Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Analisa Kepatuhan Pengisian Berkas Rekam Medis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X
ABSTRAK Rumah Sakit X sebagai salah satu lembaga pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dimana penyelenggaraan rekam medis yang baik adalah salah satu kuncinya. Masalah yang sering timbul dalam penyelenggaraan rekam medis adalah dalam proses pengisian berkas yang tidak lengkap, terbukti dari didapatkanya angka tertinggi berkas rekam medis yang tidak lengkap adalah pada pengisian resume medis sebesar 27,5%. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain studi cross-sectional dengan pendekatan interpretative. Metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap Direktur mengenai kebijakan rumah sakit tentang rekam medis, Petugas PPA, Petugas Rekam Medis dan Casemanager. Hasil. Seluruh petugas memahami pentingnya pengisian rekam medis dan sebagian memahami SPO yang terdapat dirumah sakit namun sosialisasi belum dijalankan menyeluruh. Sistem reward dan punishment belum diterapkan di rumah sakit tersebut. SPO dan SPM rekam medis berpengaruh kepada kepatuhan petugas dalam pengisian rekam medis, reward dan punishment berpengaruh tehadap sikap dan tanggung jawab dokter dalam kepatuhan pengisian rekam medis dan ukungan dari rekan kerja dapat memotivasi petugas dalam mengisi rekam medis.Kata Kunci : Kepatuhan; Rekam Medis; Dokter; Petugas PPA
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Makassar
ABSTRAK Kualitas pelayanan dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Citra kualitas pelayanan yang baik menitiberatkan pada sudut pandang atau persepsi pelanggan. Dalam pelayanan kesehatan, kualitas pelayanan menempatkan pasien sebagai pihak yang mengkonsumsi dan menikmati jasa pelayanan kesehatan termasuk yang paling menentukan kualitas jasa. Dengan penilaian kualitas maka mendorong pasien untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan pemberi layananan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kehandalan, jaminan, bukti fisik, sikap ramah, dan daya tanggap terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Kota Makassar Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 186 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kehandalan terhadap kepuasan pasien rawat jalan (p=0,002), ada hubungan jaminan terhadap kepuasan pasien rawat jalan (p=0,000), ada hubungan bukti fisik terhadap kepuasan pasien rawat jalan (p=0,000), tidak ada hubungan antara sikap ramah terhadap kepuasan pasien rawat jalan (p=0,353), ada hubungan daya tanggap terhadap kepuasan pasien rawat jalan (p=0,001).Kata Kunci: Kehandalan; Jaminan; Bukti fisik; Sikap ramah; Daya tanggap; Kepuasa
Kepatuhan Tenaga Kesehatan Terhadap Implementasi Hand Hygiene Di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Kota Makassar
ABSTRAK Kegagalan untuk melakukan hand hygiene dengan benar merupakan penyebab utama Infeksi nosokomial dan penyebaran mikroorganisme multiresisten di fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil data awal yang diperoleh dari sumber data RSUD Haji Kota Makassar di dapatkan hasil bahwa tingkat kepatuhan tenaga kesehatan dalam melaksanakan hand hygiene pada bulan April sampai Juni 2017 hanya sebesar 63,75% dari nilai standar yang ditetapkan yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan hand hygiene tenaga kesehatan. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 70 tenaga kesehatan dan seluruh tindakan cuci tangan yang dilakukan tenaga kesehatan (perawat, bidan, dan dokter). Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan perawat (56.05%), bidan (53.37%), dan dokter (49.33%). Berdasarkan kepatuhan per indikasi sebelum kontak dengan pasien (55.81%), sebelum tindakan aseptik (56.41%), setelah terpapar cairan tubuh pasien yang berisiko (70.11%), setelah kontak dengan pasien (53.16%) dan setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien (27.27)%. Kesimpulan menunjukkan bahwa kepatuhan hand hygiene tenaga kesehatan paling tinggi dilakukan oleh perawat. Kepatuhan tertinggi berdasarkan indikasi hand hygiene dilakukan pada momen setelahterpapar cairan tubuh pasien. Kata Kunci: Kepatuhan, Hand Hygiene, Tenaga Kesehatan
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perawat di RS PK Muhammadiyah Bantul
ABSTRAK
Komitmen organisasi merupakan komponen penting dalam keberhasilan kinerja organisasi, karena unsur pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan sendiri maupun kelompok. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Jumlah Sampel penelitian adalah perawat bagian rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul sebanyak 150 orang, yang dipilih menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terkait variabel komitmen organisasi dan kinerja perawat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan komitmen profesi (p= 0,001, r= 0,326), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini membuktikan bahwa iklim organisasi dapat berpengaruh terhadap perilaku individu yang berdampak terhadap komitmen profesinya. Ada pengaruh positif variabel komitmen organisasi terhadap kinerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, koefisien determinansi (r =0,1063). Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin positif iklim organisasi maka semakin tinggi komitmen profesi, begitu juga apabila semakin negatif iklim organisasi maka semakin rendah pula komitmen profesi.
