Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    KEAMANAN STUKTURAL JEMBATAN BETON DAN KEMAMPUAN PAKAI JEMBATAN BETON BERKAITAN DENGAN KOROSI (KARAT)

    No full text
    Model analisa reliabilitas sebuah struktural dikembangkan untuk mencakup interaksi antara retakan melintang, difusi klorida, dan mulainya korosi; pengaruh spesifikasi desain pada mulainya korosi dan perambatannya; serta batas kemampuan untuk bisa dipakai (misalnya remuk beton -- spalling). Model reliabilitas digunakan untuk mengevaluasi kegagalan struktural dan kegagalan kemampuan jembatan untuk bisa dipakai pada kondisi batas remuk (spalling) dan penekukan (flexure), untuk beton jembatan yang dikuatkan dengan lempeng kontinyu (reinforced). Kontaminasi klorida akan terjadi karena penggunaan garam pembuang es (deicing salt). Dikonfirmasikan bahwa penggunaan garam deicing mengakibatkan  reduksi yang signifikan dalam reliabilitas struktural dan reliabilitas kemampuan jembatan untuk bisa dipakai; observasi ini bersesuaian dengan data lapangan performa jembatan. Lebih lanjut, analisa reliabilitas memungkinkan efek korosi diukur secara kuantitatif. Pengaruh lapisan beton dan kekuatan tekan beton tertentu ditemui sangat signifikan terhadap kemungkinan remuk (spalling). Analisa reliabilitas digunakan untuk menunjukkan seberapa diketahui terlampaui-nya kondisi batas kemampuan untuk bisa di pakai bisa digunakan untuk memperbaharui (up-date) kemungkinan kegagalan struktural

    KEUNIKAN ARSITEKTUR TRADISIONAL KASEPUHAN ADAT BANTEN KIDUL DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN KASUS: KAMPUNG CIPTARAS

    No full text
    Pendokumentasian arsitektur lokal di Indonesia, sesederhana apapun dapat diibaratkan sebagai penyusunan keping-keping mozaik sebagai bagian-bagian, yang di kemudian hari akan  menjadi susunan sejarah arsitektur di Indonesia secara relatif utuh. Termasuk dalam hal ini adalah penidentifikasian Kampung Ciptarasa Kasepuhan Adat Banten Kidul (Selatan). Lokasi kampungnya, di tepi hutan Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Penghuni kampung seluruhnya adalah warga Kasepuhan Adat Banten Kidul yang berpeninggalan tradisi leluhur sejak 633 tahun lalu. Tradisi dimaksud berupa upacara-upacara adat,  cara bertani sebagai pekerjaan utamanya, keseniannya, maupun fisik arsitekturalnya. Dalam arsitektur, bentuk peninggalan tradisi yang dipegang teguh, berkaitan dengan pengaturan pemanfaatan lahan secara tegas, maupun tata kampung yang diatur berdasarkan orientasi dan hirarki. Masa bangunan disusun berbentuk klaster. Bahan bangunannya adalah bahan alamiah berasal dari lingkungan sekitar. Bentuk  kampung  yang berkeunikan arsitektur dan budaya sedemikian  sangat menarik dan berharga untuk diungkapkan

    ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN BUNDARAN (Studi Kasus Simpang Gladak Surakarta)

