Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    GUIDELINES PROCEDURE PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

    No full text
    Guidelines Procedure Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang ini disusun untuk memberi peran masyarakat secara optimal sebagaimana diatur dalam peraturan penyusunan tata ruang agar dapat mengantisipasi perkembangan beberapa kawasan potensial di perkotaan yang berkembang dengan cepat yang apabila tidak segera ditindaklanjuti dikhawatirkan akan memberi imbas pada tidak optimalnya potensi masing-masing kawasan. Tumbuh dan berkembangnya berbagai bagian wilayah di perkotaan yang demikian cepat, pada satu sisi menunjukkan dinamika aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang berkembang dalam tingkat persaingan yang cepat, sehingga menuntut ketersediaan sarana dan prasarana yang mampu mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Pada sisi lain kecenderungan yang terjadi tersebut dihadapkan pada kendala arahan penataan ruang sebagai produk dari rencana yang diberlakukan sebelumnya yang diharapkan mampu secara komprehensif mengantisipasi dinamika yang berkembang dalam masyarakat. Memperhatikan kondisi tersebut keberadaan Guildeline Procedure Peran serta Masyarakat dalam penataan ruang menjadi suatu keperluan yang sangat mendesak untuk diwujudkan, sehingga permasalahan dan kebijakan pemanfaatan ruang pada masing-masing bagian wilayah di perkotaan dapat berfungsi secara optimal, tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

    HARGA RUMAH SEDERHANA SEHAT TIPE 36/90 DAN PERHITUNGAN INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI DI 33 KOTA/ PROPINSI

    No full text
    Rumah  layak huni merupakan hak dasar bagi warga negara.  Tetapi bagi masyarakat berpengahsilan rendah (MBR) tidak mudah untuk mewujudkannya. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat menurun salah satunya akibat dari kenaikan harga bahan bangunan, menyebabkan kebutuhan akan rumah menjadi menurun/berkurang Untuk membantu MBR dalam memenuhi kebutuhan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau maka diperlukan suatu gambaran mengenai  harga  Rumah Sederhana Sehat sesuai dengan kondisi kota/ propinsi masing-masing.. Tipe Rumah Sederhana Sehat  yang akan dianalisis adalah tipe 36/90, setiap macam/ jenis Rumah Sederhana Sehat dihitung harganya dan besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). Dari analisis yang telah dilakukan dihasilkan harga   Rumah Sederhana Sehat  di 33 kota/ propinsi sangat bervariasi, demikian juga besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)

    GETARAN BEBAS PADA BALOK KANTILEVER

    Get PDF
    Pada dasarnya sistem pegas massa dengan satu derajat kebebasan (single degree of freedom) merupakan sebuah konsep dasar yang diperlukan dalam menganalisa dinamika struktur, dimana matrik massa terpusat dan matrik massa konsisten yang diperlukan untuk menganalisa sebuah batang dan balok dapat diturunkan secara detail. Besarnya waktu getar alami sebuah batang kantilever dan balok yang terjepit pada ujungnya dihitung dengan menggunakan matrik massa terpusat dan matrik massa konsisten

