Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
SIKAP BANGUNAN BARU DALAM MEWUJUDKAN KARAKTER ARSITEKTURAL KOTA SURAKARTA Kasus: Jalan Slamet Riyadi
Pengaruh Barat telah merasuk di segala lingkup kehidupan dewasa ini. Di dalam bidang arsitektur, pengaruh ini merupakan arus utama (main stream), bahkan pada era menuju arsitektur Indonesia saat ini sekali pun. Hal ini dapat dimengerti karena disusul derasnya pengaruh globalisasi dan teknologi informasi. Pengaruh arsitektur Barat di Indonesia yang dominan akhir-akhir ini, terutama adalah gaya internasional (International Style) dari Arsitektur Modern (Modern Architecture), yang awalnya dilancarkan oleh Gerakan Arsitektur Modern (Modern Movement), berciri penampilan sama untuk seluruh tempat di dunia.  Disusul kemudian oleh pengaruh arsitektur Pasca Modern (Post Modern), yang merupakan reaksi/penolakan terhadap International Style, berciri menonjolkan penampilan arsitektur lokal. Arsitektur Modern dianggap mengabaikan kondisi alam dan budaya termasuk lingkungan binaan (karya arsitektur yang ada) setempat. Karakter seperti itu dianggap merupakan sumber kekacauan (chaos) arsitektural, terutama secara visual. Pengaruh arsitektur Barat di Indonesia dapat dilihat pada kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, termasuk kota Surakarta. Penelitian ini mengambil lokasi di kota Surakarta, dengan  kasus jalan  Slamet Riyadi, jalan dimaksud merupakan jalan utama di kota Surakarta. Untuk mengetahui sikap bangunan baru dalam mewujudkan karakter arsitektural kota Surakarta dilakukan dengan metoda survei dan observasi lapangan, serta studi pustaka. Dihasilkan bahwa sikap bangunan baru dalam mewujudkan karakter arsitektural kota Surakarta, khususnya di jalan Slamet Riyadi adalah bersikap kontras dan kontekstual, dilakukan dengan beberapa cara diantaranya: mengambil referensi dari Arsitektur Tradisional kota Surakarta, pola batik, dan wayang kulit
KAJIAN MANAJEMEN SIRKULASI TERMINAL BUS ( Studi Kasus : Terminal Bus Tirtonadi Surakarta )
Terminal merupakan bagian dari jaringan pelayanan transportasi sebagai simpul dari suatu rangkaian jaringan transportasi jalan. Keberadaan terminal sangat vital dalam penyelenggaraan angkutan umum. Karena disitu adalah merupakan tempat bertemunya antara penyedia jasa dan pengguna jasa, tempat menaikkan dan menurunkkan penumpang atau barang, tempat awal dan berakhirnya perjalanan angkutan umum, tempat pengendalian, pengawasan, pengaturan dan pengoperasian lalu lintas, serta istirahat awak kendaraan angkutan umum. Terminal adalah fasilitas yang sangat kompleks, banyak kegiatan yang dilakukan di terminal terkadang secara bersamaan dan terkadang secara paralel, yang terkait pada variasi dan volume kedatangan atau waktu yang dibutuhkan untuk memproses kendaraan, penumpang, dan barang. Kinerja operasional Terminal Tirtonadi Surakarta dalam pelayanannya kepada masyarakat pengguna jasa transportasi mengalami perubahan tingkat pelayanan dan kapasitas pada terminal. Aspek pelayanan penumpang di terminal percontohan nasional sudah dipacu secara maksimal dan diklaim setara dengan bandara. Kajian manajemen sirkulasi terminal bus ini menunjukkan adanya permasalahan parkir khusus mobil yang diarahkan ke ruang terbuka di lantai II. Sementara parkir kendaraan roda dua dan sepeda berada di depan pintu drop off penumpang. Pembangunan lahan parkir yang nyaman bagi pengunjung masih berproses beserta pengembangan Terminal Tirtonadi ke depan, terminal bus sebagai pusat perbelanjaan dan hotel baru
PENGGUNAAN STRUKTUR BRESING KONSENTRIK TIPE X UNTUK PERBAIKAN KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT PADA STRUKTUR EKSISTING TERHADAP BEBAN LATERAL AKIBAT GEMPA.
Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk melakukan evaluasi struktur gedung pada kondisi terjadinya gempa sebelum dan setelah penambahan bresing X. Analisis menggunakan metode analisis gempa statis dan dinamis dengan bantuan program SAP 2000. Evaluasi dilakukan pada gaya moment (bending moment), gaya geser (shear force), gaya normal (axial force), dan perpindahan (displacement) antara struktur sebelum dan sesudah penambahan bresing X. Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukan bahwa kinerja batas layan dan batas ultimit struktur tanpa bresing berdasarkan analisis gempa dinamis tidak tidak aman baik untuk arah X maupun arah Y. Kinerja batas layan dan batas ultimit struktur dengan penambahan bresing alternatif 1 tidak aman untuk arah X sedangkan untuk arah Y sudah aman. Kinerja batas layan dan batas ultimit struktur dengan penambahan bresing alternatif 2 aman untuk arah X dan arah Y. Kinerja struktur dengan penambahan bresing alternatif 2 jauh lebih baik jika dibandingkan struktur tanpa bresing dan struktur dengan penambahan bresing alternatif 1. Penambahan bresing dengan lokasi yang tepat dapat memperbaiki kinerja struktur secara signifikan
MORFOLOGI BATAS KOTA SURAKARTA Kasus: Batas Kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar
Daerah batas kota atau periphery adalah daerah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan tanah campuran. Hal ini dapat terjadi karena adanya interaksi antara kota dan desa dengan berbagai faktor atau unsur  yang ada dalam desa, dalam kota dan di antara desa dan kota. Interaksi ini dapat dilihat sebagai suatu proses sosial, ekonomi, budaya ataupun politik, yang lambat ataupun cepat dapat menimbulkan suatu realita atau kenyataan. Batas kota di Jalan Adi Sucipto yang terletak di bagian barat kota Surakarta merupakan batas kota Surakarta, Sukoharjo   dan Karanganyar, daerah ini mengalami interaksi antara kota Surakarta dan desa di sekitarnya yang masuk daerah Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Dengan adanya interaksi tersebut, menarik untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam, khususnya dilihat dari aspek morfologi. Dengan melakukan pengumpulan data, observasi lapangan,dan analisis, dihasilkanbatas kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar berupa morfologi lingkungan baru dengan karakter desa-kota, hal ini dapat dilihat dari: faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan, pioneer pertumbuhan dan perkembangan, tata guna lahan, pola jalan,fungsi bangunan,dan ketinggian bangunan
PERAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN KRATON SURAKARTA SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA MEMINIMALISIR DEGRADASI KUALITAS KAWASAN CAGAR BUDAYA
Penyusunan peraturan bangunan khusus merupakan rancangan pengendalian bangunan kawasan yang diperlukan setelah adanya rencana tata ruang pada kota dimaksud. Kegiatan penyusunan peraturan bangunan khusus dimaksudkan untuk mewujudkan tertib bangunan, sehingga dapat berjalan tertib dan lancar sesuai dengan karakteristik bangunan setempat, pengaturan keselamatan bangunan yang bertujuan agar setiap bangunan dapat memberikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya, mendukung keselarasan dan keseimbangan lingkungannya. Kedudukan masyarakat yang bergiat pada lingkungan permukiman pada Kawasan Cagar Budaya Kraton Surakarta perlu diarahkan agar mampu memberi nilai positif sebagai bagian yang menentukan dalam upaya meminimalisir degradasi kualitas kawasan cagar budaya, melalui pendampingan dalam penatan bangunan dan lingkungan permukiman
KAJIAN PERMAINAN DALAM ATURAN LELANG PROYEK
