa tubuh dengan keluhan CTS (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui tukang ojek yang mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 72 responden (75%). Faktor yang dominan menyebabkan timbulnya keluhan CTS adalah postur pergelangan tangan, faktor usia dan indeks massa tubuh.Kata Kunci : Pergelangan Tangan, Ojek, Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS

    Penurunan Tekanan Darah Dengan Relaksasi Autogenik Dan Guided Imagery Pada Pasien Hipertensi

    Get PDF
    ABSTRAK Hipertensi merupakan faktor penyebab utama kematian karena stroke dan faktor yang dapat memperberat Infark Miokard(serangan jantung). Adapun tujuan dalam  penelitian ini adalah mempelajari perbedaan pengaruh terapi guided imagery dan relaksasi autogenik terhadap penurunan tekanan darah. Desain dalam penelitian ini adalah penelitian Pra Experimental dengan menggunakan pendekatan pre dan post tes.Kelompok perlakuan 1 diobservasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi relaksasi Autogenik.Pada kelompok perlakuan 2 diobservasi tekanan darah sebelum dan sesudah relaksasi Guided Imagery. Kelompok ke 3 juga diobservasi sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan kombinasi relaksasi Autogenik dan Guided Imagery.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di rumah sakitdengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kuesioner dan observasi. Diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Wilcoxondengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan ketiga metode signifikan terhadap penurunan tekanan darah. Metode Guided Imagery (α=0,25) lebih signifikan dari pada Kombinasi Guided Imagery dan Autogenik (α=0,38), sedangkan Kombinasi Guided Imagery dan Autogenik lebih signifikan dari pada Autogenik (α=0,46). Kata Kunci : Relaksasi Autogenik, Guided Imagery, Hipertens

    Dukungan Suami Dengan Pemilihan Pengunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD)

    Get PDF
    ABSTRAKPada Tahun 2017 peserta Keluarga Berencana (KB) aktif berdasarkan alat kontrasepsi IUD di Kabupaten Bantul yang tertinggi terdapat di Kecamatan Banguntapan yaitu sebanyak 4.883 peserta KB IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dukungan suami dengan pemilihan pengunaan kontrasepsi IUD pada PUS di Dusun Plumbon Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian case control yaitu suatu penelitian (survei) analitik yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospective. Populasi pada penelitian ini sebanyak 127 dengan sampel sebanyak 56. Dukungan Suami di Dusun Plumbon sebagian besar termasuk dalam kategori tidak mendukung pada kelompok kasus yaitus ebanyak 39 responden (34,8%) dan kelompok control yang mendukung 31 responden (27,7%), analisa data menggunakan Chi Square dengan nilai X hitung sebesar 6,161 dengan nilai signifikan (p value) 0,013 > 0,05. Tidak Ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD di Dusun Plumbon Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogayakarta.Kata Kunci : Dukungan Suami, Pemilihan Kontrasepsi IUD

    Hubungan Aspek Area Klinis Dan Area Manajerial Terhadap Keselamatan Pasien

    Get PDF
    ABSTRAK Rumah Sakit dr. Suyoto telah mendapatkan akreditasi paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Versi 2012. Akan tetapi dalam perjalanannya, program mutu dan keselamatan pasien kurang berkembang yang ditandai dengan penurunan nilai indikator mutu klinik dan mutu manajerial serta terjadinya insiden Kejadian Nyaris Cidera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), seperti pemberian obat jadi yang nyaris salah pasien serta pasien jatuh dari tempat tidur di ruang rawat inap. Atas kejadian ini maka pencapaian nilai indikator mutu klinik dan nilai indikator mutu manajerial serta mencari hubungan atau korelasi indikator mutu klinik dan manajerial dengan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) ini dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional dengan sampling populasi pasien rawat inap, petugas kesehatan, sampling pasien radiologi, dan sampling pasien laboratorium. Hasil penelitian didapatkan nilai mutu klinik dan manajerial yang sudah mendekati nilai 80%, didapatkan sebagian indikator mutu klinik dan manajerial mempunyai hubungan atau korelasi dengan sasaran keselamatan pasien. Simpulan dari penelitian ini adala nilai indikator mutu klinik dan manajerial sudah mendekati standar mutu KARS 2012 namun perlu ditingkatkan lagi.Kata Kunci : Indikator Mutu Klinik, Manajerial, Sasaran Keselamatan Pasien

    Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Dengan Pemberian Modul Terhadap Perubahan Pengetahuan Remaja

    Get PDF
    ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh WHO adanya informasi yang membaik dan benar, dapat menurunkan permasalan remaja salah satunya mengenai kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survey SDKI kesehatan reproduksi remaja Tahun 2012 yaitu pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Jenis penelitian ini adalah pre Experinmental Design dengan menggunakan rancangan One-Group Pretest-Posttest. Sampel diambil sebanyak 31 siswa dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan cronbach alfa, uji normalitas, analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis menggunakan uji wilcoxon diperoleh bahwa ada perbedaan yang dignifikan terhadap perubahan pengetahuan remaja sebelum dan setelah diberi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan penyuluhan kesehatan reproduksi. Ada perbedaan yang sigifikan terhadap perubahan pengetahuan remaja sebelum dan setelah diberi pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan penyuluhan kesehatan reproduksi.Kata Kunci : Kesehatan reproduksi, Remaja, Moduk KRR, Pengetahua

