Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP AIR TANAH DARI KERUSAKAN SEBAGAI DAMPAK PENGEMBANGAN PEMUKIMAN (Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas peraturan perlindungan air tahan terhadap dampak pengembangan permukiman masalah apa yang terjadi dan pola perlindungan yang telah ada adapat dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah upaya perlindungan sember air bawah tanah terhadap dampak pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo merupakan masalah-masalah apa yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pemukiman, upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dalam rangka mengembangkan pola perlindungan hukum yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif abstrak indikatif. Pendekatan yang dilakukan adalah yuridis empirisatau yuridis sosiologis. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Areal permukiman yang diteliti dipilih secara “purposiveâ€ÂÂ. Responden penelitian dipilih secara “non probabilityâ€ÂÂ. Responden diambil dari pengembang, masyarakat penghuni, aparat yang terkait. Data priper diperoleh dengan mempergunakan “content identificationâ€ÂÂ. Analisis data secara kualitatif yaitu dengan model analisis interaltif. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa pada pola perlindungan sumber air bawah tanah dari kerusakan sebagai dampak dari pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo sudah dapat memberi hasil yang efektif. Dair data penelitian ini karena pengembangan permukiman dilakukan tidak pada daerah tangkapan hujan, ruang terbuka yang tersedia. Luas lahan yang dikembangkan masih memenuhi persyaratan yaitu lebih dari 40% penggunaan sumber air tanah oleh penghuni permukiman masih sangat terbatas. Masalah-maslah yang ditemukan antara lain belum lengkap peraturan perundangan yang diperlukan, belum ada kelembagaan yang secara khusus menangani perijinan dan pengawasan, fasilitas jalan permukiman berupa aspal sehingga tidak memberi efek resapan air, koefisien dasar bangunan yang melebihi standart karena belum adanya fasilitas sumur resapan masih kurangnya pemahaman tentang pengaturan arti penting sumber air bawah tanah. Pola perlindungan yang perlu dikembangkan berupa penyusunan Peraturan Daerah yang mencakup perijinan tentang pembangunan permukiman baru dan perijinan penggunaan/eksploitasi air tanah. Disamping itu, diperlukan pembentukan suatu kelembagaan yang terintregasi yang melibatkan instansi teknis terkait lainnya di bidang perijinan dan pengawasan terhadap eksploitasi air tanah. Dari hasil pembahasan didapat saran berupa perlu dilakukan penelitian labih lanjut pada berbagai daerah lain untuk digunakan sebagai perbandingan dalam rangka merumuskan pola perlindungan hukum yang lebih tepat terhadap air tanah dari kerusakan akibat pengembangan permukiman
TERJADINYA DEGRADASI KUALITAS KAWASAN CAGAR BUDAYA KRATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT AKIBAT KERANCUAN ATURAN PENATAAN BANGUNAN
Pada umumnya kawasan yang berpotensi di Indonesia belum dikelola secara baik, sebagian peraturan yang ada masih bersifat peraturan secara umum, sehingga belum mampu berfungsi sebagai alat pengendali pada tingkat operasional di lapangan. Kenyataan tersebut disebabkan oleh desain kota/kawasan yang masih lebih bersifat dua dimensi dan penjelmaannya menjadi tiga dimensi, tidak lagi berskala kota atau kawasan tetapi lebih kepada pekerjaan individu dalam bentuk kapling. Disamping itu pranata-pranata pembangunan yang telah dipunyai oleh masing-masing Daerah (RIK, RDTK, RTRK dan sebagainya) sifatnya masih umum, dan walaupun telah dapat digunakan sebagai acuan untuk kawasan yang khusus sulit sekali dalam penerapannya dilapangan, oleh karena itu upaya penanganannya tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa melalui peraturan yang mampu menjangkau ke arah pengendalian arsitektur bangunan secara tiga dimensional. Dari hasil penelitian: Peran Peraturan Bangunan Khusus dalam Meminimalisir Degradasi Kualitas Kawasan Cagar Budaya diperoleh gambaran tentang menurunnya kualitas kawasan cagar budaya oleh beberapa masalah yang salah satunya adalah belum adanya panduan baku rancangan khusus yang menjembatani pembangunan fisik di Kawasan Cagar Budaya Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tersebut
