Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Penilaian Kinerja Perawat Berdasarkan Aspek Sikap Kerja, Tingkat Keterampilan, dan Manajemen Kinerja di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri
Penilaian kinerja perawat merupakan sistem yang digunakan manajemen SDM kesehatan untuk mengevaluasi kinerja perawat dalam periode tertentu, kemudian dilanjutkan dengan memberikan umpan balik, sehingga setiap perawat diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dan berdampak jangka panjang pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja perawat di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri, berdasarkan aspek sikap kerja, tingkat keterampilan, dan manajemen kinerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Perawat Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri sejumlah 45 perawat dengan besar sampelnya sebanyak 30 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling, dan variabel pada penelitian ini adalah kinerja perawat Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri berdasarkan aspek sikap kerja, tingkat keterampilan, dan manajemen kinerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan total 21 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja perawat di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri secara keseluruhan berada pada kategori baik. Namun jika dilihat berdasarkan setiap pernyataan dalam masing-masing aspek, masih ada beberapa kekurangan, yaitu ada 10,0% perawat yang menyatakan bahwa mereka terkadang tidak memberikan penjelasan kepada pasien sebelum melakukan tindakan, 3,3% perawat menyatakan tidak membuat rencana asuhan keperawatan menggunakan kalimat singkat dan jelas, 26,7% perawat yang menyatakan efisiensi waktu dalam menyelesaikan pekerjaan tidak melebihi rata-rata perawat lain, dan 36,7% perawat menyatakan tidak selalu mempersiapkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan asuhan keperawatan. Diadakannya workshop serta pelatihan yang mendukung agar perawat tertib menjalankan asuhan keperawatan, merupakan bentuk manajemen SDM yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja perawat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri.
Analisis Kinerja Terdampak Oleh Beban Kerja, Motivasi Kerja Dan Kepuasan Yang Dimoderasi Ambidexterity pada Rumah Sakit Rajawali Citra
Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan manajemen sumber daya manusia, yang mengacu pada prinsip-prinsip operasional dan praktik bagaimana mengolah atau mengelola orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja terdampak oleh beban kerja, motivasi kerja dan kepuasan yang dimoderasi Ambidexterity, Dari pengamatan yang dilakukan sebagian pegawai memiliki tanggung jawab yang besar serta pekerjaan yang sangat melelahkan. Kurangnya sikap membantu rekan kerja, kurangnya sikap sukarela melakukan kegiatan ekstra di tempat kerja, kurangnya motivasi yang diberikan organisasi, kurangnya kepuasan peraturan yang berlaku di organisasi, kurangnya toleransi antar rekan kerja, serta adanya temuan bahwa karyawan membuang-buang waktu di tempat kerja dan keterlambatan datang tepat waktu. Penelitian ini menggunaan pendekatan kuantitatif dengan jenis ekslanatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai rumah sakit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 65 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan menggunakan sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah inner model dengan metode bootstrapping. Sedangkan alat analisis yang di gunakan adalah uji instrumen dengan SPSS Versi 23 dan pengujian data dengan software SmartPLS Versi 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan 1) beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, 2) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, 3) kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, 4) Ambidexterity memoderasi beban kerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pengaruh Manusia, Organisasi, Teknologi Terhadap Manfaat Nyata Rekam Medis Elektronik di RS Mata Cicendo
Arus perkembangan teknologi digital di masyarakat bergerak semakin cepat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan menuju digitalisasi di berbagai bidang. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan juga harus ditangani secara elektronik dan salah satunya adalah rekam medis. Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi kunci utama strategi terpadu dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Human, Organization, Technology (HOT) terhadap manfaat nyata RME di RS Mata Cicendo. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 286 dengan sampel sebanyak 34 responden. Hasil kuesioner kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan software smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna dan penggunaan RME memengaruhi manfaat nyata dan sistem organisasi, yang merupakan bagian dari faktor organisasi, namun tidak memengaruhi manfaat nyata dari lingkungan organisasi. Sementara itu, faktor teknologi seperti kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan memengaruhi manfaat nyata dari RME.
