Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBAIKAN DAN BIAYA PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Jalan Pati – Gabus)
Highways are one of the important facilities and infrastructure for the achievement of an activity, so a good road pavement design is a must. The existence of highways is very necessary for the need for transportation facilities that can reach remote areas. The increase in traffic volume will result in a decrease in service caused by a decrease in road capacity, in line with the results of the survey/identification conducted, road damage is currently occurring in several areas, especially the Pati-Gabus road section, Pati Regency, which causes considerable losses, especially for road users. , such as congestion, traffic accidents, long travel time and others. Therefore, this research was conducted with the aim of finding alternative pavement designs on the Pati-Gabus road section, and calculating the estimated costs required for pavement repairs. In this study using data obtained through field surveys which are primary data and data collection from the Highways Field of Pati Regency which is secondary data. The results of the study using the Surface Distress Index (SDI) method found that the damage at STA 0+000 to 0+200 was moderately damaged and at STA 0+200 – 1+000 it was lightly damaged and the type of repair was appropriate by looking at the conditions on the Pati road section. -Cork is at STA 0+000 to 1+000 using overlay requires a budget of IDR 2,600,000,000, while at STA 1+000 to STA 2+600 it is heavily damaged and must use rigid pavement requiring budget of IDR 6,341,000,000.
Keywords: Road damage, Road repair, Pavement costs
 
ANALISA PENGENDALIAN MUTU PROYEK GUDANG PT SANTOS JAYA ABADI MENGGUNAKAN PROCESS DECISION PROGRAM CHART METHOD
Proyek konstruksi semakin berkembang dan semakin kompleks dalam hal fisik dan biaya. Pada praktiknya, sebuah proyek memiliki sumber daya yang terbatas dalam hal manusia, material, biaya, atau peralatan. Proyek konstruksi harus memiliki pengendalian mutu untuk menjamin keselamatan pekerja. Namun, meskipun spesifikasi teknis telah disusun, penyimpangan mutu pada saat pelaksanaan proyek konstruksi selalu terjadi, sehingga kualitas bangunan yang dihasilkan tidak sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan dan menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam dunia konstruksi. Faktor-faktor penyebab pengendalian mutu dalam penelitian ini secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proyek. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data melalui metode process decision program chart dan metode kuesioner yang disebarkan pada proyek gudang PT Santos Jaya Abadi, dengan responden manajer proyek hingga pekerja. Selanjutnya data kuesioner yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Process Decision Program Chart dan Microsoft Excel. Hasil analisis pengendalian mutu dan analisa risiko menunjukkan bahwa pengendalian mutu sudah efektif dan diterapkan dengan baik pada proyek konstruksi, dengan hasil pada pekerjaan struktur seperti pekerjaan balok dan kolom memiliki persentase yang sama yaitu 76% dan pekerjaan plat lantai memiliki persentase 72%. Sedangkan pada pekerjaan struktur balok memiliki nilai tingkat risiko 7,49, pekerjaan struktur kolom dengan nilai 7,42, pekerjaan struktur pelat lantai dengan nilai 6,43.
 
KEANDALAN STRUKTUR BEBERAPA BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG DI WILAYAH JABODETABEK TERHADAP BEBAN GEMPA BERDASARKAN SNI 1726:2019
Penelitian ini membahas assesmen keandalan bangunan beton bertulang yang berusia lebih dari 30 tahun. Obyek penelitian berada pada 3 lokasi bangunan yaitu Struktur A berlokasi di Jakarta Pusat, Struktur B berlokasi di Tangerang Selatan, dan Struktur C berlokasi di Jakarta Utara. Survei visual lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi terkini dari struktur bangunan. Pengujian tanpa merusak / Non-Destruktif Test (NDT) dilakukan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton aktual dan jumlah tulangan yang terpasang dalam elemen struktur. Berdasarkan kekuatan material eksisting dilakukan modeling 3-Dimensi dan analisis struktur dengan metode elemen hingga, dengan menggunakan software ETABS 2017 diterapkan persyaratan seismik yang terdapat dalam SNI 1726:2019 untuk mengevaluasi kekuatan nominal elemen beton bertulang. Hasil Analisa strukur menunjukkan bahwa elemen kolom, balok dan pelat pada Struktur A, Struktur B, dan Struktur C tidak mampu menahan gaya momen, geser, dan drift inter story yang timbul akibat beban gempa yang timbul menurut persyaratan gempa pada SNI 1726:2019.