    PERAN UNGGULAN DAYA SAING ARSITEK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PADA ERA GLOBALISASI

    Get PDF
    Era Globalisasi dan liberalisasi perdagangan ditandai dengan semakin tingginya mobilitas sumberdaya manusia, modal, teknologi, dan informasi (intelectual property). Bagi Indonesia era perdagangan bebas berarti kemampuan untuk menjadikan komoditi ekspor yang memiliki unggulan daya saing tinggi (competitive advantage) dan tenaga ahli (intelectual property) Indonesia yang diharapkan mampu menjadi salah satu komoditi di pasar global, tidak terbatas untuk pasar dalam negeri, tetapi mampu menjadi experties di luar negeri. Wawasan Arsitek yang secara profesional mampu menghayati dan menuangkan ide dan gagasannya secara runtut dalam kesatuan proses pembangunan yang sistematik, diharapkan dapat menjadi modal dalam mengikuti persaingan bebas, khususnya pada proses perancangan dan rekayasa bangunan. Saat ini beragam strategi dan reposisi profesi arsitek di negara maju telah banyak dilakukan dalam menyikapi gelombang ekonomi baru yang lazim disebut kapitalisme global. Cepat atau lambat sistem ekonomi dengan pendekatan pasar bebas ini akan menjadi ancaman serius bagi bidang arsitektur di Indonesia. Hal ini dikarenakan hasil rancangan tidak cukup hanya perancangan (design) namun harus sampai pada rekayasa (engineering). Proses perancangan juga harus memperhatikan proses-proses yang mendahului maupun  akan berlangsung di depannya dalam satu kesatuan strategi dan tahapan pembangunan. Memperhatikan hal tersebut, maka masalah-masalah yang akan diteliti adalah hubungan antara wawasan Arsitek dalam menerapkan prinsip-prinsip perancangan dan rekayasa bangunan  dengan hasil rancang bangun yang mampu berperan sebagai komoditi jasa konstruksi di pasar global. Dari penelitian yang dilakukan ternyata terdapat signifikansi yang erat antara latar belakang pendidikan dengan pertimbangan perancangan, artinya seorang Arsitek profesional dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan ciri profesionalismenya, akan mampu memberikan pertimbangan yang lebih baik dalam setiap tahapan pembanguna

    KAJIAN DIAGNOSIS DETERIORATION PADA STRUKTUR BETON

    No full text
    Kualitas bahan beton, jenis , dan metode konstruksi terus berkembang variatif. Secara bersamaan, pemahaman tentang perilaku kimiawi dan kinerja beton mengalami peningkatan yang cukup baik. Suatu kenyataan bahwa disamping kelebihan yang dimilki oleh struktur beton, perlu difahami adanya suatu  fakta yang tidak dapat dihindari bahwa semua struktur beton akan mengalami kemunduran kualitas (kerusakan) dengan berjalannya waktu. Selama waktu layannya struktur bangunan beton dapat mengalami kemunduran mutu, kemunduran beton akan dipengaruhi oleh banyak faktor. baik oleh sebab-sebab dalam diri bangunan itu sendiri maupun akibat perubahan lingkungan di sekitarnya. Kemunduran kualitas akan mengubah kinerja dan penampilan struktur, yang dapat mempengaruhi perilaku di bawah kondisi beban kerja normal yang berpengaruh terhadap keselamatan struktural. Penyebab kemunduran harus diidentifikasi secara teliti sehingga strategi perbaikan yang tepat dapat ditentukan. Perbaikan dengan cara hanya melapisi permukaan beton yang mengalami kerusakan sudah tidak dapat direkomendir dan tidak dapat diterima lagi. Keputusan yang akurat sekarang hanya dapat dibuat, didasarkan pada penelitian yang tepat dan dengan melakukan diagnosis deterioration beton

    SISTEM SHARE PRODUCTION SEBAGAI ALTERNATIF PEMASARAN JASA KONSTRUKSI DI ERA GLOBAL

    No full text
    Pembangunan jasa konstruksi nasional ke depan, memerlukan tanggung jawab profesionaldari para pelakunya, terutama dalam upaya meningkatkan daya saing. Selain itu, parapelakujasa konstruksi nasional juga harus lebih efisien dalam upaya meningkatkan daya saing dengan dunia Internasional. Karena efisiensi merupakan salah satu kata kunci dalam menghadapi tantangan ke depan. Dalam Hal ini, khususnya tantangan di pasar dalam negeri, seperti peningkatan volume pekerjaan konstruksi yang signifikan. Aspek penting dalam membangun sektor konstruksi di Indonesia yaitu: dengan memperkuat pasar konstruksi dan meningkatkan prqfesionalisme industri konstruksi, agar dapat bersaing di pasar jasa konstruksi domestik dan internasional. Sedangkan iklim yang kondusifjuga harus di\vujudkan, guna menciptakan kompetisi yang sehat. Daya saing akan semakin meningkat, dengan terselenggaranya kompetisi yang sehat. Tulisan ini menelaah sisi pemasaran jasa konstruksi menggunakan system kerja sama produksi (share production) yang merupakan salah satu terobosan dalam strategi dan taktik pemasaran jasa konstruksi. Urgensi pemanfaatan outsourcing perlu dipertimbangkan dalam kerangka untuk memperkuat diri dari sisi efisiensi biaya, kecepatan gerak, dan pemanfaatan sumber daya organisasi proyek. Sedangkan prospek ke depan dan benchmarking merupakan dua Hal penting yang tidak boleh dilewatkan dalam pemasaran jasa konstruksi. ÂÂÂ

