Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SOLO EXHIBITION AND CONVENTION CENTER DI SURAKARTA (Berpendekatan High Technology Architecture)

    Get PDF
    Kota Surakarta atau yang lebih di kenal dengan Kota Solo sering mengadakan event - event besar berskala nasional maupun Internasional seperti PON 1948, Asean Para Games 2011, Kongres Nasional PSSI 2011, World Toilet Summit. Selain itu Kota Solo banyak mengadakan event - event setiap tahun seperti Pameran Teknologi, Solo Culinary Festival, Job Fair, Festival Budaya, Pemilihan Putra Putri Solo dan pertunjukan lainya yang berskala internasional seperti Solo Internasional Performing Art. Tetapi kegiatan †“ kegiatan tersebut sering dilakukan terpisah karena kurangnya fasilitas untuk menampung kegiatan tersebut. Rata-rata bangunan Exhibition and Convention hanya ada di hotelhotel besar yang terpencar-pencar sehingga kurang memadai apabila diadakan sebuah acara Exhibition and Convention dalam skala besar atau internasional. Melihat potensi kota dan keterbatasan fasilitas Exhibition and Convention Center yang tersedia di Kota Solo, maka diperlukan suatu fasilitas yang mampu mewadahi berbagai kegiatan Exhibition and Convention Center dengan segala fasilitas pendukungnya yang berskala internasional. Selain berdasarkan potensi kota, dipilih juga sebuah pendekatan yang mampu mendukung bangunan yaitu High Technology Architecture

    PENGARUH PERUBAHAN KONTRAK TERHADAP PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DITINJAU DARI PERSEPSI KONTRAKTOR

    Get PDF
    kegiatan konstruksi merupakan kegiatan yang sangat dinamis, sumberdaya yang besar dan banyak pihak yang terlibat. Didalam kegiatan konstruksi juga banyak dihadapkan dengan banyak permasalahan-permasalahan salah satunya adalah tidak sesuainya kondisi lapangan dengan perencanaan sehingga harus mengalami perubahan dalam kontrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan kontrak terhadap pelaksanaan proyek dilihat dari persepsi kontraktor pada Proyek Pelebaran dan Overley jalan Diponegoro di kota Sragen. Untuk mengetahui pengaruh perubahan kontrak terhadap pelaksanaan proyek dilakukan dengan analisis data kontrak dan perubahannya serta dengan menggunakan kuesioner kepada pihak kontraktor. Analisa data kuisioner menggunakan program SPSS 19.0 for Windows dengan metode analisis deskriptif. Dari hasil analisis didapatkan bahwa perubahan kontrak pada Proyek Pelebaran dan Overley jalan Diponegoro di kota Sragen terjadi karena ada perubahan volume pekerjaan dan penambahhan lingkup pekerjaan. Perubahan kontrak Proyek Pelebaran dan Overlay Jalan Diponegoro tidak mempengaruhi kinerja proyek, kualitas dan waktu penyelesaian proyek. Perubahan kontrak pada Proyek Pelebaran dan Overlay Jalan Diponegoro sangat berpengaruh pada nilai kontrak. Dari perubahan tersebut ada penambahan biaya untuk pekerjaan fisik sebesar Rp. 110.400.000,00

    PELAKSANAAN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN INTERCHANGE BOYOLALI

    Get PDF
    Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan yang syarat dengan resiko kecelakaan kerja. Dari sumber-sumber literatur diperoleh data bahwa Kecelakaan kerja pada sektor konstruksi merupakan sektor tertinggi  dalam kecelakaan kerja di Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana pelaksanaan keselamatan kerja pada proyek konstruksi. Dalam Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek Pembangunan Interchange Boyolali. Penelitian dilakkukan dengan metode deskriptif. Data diambil melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan questioner. Pengamatan dilakukan pada lokasi kerja, pekerjaan galian tanah, pekerjaan talud, pekerjaan tanah urug, pekerjaan pemadatan tanah dan pekerjaan beton. Hasil analisis data didapat 7 item tindakan K3 dari 10 item tindakan K3 dilokasi kerja sudah dilaksanakan. Tindakan k3 yang belum dilaksanakan adalah memberi barikade pada daerah berbahaya, memberri tanda yang jelas pada daerah berbahaya dan lokasi tidak rapih. Hasil analisi mean jawaban rensponden dalam hal penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) sebesar 2,36. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan K3 pada proyek Pembangunan Interchange Boyolali adalah kurang

