Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    PERAN SALURAN PERKOTAAN GUNA MENUNJANG ESTETIKA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN

    Get PDF
    Surakarta sebagai kota pariwisata khususnya wisata budaya dan sejarah hal ini didukung adanya keraton dan peninggalan bangunan bersejarah, selain itu elemen elemen pendukung  seperti taman kota, perairan kota serta penataan kota. Pada saat ini perairan kota khususnya sungai dalam kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi pendestrian, parkir, kios, seperti halnya sungai di sepanjang jalan Bhayangkara kota Surakarta. Tujuan dari penulisan ini adanya pengembalian fungsi sungai agar tercipta keseimbangan, estetika dan kenikmatan dalam lingkungan perkotaan, mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai drainase perkotaan saja tetapi lebih dari itu pendingin kota , keindahan kota, untuk itu perlu penanganan khusus atau penataan kembali fungsi sungai. Penataan sungai nerupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi sungai dalam elemen penataan di perkotaan guna mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika dan kegunan fungsi lainnya bagi masyarakat perkotaan. Kata kunci: estetika, perkotaan, sungai

    OPTIMALISASI PEMAKAIAN WASTE MATERIAL PADA BETON TERHADAP KONDISI NORMAL BETON PERBANDINGAN 1 PC:2 PS : 3 KR

    Get PDF
    Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan  pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan  PC maka kuat tekannya semakin besar Kata Kunci: Agregat Kasar, Waste material, Karakteristik Beto

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG OLAHRAGA DI BOYOLALI

    Get PDF
    Gelanggang olahraga di boyolali adalah suatu tempat/wadah untuk berolahraga yang bertujuan sebagai sarana olahraga yang rekreatif untuk menikmati saat-saat yang bebas dari kegiatan rutin untuk memulihkan atau menyegarkan kembali jiwa dan raga. dengan konsep perencanaan dan perancangan melalui pendekatan Arsitektur Metafora contoh olahraga yang rekreatif seperti bermain bola voli, basket, futsal dll. Gelanggang Olahraga ini terletak di kawasan Boyalali tepatnya berada di Kuwiran, Banyudono, di Jl, Semarang-Surakarta, lokasi yang dianggap strategis karena berdekatan dengan jalan arteri kota pengubung antara Surakarta dan Boyolali. Diharapkan lokasi ini dapat menarik pengunjung untuk datang ke Gelanggang Olahraga guna untuk berolahraga dan bersantai. Gagasan ide awal dari rancangan Gelanggang Olahraga  ini berdasarkan pada tempat-tempat olahraga, yang dalam satu tempat terdapat berbagai macam olahraga di Boyolali. Bangunan gelanggang olahraga  ini semoga dapat mempermudah kegiatan olahraga untuk masyarakat yang berada satu lingkup bangunan maupun luar.  Maka dari itu perlu perencanaan dan perancangan pembangunan Gelanggang Olahraga yang menyediakan fasilitas-fasilitas yang sesuai dibutuhkan untuk pengunjung agar nyaman berkunjung dan mau datang kembali lagi di lain waktu. Metode pembahasan yang disampaikan berupa pengumpulan data yang yang mendukung diperlukanya Gelanggang Olahraga  Di Boyolali, yang kemudian di analisa disertai contoh studi kasus dan literatur sejenis, sehingga pencapaian akhir dapat memberi gambaran yang jelas mengenai obyek yang akan dirancang. Hasil yang didapatkan adalah Desain Gelanggang Olahraga  Berpendekatan Arsitektur Metafora yang mendukung kegiatan Olahraga Di Boyolali Kata kunci : Boyolali, Olahraga, Arsitektur Metafora