Analisis Leadership, Reinforcement Dan Beban Kerja Terhadap Burnout Pada Petugas Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri
Burnout dapat terjadi pada semua orang, baik itu laki-laki dan perempuan. Hal ini terjadi karena setiap manusia tentu mengalami tekanan yang diperoleh dalam kehidupan, khususnya dalam menjalani pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh leadership, reinforcement dan beban kerja terhadap burnout pada petugas kesehatan. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan fokus penelitiannya diarahkan untuk menganalisis pengaruh leadership, reinforcement dan beban kerja terhadap burnout pada petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Jumlah populasi sejumlah 197 responden dan sampel sebanyak 126 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil temuan didapatkan sebagian besar responden memiliki leadership kategori cukup sebanyak 81 responden (64,3%). Sebagian besar responden memiliki reinforcement kategori cukup sebanyak 85 responden (67,5%). Sebagian besar responden memiliki beban kerja dalam kategori sedang sebanyak 78 responden (61,9%). Sebagian besar responden memiliki burnout kategori sedang sebanyak 73 responden (57,9%). Berdasarkan hasil analisis Regresi Linear Berganda bahwa secara simultan ada pengaruh leadership, reinforcement dan beban kerja terhadap burnout pada petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri dengan besaran pengaruh 84,0%. Sehingga diharapkan petugas kesehatan lebih berfokus pada pekerjaan yang mana dapat memberikan hasil, dampak, dan manfaat bagi masyarakat maupun bagi pegawai yang lain
Perancangan Aplikasi Pengaturan Aktivitas Individu yang Menjalani Isolasi Mandiri Berbasis Android
Sejak awal tahun 2020, Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan. Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat yang menyebabkan pemerintah pun memberlakukan kebijakan agar masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah. Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 tersebut pun menyebabkan seseorang yang positif Covid-19 maupun berkontak erat dengan individu yang terinfeksi, maka harus melakukan isolasi mandiri ataupun karantina. Hal itu menyebabkan individu tersebut akan mengalami kebingungan, kekhawatiran, kecemasan atas apa yang harus mereka lakukan saat menjalani isolasi mandiri atau karantina yang berujung terhadap stres bahkan memburuknya kesehatan mental. Maka dari itu, diperlukan sebuah aplikasi yang dapat dijadikan sebagai pedoman aktivitas dan sarana informasi bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala (OTG) ataupun gejala ringan yang sedang menjalani isolasi mandiri. Metode pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang terdiri atas 2 tahap meliputi tahap penelitian menggunakan metode kualitatif dan tahap pengembangan menggunakan metode pengembangan sistem FAST. Aplikasi yang diciptakan bernama aplikasi Frecuid yang memiliki 4 fitur utama yakni fitur Covid-19 Status, Activities Recommendation, SECA (Schedule Activities) dan Ask Us. Aplikasi Frecuid memiliki fitur unggulan berupa penyediaan jadwal aktivitas yang akan muncul dalam bentuk notifikasi sebagai pengingat dan rekomendasi aktivitas yang dapat dilakukan bagi pasien positif Covid-19 guna menghindari adanya dampak psikologis seperti kebingungan, kecemasan, kekhawatiran hingga stres saat menjalani isolasi mandiri dan FAQ mengenai isolasi mandiri dan Covid-19
Analisis Implementasi Kebijakan Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil dan Lansia di Kabupaten Batanghari