    No full text
    Studi kasus di simpang Gladak Surakarta pada hakikatnya dilatar belakangi oleh kinerja simpang tersebut, dimana jenis kendaraan yang melewati simpang teridri dari berbagai macam kendaraan seperti becak, sepeda, sepeda motor, mobil, bus, dan lain-lain. Hal tersebut perlu mendapat perhatian karena ramainya arus lalu lintas yang terjadi sehingga menyebabkan kemacetan terutama pada jam-jam sibuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa, pengaruh simpang tak bersinyal dengan bundaran terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian yang terjadi pada simpang Gladak Surakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi dan pencatatan secara langsung di lapangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer deperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil instansi terkait. Sebagai dasar penyelesaian atau analisa data digunakan rumusan yang terdapat pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997 untuk mengetahui tingkat pelayanan simpang. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa dari survey pada senin 8 Desember 2008, tingkat pelayanan simpang Gladak Surakarta ini masih cukup baik. Pada jam puncak nilai kapasitasnya untuk bagian jalinan AB = 5858 smp/jam, bagian jalinan BC = 6799 smp/jam, bagian jalinan CD = 6008 smp/jam, bagian jalinan DA = 3199 smp/jam. Sedangkan derajat kejenuhannya (DS), bagian jalinan AB = 0,11, bagian jalinan BC = 0,10, bagian jalinan CD = 0,07 dan bagian jalinan DA = 0,01 Sedangkan kinerja pada tahun 2011 pada jam puncaknya nilai kapasitas diasumsikan sama dengan tahun 2008. Untuk derajat kejenuhannya (DS) bagian jalinan AB = 0,14, bagian jalinan BC = 0,11, bagian jalinan CD = 0,03 dan bagian jalinan DA = 0,01. Sehingga tingkat pelayanan simpang Gladak Surakarta in pada tahun 2011 tidak layak dalam melayani arus lalu lintas

    PERILAKU PENGGUNA PADA SUB TERMINAL BUS TERBAN YOGYAKARTA

    No full text
    Setelah kegagalan karya-karya Arsitektur Modern (sebenarnya hanya langgam Internasional), timbul upaya untuk menghubungkan antara perancangan arsitektur dengan ilmu-ilmu perilaku. Arsitek wajib mengerti kebutuhan calon pengguna karyanya, tidak hanya dari perilaku pengguna terkait kebutuhan fungsi ruang, melainkan perilaku secara lebih luas. Terkait hal itu, penulis menjumpai indikasi menonjol dalam Sub Terminal Bus Terban Yogyakarta  pada tahun 1999; yaitu hampir tidak terdapatnya calon penumpang bus masuk melalui pintu utama, melainkan menunggu dan menumpang bus pada jalur keluar bus. Dengan demikian tujuan penelitian untuk mengetahui penyebabnya dari perilaku pengguna. Metode penelitian: physical traces, place-centered mapping, bus-centered mapping serta wawancara dengan pengguna.  Hasil penelitian: aktivitas calon penumpang memilih bus pada jalur keluar bus, disebabkan oleh efektifitas waktu dan jarak, keamanan dan kenyamanan baik dalam menunggu dan memilih bus. Hal ini antara lain disebabkan oleh ketidak teraturan, ketidak amanan dan ketidak nyamanan dalam jalur masuk serta tempat tungg

    PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI ARSITEK (Sebuah Tanggapan akan diberlakukannya Pendidikan Profesi Arsitek, sebagai pendidikan tambahan bagi lulusan program Strata 1 Arsitektur untuk berprofesi sebagai ARSITEK)

    No full text
    To work professionally a graduate of the .scholar SI Architecture still could not be carried out or was not yet acknowledged by the world community of the practice of architecture, except for this graduate has been experienced for 3 years in architeceure, or beforehand had wrought/the apprentice in the Consultant's company Architecture or through professional education architecture that was held by the educational agency or the organisation of the profession. This reality could be seen in the condition to memilki the professional certificate of the architect's expertise that was issued by the organisation of the Association of the Indonesian Architect (IAI) and the Development Agency of the Construction Service that is the Architect's certificate request "Pratama "(the Architect the Beginner) had the minimal experience 3 years in the planning field/architecture planning. This condition was not possible to be valid for graduate just/the scholar of strata architecture 1 that was not yet experienced anything.To become the professional architect must be waiting 3 years and had the experience in the architecture field The association of the Indonesian Architect (IAI) the organisation of the architect's entitled profession gave to the acknowledgment formally (certification) co-operated with Directorate General Might Education Departemen of National Education planned the Professional educational Program the Architect as additional education for I (one) the year after strata education 1 to become the solution to this problem above. That became the necessary question the additional program of this architecture education. The study was supervised this was the response from being planned by a Program of Education of the Architect's Profession by IAI and DIKTI. ÂÂÂ