Perlu dilakukan perkuatan struktur pada ketiga struktur, agar kapasitas elemen struktur mampu menahan beban-beban yang bekerja pada struktur bangunan.
Kata Kunci: assesmen, keandalan, pengujian, analisis struktur, perkuatan struktur
 
EVALUASI KEBIJAKAN PELESTARIAN ZONASI DAN CAGAR BUDAYA DI KAWASAN DATARAN TINGGI DIENG
Penelitian ini bertujuan: (i) mengetahui kebijakan pemerintah terkait pelestarian zonasi dan cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng; (ii) mengevaluasi kebijakan yang sudah ada dengan kondisi eksisting cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng; dan (iii) memberikan rekomendasi berupa program kebijakan terkait pelestarian zonasi dan cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pelestarian kawasan cagar budaya rawan berbenturan dengan konflik kepentingan antara pemangku kebijakan dan masyarakat di kawasan. Kawasan cagar budaya di Dataran Tinggi Dieng ditetapkan dalam bentuk zonasi oleh pemerintah. Observasi lapangan memperlihatkan terjadi penyimpangan fungsi kawasan yang digunakan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat setempat maupun terdesak proyek pembangunan di sekitar kawasan. Sumber informasi menggunakan data primer (hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dengan stakeholder) selanjutnya dilakukan dengan beberapa tahapan analisis secara kualitatif. Pendekatan konseptual digunakan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan mengenai pelestarian zonasi dan cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Hasil penelitian menunjukkan: (i) kebijakan pemerintah terkait pelestarian zonasi dan cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng sudah ada, namun praktiknya di lapangan belum maksimal; dan (ii) rekomendasi program kebijakan terkait pelestarian zonasi dan cagar budaya di Kawasan Dataran Tinggi Dieng dapat dilakukan dengan mengevaluasi peraturan terkait, meningkatkan kualitas daya tarik pendukung dan meningkatkan kesadaran serta SDM masyarakat.
Kata Kunci: Cagar Budaya, Dieng, Zonas
ANALISIS PEMANFAATAN PASIR PANTAI SADRANAN SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN (AC-BC) TERHADAP SIFAT MARSHALL
Indonesia adalah negara berkembang yang sedang berevolusi menjadi negara maju. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia. Pasir Pantai merupakan salah satu jenis agregat alami yang belum banyak dimanfaatkan secara maksimal dalam lingkup konstruksi, Yogyakarta adalah salah satu daerah yang memiliki banyak pantai salah satunya adalah Pantai Sadranan, peneliti melakukan pengkajian secara teknis di laboratorium terhadap pasir pantai sebagai bahan tambah campuran AC-BC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Raya, Teknik Sipil Universitas Tunas Pembangunan Surakarta dengan menggunakan variasi kadar aspal sebesar 4%, 5% dan 6% dan variasi prosentase campuran pasir pantai sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% dari berat total agregat halus. Setelah sampel selesai dibuat, kemudian dilakukan pengujian sifat Marshall untuk mengetahui Stabilitas, VIM, VMA, VFB dan dilakukan perhitungan aspek ekonomis Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pasir pantai terhadap campuran AC-BC dengan penggunaan Kadar Aspal Optimum (KAO) senilai 5% dan Proporsi Pasir Pantai Optimum (PPPO) senilai 15% . Penggunaan (KAO 5%) dan (PPPO 15%) mempengaruhi Sifat Marshall, dan Aspek Ekonomis, yaitu mempunyai nilai stabilitas tertinggi serta penurunan harga yang cukup efisien. Sifat Marshall yang didapatkan adalah sebagai berikut, Stabilitas = 1739,86 kg, VIM = 4,33 %, VMA = 16,87 %, dan VFB = 74,80. Aspek Ekonomis yang didapatkan yaitu terjadi penurunan anggaran, dibuktikan dengan AHSP yang menggunakan tambahan pasir pantai sebesar 15% diperoleh harga senilai Rp 1.424.006,76/m3 sedangkan AHSP dengan pasir sungai diperoleh harga senilai Rp 1.470.899,43/m3. Maka penggunaan pasir menyebabkan penurunan anggaran senilai Rp 46.892,67/m3 atau 0,032% dari harga menggunakan pasir sunga