Risiko komplikasi akibat COVID-19 lebih tinggi pada kelompok masyarakat rentan, seperti lansia dan ibu hamil. Pemutusan rangkaian penularan dan perlindungan terhadap masyarakat dari penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan pembentukan herd immunity melalui vaksinasi. Distribusi vaksin tidak merata di seluruh dunia, termasuk Indonesia mengakibatkan keterlambatan vaksinasi dan menyebabkan muncul varian baru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil dan lansia di Kabupaten Batanghari. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan studi kasus dan analisis tematik yaitu Braun & Clarke. Penelitian ini sebanyak 17 informan yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Vaksinator, Ibu Hamil, dan Lansia. Lokasi penelitian di Puskesmas Penerokan, Puskesmas Sungai Rengas, Puskesmas Kuranji dan Puskesmas Batin. Waktu penelitian Maret-Mei 2022. Hasil penelitian ditemukan lima tema yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi, dan dukungan masyarakat. Peran komunikasi terdapat tiga yaitu transmisi, kejelasan dan konsistensi, dari faktor transmisi terdapat subtema yaitu koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas sudah efektif. Peran disposisi dijalani secara konsisten. Peran struktur birokrasi yaitu adanya Standar Operating Prosedures Permenkes RI. Peran dukungan masyarakat yaitu sebagian masyarakat mendukung adanya vaksinasi Covid-19, namun masih ada masyarakat yang tidak bersedia di vaksin. Diharapkan staf Puskesmas menyadari akan pentingnya screening sebelum melakukan vaksin kepada pasien dan menambah sumber daya yang dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan program vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil dan lansia
Efektivitas Penggunaan Media Video Tutorial dalam Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa pada Pembelajaran Praktikum Manajemen Rekam Medis
Pandemi Covid-19 mulai menjangkit masyarakat Indonesia sejak bulan Maret 2020 hingga kini. Selama masa pandemi Covid-19, diberlakukan pembatasan kegiatan sosial berskala besar untuk mencegah semakin bertambahnya penularan Covid-19. Salah satu yang terdampak adalah sektor pendidikan tinggi vokasional dimana pendidikan diselenggarakan dengan metode pembelajaran dalam jaringan. Diperlukan pengembangan dalam implementasi pembelajaran praktikum melalui inovasi media pembelajaran menggunakan video tutorial yang bertujuan agar kompetensi mahasiswa tetap tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa tentang manajemen rekam medis sebelum dan sesudah diberikan media video tutorial. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-postest. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 97 mahasiswa melalui teknik total sampling. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan diperoleh hasil bahwa ada perbedaan signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang manajemen rekam medis sebelum dan sesudah diberikan media video tutorial dalam pembelajaran praktikum. Dengan diterapkannya video tutorial dalam pembelajaran praktikum ini, mampu mewujudkan pembelajaran praktikum yang efektif bagi mahasiswa.
Analisis GAP Kualitas Pelayanan Rawat Jalan RSUD Takalar dengan Metode Servqual dan Importance Performance Analysis
Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar mengalami penurunan secara signifikan dalam tiga tahun terakhir, pada tahun 2017 sebesar 83.343 pasien berkurang menjadi 80.084 di tahun 2018, pada tahun 2019 kembali menurun menjadi 77.032 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Gap harapan dan kenyataan pasien JKN terhadap kualitas pelayanan rawat jalan dengan Metode Servqual dan Metode Importance Performance Analysis di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan menggunakan metode Servqual. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat jalan di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar dengan populasi sebanyak 77.032 pasien rawat jalan serta diperoleh sampel sebanyak 398 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Gap dengan metode Servqual dan Importance Performance Analysis dengan bantuan aplikasi Microsoft Excell dan SPSS. Hasil penelitian diperoleh bahwa Tangible memiliki nilai Gap sebesar -1,3 (persentase kesesuaian 72,9%), Assurance memiliki nilai Gap sebesar -1,6 (67,1%), Reliability memiliki nilai Gap sebesar -1,5 (67,9%), Responsiveness memiliki nilai Gap sebesar -1,6 (66,3%), Empathy memiliki nilai Gap sebesar -1,5 (68,3%), Kenyamanan memiliki nilai Gap sebesar -1,5 (68,1%), Ketepatan Waktu memiliki nilai Gap sebesar -1,8 (60,4%), Efisiensi Layanan Kesehatan memiliki nilai Gap sebesar -1,6 (66,3%), Kesinambungan Layanan Kesehatan memiliki nilai Gap sebesar -1,5 (69,6%), serta Efektivitas Layanan Kesehatan memiliki nilai Gap sebesar -1,3 (72,5%)