    MANAJEMEN PEMELIHARAAN RUTIN DAN BERKALA JALAN LINGKAR (RING ROAD) (Studi Kasus : Jalan Lingkar/ring road Utara, Kabupaten Sragen)

    No full text
    Pelayanan kualitas Jalan Lingkar perlu ditingkatkan dan dipelihara, agar selalu dalam kondisi baik, selama masa pelayanan. Permasalahan yang ada dalam usaha pemeliharaan jalan adalah keterbatasan sumber dana, sehingga diperlukan manajemen pemeliharaan jalan yang baik dan efisien. Agar jalan yang ada tetap berfungsi dengan baik, seperti halnya untuk jalan Lingkar utara Kabupaten Sragen yang kondisi lapis permukaannya mulai ada beberapa kerusakan. Dengan demikian tingkat layannya menurun, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menetapkan jenis penanganan yang sesuai serta menghitung berapa besar biaya yang diperlukan untuk menangani kerusakan tersebut. Yang digunakan dalam penilaian kerusakan dengan Metode Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK. No. 77/KPTS/Db/1990. Obyek penyusunan penelitian ini adalah studi kasus Jalan lingkar utara, Kabupaten Sragen. Panjang 9600 m, lebar 6,0 m (Sta.0+000  - 9+600) dengan jenis permukaan jalan lapis Hot Rollet Sheet (HRS). pemeriksaan dilakukan secara visual. Dari hasil penilaian diperoleh yaitu; total nilai rata-rata  = 10,3 kategori ringan. Jenis kerusakan lubang, legokan, retak-retak dan alur. Cara penanganan pelaksanaannya adalah pemeliharaan rutin dengan biaya total Rp.243.814.786,00 (dua ratus empat puluh tiga juta, delapan ratus empat belas ribu, tujuh ratus delapan puluh enam Rupiah)

    Menurunnya Kepedulian Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya Tarn an sari

    No full text
    Cultural Situs Pledge ofTamansari have high history value, as unlocked out by shares existence of Kraton Yogyakarta, what initially personate King place and Consanguinity of Kraton rest and 'mesanggrah' (mind rest). Cultural Situs Pledge ofTamansari become uniquely, because pickings of artefac existing mix one each others with growth of business activity and housing around him, especially the him of with cultural area and visit area ofwisata in Kraton Yogyakarta Area. Development effort and continuation ofsetlement environment around Cultural Pledge of Tamansari Kraton Yogyakarta, expanding in an dynamic life structure, becoming properties of culture which still awake at each setlement community. Properties of the culture among others is artistic potency of Grafting; potency processing of traditional food; artistic potency of show (artistic which take root from heal society); potency of social movement; and history potency, in the form of history situs and a period of movement. Setlement and Cultural Pledge ofTamansari basically is unity of structure life, social-economic-culture structure, and expected society view can live to adjoin (culture living). This condition later of member instruct at one particular logical consequence of development of Cultural Pledge conservation and setlement continued Tamansari, by 'soul' life and management ofyag base on society (community-based management) becoming output of activity of research of Correlation among Friction of Behavior of Society in Development and Development of Self-Supporting Setlement to Cultural Effort Conservation Building Pledge, Case Study: Cultural Area Pledge of Tamansari Kraton Yogyakarta. ÂÂÂ