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KEBUTUHAN ALAT BERAT (Studi Kasus: Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Palur-Sragen-Mantingan STA 0+325 – STA 2+325)
Proyek infrastruktur jalan sebagian besar menggunakan alat berat. Alat berat harus digunakan secara efisien sehingga perlu mengetahui kemampuan alat, jenis-jenis alat, keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Produktivitas alat berat bergantung pada jenis atau tipe alat, metode kerja, kondisi medan kerja, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas serta jumlah alat berat yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek jalan Palur-Sragen-Mantingan. Metode penelitian dilakukan dengan menghitung volume pekerjaan, menghitung produktifitas, durasi pekerjaan, dan menghitung kebutuhan alat. Hasil analisis didapat bahwa produktivitas alat berat pada pekerjaan galian : Excavator = 859 m³/hari, Dumptruck = 888,14 m³/hari. Pada pekerjaan LPA : vibrator roller = 2.990 m³/hari, Bulldozer = 2.452 m³/hari. Pada pekerjaan AC-Base : Asphalt Finisher = 2.416,55 Ton/hari, Tandem Roller = 1.567 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.567 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-BC : Asphalt Finisher = 974,95 Ton/hari, Tandem Roller = 632,19 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.039,48 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-WC : Asphalt Finisher = 652,75 Ton/hari, Tandem Roller = 423,26 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 713,319 Ton/hari. Pada pekerjaan lapis resap aspal : Asphalt sprayer = 16.494,5 m²/hari. Pada pekerjaan pembersihan : Air Compressor = 2.721,6 m²/hari. Waktu yang dibutuhkan alat berat dalam pelaksanaan pekerjaan galian = 8 hari , pekerjaan Lapis pondasi Atas = 3 hari, pada pekerjaan AC-Base = 3 hari, pekerjaan AC-BC = 3 hari, pekerjaan AC-WC = 3 hari, pekerjaan lapis resap aspal = 4 hari, pekerjaan pembersihan = 4 hari. Alat berat yang dibutuhkan selama pekerjaan pada masing-masing pekerjaan yaitu : Excavator = 2 unit, Dumptruck = 8 unit, Vibrator roller = 1 unit, Bulldozer = 2 unit, Asphalt Finisher = 2 unit, Tandem Roller = 2 unit, Tire Roller = 1 unit, asphalt sprayer = 1 unit, Air compressor = 2 unit
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN KAKU METODE AASTHO 1993 DAN NAASRA: (STUDI KASUS JALAN TANGEN – NGROMBO KABUPATEN SRAGEN)
Perkerasan jalan adalah salah satu unsur kontruksi jalan raya yang sangat penting sebagai kelancaran transportasi darat sehingga dapat memberikan kenyaman dan keamanan bagi penggunanya. Untuk itu diperlu perencanaan yang baik berdasarkan standar dan kriteria perencanaan yang berlaku di indonesia. Dengan demikian perlu adanya perencanaan jenis perkerasan apa yang layak dan efisien. Penentuan perencanaan nilai rancang tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dapan direncanakan dan dihitung dengan banyak metode. Metode yang dilakukan dalam perencanaan tebal perkerasan kaku pada ruas jalan Tangen – Ngrombo dipilih metode AASTHO 1993 (America Association of State Highway and Transportation Officials 1993) dan metode NAASRA (National Association Of Australian State Road Authorities). Data primer didapatkan berdasarkan hasil penelitian lansung dan data sekunder diperoleh dari DPU Bina Marga Kabupaten Sragen. Setelah dilakukan perhitungan dan didapatkan data data Lalulintas Harian Rata-rata (LHR), Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) , CBR tanah dasar dan Curah Hari Hujan maka dalam perhitungan dengan methode AASTHO 1993 didapat tebal rigid pavement 250 mm dengan hasil kebutuhan tulangan dowel Ø32 – 300 mm dengan panjang 450 mm, tulangan tie bar Ø13–800 mm dengan panjang 650 mm, hasil perhitungan tulangan memanjang dan melintang sebesar Ø13 – 375 mm. Sedangkan menggunakan metode NAASRA dengan hasil perencanaan tebal rigid pavement 270 mm dengan hasil kebutuhan tulangan dowel Ø32 – 300 mm dengan panjang 450 mm, tulangan tie bar Ø12 – 1200 mm dengan panjang 635 mm, dan kebutuhan tulangan memanjang dan melintang sebesar Ø13 – 350 mm
