Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
    267 research outputs found

    Pengaruh Faktor Kepuasan Kerja terhadap Kualitas Komunikasi Dokter-Pasien di Puskesmas Kota Cirebon

    Full text link
    Kepuasan kerja merupakan salah satu satu bentuk kesejahteraan dokter. Kepuasan kerja dokter sebagai provider pelayanan kesehatan perlu menjadi perhatian agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Komunikasi dokter-pasien merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dan dianggap sebagai hal utama dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian terkait faktor-faktor kepuasan kerja dokter terhadap kualitas komunikasi dokter-pasien bermanfaat untuk dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kuantitatif dengan model analisis jalur (path analysis) dengan strategi penelitian survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh dokter dan pasien. Populasi merupakan seluruh dokter yang bekerja di puskesmas Kota Cirebon. Sampel penelitian dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel terdiri 44 dokter yang tersebar di 21 dari 22 puskesmas di Kota Cirebon dan 10 pasien per dokter sebagai responden. Analisis data menggunakan SPSS dan PLS-SEM. Penelitian ini menguji 5 faktor intrinsik kepuasan kerja, yaitu pencapaian, pekerjaan itu sendiri, pengakuan, tanggung jawab dan promosi serta pengembangan terhadap komunikasi dokter-pasien. Salah satu faktor kepuasan kerja dokter, yaitu pekerjaan itu sendiri (work itself) berpengaruh terhadap kualitas komunikasi dokter-pasien (p-value 0,010). Pengaruh faktor-faktor ekstrinsik kepuasan kerja dokter terhadap komunikasi dokter-pasien disarankan untuk penelitian selanjutnya

    Analisis Penggunaan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makasar

    Full text link
    Pemerintah telah mengeluarkan Surat Dirjen Pelayanan Kesehatan pada tanggal 10 Desember 2018 tentang Permohonan Penggunaan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) kepada seluruh Dinkes kab/kota/provinsi. Menyadari hambatan serta pentingnya penggunaan SISRUTE dengan baik, dalam penerapan SIM perlu adanya pemahaman bagaimana penggunaan sistem informasi pada institusi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna langsung aplikasi SISRUTE di Puskesmas Kota Makassar sebanyak 39 responden. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan riset survei. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh antara persepsi kemudahan terhadap penggunaan Sistem Rujukan Terintegritasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makassar (p = 0,011); ada pengaruh antara minat menggunakan terhadap penggunaan Sistem Rujukan Terintegritasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makassar (p = 0,025); tidak ada pengaruh antara keadaan pendukung terhadap penggunaan Sistem Rujukan Terintegritasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makassar (p = 1,000), dan tidak ada pengaruh antara persepsi manfaat terhadap penggunaan Sistem Rujukan Terintegritasi (SISRUTE) di Puskesmas Kota Makassar (p = 0,647). Responden yang sering menggunakan SISRUTE menyatakan bahwa aplikasi SISRUTE mudah digunakan, bahkan bisa digunakan kapan saja dan dimana saja. Beberapa alasan responden jarang menggunakan SISRUTE disebabkan karena Puskesmas jarang memiliki pasien yang serius atau gawat darurat untuk dirujuk ke Rumah Sakit, keterlambatan jawaban rumah sakit dan terkadang informasi ketersediaan ruang rawat tidak valid serta ketidakstabilan koneksi internet. Dapat disimpulkan bahwa persepsi kemudahan dan minat menggunakan mempengaruhi penggunaan aplikasi SISRUTE di Puskesmas Kota Makassar

    Evalusi Pengelolaan Limbah Medis Sebelum dan Saat Pandemi Covid19 di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

    No full text
    Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu hal yang penting dalam penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). RS Sentra Medika Cikarang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang menghasilkan limbah medis. Perlu adanya evaluasi pengelolaan limbah medis sebelum dan saat pandemi Covid-19. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2020. Informan kunci dalam penilitian ini adalah sanitarian dan perawat. Hasil dan Pembahasan: Pengelolaan limbah medis saat pendemi tidak berbeda jauh dengan sebelum pandemi. Jumlah pasien yang berkunjung ke pelayanan kesehatan menurun akibat pandemi. Limbah yang dihasilkan dari pelayanan Covid-19 meliputi bekas makanan atau minuman pasien serta APD seperti hazmat, masker, sarung tangan. Berat limbah tersebut jauh lebih ringan. Kesimpulan. Limbah medis di Rumah Sakit Sentra Medika sudah dilakukan pengelolaan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah

