Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
    267 research outputs found

    Perencanaan Strategis Berdasarkan Analisis SWOT Puskesmas Ngletih Kediri

    Full text link
    Sistem manajemen dalam pelayanan kesehatan pada masa post-pandemi perlu mengalami beberapa pembaruan yang disesuaikan dengan segala informasi dan isu internal maupun eksternal organisasi. Analisis SWOT digunakan sebagai alat bantu untuk menganalisis informasi dan isu yang dimaksud tersebut, sebagai bentuk awal perencanaan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat keputusan tindak lanjut mengenai pembaruan sistem manajemen di Puskesmas Ngletih Kediri, sebagai bentuk perencanaan strategis dengan melihat letak hasil perhitungan analisis SWOT Puskesmas Ngletih Kediri pada kuadran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan seluruh pimpinan staf manajemen puskesmas sebanyak 7 orang sebagai responden yang dipilih dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner SWOT, dengan 15 kriteria Faktor Strategis Internal dan 9 kriteria Faktor Strategis Eksternal. Hasil analisis SWOT menunjukkan Puskesmas Ngletih Kediri terletak pada kuadran 1 artinya strategi pertumbuhan cepat/agresif. Kuadran 1 merupakan situasi yang menguntungkan karena puskesmas memiliki peluang dan kekuatan yang baik dan bisa dioptimalkan dengan meminimalisir segala kelemahan dan hambatan. Strategi yang digunakan adalah meminimalisir kelemahan yang berasal dari SDM. Pihak manajemen Puskesmas Perawatan Ngletih diharapkan dapat mengadakan pelatihan dan pengembangan kompetensi yang dikhususkan untuk para tenaga kesehatan; mengoptimalkan sarana dan prasarana kerja; meningkatkan penggunaan insentif non finansial, seperti penghargaan terhadap prestasi kerja dan tanggungjawab tambahan; melakukan survey kepuasan kerja secara berkala; dan kerja sama dengan lintas sektor lebih di tingkatkan demi meningkatkan kualitas SDM puskesmas

    Perbedaan Determinan Status Gizi Lansia yang Tinggal di Panti Jompo dan Bersama Keluarga Wilayah Kota Binjai

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji perbedaan status gizi lansia yang tinggal di panti jompo dan yang tinggal bersama keluarganya dengan berlandaskan berbagai penelitian yang telah membandingkan kedua faktor ini yang mana secara keseluruhan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas kesehatan lansia lebih baik bagi mereka yang tinggal dengan keluarga daripada mereka yang hidup di panti jompo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Determinan status gizi yang dianalisis pada penelitian ini meliputi riwayat penyakit, kesehatan mulut dan aktivitas fisik. Hasil uji beda dengan menggunakan Independent t-Test menunjukkan bahwa variabel yang memiliki perbedaan adalah kesehatan mulut (p-value=0,000). Sementara untuk variabel riwayat sakit (p-value=0,815) dan aktivitas fisik (p-value=0,808) tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara lansia yang tinggal di panti dan bersama keluarga. Perbedaan determinan yang terjadi sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan adalah keterkaitannya dengan masalah psikis. Kerinduan lansia akan perhatian terutama dari keluarga mengakibatkan kurangnya gairah dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi minat lansia dalam melakukan berbagai kegiatan yang pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan kesehatan pada lansia. Kesimpulannya, bahwa pentingnya menjaga kondisi psikis lansia akan mempengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk gizi

    Penerapan Malcolm Baldrige Terhadap Penanganan Covid-19 Puskesmas Kota Dumai Provinsi Riau

    No full text
    Penanganan COVID-19 dipuskesmas termasuk pelayanan Kesehatan yang kepada public sehingga diperlukan pelayanan yang bermutu dari segala aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan COVID-19 dan menentukan level  puskesmas dengan motode Malcolm Baldrige di Puskemas Kota Dumai. Penelitian ini di lakukan pada bulan Agustus – Oktober 2021dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi Penelitian ini adalah Tim COVID-19 di puskesmas. Jumlah sampel 129 dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif analitik dimana di lakukan uji analisi univariat dan bivariat dengan nilai P = 0,943) dengan penanganan COVID-19. Puskesmas kota Dumai perlu menganalisis Penanganan COVID-19 dengan motode Malcolm baldrige, sehingga puskesmas dapat memberikan pelayanan yang bermutu bagi publik

    Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan Metode HOT-Fit di Rumah Sakit Daerah Mangusada

