Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Labuang Baji Makassar
The number of outpatient visits at Labuang Baji Hospital, Makassar decreased from 2017 as many as 47.773 patients to 45.591 patients where the decrease in the number of outpatient visits was indicated to be related to the excellent service provided by the hospital. This study aims to analyze the effect of the application of excellent service on the satisfaction of outpatients at the Labuang Baji Hospital, Makassar. This type of research is a quantitative study using a cross sectional study design. This research was conducted in the outpatient room of the Labuang Baji Hospital, Makassar. The total sample was 397 outpatients. Data were collected using a questionnaire tool. Data were analyzed using the chi square test at α <5%. The results showed that there was an effect of excellent service from the Attitude with a value of p=0,007, Attention with a value of p=0,001, Action with a value of p=0,003, Ability with a value of p=0,001, Appearance with a value of p=0,000, and Accountability with a value of p=0,000 on outpatient satisfaction at Labuang Baji Hospital, Makassar. It is expected that the Labuang Baji Hospital, Makassar will pay attention and maintain the items of Attitude, Attention, Action, Ability, Appearance, and Accountability because it is scientifically proven affect to outpatient satisfaction
Implementasi Bauran Komunikasi Pemasaran RS Hermina Karawang di Era Pandemi Covid19
Bauran komunikasi pemasaran rumah sakit menjadi satu hal yang vital pada rumah sakit di Indonesia terutama di era pandemi Covid19 yang terjadi sejak tahun 2020. RS Hermina Karawang merupakan salah satu dari empat rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menjadi rumah sakit rujukan Covid19 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi elemen bauran promosi/komunikasi pemasaran yang digunakan oleh RS Hermina Karawang di era Covid19. Penelitian ini metode kualitatif dengan menggunakan observasi dan wawancara terstruktur. Didapatkan hasil penelitian bahwa RS Hermina Karawang telah menerapkan seluruh bauran komunikasi promosi pemasaran walaupun ada beberapa yang belum efektif, yaitu periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut dan penjualan personal. Selama pandemi berlangsung hubungan masyarakat belum maksimal dilakukan sehingga evaluasi secara spesifik perlu dilakukan untuk mencegah masalah/kendala terjadi berulang
Analisis Kepatuhan Penggunaa Masker dalam Pencegahan COVID-19 Pada Pedagang (Studi Kasus Pasar Lakessi Kota Parepare)
Kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap harinya. Peningkatan kasus tersebut menunjukkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, informasi tentang masker, dan motivasi terhadap kepatuhan penggunaan masker dalam pencegahan COVID-19 pada Pedagang Pasar Lakessi Kota Parepare. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang aktif di Pasar Lakessi dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows. Adapun model analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 pedagang (40,4%) yang patuh dan 56 pedagang (59,6%) yang tidak patuh dalam penggunaan masker. Adapun hasil uji statistik variabel penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (value = 0.602), sikap (value = 0.656), informasi tentang masker (value = 0.604) dan motivasi (value = 0.707). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel tersebut dengan kepatuhan penggunaan masker pedagang.
