Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
KONDISI VENTILASI ALAMI BANGUNAN GEREJA BLENDUK SEMARANG
Salah satu faktor pertimbangan perancangan bangunan dalam konteks hemat energi adalah pemanfaatan faktor †“faktor iklim seperti matahari dan angin, khususnya untuk penelitian ini menekankan pada pemanfaatan angin untuk ventilasi alami. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan kualitas ventilasi alami Bangunan Gereja Blenduk Semarang, sebagai bangunan kuno yang berfungsi sebagai tempat peribadatan. Metode penelitian berpendekatan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, kualitatif menggunakan teori sedangkan kuantitatif menggunakan alat ukur anemo meter. Hasilnya untuk ventilasi gaya thermal/ cerobong kurang memenuhi syarat, ventilasi gaya angin/ silang juga kurang memenuhi syarat. Penggunaan kombinasi ventilasi antara gaya thermal dan ventilasi silang hasilnya memenuhi syarat ventilasi alami dan kondisinya nyaman
PENGARUH RENCANA ANGGARAN & BIAYA PEMBANGUNAN PADA DESAIN ARSITEKTUR KANTOR KECAMATAN KARTASURA
Suatu karya desain Arsitektur akan menjadi khayalan belaka dalam bentuk gambar rencana apabila desain tersebut tidak direalisasikan dalam suatu pelaksanaan pembangunan. Realisasi pelaksanaan pembangunan akan dapat diwujudkan apabila desain Arsitektur ini dilengkapi dengan Rencana Teknis Pelaksanaan (Detail Engineriing Desaign/DED), yang meliputi, gambar rencana detail arsitektur, rencana struktur/konstrusi dan perhitungannya,rencana jaringan utilitas (ME), rencana kerja dan syarat-syarat(RKS), , rencana dan anggaran biaya pelaksanaan (RAB) yang secara keseluruhan diatur dalam suatu kontrak kerja. Dalam proses pelaksanaan pembangunan gedung faktor utama untuk dapat menyelesaikannya adalah tersedia dana atau biaya pelaksanaan pembangunan. Biaya yang diperlukan untuk mewujudkan bangunan sampai pada bangunan ini berfungsi yaitu melalui proses perhitungan anggaran yang disebut Rencana Anggaran dan Biaya pelaksanaan pembangunan (RAB). Perhitungan RAB diperlukan ontuk mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu bangunan, begitu pula RAB berfungsi untuk mengatur aliran dana atau cash flow dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan. Dasar untuk menhitung RAB adalah, macam dan jenis pekerjaan, besarnya volume pekerjaan dan bahan yang mengacu pada desain bangunan yang terkait dengan luas bangunan dan keinnginan pemilik bangunan. Namun keinginan pemilik bangunan ini kadang-kadang tidak sejalan dengan dana yang disediakan Keterbatasan dana ini yang sering mempengaruhi desain arsitektur yang dalam prosesnya selalu mengalami perubahan karena harus menyesuaikan dana yang ada. Rencana pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Kartosuro diambil sebagai sample kajian dalam pembahasan ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perhitungan RAB dalam desain Arsitektur Grdung Kantor Kecematan Kartosuro
Pelaksanaan Manajemen Mutu Total di Perusahaan Konstruksi
Proyek pembangunan mendapatkan lebih besar beban dan lebih kompleks masalah, klien juga semakin menuntut standar yang lebih tinggi untuk pengiriman mereka. Manajemen mutu Total (TQM) telah diakui sebagai filosofi manajemen sukses di industri manufaktur dan jasa. TQM juga dapat dirangkul dalam industri konstruksi untuk membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas. Dua studi kasus konstruksi perusahaan menunjukkan : bagaimana TQM dapat berhasil diterapkan di industri konstruksi. Manfaat mengalami termasuk pengurangan biaya kualitas, baik kepuasan kerja karyawan karena mereka tidak perlu hadir untuk cacat dan keluhan klien, pengakuan oleh klien, pekerjaan yang dilakukan benar-benar dari awal, subkontraktor dengan sistem manajemen mutu yang tepat, dan hubungan dekat dengan subkontraktor dan pemasok. Ukuran kinerja TQM juga tercermin melalui komitmen manajemen puncak, pelanggan/keterlibatan dan kepuasan, keterlibatan karyawan dan pemberdayaan, hubungan pelanggan-pemasok, dan perbaikan proses dan manajemen. Akhirnya, kerangka kerja untuk menerapkan TQM dalam konstruksi dianjurkan. ÂÂÂ
“EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DI JALAN SUMPAH PEMUDA KOTA SURAKARTA†(Study kasus : Kampus UNISRI sampai dengan Kantor Kelurahan Mojosongo)
Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi berdampak pada masalah lalu lintas di jalan raya, seperti yang terjadi pada ruas jalan Sumpah Pemuda. Ruas jalan ini merupakan penghubung kendaraan antar kota maupun antar propinsi, dari arah Jawa Timur menuju Jawa Tengah atau Jawa Barat maupun kearah sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang arus lalu lintas saat sekarang serta prediksi pertumbuhan arus lalu lintas pada 15 tahun mendatang dan untuk mengetahui berapa kapasitas jalan, nilai derajat kejenuhan, kecepatan kendaraan, waktu tempuh, tingkat pelayanan jalan dan tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan Sumpah Pemuda. Hasil penelitian ruas jalan Sumpah Pemuda merupakan daerah permukiman panjang 2,4 km, lebar jalur 11,6 m dan lebar trotoar 1,5 m. Tipe jalan saat sekarang (4/2 UD) dan termasuk jalan kelas II A dengan ciri arus lalu lintas cukup tinggi, kontruksi perkerasan dengan Aspal beton (hot mix), dari hasil perhitungan didapatkan Kecepatan arus bebas ruas jalan Sumpah Pemuda saat sekarang adalah 46,08 km/jam, Kapasitas jalan 4904 smp/jam, Nilai Derajat Kejenuhan (DS) 0,35, kecepatan sesungguhnya sebesar 45,0 km/jam, Waktu tempuh 0.053 jam, termasuk tingkat pelayanan B. Dengan pertumbuhan lalu lintas sebesar 6,5% per tahun maka pada tahun 2025 untuk jalan 4/2 UD diperoleh DS 0,89 , kecepatan sesungguhnya sebesar 34,0 km/jam, waktu tempuh 0,071 jam dan termasuk tingkat pelayanan E, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas jalan. Pelebaran jalan dan penambahan jalur lalu lintas menjadi 18,0 m (6/2 D) didapatkan data DS=0,48 dan kecepatan sesungguhnya sebesar 49,5 km/jam, waktu tempuh 0,048 jam dan termasuk dalam tingkat pelayanan B, atau perubahan jalan menjadi satu arah (3/1) diperoleh data DS=0,41 dan kecepatan sesungguhnya sebesar 58,1 km/jam, waktu tempuh 0,041 jam, sehingga termasuk tingkat pelayanan B. Hal ini menunjukkan volume dan kepadatan rendah serta kecepatan dapat dipilih sesuai dengan kehendak pengemudi
PERANCANGAN ARSITEKTUR PADA BANGSAL SEWAYANA DI SITIHINGGIL UTARA KERATON SURAKARTA HADININGRAT
Gaya arsitektur Keraton Surakarta menjadi daya tarik tersendiri diantara silsilah atau permasalahan Keraton lainnya.Kemegahan dan keunikan arsitektur Keraton Surakarta Hadiningrat sudah diakui masyarakat luas, bahkan masyarakat internasional. Gaya arsitekturnya memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dan eksotis. Dibangun oleh Sunan Paku Buwono X tahun 1812 Jawa atau 1913 M. Lantai Bangsal Sewayana ditinggikan pada tahun Alip 1835 atau 1905 Masehi, letaknya di tengah halaman Sitihinggil. Berfungsi sebagai tempat para tamu undangan, para bangsawan, dan kerabat dalem serta abdi dalem yang akan menghadap raja (Sewa: menghadap, yana: orang). Mempunyai makna simbolis bahwa sampai di tempat ini  manusia diharapkan segera melanjutkan perjalanan menuju kesempurnaan hidup yang berorientasi pada Tuhan, hidup diibaratkan singgah untuk minum (urip hamung bebasan mampir ngombe). Pada bangsal Sewayana terbesit suatu aturan bahwa pada waktu menghadap raja diharapkan seseorang segera mengutarakan maksudnya, dan segera untuk meninggalkan tempat