Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    IDENTIFIKASI ARSITEKTUR PADA DAERAH PINGGIRAN KOTA SURAKARTA Kasus: Lingkungan Batas Kota Gerbang Makutho

    No full text
    Daerah pinggiran kota atau periphery adalah daerah yang terletak antara kota dan desa, ditandai dengan penggunaan tanah campuran. Hal ini dapat terjadi karena adanya interaksi antara kota dan desa dengan berbagai faktor atau unsur dalam desa, dalam kota dan di antara desa dan kota. Interaksi ini dapat dilihatsebagai suatu proses sosial, ekonomi, budaya ataupun politik, yang lambat ataupun cepat dapat menimbulkan suatu realita atau kenyataan. Lingkungan sekitar Gerbang Makutho di Jalan Adi Sucipto di bagian barat kota Surakarta, adalah merupakan daerah pinggiran kota yang mengalami interaksi antara kota Surakarta dan desa di sekitarnya dalam lingkup wilayah Karanganyar. Dengan adanya interaksi dimaksud, menarik untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam, khususnya dilihatdari aspek arsitektur meliputi: fungsi, gaya bangunan, ketinggian bangunan, kepadatan bangunan, dan teknologi. Dengan melakukan pengumpulan data, observasi lapangan,dan analisis, dihasilkan: a) fungsi bangunan untuk: pendidikan, industri, hotel, kantor, gedung pertemuan, restoran, ibadah, rumah sakit, mini market, dealer mobil/ motor, bengkel/ cuci mobil, olah raga, rumah dan toko/ usaha, toko bahan bangunan, ibadah, dan rumah tinggal. b) Gaya bangunan meliputi: arsitektur Vernakular Jawa, Arsitektur Modern, Arsitektur Modern Tropis, dan Arsitektur Post Modern. c) Ketinggian bangunan satu sampai dengan lima lantai. d) Kepadatan bangunan relatif belum padat. e) Teknologinya, bersifat konvensional maupun modern

    FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP DESAIN PASAR TERBAN YOGJAKARTA

    Get PDF
    Kesan kumuh, kotor,sumpeg dan semrawut adalah kondisi yang tercermin disuasana  Pasar Tradisional pada umumnya pasar-pasar yang ada di Indonesia. Kondisi suasana yang demikian ini akibat dari kegiatan jual beli dari para pengguna pasar yang padat  pengunjung dengan fasilitas bangunan yang tidak memadai Lebih lanjut suasana yang terjadi seperti ini dapat menjadikan para pengunjung pasar menjadi panas/gerah bahkan kemungkinan bisa terjadi bahwa beberapa pengunjung dapat mengalami depresi jiwa atau stress. Kalau susana sudah menimbulkan dampak sepeerti itu maka pembangunan kembali atau renovasi pasar tidak bisa ditunda lagi. Didalam proses renovasi pasar tradisonal solusi untuk menghindarkan suasana kegiatan pasar tersebut yaitu dengan merancang suatu pasar disamping penataan fisik bangunan yang menyangkut arsitektural maupun stuktur konstruksinya, untuk dapat menampung baik pedagang sebagai penjual maupun pengunjung sebagai pembelinya, dalam suasana yang nyaman maka diperlukan suatu penataan ruang non fisik bangunan yaitu penataan Ruang Terbuka Hijau yang menunjang kenyamanan bagi para pengguna pasar dalam melaksanakan aktivitas kegiatannya. Desain Revitalisasii Pembangunan Pasar Terban Yogjakarta merupakan salah satu contoh kasus Pasar Tradisional yang oleh konsultan perencananya didesain sedemikian rupa dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di pasar-pasar tradisional. Ruang Terbuka Hijau adalah sebuah taman yang fungsinya untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung untuk berbelanja. Tulisan ini akan membahas lebih dalam tentang Fungsi Ruang Tata Hijau pada desain Pasar Terban Yogjakarta

