Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    PEMODELAN PERCEPATAN DURASI DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PEMBANGUNAN JALAN PROVINSI DI DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Dalam sebuah proyek konstruksi terdapat beberapa hal yang harus diperhitungkan, antara lain mengenai biaya konstruksi yang dikeluarkan, kualitas mutu pada pekerjaan, waktu pelaksanaan yang harus tepat, riset operasi pekerjaan, dan lain sebagainya. Namun pada proyek konstruksi biasanya terdapat permasalahan dan juga kendala seperti terlambatnya waktu pekerjaan proyek yang juga akan memengaruhi ke aspek lainnya seperti membengkaknya biaya dan dapat dikenai denda. Untuk mengurangi resiko terlambatnya proyek, dapat diupayakan percepatan durasi pada proyek. Upaya percepatan proyek dilakukan dengan metode Duration Cost Trade-Off (DCTO) menggunakan alternatif untuk mempercepat durasi proyek dengan tambahan jam kerja untuk tenaga kerja dan alat selama 1 jam hingga 3 jam. Setelah dianalisa mempercepat durasi proyek pada penelitian ini didapatkan hasil lebih cepat dibandingkan dengan durasi normal 238 hari dengan biaya total normal proyek snilai Rp. 28.875.644.000,00. Dengan ditambahkan 1 jam kerja didapatkan durasi proyek selama 225 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 28.744.930.454,86. Dengan ditambahkan 2 jam kerja didapatkan durasi proyek selama 216 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 28.659.255.554,45. Dengan ditambahkan jam kerja 3 jam kerja didapatkan durasi proyek selama 209 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 28.592.645.293,80. Kata kunci: Duration Cost Trade Off (DCTO), penambahan jam kerja, proyek jalan &nbsp

    PENERAPAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DALAM MENGANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN

    Get PDF
    In a development project there is Occupational Safety and Health (K3) both in planning, implementing and maintaining work. One of the efforts to reduce the risk and danger of work accidents is by applying safety management techniques, namely using Job Safety Analysis (JSA) to support safe and efficient work procedures. The purpose of this research is to analysis the implementation of Occupational Safety and Health (K3) implementation activities with the Job Safety Analysis (JSA) method. Collecting data in this study through the distribution of questionnaires, direct observations and interviews with contractors as service providers, construction management consultants, sub.contractors and foremen in the construction project of the Integrated Science Olympiad Laboratory of MAN 2 Kudus. Data analysis techniques using qualitative metods generally use tabulation of research characteristic through descriptive scales such as high, medium and low. The results of this research explain that the validity test of alla variables in proven valid, while for the reliability test all variables are proven to be reliable and the value of the Relative Interest Index (IKR) data obtained with the “important†factor. So it can be concluded that the efforts to control Occupational Health and Safety (K3) on the project can be applied and affect the project performance   &nbsp

    PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KELAPA SAWIT & SILICA FUME SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PADA CAMPURAN BATA RINGAN CELLULAR LIGHT-WEIGHT CONCRETE (CLC)

    No full text
    Bata ringan merupakan inovasi pengembangan beton ringan atau lighweight concrete. Berat jenis bata ringan berkisar antara 500-1600 kg/m3 sehingga memberikan keuntungan dalam mengurangi beban struktur bangunan. Penggunaan bata ringan dianggap lebih efisien serta memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan dibandingkan bata merah. Sebagai solusi penggunaan material dari alam secara berlebih yang dapat menyebabkan terbatasnya material dari alam, maka pemanfaatan limbah untuk kebutuhan bahan konstruksi menjadi solusi alternatif untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah cangkang kelapa sawit (CKS) serta Silica Fume sebagai material subtitusi pada bata ringan. Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji bata ringan menggunakan metode Cellular Light-weight Concrete berukuran 60 x 20 x10 cm dengan presentase subtitusi campuran CKS 4%, 6%, 8%, 10% dari berat pasir dan silica fume 10% dari berat semen. Pengujian bata ringan meliputi kuat tekan, berat jenis, penyerapan air yang berpedoman pada SNI 8640-2018. Hasil yang didapat menunjukan kuat tekan bata ringan akan semakin menurun seiring dengan kenaikan presentase CKS dengan kuat tekan tertinggi 0,663 MPa dan silica fume memberikan pengaruh kenaikan kuat tekan sebesar 9,7% terhadap bata ringan. CKS memiliki karateristik berat jenis lebih ringan serta penyerapan air lebih tinggi dari pasir. Sehingga peningkatan presentase subtitusi CKS pada bata ringan akan menyebabkan berat jenis pada bata ringan semakin rendah serta penyerapan air pada bata ringan akan meningkat. Berat jenis serta penyerapan air tersebut masih memenuhi spesifikasi pada SNI 8640-2018.   &nbsp