Kesiapan Individu Dan Organisasi Terhadap Komitmen Afektif Untuk Berubah di Masa Pandemic Covid-19
STIKES YRSDS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang, kondisi pandemi COVID-19 ini merupakan hantaman luar biasa dan menjadi penentu apakah STIKES YRSDS mampu bertahan atau akan terhempas di era persaingan. Perubahan cepat telah dilakukan salah satunya adalah perubahan struktur organisasi. Namun perubahan ini bukan hal yang mudah, hasil evaluasi semester genap TA 2019-2020 pembelajaran daring dan layanan di STIKES YRSDS sebesar 80%. Kepuasan mahasiswa kurang dari SPMI STIKES YRSDS. Perubahan ini secara langsung akan berdampak pada mekanisme tata kelola yang ada. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh kesiapan individu dan organisasi STIKES YRSDS terhadap komitmen afektif untuk berubah. Metode penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Subjek penelitian yaitu seluruh Karyawan yang sudah menjadi tenaga tetap STIKES YRSDS sebanyak 44 orang. Hasil penelitian menunjukan Kesiapan Individu tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif, uji variabel lain dalam penelitian menunjukkan bahwa Kesiapan Organisasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif, penelitian juga menunjukan Kesiapan Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja komitmen afektif. Hal ini menunjukan Kesiapan Organisasi memberikan pengaruh yang signifikasi terhadap komitmen afektif karyawan STIKES YRSDS. Penelitian juga menunjukkan Kesiapan Individu dan Kesiapan Organisasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif karyawan STIKES YRSDS. Kesimpulan Kesiapan individu karyawan tergolong tinggi dalam menghadapi perubahan di masa pandemic covid19, Kesiapan organisasi tergolong sedang dalam menghadapi perubahan di masa pandemic covid19, ada pengaruh kesiapan organisasi terhadap komitmen afektif karyawan di masa pandemic covid19 dan tidak ada pengaruh antara kesiapan individu terhadap komitmen afektif karyawan STIKES YRSDS di masa pandemic covid19
Rapid Assesment Analisis Beban Kerja Perawat Ruang Isolasi Rawat Inap Non ICU Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng
Pada masa pandemi Covid-19, tenaga keperawatan merupakan profesi yang sangat dibutuhkan dalam penanganan pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan jumlah tenaga perawat maka perlu dilakukan analisa beban kerja dan selanjutnya dapat dilakukan perhitungan kebutuhannya. Tujuan penelitian mendeskripsikan dan mengidentifikasi beban kerja perawat di ruang isolasi rawat inap non ICU pelayanan Covid-19 di RSUD Cengkareng yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional, data penelitian diambil melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam yang dilakukan selama kurun waktu 5 hari di ruang isolasi rawat inap non ICU. Perhitungan beban kerja menggunakan metode Ilyas, dimana informasi yang dihasilkan untuk mengambil keputusan dapat dipercaya karena setiap transaksi bisnis dapat diukur secara cepat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dengan menghitung beban kerja ini dapat memperkirakan kebutuhan tenaga perawat yang diperlukan dalam perencanaan sumber daya manusia. Hasil perhitungan yang didapatkan yaitu berdasarkan data pasien per-Desember 2020, jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi non ICU untuk pasien Covid-19 berjumlah 251 orang, sedangkan tenaga perawat yang terdiri dari perawat RSUD Cengkareng dan perawat relawan berjumlah 171 orang. Berdasarkan data tersebut, analisa beban kerja dengan metode Ilyas didapatkan nursing time perawat ruang isolasi non-ICU untuk pasien Covid-19 adalah 3,5 jam, dan perhitungan kebutuhan tenaga perawat sebesar 178 orang. Penambahan jumlah tenaga perawat di ruang isolasi rawat inap non ICU di RSUD Cengkareng masih dibutuhkan. Keywords: Workload analysis, Nurses Need, Ilyas Method.
Skrining Lesi Prakanker Leher Rahim Dengan Pemeriksaan IV A
Indonesia menempati urutan kedua kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Ironisnya 80% dari penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut, padahal kanker ini dapat ditemukan pada tahap lesi prakanker dengan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skrining lesi pra kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling yaitu semua WUS yang datang ke Puskesmas Sipoholon untuk pemeriksaan IVA sejumlah 185 orang dan memenuhi kriteria inklusi berjumlah 156 orang. Hasil penelitian menunjukkan perubahan sel pada serviks berdasarkan hasil pemeriksaan IVA positif ditemukan lebih banyak pada wanita yang menikah pertama kalinya di usia 20 tahun, menghindari paparan asap rokok dan penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang. Kata kunci : Lesi Prakanker Serviks, Pemeriksaan IVA, Skrining
Evaluasi Pelayanan Rawat Jalan RS X pada Masa Pandemi Covid-19 melalui Segmenting, Targeting dan Positioning