Kata kunci: Komitmen organisasi, Kinerja, Perawa
Pengaruh Waste Dengan Pendekatan Lean Hospital Terhadap Pengendalian Biaya Kualitas dan Produksi
ABSTRAK Instalasi farmasi beralih dari revenue center menjadi cost center terbesar rumah sakit berupa biaya produksi dan biaya kualitas. Identifikasi dan penghapusan waste diharapkan dapat menjadi solusi efisiensi biaya di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh kejadian waste terhadap biaya produksi dan biaya kualitas. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden 33 dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil PLS menyatakan bahwa koefisien direct effect waste terhadap pengendalian biaya produksi sebesar 0.184, berarti waste berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian biaya produksi. Koefisien direct effect pengendalian biaya kualitas terhadap pengendalian biaya produksi sebesar 0.616, berarti pengendalian biaya kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian biaya produksi. Koefisien indirect effect waste terhadap pengendalian biaya produksi melalui pengendalian biaya kualitas sebesar -0.056, berarti waste berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengendalian biaya produksi melalui pengendalian biaya kualitas. Semakin tinggi waste, maka cenderung meningkatkan pengendalian biaya kualitas dan biaya produksi. Semakin baik pengendalian biaya kualitas yang disebabkan oleh semakin rendahnya waste, maka cenderung meningkatkan pengendalian biaya produksi, meskipun penurunan tersebut tidak signifikan.Kata Kunci : Waste; Lean; Biaya Kualitas; Biaya Produksi
Pengaruh Lama Penyimpanan 5 Jam dan 10 Jam pada Suhu 2-8 0C Terhadap Kadar Glycated Hemoglobin (HbA1c)
ABSTRAKTes HbA1c digunakan untuk mendiagnosa Diabetes Mellitus. Pada tes laboratorium HbA1c kadar glukosa tidak dipengaruhi oleh fluktuasi glukosa harian. Maka dari itu tes HbA1c digunakan sebagai tes pengendalian Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah ada pengaruh lama penyimpanan 5 jam dan 10 jam pada suhu 2-8 oC terhadap kadar HbA1c. Jenis penelitian adalah penelitian Observasi Analitik. Menggunakan 20 sampel darah whole blood yang dilakuan pemeriksaan kadar HbA1c. Sampel diberi perlakuan yaitu tanpa penyimpanan, penyimpanan pada suhu 2-8 oC selama 5 jam, penyimpanan pada suhu 2-8 0C selama 10 jam. Dari tes Kolmogorov Smirnov, menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal dengan p value 0,025 (P 0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh lama penyimpanan 5 jam dan 10 jam pada suhu 2-8 oC terhadap kadar HbA1c. Proses penundaan pemeriksaan dan penyimpanan sampel darah perlu diperhatikan, karena kesalahan pada faktor pra analitik akan mempengaruhi kondisi sampel whole blood yang akan dilakukan analisa HbA1c yang akan dapat memberikan hasil tinggi palsu atau rendah palsu. Kata kunci : Lama Penyimpanan 5 Jam Dan 10 Jam, Suhu 2-8 0C, HbA1
Penerapan Patient Safety Pre-Post Partum di Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus RS X di Kota Makassar)
ABSTRAK Kualitas pelayanan kesehatan dapat menentukan kualitas derajat kesehatanmasyarakat. Faktanya, masih terdapat masalah rendahnya kualitas pelayanan yangberdampak pada kesakitan, kecacatan bahkan kematian pada pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan model penerapan patient safety pre-post partum di RS X Kota Makassar. Informan adalah seluruh petugas kesehatan (bidan, dokter, perawat) yangterlibat dalam penerapan patient safety pre-post partum pada masing-masing tingkatpelayanan kesehatan. Informan kunci yaitu penanggung jawab pelaksanaan pre-postpartum pada masing-masing tingkat pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini evaluatifdengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitan dilakukan di Kota Makassar dan jangkawaktu penelitian selama 6 (enam bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skoringpenerapan patient safety RS X pada assesment risiko memperoleh nilai 4,0 identifikasidan manajemen risiko terhadap pasien memperoleh nilai 3,7. Pelaporan dan analisisinsiden memperoleh nilai 3,3, Kemampuan untuk belajar dan menindaklanjuti insiden 2dan penerapan solusi untuk mengurangi serta meminimalisir risiko memproleh nilai 3,7.Rata-rata skor untuk semua dimensi sebesar 4,0 sedangkan total skoring sebesar 60.Diharapkan manajemen rumah sakit membenahi penerapan patient safety, khususnyapada dimensi kemampuan belajar dan menindaklanjuti insiden. Kata Kunci: Patient Safety, Pre-Post Partum, Pelayanan Kesehata