    PRINCE SAMUDRA'S TOMB AS A GROWTH GENERATOR FOR GUNUNG KEMUKUS SETTLEMENT IN SRAGEN REGENCY

    Get PDF
    The Javanese have many traditions, which illustrate that the Javanese or Javanese people in achieving their expectations are not enough just to work and pray, but there are other ways such as ritual efforts that are carried out based on their belief in various myths and the history of places considered sacredness that develops in society. One of the ritual places and has a strong mythical belief is the tomb of Prince Samudra on Gunung Kemukus, Pendem Village, Sumberlawang District, Sragen Regency, Central Java. This hill (mountain of cubes), there is the tomb of Prince Samudra, Nyai Ontrowulan and his servants. The Javanese people, especially the people around them, have a belief that the tombs are considered sacred. Then the community began to build houses and live around the tomb. The habit of people seeking blessings through the tradition of ngalap blessing, which is an activity to seek goodness from an essence, object or something that is considered by humans to have benefits and goodness, or seeking barakah (ngalap blessing) or other words "tabarruk". This tomb is also a destination for the ngalap blessing ritual by the surrounding community and from the people on the island of Java. More and more community visits have led to the growth of settlements around the tomb, where previously there were no settlements, only hills. Based on the results of research, the existence of Prince Samudra's tomb is a generator for the emergence of settlements

    ADAPTASI SEKUEN FILM HOROR PADA ARSITEKTUR SEBAGAI UPAYA MEMUNCULKAN KONDISI HOROR

    Get PDF
    Kondisi horor bersifat universal dan abadi, dapat dialami oleh setiap manusia yang mengamatinya. Fenomena tersebut dapat diamati secara berulang kali dalam waktu yang berbeda-beda, sehingga dapat dilabel sebagai sebuah tipologi. Comparative case-study analysis dilakukan pada media horor untuk mengidentifikasi ciri dan pola yang membangun kondisi horor. Dengan begitu, tipologi horor yang telah teridentifikasi nantinya dapat diterapkan pada desain untuk memunculkan kondisi horor yang serupa dengan yang diamati pada media horor. Film ditentukan sebagai media yang dapat diandalkan sebagai preseden karena kemudahan menganalisis sekuen dan vista yang ditayangkan. Hasil penelitian berupa parameter yang membangun kondisi horor, identifikasi proses translasi kondisi horor pada arsitektur, dan wujud arsitektur horor yang dapat diimplementasikan dalam perancangan

    ANALISA DAMPAK LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI KAMPUNG KRAJAN, MOJOSONGO SURAKARTA TERHADAP KUALITAS FISIK DAN BIOLOGIS AIR SUNGAI KRAJAN

    Get PDF
    Industri tahu di Kampung Krajan Mojosongo, Surakarta dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah cair. Limbah cair industri tahu dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu, sehingga limbah cair yang dihasilkan sangat tinggi. Limbah cair tanpa dikelola dengan baik sebelum dibuang ke saluran pembuangan menyebabkan turunnya kualitas lingkungan.Penelitian ini bertujuan mengetahui proses terbentuknya limbah cair industri tahu, dampak limbah cair terhadap kualitas fisik dan biologi air di Sungai Krajan. Objek dari penelitian ini adalah air limbah yang mengalir di Sungai Krajan. Metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif analisis. Penelitian dilakukan dengan mengambil air limbah di empat titik sampel yang berbeda kemudian sampel tersebut diuji di Laboratorium.Hasil dari penelitian ini yaitu limbah cair industri tahu dihasilkan pada proses perendaman serta pemisahan air dan tahu. Hasil uji fisik pada air limbah di Sungai Krajan diketahui bahwa  parameter BOD dan COD di titik satu sampai titik tiga memiliki nilai yang tidak memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan.Parameter TSS dan pH titik 1 hingga titik 4 sudah memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan. Kualitas biologis limbah cair tahu pada setiap titik memiliki perbedaan. Pada titik 1 tidak ditemukan organisme yang menimbulkan dampak pada kualitas biologis air limbah tahu. Pada titik 2 dan 3 ditemukan beberapa organisme yang menimbulkan dampak pada kualitas biologis air limbah seperti algae, tumbuhan darat, ulat, kodok. Pada titik 4 di temukan lebih banyak makhluk hidup dan tumbuhan seperti ikan, cacing, kodok, algae, dan kodok karena berada langsung pada sungai. Kata Kunci : BOD, COD, TSS, pH, Kualitas  Fisik, Kualitas Biologi

    PERENCANAAN JEMBATAN BETON BERTULANG TIPE BALOK T PENGHUBUNG JALAN KAUMAN-DAYU

    Get PDF
    Perencanaan struktur jembatan yang efisien dan tepat sesuai dengan kebutuhan menjadi target utama bagi perencana, ada beberapa aspek persyaratan yang harus diperiksa agar dimensi penampang elemen jembatan menjadi efisien. Jembatan penghubung Kauman-Dayu yang berlokasi di kabupaten Sukoharjo dengan bentang 16 meter dan lebar 3,5 meter menjadi efisien jika menggukan tipe balok T, dimana dari seluruh aspek memenuhi syarat. Dimensi yang tepat dari balok T adalah dengan tinggi 1200 mm dan lebar 500 mm, jumlah gelagar efisien didapat yaitu digunakan 2 buah balok T. Balok diafragma juga didapat yaitu dengan ukuran tinggi 600 mm dan lebar 300 m serta spasi antar balok adalah 4 meter. Ketebalan pelat lantai juga didapat yaitu 25 mm dengan tulangan pokok adalah D16-100 mm serta tulangan bagi adalah D13-100 mm yang menggunakan 2 lapis tulangan. Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan No.02/M/BM/2021 dan Software Geo5 menjadi acuan teknis utama dalam kajian ini. Kebutuhan ukuran elastomer yang didapat adalah 400x300 mm dengan ketebalan 57 mm. Ketebalan dinding abutmen didapat 130 cm dengan tinggi badan 350 cm