    Implementasi Gerakan Respon Diare pada Balita di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir

    Full text link
    The cause of diarrhea in infants and children is different from adults. In children, it is usually caused by a virus, whereas in adults it is caused by bacteria. Diarrhea in adults can be triggered by several factors, for example due to wrong eating, impaired digestion of food, the influence of drugs and due to psychiatric conditions whereas in infants can be infected if, swallowing these germs when passing through the birth canal is affected by germs or when touched by a hand germic. Children are also easily infected by germs because they often put their dirty hands and toys into their mouths. This research is a quantitative study in which the dependent variable data collection is done once at a time. The population in this study were all mothers of children under five in Talang Cempedak Village, Jejawi District, Ogan Komering Ilir Regency in 2019. The sample in this study were all toddler mothers in Talang Cempedak Village, Jejawi District, Ogan Komering Ilir Regency in 2019 by 18 people using total sampling technique. The results of this study from 18 respondents showed that 10 respondents amounted to 55.6% poor mother of toddler knowledge, as well as the behavior of 9 mothers of toddlers 50.0% bad and 50.0% good, and environmental sanitation in Talang Cempedak Village as many as 55.6 bad%. The  action in order to increase the movement to prevent diarrhea response in infants, such as counseling about diarrhea by health workers is needed so that the incidence of diarrhea can be prevented. Keywords: Diarrhea, Ogan Komering Ilir, Jejari, Counselin

    Gambaran Budaya Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Makassar

    Full text link
    Keselamatan pasien merupakan dimensi yang menjadi perhatian dalam skala nasional dan internasional. Standar Menkes RI Nomor 129 Tahun 2008 adalah ≤1,5% untuk infeksi nosokomial. Berdasarkan pengambilan data di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, infeksi phlebitis mencapai angka 5,3% sehingga telah melewati standar yang telah ditetapkan oleh Menkes RI. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 148 responden, dengan teknik accidental sampling dan data penelitian diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi menggunakan program SPSS 23, hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Gambaran Budaya Keselamatan Pasien oleh Petugas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama tim dalam unit, kerjasama tim antar unit, umpan balik dan komunikasi terhadap kesalahan, pembelajaran organisasi – peningkatan berkelanjutan, dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien, keterbukaan komunikasi serta penyerahan dan pemindahan pasien berada dalam kategori baik, sedangkan frekuensi pelaporan kejadian, persepsi keselamatan pasien, harapan dan tindakan pengawas/ manajer dalam mempromosikan keselamatan pasien, respon  terhadap kesalahan dan petugas yang memadai berada dalam kategori kurang. Peneliti menyarankan penambahan petugas di instalasi rawat inap sehingga proses pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif lagi.Kata kunci : Budaya, Keselamatan pasien, Instalasi rawat ina

    Pengembangan Karier Profesional Perawat Non PNS Di Rumah Sakit X

    Full text link
    Pengembangan karier yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi perawat dapat diwujudkan, jika terdapat keseimbangan antara upaya pengembangan karier yang secara individual dilakukan oleh perawat dan upaya pengembangan karier secara organisasional yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses pengembangan perawat non PNS di Rumah Sakit X. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif, sehingga dapat menggambarkan secara rinci dan lengkap mengenai pengembangan karier perawat non PNS di Rumah Sakit X. Data diperoleh melalui wawancara terhadap perawat yang masih aktif bekerja dengan status kepegawaian PNS, non PNS, dan perawat yang telah resign dari Rumah Sakit X. Hasil penenlitian ini menunjukkan bahwa Rumah Sakit X menerapkan sistem jenjang karier profesional Perawat Klinis untuk perawat non PNS. Penerapan jenjang karier profesional Perawat Klinis di Rumah Sakit X berdasarkan pendidikan formal dan pendidikan berkelanjutan berbasis kompetensi. Pembagian jenjang karier Perawat Klinis (PK) mulai dari PK I sampai PK V. Pengembangan karier perawat non PNS di Rumah Sakit X saat ini masih berdasarkan karier profesional Perawat Klinis. Saat ini pihak manajamen Rumah Sakit X sedang merencanakan pengembangan karier profesional Perawat Riset.Kata kunci : Pengembangan Karier, Karier Perawat, Rumah Saki

    Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Lactobacillus plantarum Terhadap Perubahan Kadar Kolesterol Total Pada Tikus Putih

    Full text link
    Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula tinggi akan menyebabkan obesitas, yang pada akhirnya akan menimbulkan sindrom metabolik. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group, dengan menggunakan sampel rattus norvegicus galur wistar berwarna putih, berjenis kelamin jantan, dewasa berusia 3-4 bulan, dengan berat badan 150-200 gram, dan dengan kondisi fisik sehat yang digunakan sebagai hewan model kolesterol tinggi dengan diberi pakan tinggi lemak, yang kemudian diberi bakteri probiotik Lactobacillus plantarum. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Lactobacillus plantarum, sedangkan variabel tergantung adalah kadar kolesterol total dan kolesterol LDL. Pemeriksaan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL dengan metode enzimatik kolorimetri dengan prinsip COD-PAP dilakukan pada akhir penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis optimum probiotik yang dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Analisis data menggunakan one way Anova, dimana hasil yang didapat menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada pemberian bakteri Lactobacillus plantarum dengan konsentrasi 5x10⁸CFU dibandingkan konsentrasi 5x10⁹CFU. Oleh karena itu, pemberian Lactobacillus plantarum dengan konsentrasi sebesar 5x10⁸CFU merupakan dosis optimum yang dapat menurunkan kadar total kolesterol dan LDL kolesterol dalam darah.Kata kunci: Diet Tinggi Lemak, Tikus Putih, Kolesterol Tinggi, Lactobacillus plantarum; Kadar Kolesterol Total.

    Optimalisasi Upaya Penerapan Lean Hospital Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Hospital di unit rawat jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok. Dilakukan penelitian kualitatif mengenai gambaran alur proses kondisi saat ini di unit rawat jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok, mengidentifikasi aktivitas dalam proses kerja di unit rawat jalan, dan menganalisa  Value Stream Map unit rawat jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil Value Assessment pasien mulai dari proses pendaftaran hingga mendapatkan obat di apotik masih menunjukan wasting time yang terlalu lama, hal ini karena banyaknya hambatan-hambatan yang terjadi sepanjang alur proses pelayanan unit rawat jalan. Hasil identifikasi kegiatan dan aktivitas selama proses kerja unit rawat jalan yang ada banyak ditemukan pemborosan (Waste), sehingga rasio aktivitas yang bernilai tambah (Value Added Activities) ada yang kurang dari 30%, sebagai bentuk masalah berada pada manusia / man, method, machine serta environment. Usulan perbaikan dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah, membuat langkah-langkah perbaikan dengan memperkirakan kemampuan rumah sakit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Perbaikan yang diusulkan terbagi menjadi 3 tahap yaitu; jangka pendek, menengah dan panjang. Kriteria perbaikan jangka pendek diimplementasikan bila dalam pelaksanaannya diperkirakan tidak membutuhkan biaya. Kriteria perbaikan jangka menengah dipilih bila dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya dan sarana tambahan, sedangkan perbaikan jangka panjang bila dalam pelaksanaannya diperkirakan membutuhkan biaya, sarana dan perubahan kebijakan dari pimpinan institusi. Sehingga diperlukannya penerapan lean hospital untuk menghilangkan dan meminimalkan pemborosan sebagai bentuk perbaikan dan peningkatan pelayanan di unit rawat jalanKata Kunci : Optimalisasi, Penerapan Lean, Lean Hospita

    Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Perawat Di Rumah Sakit Tugu Ibu Depok