    KARAKTER ARSITEKTUR RUMAH LAMIN DAYAK TUNJUNG SEBAGAI SALAH SATU IDENTITAS KABUPATEN KUTAI BARAT

    Get PDF
    Globalisasi telah memberikan dorongan kemajuan yang pesat bagi kehidupan manusia, namun disisi lain juga membawa dampak negatif yang telah mengikis batasan-batasan ruang dan waktu, salah satunya adalah telah terjadi pengikisan dan hilangnya kekayaan karakter budaya suatu daerah dan bentuk Arsitektur merupakan salah satu unsur pembentuk karakter budaya suatu daerah. Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Karta negara, meski baru berusia empat belas tahun namun perkembangan pembangunannya sangat pesat karena didukung oleh posisi yang strategis, tanah yang subur dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kondisi ini perlu diimbangi dengan upaya-upaya pelestarian akan kekayaan keanekaragaman dan kekhasan budaya-budaya setempat salah satunya adalah bentuk arsitekturnya. Kabupaten Kutai Barat tersusun atas enam kelompok suku Dayak yaitu Dayak Tunjung, Dayak Kenyah, Dayak Benuaq, Dayak Bahau, Dayak Punan dan Dayak Aoheng. Bentuk dasar arsitektur dari ke enam suku Dayak tersebut adalah sama namun setelah di cermati dan diteliti lebih lanjut ternyta dari setiap suku Dayak tersebut memiliki detail-detail ornamen arsitektur yang berbeda-beda, dari ke enam suku Dayak tersebut suku Dayak tunjung merupakan suku dengan jumlah populasi penduduk dan wilayah  yang paling besar sehingga mampu memberikan warna yang khas dan dominan bagi terbentuknya karakter identitas Kabupaten Kutai Barat

    KAJIAN PELESTARIAN RUANG PUBLIK LINGKUNGAN LAWEYAN SURAKARTA

    No full text
    Lingkungan Laweyan Surakarta dengan kehidupan masyarakatnya menjadi bagian yang melengkapi perkembangan kota. Suatu lingkungan dengan pola kehidupan yang khas diharapkan mampu mempertahankan jatidirinya di tengah perkotaan yang selalu mengalami perubahan-perubahan karena tuntutan kebutuhannya. Kajian tentang Pelestarian Ruang Publik di Laweyan Surakarta bertujuan untuk memperoleh gambaran dan makna signifikan tentang bentuk ruang publik, agar dalam kegiatan pelestariannnya tidak menjadikan asing penghuninya. Dari latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian yaitu mengungkapkan tentang makna pengaruh-pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap morfologi lingkungan untuk melestarikan lingkungan dan menjaga agar tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Salah satu bentuk pelestarian adalah konservasi yang mempunyai pengertian melestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangan ke masa depan. Pelestarian tersebut digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Dari pembahasan terungkap bahwa faktor-faktor sosial budaya di Lawayan Surakarta yaitu tingginya privacy yaitu kehidupan individu yang tidak ingin diganggu oleh orang yang tidak dikenal menyebabkan morfologi lingkungan menjadi ajeg, sehingga timbul konservasi /pelestarian dari masyarakatnya sendiri. Hasil dari interaksi faktor-faktor sosial masyarakat pelindung privacy dan sebagai ciri khas dari lingkungan yang tertutup. Merupakan fungsi ruang publik pada lingkungan pemukiman yang ada di Laweyan karena interaksi sosial budaya masyaraka banyak dilakukan didalam tembok bangunan, sehingga ruang publik menjadi tempat untuk penuntun manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam kegiatan pelestarian lingkungan diharapkan tetap mempertahankan bangunan-bangunan yang sudah ada sesuai fungsi semula dan menambah fungsi baru dengan tidak merusak yang telah ada. Upaya mengantisipasi perkembangan kota, maka penambahan bangunan pada wawasan guna menunjang kehidupan lingkungannya diharapkan tidak menggusur tempat tinggal dan ruang publik yang ada, dengan harapan dapat mempertahankan identidas Laweyan sebagai lingkungan yang dikonservasi

    MODEL DESAIN RUMAH SUSUN DENGAN PENDEKATAN PROTOTIPE DAN PREFABRIKASI UNTUK MEMPERCEPAT PENGADAAN RUMAH

    No full text
    Gagasan penyelenggaraan hunian vertikal (Rumah Susun) diharapkan menjadi salah satu alternatif penyediaan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah penduduk dengan mengedepankan efisiensi lahan/ tanah di perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk membuat model rumah susun dengan pendekatan prototipe dan prefabrikasi untuk mempercepat pengadaan rumah. Dengan melakukan pengumpulan data, kajian pustaka, membuat model rumah susun, dan analisis, dihasilkan: a) Pada tahap desain dengan menggunakan prototipe, gambar-gambar asli/ dasar dapat dipergunakan lagi/ berulang, b) Pada tahap pelaksanaan pembangunan rumah susun, elemen/ komponen bangunan rumah susun dapat dibuat di pabrik/ tempat lain, c) Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunan rumah susun lebih cepat, jika dibandingkan dengan cara konvensional, d) Kualitas bangunan rumah susun dapat lebih terjaga

    HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KOLAM OLAK DAN EFEKTIFITAS PEREDAM ENERGI DI HILIR PINTU AIR

    Get PDF
    Loncat air di hilir sluice gate sering menimbulkan masalah yaitu terjadinya local scouring. Salah satu untuk mengatasi masalah tersebut  adalah menambah kekasaran apron menggunakan endensill di hilir sluice gate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan antara dimensi kolam olak dan efektifitas peredam energi di hilir pintu air. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari kalibrasi debit aliran yang melalui standard tilting flume dan didapatkan nilai debit yaitu Q= 4830 cm3/det yang besarnya disesuaikan dengan kapasitas flume pada saat sluice gate di pasang dengan bukaan pintu terkecil agar tidak meluap. Dari hasil penelitian : 1. nilai frude number untuk model dengan panjang kolam olak yang sama adanya penambahan kedalaman kolam olak mengakibatkan LS semakin pendek; 2.Untuk suatu nilai Froude number yang sama, panjang loncat hidraulik yang terjadi semakin berkurang dengan adanya penambahan kedalaman kolam olak, penambahan tailwater depth dan penambahan tinggi endsill; 3.Penambahan kedalaman dan panjang kolam olak, penambahan tailwater depth dan penambahan tinggi endsill dapat memperbesar pengaruh peredaman energi; 4.Penambahan endsill pada ujung hilir kolam olak dapat mengurangi terjadinya osilasi yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada tanggul †“ tanggul dari tanah dan riprap

    PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI REHABILITASI WADUK BOTOK KABUPATEN SRAGEN

    Get PDF
    Pekerjaan bidang konstruksi adalah merupakan hal yang kompleksitas dan begitu banyak melibatkan unsur ataupun pihak lain, terutama tenaga kerja, alat dan bahan material dengan kapsitas besar atau dalam jumlah yang besar baik secara pribadi ataupun secara kolektif bersama-sama dapat menjadi sumber terjadinya kecelakaan. Kurangnya terampilnya tenaga kerja akan memepengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan semua pihak seperti misalnya pemilik, kontraktor, konsultan maupun tenaga kerja beserta keluarganya. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui usaha-usaha kontraktor dalam menerapkan Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan untuk mengetahui pendapat Kontaktor/Penyedia jasa mengenai pentingnya perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebelum pekerjaan lapangan dimulai, sehingga diharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada kontraktor/penyedia jasa tentang pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan bermanfaat bagi pekerja proyek untuk dapat berprestasi secara optimal. Pengamatan ini dilakukan dengan cara mengamati lokasi waduk Botok, Kabupaten Sragen. didapatkan data primer mengenai perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kemudian data dianalisis berdasarkan gambar dan perencanaan rehabilitasi waduk Botok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berdasarkan uraian perencanaan bertujuan menciptakan pekerjaan yang aman dan menekankan zero accident (aman tidak ada kecelakaan) dalam pelaksanan proyek. Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tingkat kepentingan memenuhi Undang undang/Peraturan K3, seperti : UU No.1 Tahun 1970 dan Surat Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenaga Kerja No. kep.174 Men/1986/104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tempat dilakukan kegiatan konstruksi. Uraian dalam perencanaan adalah: jenis pekerjaan, jenis bahaya dan resiko kemudian diselesaikan dengan cara penyelesaiannya menurut K3. Rehabilitasi Waduk Botok, dengan nilai investasi sebesar ±Rp. 5,250,000,000.00 terbilang (Lima milyar dua ratus lima puluh juta Rupiah)

    PERMASALAHAN SANITASI DALAM BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI

    No full text
    Keberhasilan karya seorang arsitek/perancang bangunan tidak hanya tergantung dari keindahan tampilan fisik secara estetika saja, namun lebih banyak disebabkan oleh faktor kenyamanan, faktor fungisional serta faktor kelengkapan bangunan didalam pelayanan terhadap gedung tersebut. Faktor kenyamanan serta kelengkapan bangunan dalam melayani penghuninya ini sering tidak sesuai dengan yang tidak diharapkan oleh penghuninya. Banyak sekali permasalahan yang timbul berkaitan dengan kenyamanan akibat kurang sempurnanya pemasangan kelengkapan/utility bangunan, salah satu diantaranya adalah permasalahan sanitasi bangunan gedung. Permasalahan sanitasi  ini banyak sekali terjadi pada bangunan tingkat tinggi. Keluhan yang dirasakan oleh para penghuni bangunan tingkat tinggi antara lain berupa macetnya saluran air (bersih dan kotor), timbul polusi bau. Kedua problema tersebut memungkinkan penghuni gedung ini menjadi tidak betah untuk tinggal dalam gedung tesebut. Pada penelitian ini akan dicari penyebab dari permasalahan yang timbul (macet saluran dan bau tidak enak), melalui pendekatan permasalahan yang ada dan menarik ke belakang proses pembangunan gedung bertingkat tinggi, yaitu mulai dari perancangan proses perancangan, pelaksanaan pembangunan sampai gedung sudah berfungsi (ditempati). Dalam pembahasan mengacu pada tingkat tinggi yang tidak mengalami permasalahan sanitasi. Hasil penelitian berupa kesimpulan dari pemecahan masalah yang didapat anilitis yang telah dilakukan, yaitu berupa perancangan sistem sanitasi pada bangunan tinggi yang tepat dan benar sampai pada proses pemasangan, sehingga problema tersebut tidak akan terjadi