    Pengetahuan dan Perilaku Merokok Pelajar Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    ABSTRAKRemaja merupakan target potensial bagi industri rokok. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan dibutuhkan edukasi yang intensif kepada para pelajar perokok. Tujuan studi adalah untuk melihat pengetahuan pelajar Sekolah Pertama Negeri (SMPN) terhadap perilaku merokok. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pedekatan Cross-sectional. Populasinya adalah semua pelajar di 4 SMPN di Kecamatan Sampang Madura yaitu sebanyak 1.789 pelajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling berdasarkan kelas, diperoleh sampel sebanyak 273 pelajar. Hasilnya, perilaku merokok paling banyak dilakukan pelajar di usia 15 tahun yaitu sebesar 9,1%. Pelajar dengan rata rata usia 11-16 tahun sudah melakukan aktivitas merokok dimulai pada usia < 10 tahun yaitu sebanyak 48 (48%) pelajar, dan pelajar yang berusia 15 tahun memiliki angka yang paling banyak memulai usia merokok di usia < 10 tahun yaitu sebanyak 14 (14,3%) pelajar. Pelajar yang mempunyai status sebagai perokok semuanya belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang bahaya perilaku merokok. Sebanyak 36,3% pelajar perokok memiliki pengetahuan yang kurang tentang bahaya rokok.Kata Kunci: Perilaku Merokok, Pelajar SMP, Pengetahuan, Remaj

    Analisis Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

    Get PDF
    ABSTRAK Keputusan pelatihan bagi pegawai belum didukung data yang memadai danakurat dan belum ada Program Pengembangan di STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo. Tujuan penelitian menganalisis Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan bagi tenaga dosen, tenaga kependidikan dan tenaga pengelola di STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo. Metode penelitian deskriptif, menggambarkan analisis kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi SDM di Prodi S-1 Administrasi RS dan D-3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK), yang terdiri dari dosen tetap, tenaga pengelola/struktural, tenaga kependidikan dengan Rancangan Penelitian crosssectional karena semua variabel diukur pada waktu yang bersamaan. Hasilnya semua tenaga dosen membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dosen, sedangkan untuk pengembangan, terdapat 86,7% dosen membutuhkan pengembangan yaitu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai keilmuan yang dimiliki. 93,3% pengelola merasa perlu pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja. Sedangkan pengembangan, 86,7% tidak membutuhkan karena beranggapan bahwa upaya peningkatan kinerja sebagai tenaga pengelola tidak perlu, namun hanya perlu ditingkatkan melalui keikutsertaan dalam pelatihan. Sejumlah 80% staf tenaga kependidikan memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjamereka, juga semua tenaga kependidikan merasa membutuhkan pengembangan untuk menunjang pekerjaan mereka. Kata Kunci : Sumberdaya Manusia, Pelatihan, Pengembangan Diri

    Hubungan Inisiasi Menyusui Dini dengan Produksi ASI Selama 6 Bulan Pertama

    Get PDF
    ABSTRAK Inisiasi Menyusui Dini yang dilakukan secara dini memberikan manfaat yangbesar dalam kelancaran pemberian ASI pada hari-hari pertama kelahiran bayi, proses pemberian ASI Eksklusif dan dapat memenuhi kebutuhan bayi hingga dua tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan inisiasi menyusui dini dengan Produksi ASI selama 6 bulan pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi dengan pendekatan “Kohort prospektif”.Variabel independen Inisiasi menyusui dini dan variabel dependenProduksi ASI. Populasi sebanyak 31 responden ibu nifas di BPM Wilayah Kerja Puskesmas Bendo. Sampel diambil secara total. Dianalisa menggunakanuji Spearman Rank. Hasil observasi dari 31 responden didapatkan 25 responden (80,7%) melakukan IMD secara dini. Berdasarkan 25 responden yang melakukan IMD secara dini Sebanyak 22 responden (71,0%) memiliki produksi ASI yang lancar selama 6 bulan pertama, dan 3 orang (9,7%) dengan produksi ASI tidak lancar. 6 responden (19,4%) melakukan IMD secara lambat. Hasil analisa uji statistik didaptkan nilai signifikan 0,724 dengan uji signifikan (p) = 0,358 dengan taraf kesalahan (α) 5% =(0,05) sehingga P > α jadi H0 ditolak dan H1 diterima berarti ada hubungan antara inisiasi menyusui dini dengan Produksi ASI selama 6 Bulan Pertama. Dilihat dari hasil uji statistik pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara IMD secara dini dengan keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif yakni 6 bulan pertama kehidupan bayi. Ibu nifas yang Melakukan inisiasi menyusui dini dalam waktu kurang dari satu jam akan membantu kelancaran pengeluaran ASI lebih cepat.Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini, Produksi AS

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