    UNGGULAN DAYA SAING ARSITEK PROFESIONAL DALAM PERSAINGAN GLOBAL

    Get PDF
    Service construction world claimed to be able to share in the form of effort handling of process of design and built professionally. One of the conducting able to be used in supporting profession in design and built construction service area is principals applying of scheme and execution of development in unity of process develop; build In free trade era, hence activity of building engineering need the readiness of from since feasibility study, scheme, levying of goods, construction, conservancy and operation, and environment in it environmental and finical environment.As characterization of key in construction service se, Architect is one of the past master giving contribution determine in area of design and built, and expected can professionally share at building engineering and scheme. Ability of this professional is one of the important condition to can to compete freely in globalization era. Knowledge Architect which professionally can involve and pour the him of by organized in unity of development process which is systematic to be, expected can become capital in following free computation, specially at scheme process and building engineering. Research to 41 professional Architect in Yogyakarta, Surakarta and Semarang, conductedr with method analyse to relation between Architect knowledge to scheme process and building engineering which related to construction service industries, passing coefficient test ofconcordancy, and correlation test. Result of discussion show indication still got by him some weakness which often happened in course of designing to wake up, in the form of lack of Architect knowledge, either from education background side, job experience, strive development of knowledge, work type variation, and role of in profession and organization, capable to by totally and organized use development process through principals applying of building engineering and scheme.Through this research, is expected by the condition can anticipate, specially will the growing of emulation with foreign construction service, with past master owning storey level domination of information, technological, and capital owning big potency to conduct emulation.ÂÂÂ

    PEMBUATAN SUMUR DALAM GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH (STUDI KASUS Ds. PLESUNGAN KEC. GONDANGREJO KAB. KARANGANYAR)

    No full text
    Kekurangan akan air minum dialami wilayah Kabupaten Karanganyar khususnya wilayah dibarat Sungai Bengawan Solo. Dengan sifat tanah yang porous dan berbutir kasar maka air hujan tidak dapat tersimpan dengan baik dalam tanah. Sehingga pada waktu musim kemarau, wilayah Kabupaten Karanganyar di barat Sungai Bengawan Solo mengalami kekurangan air bersih. Hal ini salah satunya dapat ditanggulangi dengan adanya pemanfaatan air tanah. Usaha yang paling tepat dalam mengatasi krisis air bersih khususnya di Desa Plesungan Kecamatan Gondang rejo yaitu dengan cara pembuatan sumur dalam. Kapasitas debit air yang dihasilkan dengan adanya pembuatan sumur dalam di Desa Plesungan yaitu sebesar 1,27 liter/detik. Kualitas air tanah yang dihasilkan di Desa Plesungan memenuhi syarat †“ syarat umum air bersih. Dengan adanya pembuatan sumur dalam tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh pengguna karena sekarang pengguna tidak lagi kesusahan dalam mendapatkan air bersih. Sebelumnya pengguna harus ngangsu/ambil air di sumur tetangga yang tidak kering jaraknya cukup jauh. Pemanfaatan air tanah masih dapat dikembangkan guna peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat antara lain menambah titik †“ titik pengeboran baru. Usaha pelestarian air tanah di Desa Plesungan disamping dengan cara reboisasi atau penghijauan, perlu juga dilakukan adanya konsep 5R yang  meliputi reduce (menghemat), reuse (menggunakan), recovery (memfungsikan), recycle (mengelolah), dan recharge (mengisi). ÂÂÂ

    ANALISIS GELOMBANG KEJUT PADA JALAN BEBAS HAMBATAN (Studi Kasus Jalan Tol Surabaya - Gempol)