    PREDIKSI SISA UMUR JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI DI RUAS JALAN PROVINSI YOGYAKARTA-BAKULAN KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Jalan rusak merupakan masalah umum yang sering terjadi diindonesia, hal tersebut disebabkan karena jalan yang mengalami kerusak ringan tidak segera diperbaiki, sehingga menyebabkan kerusakan semakin parah dan penurunan kapasitas jalan. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menilai kerusakan jalan ialah metode Pavement Condition Index. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi sisa umur jalan dari hasil analisis perhitungan metode PCI dan mendapatkan kecepatan pengendara di segmen yang mengalami kerusakan paling parah pada ruas jalan Yogyakarta-Bakulan. Data penelitian ini berupa survei kerusakan jalan, penembakan kecepatan dengan alat speed gun dan data lalu lintas harian yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel pengendara. Hasil pengamatan dari visual didapatkan jenis kerusakan seperti alligator cracking, block cracking, edge cracking, patching dan potholes. Hasil analisis data dengan metode PCI didapatkan nilai rata-rata sebesar 43,05% dengan kondisi kerusakan perkerasan cukup (fair). Untuk nilai indeks perkerasan tertinggi berada pada STA 1+750-STA 1+800 sebesar 87% dengan kondisi sempurna (excellent), sedangkan untuk nilai indeks perkerasan terendah berada pada segmen STA 4+900-STA5+000 sebesar 9% dengan kondisi perkerasan gagal (failed). Pada analisis sisa umur perkerasan didapatkan rata-rata sisa umur 0-0,4 tahun, sedangkan kecepatan rata-rata HV (kendaraan berat) sebesar 34 km/jam, untuk LV (kendaraan ringan) rata-rata sebesar 36 km/jam dan untuk MC (sepeda motor) rata-rata sebesar 42 km/jam. &nbsp

    THE PERFORMANCE AND THE INFLUENCE OF PHYSICAL INFRASTRUCTURES ON THE PLANT PRODUCTIVITY: A CASE STUDY APPROACH

    Get PDF
    Irrigation System Performance Index (ISPI) is often used as a parameter in making decisions about the use of irrigation canals. The increase in rice production is dependent on a good condition of physical infrastructures, including the main building, the carrier canal and the buildings on the carrier canal. Performance assessment of Physical Infrastructure and Plant Productivity in Sungapan irrigation area of Pemalang Regency indicated that the physical infrastructure performance in 2012 - 2022 was 38.42%, increasing 3.22%. While the performance assessment of Plant Productivity was 14.96%, increasing 2.99%. Based on the multiple regression analysis using simultaneous test (F), the Physical Infrastructure component was indicated to influence the plant productivity. Meanwhile, based on the partial test (t), the physical infrastructure component partially did not have a significant influence on the plant productivity   &nbsp

    ANALISIS KONDISI PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SDI DAN IRI (Studi Kasus: Ruas Jalan Bangau Sakti Kota Pekanbaru)

    Get PDF
    Kondisi perkerasan jalan akan memepengaruhi tingkat kelancaran lalu lintas pada suatu daerah. Menilai kondisi perkerasan jalan akan memberikan gambaran terhadap kondisi perkerasan jalan dan dapat menjadi acuan dalam langkah penanganan dalam kegiatan pemeliharaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan berdasarkan metode SDI dan IRI. Penilaian kondisi perkerasan jalan dengan metode SDI dilakukan secara visual dengan cara survei langsung di daerah studi, sedangkan untuk nilai IRI diperoleh dengan cara survei menggunakan mobil dan aplikasi Roadroid. Hasil dari penilaian kondisi perkerasan jalan menggunakan SDI adalah diperoleh 54% jalan dalam keadaan baik, 15% jalan dalam keadaan sedang dan 31% jalan dalam keadaan rusak berat. Sedangkan hasil pembacaan IRI pada aplikasi Roadroid diperoleh kondisi perkerasan jalan jalan dengan 77% dalam keadaan baik, 10% dalam keadaan sedang, 11% dalam keadaan rusak ringan dan 2% dalam keadaan rusak berat. Dari hasil nilai SDI dan IRI tersebut, maka jenis penanganan yang diperlukan adalah pemeilharaan rutin pada 14 segmen jalan dengan kegiatan pengisian retak dan penambalan lubang, pemeliharaan berkala pada 3 segmen jalan dengan penambahan lapis tipis aspal beton (LTBA) dan program peningkatan pada 9 segmen jalan dengan pekerjaan pengupasan dan pelapisan ulang

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