    STUDI KEBERADAAN CITY WALK TERHADAP FUNGSI PERUNTUKAN (Study kasus City Walk Jl. Slamet Riyadi Surakarta)

    Get PDF
    Tata ruang dan lingkungan hidup mengandung arti yang sangat luas karena kota yang baik merupakan kesatuan ruang yang direncanakan berdasarkan kebutuhan komponen penyusunan ruangnya, sehingga dapat menciptakan suasana kenyamanan dan kesehatan bagi warganya. penelitian ini dibatasi pada kemungkinan dampak yang ditimbulkan dengan keberadaannya city walk baik dampak positif maupun negatif terhadap fungsi dan peran dalam kaitannya penataan perkotaan Surakarta secara lebih luas. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengkaji Keberadaan city walk  terhadapfungsi dan peran dalam lingkungan perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (Applied research).pendekatan kuantitatif dan fenomenologis, namun pendekatan fenomenologis ini merupakan pendekatan yang populer di dalam penelitian studi perilaku. Untuk penelitian ini digunakan pendekatan fenomenologi rasionalistik.Pengalih fungsian city walk menjadi tempat area PKL,parkir roda dua maupun empat, city walk yang seharusnya nyaman bagi difabel dan nondifabel justru akan terganggu dengan hadirnya kendaraan bermotor roda dua yang melewati untuk menghindari kemacetan di jalan utama, sehingga diperlukan penanganan yang cukup baik. Bagi pengguna yang tidak mengikuti tata tertip / aturan yang terkait dengan pemfungsian city walk perlu diberikan pengertian dan  sangsi

    ANALISIS PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSULTANSI ( Studi Kasus : Proyek Pemerintah )

    Get PDF
    Indikasi adanya “ sandiwara†dalam lelang proyek pemerintah ahkir-ahkir ini banyak diberitakan. Salah satunya terkait proses lelang online atau electronic procurement (e-proc). Ada kontraktor yang telah mengunggah semua persyaratan di website e-proc, tetapi semua syarat kemudian terhapus dan mengakibatkan kontraktor itu gugur dalam lelang. Beberapa prinsip sudah ada, yang diharapkan dapat membuat pengadaan barang/jasa  dapat berjalan seperti yang diharapkan ; serta memberi manfaat secara maksimal bagi semua pihak. Aspek efisiensi merupakan upaya yang mencakup dana dan daya yang dikeluarkan guna memperoleh barang/jasa. Semakin kecil upaya yang diperlukan , maka dapat dikatakan bahwa proses pengadaan semakin efisien. Sedangkan efektifitas pengadaan diukur terhadap seberapa jauh barang/jasa yang diperoleh dari proses pengadaan, dapat mencapai spesifikasi yang sudah ditetapkan. Proses yang meliputi : dasar hukum, tata cara, mekanisme, aturan main, spesifikasi barang/jasa dan semua hal yang terkait dengan bagaimana proses pengadaan barang/jasa yang dapat diketahui secara luas, mudah diperoleh, dan mudah diakses oleh masyarakat umum ; terutama Penyedia Barang/Jasa yang berminat. Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat/kriteria yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku, maka  dapat mengikuti proses  pengadaan barang / jasa. Proses pengadaan barang/jasa dapat menciptakan iklim atau suasana persaingan yang sehat di antara para Penyedia Barang/Jasa ( kompetitif ); dan tidak ada intervensi yang dapat mengganggu mekanisme pasar. Hal tersebut bisa menarik minat Penyedia Barang/Jasa untuk mengikuti lelang/seleksi, yang pada gilirannya dapat diharapkan memperoleh barang/jasa dengan kualitas maksimal. Sehingga secara adil/tidak diskriminatif proses pengadaan akan memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia Barang/Jasa, dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu ; kecuali diatur dalam peraturan tersebut. Pengadaan barang/jasa akan berjalan secara baik, jika diterapkan prinsip : efisiensi, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