    No full text
    Jalan tol adalah jalan berkapasitas tinggi yang menghubungkan kota-kota yang mempunyai intensitas pergerakan tinggi sehingga hams dapat dijamin pergerakan lalu lintasnya selancar mungkin. Akan tetapi tidak dapat dihindari adanya hambatan yang dapat terjadi di jalan tol, misalnya kecelakaan yang mengharuskan ditutupnya sebagian atau seluruh lajur jalan. Gelombang kejut (schock wave) didefinisikan sebagai arus pergerakan yang timbul disebabkan adanya perbedaan kerapatan dan kecepatan lalu lintas di ruas jalan. Perbedaan kerapatan dan kecepatan tersebut disebabkan adanya penyempitan. Dengan analisis gelombang kejut dapat dihitung berapa panjang antrian yang terjadi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar keadaan menjadi normal setelah hambatan ditiadakan, dengan mengumpulkan data dilapangan yaitu data arus lalu lintas, kecepatan sesaat kendaraan serta simulasi kecelakaan atau penutupan lajur. Kemudian dianalisis dengan menggunakan persamaan untukkinerja lajur dan secara statistik hubungan antara panjang antrian dengan lama penutupan dan lama penutupan dengan gelombang kejut. Hasil analisis dari kinerja lajur, yaitu model Greenshield untuk volume-kecepatan, model Greenberg untuk kecepatan-kepadatan dan model Underwood untuk kepadatan - volume. Sedangkan untuk hasil dari persamaan hubungan panjang antrian-lama penutupan diperoleh persamaan regresi linier, yaitu Y = 2.1534 X - 189.93, dengan R = 0.982 untuk penutupan 3.75 meter dan Y = 0.0235 X - 2.001, dengan R2 = 0.967 untuk hubungan gelombang kejut-lama penutupan

    STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN

    No full text
    Campuran aspal beton merupakan campuran dari agregat bergradasi rapat dan aspal, Sehingga rongga-rongga antar butir hampir seluruhnya terisi dengan butiran yang lebih kecil, hanya menyisakan sebagian kecil diisi oleh aspal. Filler yang sering digunakan adalah abu batu, pada penelitian ini digunakan filler pengganti yaitu portland cement, kaolin dan kapur padam, mengingat ketiganya memenuhi sebagai filler yang disyaratkan dalam gradasi karena lolos saringan No. 200 (0,074 mm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler portland cement, kaolin dan kapur padam terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal beton serta perbandingan dari ketiga nilai karakteristik Marshall tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar aspal optimum campuran aspal beton yang didapatkan sebesar 5,6%, selain itujuga diketahui bahwa nilai density bulk, VFWA dan flow pada campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement, kaolin dan kapur padam cenderung mengalami peningkatan dengan semakin bertambahnya kadar dari masing-masing filler, sedangkan nilai VITM pada campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement, kaolin dan kapur padam cenderung mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya kadar dari masing-masingfiller. Nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,988 % dengan nilai stabilitas 973,865 kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler portland cement lebih dari 5,988%, dan nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan Jitter kaolin terjadi pada penggunaan filler sebesar 6,272% dengan nilai stabilitas 848,316kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler kaolin lebih dari 5,988%, sedangkan nilai stabilitas maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kapur padam terjadi pada penggunaan filler sebesar 6,015% dengan nilai stabilitas 796,042 kg dengan kecenderungan menurunnya nilai stabilitas apabila penggunaan filler kapur padam lebih dari 6,015% Nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler portland cement terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,742% dengan nilai Marshall Quotient 308,168 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler portland cement lebih dari 5,742%, dan nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kaolin terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,938% dengan nilai Marshall Quotient 247,787 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler kaolin lebih dari 5,938%, sedangkan nilai Marshall Quotient maksimum campuran aspal beton yang menggunakan filler kapur padam terjadi pada penggunaan filler sebesar 5,688% dengan nilai Marshall Quotient 234,258 kg/mm dengan kecenderungan menurunnya nilai Marshall Quotient apabila penggunaan filler kapur padam lebih dari 5,688 %

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