    PERAN PERATURAN BANGUNAN KHUSUS DALAM MENGURANGI PERUBAHAN KUALITAS KAWASAN CAGAR BUDAYA KRATON YOGYAKARTA

    Get PDF
    Pada umumnya kawasan yang berpotensi di Indonesia belum dikelola secara baik, sebagian peraturan masih bersifat peraturan secara umum, tetapi belum berfungsi sebagai alat pengendali operasional di lapangan, sehingga diperlukan peraturan yang mampu menjangkau ke arah pengendalian arsitektur bangunan secara tiga dimensional. Penyusunan peraturan bangunan khusus merupakan rancangan pengendalian bangunan kawasan yang diperlukan setelah adanya rencana tata ruang kota, untuk mewujudkan tertib bangunan agar sesuai dengan karakteristik bangunan setempat, pengaturan keselamatan bangunan yang bertujuan agar setiap bangunan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Pengembangan obyek pariwisata diperlukan langkah yang terpadu untuk menjaga kelestarian dan mutu lingkungan hidupnya, kota Yogyakarta dengan beraneka ragam arsitekturnya dan kawasan wisata yang banyak berperan dalam menyerap wisatawan, akan berdampak pada peningkatan kualitas bangunan dimasa  datang dan aktifitas pariwisatanya. Dari masalah tersebut kawasan Cagar Budaya Kraton Yogyakarta sudah memerlukan adanya suatu peraturan bangunan khusus sebagai alat pengendali pembangunan fisik

    REFERENSI KONSUMEN DALAM MENENTUKAN KEINGINAN MENGINAP BERDASARKAN SANITASI LINGKUNGAN HOTEL BERBINTANG LIMA DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Kondisi sanitasi lingkungan yang kondusif dapat memberikan rasa nyaman yang lebih baik untuk dihuni. Akomodasi yang berada di lokasi yang strategis ternyata juga lebih dipilih oleh konsumen yang membutuhkan, terlebih jika konsumen tersebut merupakan individu yang produktif dan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Lokasi tempat tinggal dengan lokasi kerja atau aktivitas lainnya yang berdekatan akan menunjang produktivitas konsumen tersebut. Kondisi sanitasi lingkungan yang bersih diduga juga menjadi salah satu bahan pertimbangan konsumen yang akan menentukan dimana mereka akan menginap. Karakteristik konsumen perlu dilakukan agar pelaku usaha dapat mengetahui bagaimana konsumen yang dituju sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Jika pelaku usaha memahami karakteristik atau profil konsumen mereka maka pelaku usaha perhotelan dapat memaksimumkan daya tariknya melalui produk dan bauran pelayanan dari sektor sanitasi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada perbedaan nyata dari konsumen dalam pengambilan keputusan menentukan hotel berbintang lima yang dipilih berdasarkan sanitasi lingkungannya, sehingga pelaku usaha dapat menetapkan strategi berdasarkan hasil yang diperoleh. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dilakukan sebagai gambaran yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap sanitasi lingkungan hotel berbintang lima di Kota Surakarta

    SURAKARTA OTOMOTIF CENTER BERPENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH-TECH

    Get PDF
    Mobil sebagai sarana transportasi dan hobi. Bagi para penjual dan pembeli atomotif seperti tersebut, mobil yang dipasok oleh satu ATPM belum tentu dapat memenuhi selera mereka. Sehingga menciptakan pasar baru bagi para pengusaha mobil di Surakarta. Pasar yang dibidik dan yang masih bertahan hingga sekarang adalah pasar mobil Jepang. Keberadaan pusat otomotif yang representatif di Surakarta atau bisa disebut Surakarta Otomotif Center dapat menjadi wadah bagi penjual maupun pembeli yang tertarik pada bidang otomotif, dan menjadikan satu market tersendiri. Fasilitas otomotif di Surakarta seperti showroom, bengkel dan tempat test drive masih terpisahpisah sehingga menyulitkan bagi masyarakat yang ingin kemudahan dan kepraktisan dalam aksesnya. Atas dasar tersebut maka pusat otomotif yang tidak hanya berfungsi sebagai satu macam showroom ATPM, bengkel dan tempat test drive melainkan juga sebagai penjualan berbagai aksesoris mobil dibangun di Surakarta