Setelah tahap desain diselesaikan oleh perencana, maka selanjutnya adalah tahap pengadaan pelaksana konstruksi. Proses pengadaan perusahaan jasa konstruksi ini konstruksi ini diatur oleh Keputusan Presiden terutama digunakan di lingkungan proyek pemerintah . pengadaan barang / jasa dalam proyek konstruksi dapat dilakukan dengan berbagai cara / metode. Pelelangan pelaksanaan suatu bangunan atau sering disebut tender dalam bidang pemborongan jasa konstruksi adalah salah satu sistem pengadaan barang dan jasa. Tender pelaksanaan dilakukan oleh pemberi tugas / pemilik proyek dengan mengundang beberapa perusahaan kontraktor untuk mendapatkan satu pemenang yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan yang ditentukan dengan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan baik darisegi mutu maupun waktu pelaksanaannya. Dengan mengetahui setiap informasi yang terdapat dalam dokumen penawaran peserta lainnnya, maka secara tidak langsung para peserta lelang dapat mengawasi panitia pengadaan barang / jasa dalam melakukan proses evaluasi dokumen penawaran tersebut. Dengan demikian proses penentuan pemenang lelang menjadi terbuka dan bebas dari kecurangan. Karena itulah, meskipun tidak ada kewajiban untuk hadir dalam acara pembukaan penawaran, setiap peserta lelang selalu berusaha hadir dalam acara tersebut. Tata cara pembukaan dokumen, siapa saja yang diperkenankan hadir, serta dokumen apa saja yang harus dibuka pada acara tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan barang / Jasa pemerintah
PERAN PUBLIC SPACE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA LINGKUNGAN BINAAN KOTA
Sebagai bagian dari rencana tata ruang kedudukan public space akanmenjadi  penentu  keseimbangan  lingkungan  hidup  dan  lingkungan  binaan.Rencana  tata  ruang  menjadi  landasan  dalam  mengantisipasi  pesatnyaperkembangan  ruang-ruang  terbangun, yang  harus  diikuti  dengan  kebijakanpenyediaan ruang terbuka.Latar belakang pemikiran yang digunakan sebagai landasan PenelitianPeran public space sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalammenjaga  lingkungan  binaan  kota didasarkan  pada  pertimbangan  dapatterwujudnya  keseimbangan,  keserasian,  dan  keselamatan  bangunan  gedungdengan lingkungan di sekitarnya, dengan mempertimbangkan terciptanya ruangluar bangunan gedung dan public space yang seimbang, serasi, dan selarasdengan lingkungan di sekitarnya. public space juga menjadi bagian dari RencanaStrategis  Departemen  Pekerjaan  Umum 2016-2020,  sebagai  kegiatan  yangmemerlukan penanganan secara spesifik.Dari hasil penelitian diharapkan dapat tersusun rencana penyediaan danpengelolaan public space sehingga dapat terwujud ruang kota yang nyaman,produktif,  dan  berkelanjutan,  sehingga  keseimbangan  lingkungan  hidup  danlingkungan binaan pada masing-masing kawasan dapat terjaga dengan baik.Melalui  kegiatan penelitian ini  pula Peran Public Space Sebagai UpayaPeningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan Binaan Kotadiharapkan akan dapat diperoleh arah, bentuk, fungsi, dan peran public spacepada masing-masing kawasan, secara menyeluruh, baik dalam kedudukannyasebagai public space alami: berupa habitat liar alami, kawasan lindung, dantaman nasional, maupun public space non-alami atau binaan, sebagai hasil olahkarya manusia. Sehingga pada tahap berikutnya dapat dilakukan identifikasiterhadap ketersediaan public space non-alami pada setiap kawasan yang ada disetiapkota
PENGARUH VARIASI BUTIRAN AGREGAT PADA KUAT TEKAN DAN KECEPATAN GELOMBANG ULTRASONIK
Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) digunakan untuk mengetahui homogenitas betondengan berbagai jenis agregat dan maksimum ukuran agregat. Agregat memakaiBantak dan Celereng, ukuran agregat maksimum 40 mm, 20 mm, 10 mm danrasio air-semen dari 0,4; 0,5; 0,6. Pengujian UPV dilakukan dengan metodelangsung  dan  tidak  langsung  pada  balok  dari  agregat  Bantak  dan  AgregatCelereng. Sembilan balok dari agregat Bantak dan agregat Celereng yang dari 15Ãâ€â€Ãƒâ€šÃ‚ 15 Ãâ€â€Ãƒâ€šÃ‚ 60 dimensi cm3. pengujian UPV dilakukan pada usia 28 hari. Uji kuattekan dilakukan setelah menerapkan uji UPV dengan memotong balok ke dalamkubus dari 15 x 15 x 15 dimensi cm3. Kuat tekan kubus agregat Bantak danagregat Celereng dengan ukuran agregat maksimum 40 mm, 20 mm dan 10 mm,linier dengan penurunan rasio air semen. Kecepatan gelombang metode langsunglebih cepat dibanding tidak langsung, dengan faktor korelasi 1,020 dan 1,019