Pandemi Covid-19 membuat perubahan besar pada layanan rumah sakit klinik rawat jalan di Indonesia. Perubahan dalam layanan rawat jalan termasuk perubahan alur masuk rawat jalan sesuai protokol kesehatan dimana pasien harus memakai masker, melakukan prosedur skrining, dan membatasi pendamping pasien bahkan pemisahan layanan untuk pasien Covid-19 dan non-Covid-19. Dengan adanya perubahan tersebut, rumah sakit perlu mengembangkan strategi yang efektif untuk mempertahankan angka kunjungan klinik rawat jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran evaluasi pelayanan rawat jalan di RS X tahun 2020 melalui segmenting, targeting dan positioning sebagai strategi ke depan.Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif, cross sectional dengan menggunakan sampel laporan survei pasien rawat jalan dan laporan kinerja pasien rawat jalan RS X tahun 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan rawat jalan Rumah Sakit X berdomisili di luar wilayah kecamatan rumah sakit (50,1%), pelanggan wanita terbanyak, dan penanggung biaya paling banyak pribadi (83,8%). Jumlah kunjungan rawat jalan selama pandemi mengalami penurunan sebesar 55,63%. Namun tetap saja meskipun banyak protokol baru yang dibutuhkan, kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan sebesar 97%, pelayanan kefarmasian rawat jalan sebesar 92,1% dan kesulitan mendapatkan tempat parkir pada saat kunjungan rawat jalan hanya 16,6%.Dengan masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RS X, manajemen disarankan segera menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan selama pandemi ini.Kata kunci: evaluasi rawat jalan, segmenting, targeting, positionin
Pengaruh Kinerja Petugas Rekam Medis Terhadap Keakuratan Pengkodian Fraktur
ABSTRAKRekam medis merupakan berkas yang berisikan informasi identitas pasien, anamnesa, penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun pelayanan gawat darurat. Informasi medis akan digunakan dalam pengkodean ICD-10. Keakuratan dalam pemberian kode diagnosis merupakan hal yang harus diperhatikan oleh petugas rekam medis, ketepatan data diagnosis sangat penting di bidang manajemen data klinis, penagihan kembali biaya, beserta hallain yang berkaitan dalam asuhan dan pelayanan kesehatan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan design cross sectional untuk melihat pengaruh kinerja kerja petugas rekam medis (pendidikan, pelatihan, lama kerja dan motivasi) terhadap keakuratan dalam pengkodingan fraktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (p value = 0,125), pelatihan (p value = 0,758) dan lama kerja (p value = 0,300) tidak mempengaruhi ketepatan pengkodingan. Sedangkan motivasi mempengaruhi ketepatan pengkodingan dengan p value -= 0,008. Motivasi kerja yang berupa reward menimbukan dorongan atau semangat kerja. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kerja petugas rekam medis tidak mempengaruhi keakuratan pengkodingan fraktur.Kata kunci : Kinerja, pengkodingan fraktu
Analisis Perilaku Legislator Dalam Perencanan Kesehatan di Kabupaten Bantaeng
Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perilaku legislator dalam perencanaan kesehatan di Kabupaten Bantaeng. Kabupaten Bantaeng dipilih karena Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki Dana Alokasi Umum tertinggi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan telaah dokumen. Pengolahan data dilakukan menggunakan tringulasi dan metode content analisys. Hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan indikator pengetahuan, legislator berada pada kategori kurang, disisi lain, indikator sikap, persepsi dan tindakan legislator terhadap perencanaan kesehatan berdasarkan wewenangnya sudah baik, selain itu diketahui bahwa terdapat kepentingan legislator dalam hal perencanaan kesehatan namun kepentingan tersebut untuk mengakomodasi kepentingan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bantaen
Penilaian Kinerja Rumah Sakit Dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard: Systematic Review
Performance measurement has always only been seen from a financial perspective by all companies, including hospitals. The Balanced Scorecard (BSC) concept approach is an alternative in measuring performance. In addition to considering financial factors but also considering non-financial factors with four perspectives, namely customers, learning, and growth, internal business and finance itself, which are expected to provide a comprehensive assessment to management. The aim is to examine the application of the BSC in hospitals in various countries and assess the feasibility of its application to hospitals in Indonesia. The Method in this study uses a systematic review method, namely by studying investigative articles related to Hospital BSC published in ProQuest, EBSCO, SpringerLink, ScienceDirect and Scopus. Then, outside of UI access, article searches are also done through Google Scholar and apart from getting articles in Indonesian through Garuda. research and technology. The results of this study found that the benefits of implementing BSC in hospitals include increasing focus in the management process, balancing financial and non-financial performance, helping align goals, fostering a positive work culture and increasing work motivation, and encouraging changes in the work environment according to hospital needs. . This study also found that the main challenge in implementing the BSC in hospitals is the required adoption and implementation process. For hospitals in Indonesia, the BSC should be adopted and implemented gradually on a wider scale. Conclusion: This indicates that it is hoped that health agencies, including hospitals, can apply the BSC concept