    SOLO KONDOMINIUM, HOTEL, AND SHOPING MALL BERPENDEKATAN ARCHITECTURE SUSTAINABLE DESIGN

    Get PDF
    Kota Surakarta juga disebut Solo atau Sala melengkapi fungsi kota yaitu pengembangan sektor-sektor : Pariwisata, pendidikan, industri, perdagangan, budaya dan olahraga. Permasalahan yang timbul baik dari tuntutan manusia,kebutuhan akses cepat menuju area perkantoran, gaya hidup, pengaruh tingkat kemacetan lalu lintas ekonomi maupun tuntutan lahan yang tersedia maka keberadaan Solo Kondominium, Hotel and Shopping Mall merupakan salah satu alternatif pilihan fasilitas yang cukup untuk memenuhi tuntutan kebutuhan saat ini dan dapat sebagai investasi dimasa mendatang sesuai kualitas penghuninya. Dalam hal ini baik kualitas fisik bangunan yang menarik, letak yang strategis, dan fasilitas penunjang yang lengkap serta kualitas non fisik yang berupa tingkat privasi yang tinggi, rasa aman, suasanya yang menyenangkan dan nyaman. Konsep dasar perencanaan dan perancangan yang digunakan yaitu Sustainable Design yang berkaitan pada ketiga fungsi bangunan Solo Kondominium, Hotel and Shopping Mall. Dimana konsep yang digunakan dalam memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada lokasi perancangan sehingga terjadi hubungan timbal balik yang saling mendukung antara objek perancangan dengan lingkungan sekitar, Karena definisi dari Sustainable Design sendiri adalah menciptakan dan mengoperasikan suatu lingkungan buatan (build environment) yang sehat berdasarkan kepada efisiensi sumber daya dan design ekologi. Pendekatan dengan konsep sustainable design akan diterapkan pada perencanaan dan perancangan Solo Kondominium, Hotel and Shopping Mall dalam rangka menciptakan dan mengoperasikan suatu lingkungan buatan (build environment) yang sehat berdasarkan kepada efisiensi sumber daya dan design ekologi. Guna meminimalisir kerusakan lingkungan karena dampak global warming

    EVALUASI KONDISI JARINGAN DAN PERKERASAN JALAN DI LINGKUNGAN KELURAHAN GILINGAN SURAKARTA

    Get PDF
    The road network has a very important function, namely as an infrastructure for moving people and goods, encouraging economic growth and equitable development efforts. The frequency of vehicles passing through a road causes the road to become easily worn and damaged. Regular repairs or maintenance are needed so that more severe damage can be avoided. Careful planning is needed by the community so that the road is always in good condition so that it can provide optimal service. Identification of network conditions and road pavement is needed in each region so that appropriate efforts to handle it. The stages of this study include: road network mapping, identification of types of pavement, inventory of road pavement damage and preparation of damage repair plans. The results showed that the existing road network was connected from a small road (alley) to the road to the road to the main road. There are four types of pavement in the research location, namely asphalt road, concrete road, paving road and dirt road, dominated by 18,875 km of asphalt road. Generally the road conditions are still good but damage to some roads is found. Damage found on the asphalt road: drop, divided plate, cracks, damage to the connection cover, and surface damage. On the concrete road, deformation, cracks, disintegration, down edges, patches, holes and damage to the joints were found to be damaged. Damage repair needs to be done as soon as possible so that damage does not spread. Jaringan jalan mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu sebagai prasarana untuk memindahkan orang maupun barang, mendorong pertumbuhan ekonomi dan upaya pemerataan pembangunan. Besarnya frekuensi kendaraan yang melewati sebuah jalan menyebabkan jalan menjadi mudah aus dan rusak. Perbaikan atau pemeliharaan rutin diperlukan agar kerusakan yang lebih parah dapat dihindari. Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan masyarakat agar jalan selalu dalam kondisi baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal. Diperlukan identifikasi kondisi jaringan dan perkerasan jalan pada tiap wilayah sehingga tepat upaya penanganannya. Tahapan penelitian ini meliputi: pemetaan jaringan jalan, identifikasi jenis perkerasan, inventarisasi kerusakan perkerasan jalan dan penyusunan rencana perbaikan kerusakan. Hasil penelitian didapatkan jaringan jalan yang ada telah terkoneksi dari jalan kecil (gang) ke jalan lingkungan sampai ke jalan besar. Ada empat jenis perkerasan jalan dilokasi penelitian yaitu jalan aspal, jalan beton, jalan paving dan jalan tanah, dengan didominasi jalan aspal sepanjang 18,875 km. Umumnya kondisi jalan masih baik tetapi dijumpai kerusakan pada beberapa jalan. Pada jalan aspal dijumpai kerusakan : penurunan, pelat terbagi, retak, kerusakan penutup sambungan, dan kerusakan permukaan. Pada jalan beton ditemukan kerusakan deformasi, retak, disintegrasi, pinggir turun, tambalan, lubang dan kerusakan penutup sambungan. Perlu dilakukan perbaikan kerusakan sesegera mungkin agar kerusakan tidak meluas. Kata kunci: jaringan jalan, kondisi, perbaikan kerusakan