KONSERVASI BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA
Konservasi merupakan istilah yang menjadi payung dari semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah dirumuskan dalam Piagam Burra tahun 1981 ‘ The Burra Charter of the concervation of cultural Sicnificate ‘. istilah-istilah dasar yang disepakati dalam piagam Burra antara lain : Konservasi, Preservasi, Restorasi, Rehabilitasi, Adaptasi/Revilatasi, Domisili. Sedangkan kriteria dan motivasi konservasi menurut Catanese, AJ dan Snyder, JC(1979) adalah estetika, Kejamakan, Kelangkaan, peranan sejarah serta memperkuat kawasan didekatnya. Lingkup konservasi dalam suatu lingkungan kota, obyek dan lingkungan konservasi digolongkan dalam luasan : satuan areal, satuan pandangan/ visual/ landscape, satuan fisik/ berwujud bangunan, tentang bentang alam. Pendekatan Adaptiv Reus (Adaptiv Reus an Apporch), merupakan pendekatan pelestarian ditinjau dari peruangan (Caries C, Ramalaksmi, 1955). Lingkungan Keraton Surakarta terdapat elemen-elemen ruang sebagai pembentuk lingkungan keseluruhan keraton yang mempunyai nilai historis, estetika, kejamahan, kelangkaan dan memperkuat lingkungan. Dari sini akan terungkap bahwa dari elemen-elemen ruang di lingkungan Keraton Surakarta secara arsitektur mempunyai nilai sejarah, nilai viston, stop, land mark, edge, tress of town space, space lier, the traditional economic bace
PENATAAN KAWASAN WISATA ALAM SEBAGAI DESTINASI WISATA MINAT KHUSUS DI KABUPATEN MALINAU
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki eksotisme keindahan alamnya adalah Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Malinau merupakan kabupaten terbesar di Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Berbagai pariwisata alam yang dimiliki oleh kabupaten Malinau, seperti Arus Liar yang ada di Sungai Tugu dan sungai Bahaowulu, Air Terjun Martin Bila, Air Panas Semolon, rumah adat asli dari masyarakat Malinau atau biasa di sebut Lamin Adat. Ada juga kuburan batu yang sudah ada beratus-ratus tahun lalu. Digelarnya berbagai event yang mampu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Malinau diharapkan mampu memberi implikasi pada peningkatan pengunjung yang datang ke Kabupaten Malinau. Pada sisi lain sangat diperlukan adanya peningkatan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Pusat terhadap kekayaan objek wisata alam dan budaya yang ada di Kabupaten Malinau potensi yang ada mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga apabila dapat dieksplorasi dengan bijak, diharapkan akan banyak membawa keuntungan dan manfaat bagi masyarakat luas
EVALUASI HARGA PENAWARAN KONTRAKTOR (Studi Kasus: Pekerjaan proyek Bendung Tromo, Wonogiri)
Pengadaan pekerjaan konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada umumnya berjangka waktu pendek. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatas tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan bnyaknya pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi maka potensi beda pendapat sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung persaingan atau perbedaan pendapat. Meskipun proyek bukanlah sesuatu yang baru, namun mengelola kegiatan dengan menggunakan sistem evaluasi merupakan langkah yang relatif baik. Langkah ini ditandai dengan menerapkan suatu pendekatan, metode dan teknik tertentu pada pemikiran-pemikiran evalusi yang sebelumnya telah dikenal, dengan tujuan meneliti daya guna dan hasil guna sumber daya dalam rangka menghadapi kegiatan yang dinamis dan nonrutin, yaitu kegiatan kegiatan pekerjaan konstruksi/proyek. Untuk mengetahui teknik penawaran pekerjaan konstruksi/proyek maka akan diterapkan sistem evaluasi pada pekerjaan bendung Tromo Semagar di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan konstruksi. Pada taraf pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek konstruksi, selanjutnya memiliki fungsi yang amat luas yaitu: mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pelaksanaan pekerjaan, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan pekerjaan. Analisa biaya adalah suatu cara dasar perhitungan harga satuan pekerjaan, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan dan upah kerja dengan harga bahan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan. Evalusi penawaran biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan bendung Tromo Semagar Sebesar Rp. 273,210,000.0
POTENSI KOTA YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KECAMATAN GALUR KULON PROGO
Perkembangan kawasan atau lingkungan perkotaan di Indonesia sangatlah pesat pada dasa warsa terakhir ini. Perkembangan tersebut tidak hanya didominir oleh kota-kota besar saja, akan tetapi sudah merambah pada wilayah pedesaan terutama pada tingkat kecamatan. Faktor utama yang menimbulkan perkembangan kota adalah perkembangan jumlah penduduk serta perkembangan teknologi informasi dalam dunia moderen saat ini. Kedua faktor perkembangan tersebut dapat merubah desa menjadi kota, kota kecil menjadi kota besar dan kota besar dapat menjadi kota metropolitan. Pengaruh informasi moderen melalui informasi elektronik yang lebih dikenal dengan internet merupakan pengaruh yang luar biasa terhadap sikap dan prilaku manusia yang hidup dalam suatu kawasan. Perubahan pola hidup moderen yang berpengaruh pada sikap dan prilaku manusia dalam suatu kawasan mengakibatkan perubahan kawasan atau pengembangan kawasan/lingkungan yang bisa berkembang secara fisik atau non fisik. Pengembangan fisik ini apabila dibiarkan berkembang secara alamiah dapat menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Desa Brosot yang merupakan ibukota kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogjakarta semula adalah sebuah desa kecil yang dalam perkembangannya berubah menjadi kota kecil pada tingkat kecamatan. Perubahan tingkatan perkotaan ini akan terus berlanjut dari waktu ke waktu dan apabila tidak dilakukan penataan akan berkembang menjadi kota yang tidak terarah yang berkembang secara alamiah dan akan menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Studi Perencanaan Rencana Teknis Ruang Kawasan (RTRK) Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Propinsi DIY yang dilakukan oleh penulis mempunyai tujuan dan manfaat: Menciptakan pola pemanfaatan ruang yang lebih terarah dengan kemudahan dalam pelaksanaan program pembangunan serta kemudahan bagi Pemerintah dalam mengambil kebijaksanaan pembangunan dan dijamin secara hukum. Potensi yang mendukung pengembangan suatu kota meliputi, kondisi gografis, geologis, topografi, perekonomian , industri dan perdagangan dan fasilitas kota yang ada seperti fasilitas perhubungan dan transportasi, serta infrastruktur yang dimiliki. Melalui kajian serta pemaparan tentang potensi pendukung dalam Rencana Teknis Ruang Kawasan diharapkan akan mendapat bahan atau data yang menentukan dalam penyusunan RTRK tersebut
BEHAVIOR SETTING TOKO BUNGA DI JALUR PEDESTRIAN SOLO CITY WALK ( Studi Amatan: Perempatan Nonongan - Gapura Gladak Di Surakarta)
Upaya Pemerintah Kota Solo untuk meningkatkan aktivitas komersial di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi yaitu dengan membangun ruang publik berupajalurpedestrian, yang lebih dikenal dengan Solo City Walk.  Jalur pedestrian dengan lebar ± 6 m dan panjang 6-7km dibangun mulai tahun 2008. Sebagai publik space yang ada di kawasan ini jalur pedestrian yang luas menjadi lahan yang mengundang public interest untukmengembangkan aktivitas lain yang menjadi activity support (aktivitas pendukung) fungsikawasan. Jalur pedestrian Solo City Walk sepanjang perempatan Nonongan †“ gapura Gladak, di jalan Slamet Riyadi Surakarta, terjadi fenomena oleh aktivitas toko-toko yang ada di sepanjang segmen ini. Yaitu terjadinya pergeseran fungsi jalur pedestrian yang keperuntukan awalnya sebagai jalur pejalan kaki, pada periode waktu tertentu mengalami pergeseran fungsi sebagai ruang membuat karangan bunga oleh pemilik toko bunga yang ada di sepanjang jalur pedestrian tersebut. Fenomena ini juga ada indikasi menyebabkan terganggunya kenyamanan pengguna jalur pedestrian. Kondisi ini berlangsung sudah cukup lama, sehingga seolah-olah sudah terbentuk ruang (behavior setting) dengan fungsi terus menerus
APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM ANALISIS KASUS ALIRAN PANAS TRANSIER LINEAR PADA STRUKTUR RANGKA BATANG BIDANG
Pembebanan mekanik yang disertai peristiwa perpindahan panas merupakan masalah yang sering dijumpai di bidang teknik sipil sehingga diperlukan cara analisis yang dapat menyelesaikannya, salah satu cara numeris yang dapat digunakan adalah metode elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang diperlukan meliputi matriks konduktansi, matrik kapasitan, matrik kekakuan struktur, serta vektor gaya, sedangkan sistem persamaannya dibentuk dengan metoda Crank-Nicholson. Dalam makalah ini juga disajikan algoritma analisis kasus aliran panas transien linier pada struktur rangka batang dua demensi dengan metoda elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang terbentuk menunjukkan bahwa parameter-parameter yang berpengaruh dalam peristiwa aliran panas transien linier pada struktur rangka batang bidang yang menyebabkan timbulnya tegangan termal, meliputi konduktivitas bahan , panas jenis, massa jenis, luas tampang batang, keliling penampang, panjang elemen, sumber panas, suhu lingkungan, koefisien konveksi serta lama waktu perpindahan panas
PENYELENGGARAAN RUMAH SUSUN UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH BERDASARKAN REGULASI TERKAIT
Diamanatkan dalam pasal 28H UUD 1945, rumah merupakan hak dasar manusia selain sandang dan pangan, serta merupakan pencerminan jati diri manusia, baik secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dan kebersamaan dengan lingkungan alamnya. Terkait hal itu, gagasan penyelenggaraan hunian vertikal (rumah susun) diharapkan menjadi salah satu alternatif penyediaan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah penduduk dengan mengedepankan efisiensi lahan/tanah di perkotaan. Sampai saat ini pembangunan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih berlanjut. Adanya program percepatan pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan membutuhkan Model Penyelenggaraan rumah susun yang comprehensive, sehingga dapat membantu bagi penyelenggara dan pelaku pembangunan Rumah susun di daerah. Dengan melakukan kajian berdasarkan regulasi yang terkait penyelenggaraan rumah susun, dihasilkan penyelenggaraan rumah susun meliputi tiga tahap yaitu: a). Pra konstruksi, meliputi: penentuan Lokasi, perolehan tanah/lahan, rancang bangun, perizinan, tes pasar, pola kerja sama, mix-use; b). Konstruksi, meliputi: pembiayaan, subsidi, insentif, sosialisasi, pemasaran, pertelaan, pelaksanaan konstruksi, pre cast, value engineering; c). Pasca konstruksi, meliputi: sertifikasi sarusun, serah terima kunci, penghunian, kependudukan, perhimpunan pemilik dan penghuni rumah susun (pppsrs), pengelolaan, pemeliharaan dan perawatan, unsur-unsur biaya, dan peningkatan kualitas
TINJAUAN MANAJEMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
Faktor kunci dalam pengembangan jasa pekerjaan konstruksi nasional adalah peningkatan kemampuan usaha, terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, serta peningkatan peran masyarakat secara aktif dan mandiri dalam melaksanakan kedua upaya tersebut. Sedangkan peningkatan kemampuan usaha ditopang oleh peningkatan profesionalisme dan peningkatan efisiensi usaha. Sehingga terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dapat dicapai antara lain melalui pemenuhan hak dan kewajiban, sekaligus adanya kesetaraan kedudukan para pihak terkait. Azas kemitraan yang saling menguntungkanpun dapat diwujudkan secara erat dalam satu kesatuan yang efisien dan efektif antar  penyedia jasa pekerjaan konstruksi