    MUSEUM ALAT MUSIK TRADISIONAL DAN GEDUNG OPERA DI SURAKARTA BERPENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA

    Get PDF
    Perkembangan pariwisata kota Surakarta semakin meningkat tiap tahunnya. Selain itu sektor industri, perdagangan dan jasa pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang dan potensi yang dimiliki Kota Surakarta sangat besar dalam peningkatan dan pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan Museum Alat Musik Tradisional dan Gedung Opera di Kota Surakata, mengacu pada pariwisata edukasi tentang budaya indonesia sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Jawa Tengah. Dengan merencanakan Museum Alat Musik Tradisional dan Gedung Opera di Surakarta ini merupakan upaya kongkrit, wujud konsekuensi sebagai kota budaya. Serta dapat mendukung aspek pengetahuan alat musik tradisional, ekonomi dan pariwisata. Diharapkan dengan terwujudnya Museum Alat Musik Tradisional dan Gedung Opera di kota Surakarta dapat menjadikan wadah untuk koleksi alat musik tradisional, pementasan alat musik tradisional dan menambah wawasan tentang alat musik tradisional Indonesia bagi masyarakat. Museum Alat Musik Tradisional dan Gedung Opera di Surakarta diharapkan mampu menjadi tujuan wisata seni budaya bangsa, memiliki fungsi pelestarian sekaligus pendidikan bagi generasi muda terhadap alat musik tradisional dan sebagai daya Tarik masyarakat agar selalu mencintai alat musik tradisional

    SOLO CITY GALLERY BERPENDEKATAN ARCHITECTURE POST MODERN

    Get PDF
    Berkembangnya potensi industri dan perdagangan di Kabupaten Boyolali, sebagian besar pengusaha diluar kota yang disebut kaum eksekutif berdatangan untuk mengembangkan usahanya di Boyolali. Keberadaan kaum eksekutif tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan mengingat manusia memiliki kebutuhan hidup seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan sekunder (berbelanja, rekreasi). Walaupun Kabupaten Boyolali mempunyai beberapa pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional maupun swalayan dengan skala kecil, namun dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian yang terus berkembang, sudah saatnya perlu adanya fasilitas perbelanjaan dengan skala besar seperti Mall. Beberapa fasilitas perkantoran di Kabupaten Boyolali walaupun sudah ada namun terbilang masih minim, dengan terus bertambahnya kegiatan perekonomian di Boyolali perlu menambah adanya fasilitas perkantoran sewa guna mendukung perekonomian yang terus berkembang. Adapun kebutuhan rumah tinggal dalam bentuk apartemen juga sangat dibutuhkan dimasa mendatang karena menyadari keterbatasan lahan seiring meningkatnya perkembangan Kabupaten Boyolali. Kebutuhan sarana dan prasarana dengan pola kehidupan masyarakat zaman sekarang yang mengarah kepada kehidupan masyarakat yang serba praktis dan efektif, sehingga mereka sangat menghargai waktu yang disebabkan oleh mekanisme yang serba masal dan mobilitas yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya ruang untuk mewadahi beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan bangunan multi fungsi bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pemakainya dalam satu lingkup wilayah yang sama. Adapun konsep arsitektur modern akan diterapkan sebagai konsep pada bangunan multi fungsi tersebut. Kata kunci: Apartemen, Perkantoran Sewa, Mall, Boyolali, Arsitektur Modern

    HILANGNYA SINERGITAS MASYARAKAT DENGAN SUNGAI DALAM TATA RUANG PERMUKIMAN BANTARAN SUMBER DI SURAKARTA

    Get PDF
    Didalam upaya mencegah meluapnya air sungai pada saat banjir, maka model pembuatan tanggul yang tinggi berupa dinding beton di pinggiran sungai menjadi alternatif yang banyak digunakan. Pembangunan tanggul dinding beton yang tinggi ini secara fungsional mampu mencegah luapan banjir di permukiman bantaran sungai. Namun secara sosial budaya, interaksi yang dimungkinkan terjadi antara manusia dengan sungai menjadi terbatasi, bahkan terkesan tanggul tersebut mengisolasi masyarakat yang ada dalam kawasan permukiman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna tanggul sebagai dinding penahan banjir dan pembatas kawasan permukiman bantaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tanggul secara fungsional mampu mengurangi terjadinya banjir. Di sisi lain tanggul yang dibangun setelah tata ruang permukiman bantaran terbentuk, membatasi dan merubah perilaku masyarakat terhadap sungai. Dimana pada awalnya sungai menjadi inspirasi kehidupan, berubah sungai tidak lagi mendapat perhatian dari masyarakat. sehingga potensi sungai dan kehidupan sosial masyarakat semestinya bisa bersinergi menjadi terputus. Kata kunci: permukiman bantaran, tanggul, tata ruang, surakart