TATA MASA BANGUNAN PUSAT KOTA LAMA SURAKARTA
Kota lama Surakarta, merupakan transformasi negara kota tradisional Mataram-Islam,yang disusun dari empat komponen: keraton, Alun-alun, masjid, dan pasar yang  disebut Catur Tunggal, disusun berdasarkan konsep kosmologi berorientasikan pada sumbu Utara-Selatan Hutan Krendowahono-Laut Kidul dan Timur-Barat Gunung Lawu-Gunung Merapi. Sumbu kosmologi utara-selatan, dari selatan ke utara adalah jalan Gading Kidul-jalan Pakubuwono-jalan Jenderal Sudirman.Dalam perkembangannya, pusat kota lamatradisional Surakarta diintervensi oleh kolonial Belanda. Khususnya pada jalan Jenderal Sudirman dibangun oleh Belanda,muncul bangunan-bangunan yang hingga kini masih ada: Benteng Vastenburg, Bank Indonesia dan Gereja Katolik St. Antonius. Tujuan pembahasan, untuk mengidentifikasi tata masa bangunan di jalan Jenderal Sudirman kota Surakarta, dilakukan dengan metoda survei, observasi lapangan, serta eksplorasi pustaka. Dihasilkan bahwatata masa bangunan komponen pokokCatur Tunggal dimaksud, yang berarsitektur tradisional Jawa, bertinggi bangunan satu sampai dengan dua lantai, berkomposisi open plan. Sedangkan bagi bangunan kolonial Belandanya,bertata masa awal tunggal kemudian berkembang jamak berkomposisi open plan
PERAN ARSITEK PROFESIONAL DALAM PENGUASAAN BUILD ABILITY DAN DESIGN ABILITY SEBAGAI COMPETITIVE ADVANTAGE MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS ASEAN
Kesepakatan Uruguay Round/GATT tanggal 15 April 1994, yang tidak hanya mengatur Trade in Goods and Services, namun juga Invesment dan Intelectual Property Right dan terbentuknya World Trade Organization (WTO), sebagai pengganti GATT (General Agreement in Trade and Tarriff). Indonesia sendiri telah meratifisir Uruguay Round 1994, dan akan memasuki era perdagangan bebas secara penuh pada Tahun 2020. Sedangkan sebagai negara ASEAN, saat ini telah disepakati era perdagangan bebas ASEAN (MEA), yang berlaku mulai Tahun 2015. Liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas dapat diartikan adanya jaminan lalu-lintas barang, jasa, modal, dan manusia tanpa hambatan tarif, kuota, atau perlakuan khusus, berdasarkan prinsip MFN (Most Favored Nation). Semua negara akan diperlakukan sama dalam perdagangan (equality to bussiness), tidak akan ada lagi pilih kasih atau diskriminasi, favoritisme, maupun hak istimewa (GSP dan kuota), dan dihapuskannya proteksi di segala bentuk. Bagi Indonesia era perdagangan bebas berarti kemampuan untuk menjadikan komoditi ekspor yang memiliki unggulan daya saing tinggi (competitive advantage) dan tenaga ahli (intelectual property) Indonesia yang diharapkan mampu menjadi salah satu komoditi di pasar global, tidak terbatas untuk pasar dalam negeri, tetapi mampu menjadi experties di luar negeri. Perlu kesiapan yang benar-benar matang bagi Arsitek Profesional dan tidak terpaku menjadi konsumen, namun pengekspor Arsitek Profesional yang benar-benar siap bersaing di era perdagangan bebas. Salah satu kondisi yang harus diantisipasi oleh Arsitek Profesional di Indonesia adalah dengan masuknya para investor dan pengembang asing yang relatif mempunyai modal dan kemampuan (skill) tinggi. Pada saatnya persaingan para pelaku jasa arsitektur akan meningkat dengan ketat, sehingga pada akhirnya hanya produk rancangan dan hasil rekayasa bangunan yang berkualitas tinggi saja yang akan mampu bersaing. Arsitek merupakan salah satu tenaga ahli yang memberikan kontribusi menentukan di bidang rancang-bangun, dan diharapkan dapat secara profesional berperan pada perancangan dan rekayasa bangunan. Kemampuan profesional ini merupakan salah satu syarat penting untuk mampu bersaing secara bebas dalam era globalisasi. Wawasan Arsitek yang secara profesional mampu menghayati dan menuangkan ide dan gagasannya secara runtut dalam kesatuan proses pembangunan yang sistematik, dengan penguasaan build ability dan design ability yang diprediksikan akan mampu secara menyeluruh dan runtut melakukan keseluruhan proses pembangunan yang terlanjutkan