Model Regulasi Emosi Perawat Ruang Rawat Inap Klinik Utama Rawat Inap Usada Buana Surabaya
ABSTRAKRegulasi Emosi merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengelola emosi yang tepat untuk mencapai keseimbangan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan regulasi emosi perawat ruang rawat inap dan mengetahui model regulasi meosi yang tepat untuk perawat ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis. Sampel dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perawat ruang rawat inap mengalami regulasi emosi yaitu perasaan kurang dihargai oleh pasien ketika perawat ruang rawat inap mengingatkan saat mengganti cairan infus, minum obat dan mengingatkan waktu seka. sehingga model regulasi emosi yang tepat untuk perawat ruang rawat inap dengan model regulasi emosi proses koping. proses koping diawali dengan problem-focused coping, dilanjutkan dengan appraisal-focused coping dan diakhiri dengan emotion-focused coping. pentingnya regulasi emosi perawat ruang rawat inap sehingga melalui pemberian dorongan setiap perawat dengan simulasi dan sharing dalam menghadapi pasien yang sulit, melatih keterampilan komunikasi antar perawat dalam seminggu sekali.Kata Kunci : Model Regulasi Emosi; Perawat; Ruang Rawat Inap.
Analisis Alur Proses Pengelolaan Linen Kotor Pada Instalasi Laundry di BLUD RS Sekarwangi
ABSTRAKManajemen laundry dan linen merupakan salah satu indikator dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Hasil penelitian pendahuluan ditemukan adanya kenaikan insidensi infeksi daerah operasi pada bulan September–November tahun 2016 dengan bulan September- November tahun 2017 yaitu sebesar 11.3%. Angka ini lebih tinggi bila dibanding dengan standar kejadian infeksi daerah operasi dari DEPKES yaitu sebesar 2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pengelolaan linen di instalasi laundry BLUD RS Sekarwangi tahun 2018.Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di BLUD RS Sekarwangi pada April-Juni 2018. Informan penelitian ini ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, Focus Grup Discussion, observasi dan telaah dokumen. Variabel yang diteliti meliputi input (tenaga, dana, sarana prasarana, dan kebijakan) process (pengumpulan, penerimaan, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pendistribusian) dan output (pengelolaan linen sudah sesuai standar/belum). Pengolahan data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan analisis data menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber dan triangulasi metoda. Hasil penelitian dari aspek input kebijakan sudah ada, tenaga belum mencukupi, untuk sarana prasarana dan konstruksi bangun ruang, personal hygiene masih ada belum sesuai standar Kepmenkes. Aspek process tahap pengumpulan belum memisahkan linen infeksius dan non infeksius dan belum ada pencatatan, tahap penerimaan belum ada pencatatan dan linen belum di pisahkan, tahap pengangkutan linen infeksius dan non infeksius belum dipisahkan,tahap pencucian tidak adanya penimbangan, lemari terbuka pada tahap penyimpanan.Kata Kunci: Laundry; Pengelolaan linen; Rumah sakit
Kualitas Gender di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto
ABSTRAK Gender merupakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak hanya dilihat dari jenis kelamin secara fisik tapi didasarkan peran dan tanggung jawab yang terbentuk karena adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Kesetaraan gender penting diperhatikan dalam meningkatkan derajat kesehatan wanita terutama kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas gender. Penelitian menggunakan jenis epidemiologi deskriptif berlokasi di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Sampel yang diperoleh 70 ibu dengan teknik purposive sampling. Data diolah dengan teknik univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian diperoleh kualitas gender kuarng baik di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto sebesar 44.3%. hal ini disebabkan masih ditemukan respondentidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan memiliki perbedaan menu makan karena keterbatasan pendapatan keluarga, masih mempercayai mitos yang bisa mengganggu kesehatan. pernah mendapatkan tindakan kekerasan, tidak memiliki ijin dari suami untuk melakukan kegiatan diluar rumah, tidak memiliki wewenang dalam pengaturan keuangan keluarga.Kata kunci: Kualitas, Gender, Perempua