    PERGESERAN PEMANFAATAN SISTEM IRIGASI SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA BANJIR PERKOTAAN

    Get PDF
    Growth an region of agrarian fenomena which predominated by open farm for the activity of agriculture conducting, becoming to distinguish town which predominated by farm woke up, without supported by correct operation and instruction, canbe cause at downhill progressively efficiency him usage of farm and room which on pertinent region, and quality of life of area, what in the end various the condition accumulateed some regional shareses of supporter of area, and in the end of member effect of annoyed him of is continuity of growth ofvinicity region by totally. One of the consequence of friction of usage of farm, is do not be needed / progressively the minim of role of irrigation network. Changed open farm him which at first is agriculture conduct ing farm become farm woke up by the loadedness with resident activity, good for the sake of setlement, commerce / service, education, health, white colors, and various other facility, causing downhill progressively land: ground diffusion energy him coming from surface water, previous in the form of irrigation network for (he irrigating of agriculture farm, drainage network tobe for the service of town utilities (woke up). Speed of growth of open farm become farm woke up, in general do not follow, and can make balance to by ready of infrastructure network, specially adequate drainage network, so that many farmses woke up which not yet served with drainage network. In a condition friction of usage of such farm quickly take place (from open farm become farm woke up), that happened is exploiting of irrigation network which have preexisted, becoming drainage network, without passing process engineer network system which was planned eminently. So that ascertained of big contribution member for possibility the happening of floods and pond in urban region, and area of him. This research is basically expected can guide member at various-phenomenon friction of usage of farm, with friction of exploiting of irrigation network system become drainage network, what isn't it become one of cause the happening of floods and pond at one particular region (town), which is him cikal will is open farm (agriculture conducting) becoming farm woke up, as commended in town planology plan. History growth of town isn't it, that some towns which early from agrarian fenomena become to distinguish strong town, without planning better friction of exploiting of irrigation network become drainage network as consequence growth of town, tend to to be given on to annual floods. Town of Klaten raised as case in this research, is expected can represent pre of[is condition of region upon which research study. ÂÂÂ

    PENGGUNAAN DISCOUNTED CRITERION UNTUK ANALISIS EKONOMI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) INGAS COKRO

    Get PDF
    Energi listrik sangat diperlukan pada saat ini bagi kehidupan manusia. sumber energi untuk menghasilkan energi listrik dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan sumber energi yang dapat diperbaharui energi. Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber energi dari fosil, namun sumber energi fosil cadangan bumi kita semakin menipis dan tidak menutup kemungkinan akan habis. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya pengembangan sumber energi yang dapat diperbaharui salah satunya dengan memanfaatkan air sebagai sumber energi listrik. Pemanfaatan air secara optimal dan efisien akan memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Salah satu contoh pemanfaatan energi air ebagai sumber energi listrik adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di sumber aur Ingas Cokro kecamatan Tujung kabupaten Klaten. PLTMH Ingas Cokro direncanakan memproduksi listrik sebesara 95.000 Watt perhari. Biaya investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 1.625.000.000,00. umur dari PLTMH ini direncanakan 40 tahun. Dengan harga listrik Rp. 450,- per Watt maka proyek ini akan layak jika tingkat suku bunga adalah 5 % atau dibawah 5% dengan BCR 1,004

    PENATAAN FUNGSI DAN FISIK ARSITEKTURAL RUANG TERBUKA KOTA AKIBAT PEDAGANG KAKI LIMA Studi Kasus; Kawasan Manahan Surakarta

    No full text
      Pada kawasan Manahan Surakarta yang berpusat lingkungan: ruang terbuka Lapangan Manahan; terutama sebagai pusat fcegiatan olah raga; sejak resesi ekonomi Indonesia pada tahun 1998, banyak bermunculan pusat-pusat kegiatan baru dan Pedagang Kaki Lima (PKL). Karena tidak direncanakan, menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, seperti kemacetan lain lintas, privatisasi ruang publik dan kurangnya kebersihan dan keindahan kota. Padahal PKL sebenarnya merupakan salah satu elemen penting dalam merancang kota/kawasan, sebagai pendukung aktivitas perkotaan. Tujuan penelitian, memecahkan masalah penurunan kualitas lingkungan akibat kehadiran PKL, melalui penataan fungsi dan fisik arsitektural ruang terbuka kotanya, juga PKL beserta spesisifikasinya. Metode penelitian, pendekatan deskriptik analitik perpaduan antara pendekatan kualitatif induktif-deduktif dengan naturalistik. Hasilnya design guide-lines penataan Kawasan Manahan melalui penataan PKL pada kelompok lokasi: seputar Lapangan Manahan, sebelah selatan rel KA (penggal timur dan barat Jl Hasanuddin), dan seputar Lapangan Kota Barat. Sebagian diusulkan bershelter terbuka permanen, lainnya bertenda bongkar-pasan

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