Analisis Sistem Surveilans Epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD): Studi Mixed Method
Jumlah kasus demam berdarah dengue di Kota Cimahi mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Surveilans atau sistem pencatatan dan pelaporan pemantauan penyakit memiliki peranan penting dalam upaya penurunan kasus demam berdarah dengue. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Sistem Surveilans Epidemiologi demam berdarah dengue berdasrkan tujuan surveilans. Metode penelitian yang digunakan mixed method yaitu metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah deskriptif didukung dengan pendekatan fenomenologi menggunakan indepth interview. Subjek penelitian kualitatif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian kuantitatif dianalisa secara univariat dan data kualitatif hasil wawancara dibuat ke matriks dan dianalisis dengan conten analysis. Kasus demam berdarah dengue lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki dari pada wanita. Dan lebih banyak terjadi pada usia remaja. Jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Cimahi Utara. Peningkatan kasus yang signifikan terjadi pada bulan April–juni. Indikator Input: sumber daya manusia masih belum optimal, pendanaan kegiatan sudah ada, Sarana sudah memadahi. Jumlah kasus cenderung meningkat. Hasil penilaian sistem surveilens yang dikategorikan sangat baik adalah Tujuan Sistem Surveilans, Pengolahan dan Analisa data, dan Kelengkapan Data. Hasil penilaian yang dikategorikan baik adalah Ketetapan Diagnosis, Akses ke Pelayanan Kesehatan, dan Konsistensi. Sedangkan partisifasi pelayanan kesehatan dikategorikan Kurang bai
Pengaruh Lingkungan Kerja, Keselamatan Kesehatan Kerja, Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perawat RS Siloam Bali
Selain resiko dari penanganan Pasien Covid-19, rumah sakit menjadi salah satu tempat yang mempunyai potensi yang tinggi terkait dengan kecelakaan kerja. Di dalam rumah sakit terdapat banyak bahan yang mudah terbakar, radiasi pengion, bahan kimia dan gas medis yang perlu mendapatkan perhatian yang serius terkait dengan keselamatan pasien, staf dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Kerja dengan Mediasi Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Perawat pada Rumah Sakit Siloam Bali. kuantitatif deskriptif merupakan metode dalam penelitian ini. Responden yang dijadikan sampel terdiri dari 79 responden yang merupakan seluruh perawat dan diambil menggunakan sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuisioner terbuka dengan skala interval 1 sampai 10 poin yang disebarkan untuk mengukur atau memperoleh pendapat atau tanggapan dari perawat mengenai empat variabel dalam penelitian ini. Pemodelan persamaan struktural atau Structural Equation Modelling (SEM) digunakan dalam menganalisis data di penelitian ini dengan kajian Part Lease Square (PLS) serta bantuan aplikasi SmartPLS 3.2. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Faktor Lingkungan Kerja mempengaruhi positif signifikan terhadap variabel mediasi Komitmen organisasi dan kinerja perawat secara tidak langsung, tetapi tidak mempengaruhi kinerja perawat secara langsung. Faktor kesehatan keselamatan kerja (K3) mempengaruhi positif dan signifikan variabel mediasi komitmen organisasi dan kinerja perawat baik secara langsung maupun tak langsung. Terdapat pengaruh yang paling kuat yaitu kesehatan keselamatan kerja (K3) dengan nilai koefisien garis 0,547 dan terlemah adalah variabel lingkungan kerja dengan koefisien garis 0,346