PENYESUAIAN DESAIN PASAR KANJENGAN SEMARANG MENUJU KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG HIJAU
Perancangan bangunan gedung termasuk pasar rakyat harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu SNI Pasar, persyaratan bangunan gedung, aksesibilitas dan persyaratan gedung hijau. Bangunan Gedung Hijau mengutamakan pada penghematan energi dengan cara menetukan orientasi bangunan Utara-Selatan untuk mengurangi pemanasan karena sinar matahari, ventilasi dalam ruangan, pemnafaatan pencahayaan alami semaksimal mungkin, dan pengelolaan limbah, sampah, air, dan pemanfaatan material hijau. Apabila dalam tahap perencanaan belum terpenuhi, maka perlu dilakukan peninjauan ulang desain sebelum permohonan izin membangun diajukan
PENGARUH BAHAN TAMBAH ABU TEMPURUNG KELAPA DENGAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP TANAH LEMPUNG
Tanah lempung merupakan tanah yang memiliki karakterisktik daya dukung dan sudut gesernya rendah sehingga diperlukan stabilisasi untuk perbaikan tanah lempung. Ada dua cara stabilisasi tanah lempung antara lain stabilisasi tanah secara mekanis yaitu dengan menggunakan alat berat dan stabilisasi tanah secara kimiawi yaitu menggunakan bahan tambah agar sifat tanah lempung berubah menjadi lebih baik dalam mendukung tanah. Pada penelitian ini, stabilisasi tanah yang digunakan adalah stabilisasi kimiawi yaitu menambahkan abu tempurung kelapa dengan limbah gypsum. Kedua bahan ini disinyalir mampu memperbaiki sifat tanah lempung. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan prosentasi optimum kedua bahan terhadap tanah lempung. Penelitian ini dilakukan uji laboratorium dengan menambah tanah lempung dan kedua bahan tambah. Kadar prosentasi yang dipakai adalah 6%, 10%, dan 14%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan abu tempurung kelapa dengan limbah gypsum dapat meningkatkan sudut geser dan kohesi sedangkan indeks plastisitasnya turun. Berdasarkan hasil penelitian prosentasi kadar abu tempurung kelapa dan limbah gypsum yang paling optimal adalah pada kadar 14%
HOTEL RESORT YANG PRIVAT DAN REKREATIF DI SITU BAGENDIT KABUPATEN GARUT
Program pengembangan pariwisata saat ini menjadi program unggulan yang sedang digarap serius oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lokasi sasaran dari program ini adalah lokasi-lokasi potensial namun belum banyak diketahui dan dikunjungi karena minimnya fasilitas untuk wisatawan yang datang. Salah satu lokasi potensial yang menjadi unggulan program ini adalah Situ Bagendit di Kabupaten Garut. Dengan potensi yang dimilikinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakin Situ Bagendit akan menjadi kawasan wisata yang dapat menarik banyak wisatwan yang berkunjung setelah dilakukan revitalisasi dan pengembangan di kawasan tersebut. Upaya revitalisasi sudah dimulai oleh Pemerintah Provinsi sejak akhir tahun 2020 dan masih dalam proses finishing hingga jurnal ini ditulis. Adapun pengembangan yang dialakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi meliputi 6 zona, yaitu zona publik, kuliner, green school, komersil, water sport, dan konservasi. Sayangnya, pengembangan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi tidak meliputi fasilitas akomodasi untuk para wisatawan, sehingga potensi durasi kunjungan yang dilakukan wisatawan hanya singkat. Dampakanya, wisatawan tidak dapat meng-eksplore seluruh spot wisata di kawasan dengan total luas lebih dari 120 hektar tersebut. Dampak tersbut merambat pada sisi efektifitas kawasan sebagai objek wisata, dengan singkatnya durasi berkunjung, terbatas pula kawasan yang ter-ekspose, dan sekit pula potensi pertumbuhan ekonomi yang terbentuk, dan puncaknya, program Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan ekonomi msyarakat sekitar dengan wasilah pariwisata tidak dapat berjalan optimal. Hotel Resort dapat menjadi solusi untuk itu, karena selain sebagai sarana akomodasi, resort juga sesuai dengan konsep kawasan wisata. Bukan sesederhana hotel yang hanya menyediakan fasilitas akomodasi saja.
Kata kunci: Akomodasi, Hotel, Resort, Situ Bagendit