tersebut. Bentuk Bangsal Sewayana yang di dalamnya terdapat Bangsal Manguntur Tangkil serta Bangsal Manguneng di dalam Bangsal Witono, memiliki bentuk berbeda-beda terutama bentuk atapnya, sehingga secara simbolis akan membedakan fungsi dan aura magis serta tingkatan efek psikologis yang berbeda-beda bagi yang ber-empati. Tata letak bangunan pada Sitihinggil Utara yang mengacu pada makna simbolis konsep penataan bangunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang memposisikan bangunan inti berada pada pusat dari kawasannya dan merupakan pusat orientasi bangunan-bangunan disekitarnya akan menimbulkan aura magis, dan efek psikologis tertentu terhadap yang ber-empati terhadapnya
PERBAIKAN ELEMEN STRUKTUR PASCA KEBAKARAN
Kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi setiap saat dan kapan saja. Banyak bangunan telah mengalami kebakaran karena berbagai sebab, antara lain akibat hubungan arus pendek, ledakan gas, sambaran petir dan sebagainya. Akibat dari kebakaran jelas akan berpengaruh pada kekuatan struktur atau suatu elemen struktur. Upaya yang dilakukan dengan cara memberikan perlindungan terhadap elemen struktur, melakukan sistem perancangan struktur yang tepat, dan peningkatan kwalitas bahan struktur yang dipakai. Namun apabila hal itu terjadi, suatu elemen struktur diharapkan masih dapat dilakukan perbaikan pasca kebakaran, tergantung dari tingkat penurunan kekuatan strukturnya
PERWUJUDAN SIMBOLISME TATA HIJAU SITIHINGGIL UTARA KERATON SURAKARTA HADININGRAT PADA ASPEK PERANCANGAN ARSITEKTUR
Tumbuhan yang ditanam pada Sitihinggil Utara memiliki penataan yang terencana (planting design) sehingga tujuan perencanaan kawasan tersebut dapat tercapai, yaitu melalui aura yang diwujudkannya. Menurut GPH Poeger, tanaman di Sitihinggil Utara memiliki makna simbolis dan kekuatan gaib yang dipancarkannya, semua penanaman pohon di Keraton Surakarta adalah atas perintah raja,setelah mendapat petunjuk dari Tuhan, tujuan penanamannya untuk mendapatkan kekuatan gaib, yang dipancarkan oleh tanaman tersebut, yang berguna untuk menyelaraskan, menyeimbangkan, dan melindungi dari pengaruh buruk agar tidak masuk ke dalam Keraton. Pembahasan mengenai tata hijau pada Sitihinggil Utara pada penelitian ini dibatasi pada tanaman yang mempunyai makna simbolis dan peran serta waktu penanaman yang relatif lama. Komponen ruang luar pada Sitihinggil Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadingrat berupa tata hijau, secara hirarki memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan bangunan-bangunannya , komponen-komponen tersebut merupakan perwujudan pendukung makna simbolis utama Sitihinggil Utara serta aura magis yang ditimbulkan oleh bangunan inti dan bangunan penunjangny
“ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI LOKASI PERBELANJAAN†(Studi Kasus Surakarta Grand Mall Surakarta)
Kegiatan sosial dan ekonomi di kota Surakarta mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Disamping itu kota Surakarta juga merupakan kota perdagangan yang berfungsi sebagai distribusi barang dan jasa untuk kebutuhan daerah-daerah sekitarnya, sehingga perlu dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan yang memadai. Salah satu dampak dari adanya pembangunan pusat perbelanjaan adalah perlu ada sarana parkir yang memadai. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat keberadaan suatu pusat kegiatan harus seminimal mungkin menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas di sekelilingnya. Khususnya di pusat perdagangan solo Grand mall sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar dan terkemuka di kota Surakarta sangat memerlukan fasilitas parkir bagi para pengunjung. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengetahui karakteristik parkir dan menganalisa kebutuhan ruang parkir di pusat perbelnjaan Solo Grand Mal. Tingkat turnover parkir mobil penumpang tertinggi 4,77 terjadi pada hari Minggu, Durasi parkir untuk mobil penumpang tidak sama, rata-rata tertinggi terjadi pada hari Minggu tanggal 25 Mei 2008 yaitu 89,20 menit, dan terendah terjadi pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008 dengan rata-rata durasi parkir 66,28 menit. Akumulasi maksimum untuk mobil penumpang adalah sebanyak 311 kendaraan, dan ruang parkir yang tersedia adalah sebanyak 344 kendaraan, dengan demikian ruang parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall masih memenuhi standar kebutuhan ruang parkir untuk pusat perdagangan. Luas areal parkir yang dibutuhkan seluas 3887,5 m2, sedangkan luas areal parkir tersedia 9472 m2, dengan demikian areal parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall juga masih memenuhi standar kebutuhan parkir untuk pusat perdagangan
STUDY CONCERNING ELECTION OF PROCUREMENT METHOD IN PROJECT CONSTRUCTION IN INDONESIA
Procurement method is one of the steps or sub-sistems in construction project. There are some procurement methods expanding in Indonesia, for example : Conventional method, Design / Build method, Turnkey method and Management Construction method. Accuracy in choosing procurement method the will have an effect on in execution of construction project: speed of execution, cost, quality, involvement from every party. This research aims to analyse factors influencing election of procurement method in construction project in Indonesia. The gathering data has done by spreading questionnaire to Jakarta, Semarang, Solo, Purwokerto, Yogyakarta and Surabaya. From questionnaires which were returned, 30 questionnaire could be processed. Result of data analysis in this research indicate that factor influencing election of qonventional method are quality level, point of responsibility and certainty. Factor influencing election of Design I Build method are quality level, price competition and complexity. Factor influencing election of Turnkey method are certainty, risk avoidance and flexibility. Factor influencing election of Management Construction method are quality level, price competition and point of responsibility. And factor influencing election of procurement method in general are quality level, certainty and price competitio
PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNGAN DI DAERAH RAWAN GEMPA
Didalam perencanaan segala bentuk bangunan yang kaitannya dengan pekerjaan teknik Sipil maka perlu adanya perencanaan Gempa yang mendetail, baik itu struktur bangunan Gedung ataupun bendungan,terutama struktur yang terletak  didaerah rawan gempa, Sebagai contoh untuk analisanya didasarkan apa yang ditulis oleh Dr.HB.Seed dalam journal Soil Mechanics and Foundation Division dari ASCE terbitan Mei 1966 dengan judul The Seismic Coefficient in Earth Dam Design. Pada prinsipnya koefisien gempanya dibuat tidak merata dari pondasi hingga puncak bendungan.Dari mulai kecil hingga ke puncak bendungan semakin besar. Selanjutnya Ministry of Construction Jepang juga mengeluarkan suatu prosedur untuk menganalisa stabilitas bendungan yang lebih mendetail, dengan dasar pemilihan koefisien yang berubah dari puncak bendungan hingga ke pondasinya,Bahkan type bendungan Rockfill, sudut geser dalam untuk material rockfillnya juga dihitung berubah secara non linier dari atas kebawah tergantung dari besarnya tegangan normalnya. Atas dasar prinsip diatas akan diperoleh lereng bendungan yang tidak terlalu landai, sehingga biaya pembangunannya menjadi lebih ekonomis dengan kestabilan yang cukup memadai. ÂÂÂ