    No full text
    RSD Mangusada Kabupaten Badung adalah salah satu rumah sakit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSD Mangusada Badung masih terjadi kendala dalam pengoperasian SIMRS ini yaitu sistem berjalan lambat dan koneksi internet yang kurang baik sehingga sistem berjalan kurang baik. Selain itu juga penilaian terhadap jalannya sistem dan juga evaluasi terhadap SIMRS belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi SIMRS dengan metode HOT-FIT di RSD Mangusada Badung. Penelitian ini adalah penelitian crossectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 110 orang pengguna SIMRS. Dilihat dari komponen manusia pada SIMRS di Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada mendapatkan skor 3,1 yang berarti sangat tinggi. Dilihat dari komponen organisasi pada SIMRS di Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada mendapatkan skor 2,84 yang berarti sangat tinggi. Dilihat dari komponen teknologi pada SIMRS di Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada mendapatkan skor 2,99 yang berarti sangat tinggi dan dilihat dari komponen net benefit pada SIMRS di Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada mendapatkan skor 3,03 yang berarti sangat tinggi. SIMRS RSD mangusada telah berjalan dengan baik sehingga pihak manajemen RSD mangusada perlu menjaga dan meningkatkan kinerja SIMRS lebih baik

    Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien JKN Dan Pasien Umum Terhadap Mutu Pelayanan Unit Rawat Inap: Literatur Review

    Full text link
    Banyak penelitian yang menunjukan bahwa kualitas layanan pada berbagai fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh sumber pembiayaan. Hal serupa juga ditemukan di Unit Rawat Inap. Berbagai data menunjukan bahwa ada perbedaan layanan pasien antara pasien umum dan pasien JKN. Hal ini tentunya bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.82 Tahun 2018 bahwa peserta JKN berhak mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas seberapa besar perbedaan tingkat kepuasan pasien JKN dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Metode studi dilakukan dengan pendekatan Narative review yang bersumber pada database PubMed, Google schollar dan IJPHS. Terdapat 39.970 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan pasien dan mutu layanan kesehatan; patient satisfaction and quality of health services. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk kemudian diulas secara mendalam. Secara garis besar terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien JKN dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Perbedaan terletak pada kepuasan pada dimensi kehandalan/tangible, daya tanggap/ responsiveness, jaminan/assurance, peduli/empaty, dan bukti langsung/ reliability. Sebanyak 60% penelitian menunjukan adanya perbedaan dalam tingkat kepuasan antara pasien JKN dan pasien umum di Unit Rawat Inap dapat dijadikan evaluasi bagi Pelaksana Layanan Kesehatan sehingga tidak ada lagi perbedaan tingkat kepuasan pasien. Hal ini dikarenakan setiap pasien berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sama sesuai dengan kebutuhan medisnya. 

    Analisis Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Rekam Medis di Puskesmas

    Full text link
    Tenaga rekam medis memegang kunci utama semua data pasien yang menerima pelayanan kesehatan, oleh karena itu kinerja tenaga rekam medis akan menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Jumlah tenaga kerja rekam medis di Puskesmas Sawit Kabupaten Boyolali hanya terdiri dari satu orang petugas. Permasalahan tersebut menyebabkan tingginya beban kerja di Puskesmas Sawit, selain itu tingginya beban kerja diakibatkan dari: (1) pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran dilayani oleh perawat yang sekaligus membantu dokter mengobati pasien; (2) petugas analyzing reporting yang mempunyai tugas sebagai kasir juga; dan (3) petugas filing merupakan bidan setempat, oleh karena itu penyediaan dokumen rekam medis sering terlambat. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan dalam pemberian pelayanan medis pada pasien.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah tenaga kerja rekam medis yang harus dianalisis beban kerja tiap periode berdasarkan beban kerja di Puskesmas Sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Pengolahan data dihitung berdasarkan metode Workload Indicator Staff Need (WISN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas Sawit membutuhkan 3 tenaga rekam medis. Ada 3 tugas pokok di bagian rekam medis yaitu pendaftaran rawat jalan, assembling, dan filing yang masing-masing bagian dibutuhkan minimal 1 tenaga kerja rekam medis

    Pengaruh Pengingat Elektronik dalam Meningkatkan Pemeriksaan Mata Retinopati Diabetik: A Meta-Analysis

    Full text link
    Pemeriksaan mata rutin diperlukan untuk melakukan penanganan dini. Promosi kesehatan yang tepat merupakan kunci peningkatkan pemeriksaan mata rutin. Salah satu promosi kesehatan yang dapat diterapkan yaitu dengan memanfaatkan media komunikasi elektronik ponsel. Metode telaah sistematis dan meta-analisis digunakan dalam penelitian ini, pelaporan mengacu pada diagram alur PRISMA 2020. Pencarian sistematis dilakukan secara daring di pangkalan data Scopus, ProQuest, Web of Science, EBSCO Host (CINAHL Plus), SAGE, Science Direct, PubMed, dan ClinicalTrials.gov registry, 8.782 artikel ilmiah relevan ditemukan. Penapisan artikel ilmiah dilakukan dengan bantuan web-application rayyan.qcri terhadap artikel duplikat serta artikel yang tidak memenuhi kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi. Penilaian kritis studi dilakukan dengan EPHPP Quality Assesment Tool for Quantitative Studies, menghasilkan penilaian kuat pada delapan studi, penilaian moderat pada tiga studi dan penilaian lemah pada dua studi. Sintesis dan meta-analisis dilakukan pada sebelas studi dengan software Review Manager 5.4 menghasilkan tabel karakteristik studi, analisis Random Effect Models dengan overall RR 1,43 (1,23-1,66), p<0,00001, I2= 0,87, forrest plot serta funnel plot. Tingginya heterogenisitas pada studi ini terjadi karena perbedaan wilayah studi yang diteliti, yang justru menunjukkan bahwa studi ini dapat diterapkan secara umum. Studi ini menyimpulkan bahwa pengingat elektronik terbukti secara signifikan meningkatkan pemeriksaan mata rutin dalam upaya pencegahan penyakit retinopati diabetik