    BUILD ABILITY DAN DESIGNABILITY SEBAGAI COMPETITIVE ADVANTAGE DI ERA PERDAGANGAN BEBAS

    Get PDF
    Perdagangan bebas ditandai dengan semakin tingginya mobilitas sumberdaya manusia, modal, teknologi, dan informasi. Komoditi yang diperdagangkan tidak lagi terbatas pada barang dan jasa yang secara telanjang dapat dinikmati oleh indera manusia, berupa perangkat-perangkat keras, tetapi akan mulai merambah pada perangkat lunak atau hak cipta intelektual.Dunia jasa konstruksi dituntut untuk dapat berperan dalam bentuk upaya penanganan proses rancang-bangun secara profesional. Salah satu kendali yang dapat digunakan dalam menunjang profesi dalam rancang-bangun di bidang jasa konstruksi adalah penerapan prinsip-prinsip perancangan dan pelaksanaan pembangunan dalam kesatuan proses membangun . Kegiatan rekayasa bangunan perlu kesiapan dari sejak studi kelayakan, perancangan, pengadaan barang, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, dan lingkungan hidup-termasuk di dalamnya lingkungan binaan.Sebagai pemeran kunci dalam layanan jasa konstruksi, Arsitek merupakan salah satu tenaga ahli yang memberikan kontribusi menentukan di bidang rancang-bangun, dan diharapkan dapat secara profesional berperan pada  perancangan dan rekayasa bangunan. Kemampuan profesional ini merupakan salah satu syarat penting untuk mampu bersaing secara bebas dalam era perdagangan bebas. Wawasan Arsitek yang secara profesional mampu menghayati dan menuangkan ide-gagasannya secara runtut dalam kesatuan proses pembangunan yang sistematik, diharapkan dapat menjadi modal dalam mengikuti persaingan bebas, khususnya pada proses perancangan dan rekayasa bangunan. Ada beberapa kelemahan yang sering terjadi dalam proses rancang bangun,  berupa kurangnya wawasan Arsitek, baik dari sisi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, upaya pengembangan wawasan, variasi jenis pekerjaan, dan perannya dalam organisasi-profesi, yang mampu secara menyeluruh dan runtut menggunakan proses pembangunan melalui penerapan prinsip-prinsip perancangan dan rekayasa bangunan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi, khususnya  akan semakin meningkatnya persaingan dengan layanan jasa konstruksi asing, dengan tenaga ahli yang memiliki tingkat penguasaan informasi, teknologi, dan modal yang memiliki potensi besar untuk melakukan persaingan di era perdagangan bebas. Kata kunci: Arsitek, Prinsip perancangan, Prinsip rekayasa ÂÂÂ

    ANALISA GALIAN BERDASARKAN METODE ELEMENT HINGGA

    Get PDF
    Kawasan Simpang lima aka dibuat underpass sebagai salah satu usaha mengurai kemacetan. Pembuatan underpass dilakukan dengan metode galian. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pekerjaan galian adalah kestabilan dinding penahan tanah. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian di laksanakan di kawasan Simpang Lima semarang. Metode pengambilan data berupa data lapangan yaitu bor mesin dan data lab. Data Bor mesin diperoleh 3 tiitk dengan kedalaman bor sampai 40 m. Metode analisis digunakan yaitu analisis dengan metode elemen hingga dengan software Plaxis. Metode galian dilakukan secara bertahap yaitu terdiri 4 tahap dan elevasi MAT harus berada dibawah elevasi galian rencana. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kestabilan dinding penahan tanah galian bisa tercapai dengan memberi tiang pancang sebagai dinding penahan tanah dan menambah perkuatan dengan angkur. Selain beban bangunan, juga di analisis beban gempa. PGA yang digunakan yaitu 0,1 (daerah semarang) dan interval waktu 10 detik. Dari hasil analisis diperoleh bagunan kuat dan aman dari kerusakan

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