    Full text link
    ABSTRAKLoyalitas karyawan sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan karena merupakan sikap mental karyawan yang ditunjukkan oleh sikap setia terhadap perusahaan. Sebuah perusahaan dengan tingkat loyalitas yang rendah merupakan ujian khusus bagi pengembangan sumber daya manusia karena hal tersebut dapat berdampak langsung pada perusahaan. Perawat merupakan garda terdepan dalam mutu dan kualitas yang diberikan kepada masyarakat dimana perawat selama 24 jam sehari siap siaga menjaga klien demi kesembuhannya. Pelayanan yang baik akan terbentuk dalam pribadi perawat jika perawat tersebut mempunyai komitmen yang baik juga sehingga terbentuk pula loyalitas perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal perawat terhadap loyalitas di RS Tugu Ibu. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 90 responden. Aplikasi analisis menggunakan smrtPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan variabel loyalitas di pengaruhi langsung gaya kepemimpinan (16,12%), konflik peran (13,92%), iklim kerja (20,86%), kepuasan kerja (12,80%), dan komitmen organisasi (18,17%). Kesimpulan dengan demikian iklim kerja paling mempengaruhi di RS Tugu Ibu Depok, dimana iklim kerja kondusif dapat memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan rumah sakit. Kata Kunci: Loyalitas, Komitmen Organisasi, Iklim Kerja, kepuasan Kerja ABSTRACT Employee loyalty is needed in a company because it is an employee's mental attitude shown by a loyal attitude towards the company. A company with a low level of loyalty is a great challenge for human resource development because it may have a direct impact on the company. Nurses are at the forefront of determining the quality of health services provided to the community where nurses are ready 24 hours a day to look after the patients in recovery process. Good health services will be attained if the nurses have commitments which will develop the nurse's loyalty. The objective of this study was to determine the effect of external factors on loyalty at Tugu Ibu Hospital. This study used cross-sectional study . The population of this study was 90 respondents. For statistical analysis we used smrtPLS 2.0 and SPSS 18. The results showed that the loyalty variable was directly influenced by the leadership style (16.12%), role conflict (13.92%), work climate (20.86%), job satisfaction (12.80). %), and organizational commitment (18.17%). The study concluded that the work climate variable had the most influenceto the nurse’s loyalty variable at Tugu Ibu Hospital, Depok. Thus a conducive working climate can have a positive influence on theincreasing of nurse loyalty and affect the quality of hospital services.Keywords: Loyalty, Organization Commitment, Working Climate, Job Satisfactio

    Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Baduta (7-24 Bulan) Di Karubaga

    No full text
    Stunting adalah perawakan pendek dengan nilai Z-score PB/U < -2SD yang terjadi akibat akumulasi masalah gizi kronis. Pada tahun 2017, stunting merupakan masalah gizi yang paling banyak ditemukan di Kabupaten Tolikara dibanding masalah gizi lainnya (underweight, wasting, overweight) dengan prevalensi stunting sebesar 41,0% yang dapat memberikan dampak buruk bagi sumber daya manusia (SMD) di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting baduta usia 7-24 bulan. Penelitian ini menggunakan observational analytic  dengan pendekatan cross sectional. Total sampel dalam penelitian ini adalah 81 ibu yang memiliki baduta usia 7-24 bulan dan merupakan peserta aktif program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yang diambil pada bulan Mei sampai Juni 2019. Data menggunakan uji chi-square dengan nilai p=0,05 dan confident interval (CI)=95%. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian stunting baduta usia 7-24 bulan dengan usia ibu (p= 0,003; CI=95%). Tidak ada hubungan antara kejadian stunting baduta usia 7-24 bulan dengan tinggi badan ibu (p=0,303; CI=95%), tingkat pendidikan ibu (p=0,203; CI=95%) dan pekerjaan ibu (p=0,961; CI=95%). Dapat disimpulkan bahwa memiliki anak di usia yang sangat muda (remaja) berhubungan erat dengan kejadian stunting baduta usia 7-24 bulan, sementara tinggi badan ibu, pendidikan dan pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Kata kunci : Baduta, Stunting, Karakteristik Ibu, 1000 HP

    212

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