    Kualitas Sistem Informasi Pelaporan Standar Pelayanan Minimal Instalasi Radiologi Berbasis Web (e-spmrad.com)

    Full text link
    ABSTRAKPengembangan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) radiologi diharapkan dapat mempermudah dan mendukung proses pengambilan keputusan. e-spmrad.com sebagai sistem pelaporan SPM radiologi yang dikembangkan pada tahun 2021 ekuivalen sebagai pelaporan SPM radiologi, Namun dalam penelitian belum dilakukan analisis terhadap kualitas sistem, kualitas informasi dan kepuasan pengguna. Padahal, kualitas sistem dan kualitas informasi mempengaruhi kepuasan pengguna sistem terhadap penggunaan sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-spmrad.com efektif terhadap kualitas sistem informasi dalam pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi. Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di instalasi radiologi RSUI Madinah Kasembon Malang pada Bulan Februari- Juli 2021. Uji coba dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimen design dengan rancangan one group pre-post test. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan kualitas sistem, kualitas informasi dan kepuasan pengguna pada seluruh aspek sebelum dengan sesudah pemberian sistem baru (p-value ≤ 0,005). sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi efektif terhadap kualitas sistem informasi dalam pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi, terbukti nilai p-value adalah 0,005

    Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif : Studi Potong Lintang

    Full text link
    Kota Bandung merupakan Kota dengan capaian ASI ekslusif masih cukup rendah yaitu 24,5, Sedangkan Puskesmas Ibrahim Aji dengan capaian sebsar 78,12%. Salah satu penyebab rendahnya cakupan ini adalah ibu masih belum mengetahui manfaat dari ASI ekslusif, mereka lebih mempercayai pengalaman sebelumnya dengan memberikan makanan tambahan anak-anaknya tetap dalam keadaan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berumur 6-12 bulan. Sampel diambil secara acak sederhana dengan jumlah sampel sebanyak 228 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini memperoleh setengah responden tidak memberikan ASI Eslusif (52,6%), faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif adalah pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,021), dan peran tenaga kesehatan (p=0,000), sedangkan dukungan keluarga tidak mempengaruhi pemberian ASI Esklusif (p=0,861). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah lebih dari setengah responden memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Factor yang dapat dibuktikan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemberian ASI ekslusif adalah pengetahuan, sikap, dan peran tenaga kesehatan. Sedangkan dukungan keluarga tidak dapat dibuktikan dalam penelitian ini

    Dampak Kepemimpinan Transformasional dan Pengaturan Kerja Fleksibel terhadap Komitmen Organisasional di RS saat Pandemi Covid 19

    No full text
    Tujuan penelitian untuk memberikan penjelasan tentang dampak kepemimpinan transformasional dan pengaturan kerja fleksibel terhadap komitmen organisasional melalui keterikatan karyawan pada industri layanan kesehatan. Penelitian ini didesign pengumpulan datanya dengan metode survey dengan menyebarkan kuesioner online. Populasi dalam penelitian ini staff Manajemen Rumah Sakit Tipe C di Tangerang. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria sampel adalah mereka yang telah menjadi karyawan tetap.  Jumlah sampel yang diteliti 170 responden. Uji intrumen untuk mendapatkan validitas butir pernyataan dan reliabilitas instrumen dengan menggunakan Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Alpha Cronbach. Teknik analisis datanya Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif Kepemimpinan Transformasional dan Pengaturan Kerja Fleksibel terhadap Keterikatan Karyawan dan Komitmen Organisasional. Keterikatan Karyawan memediasi hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Pengaturan Kerja Fleksibel dengan Komitmen Organisasional. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah pengaturan kerja fleksibel dan keterikatan karyawan akan semakin kuat apabila terdapat kepemimpinan transformasional yang baik. Oleh karena itu pemimpin harus mampu menginspirasi para pengikut serta memotivasi para karyawan agar bergerak untuk mencapai tujuan organisasional melampaui kepentingan pribadinya, dimana segala hal yang diberikan dalam pekerjaan semata-mata demi kepentingan kemajuan organisasional.

    212

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