    POSISI ORIENTASI BANGUNAN PERMUKIMAN TEPI SUNGAI PADA PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA KOTA

    Get PDF
    Rekam jejak sejarah nusantara menunjukan bahwa sebagian besar kota-kota di indonesia berada pada daerah tepi laut dan tepi sungai besar, hal ini terjadi dikarenakan pada awal mula terbentuknya permukiman maka infra strukturnya belum tersedia sehingga masyarakat memanfaatkan sungai sebagai sarana jalur transportasi yang paling mudah dan sudah tersedia secara alami. Permukiman yang semula berada dan berkembang di sepanjang tepi pantai dan tepi sungai pada perkembangannya akan menjadi kota yang pada akhirnya semakin mendorong wilayah permukiman semakin jauh merambah ke daerah yang semakin jauh dari pantai dan sungai sehingga sarana transportasi yang semula mengandalkan sungai telah berkembang dengan sistem transportasi darat dan perkembangan ini telah mendorong sebagian besar masyarakat mulai meninggalkan sarana transportasi melalui sungai karena semakin lengkapnya infrastruktur jaringan jalan.Perkembangan sistem transportasi darat  lambat laun akhirnya telah merubah pola orientasi bangunan pada permukiman tepi sungai yang semula berorientasi ke sungai telah berubah menjadi ke arah darat/jalan sehingga sungai yang pada mulanya menjadi muka kawasan permukiman yang berarti wajah dan halaman berubah menjadi arah belakang dari kawasan permukiman yang dapat di artikan arah yang buruk, kotor dan kurang diperhatikan dan hal tersebut juga telah merubah prilaku dan pandangan masyarakat terhadap nilai dan eksistensi sungai. Mengembalikan arah orientasi permukiman kembali menghadap kearah sungai tentunya akan memberikan dampak positif yang kompleks bagi pengembangan dan penataan kawasan mulai dari semakin terjaga kebersihannya, menghidupkan kembali sebagai sarana transportasi air yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas darat dan dapat menjadi obyek pariwisata melalui olahraga air, pasar terapung dan sebagainya. Kata kunci: Orientasi, Pemukiman, Tepi Sungai, Pariwisata, Kot

    PERBANDINGAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RIGID PAVEMENT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SNI PD T-14-2003 DAN NAASRA

    Get PDF
    Perkerasan jalan adalah unsur konstruksi jalan raya yang sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standar dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Kurangnya tingkat pelayanan jalan mendesak segera dilakukan tahapan perencanaan pada setiap desain pembuatan jalan, karena tahapan tersebut sangat peranan penting dalam merencanakan tebal perkerasan yang baik khususnya pada perkerasan kaku, serta menurut data survey di ruas jalan tersebut. Penentuan nilai rancang tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dapat dihitung dengan banyak metode, dalam perencanaan tebal perkerasan kaku ruas Jalan Ringroad Utara Kota Surakarta pada digunakan metode SNI Pd T-14-2003 dan methode NAASRA (National Association of Australian State Road Authorities). Dalam metode SNI Pd T-14-2003 didapatkan JSKN sebanyak 9 x 107 dan CBR tahan dasar 4.30 %, diperoleh ketebalan pelat setebal 180 mm. Sedangkan perencanaan metode NAASRA, didapat JSKN (Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga) sebesar 2.07 x 108, nilai CBR tanah dasar 4,30% dan nilai K = 35kPa/mm, Tebal perkerasan   setebal 210 mm. Perencanaan penulangan dengan metode SNI Pd T-14-2003 adalah diameter 10 mm dengan jarak 250 mm.  Untuk metode NAASRAdiperoleh tulangan dengan diameter 12 mm jarak 250 mm. Untuk dimensi drainase pada lokasi penampang 1 adalah dengan lebar x tinggi (0.30 m x 0.30 m) dan untuk tinggi jagaan sebesar 0.1 m. Dan dimensi drainase pada lokasi penampang 2 adalah dengan lebar x tinggi (0.35 m x 0.35 m) dan untuk tinggi jagaan sebesar 0.1 m. Kecilnya dimensi saluran ini dipengaruhi oleh kontur jalan, yaitu jalan melewati daerah naik turun, dengan kemiringan > 5%. Kata kunci: Rigid Pavement, Methode SNI Pd T-14-2003, Methode NAASR

    EVALUASI PEMENUHAN KEBUTUHAN TEMPAT PARKIR BAGI SISWA DAN GURU PADA SEKOLAH DASAR DI SURAKARTA

    Get PDF
    Pendidikan memegang peranan yang sangat vital dalam perkembangan sebuah bangsa. Bangsa yang maju dapat dilihat dari tingkat pendidikan penduduknya, semakin maju sebuah bangsa semakin tinggi juga tingkat pendidikan penduduknya.  Pemerintah dari tahun ke tahun terus meningkatkan alokasi anggaran negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pembangunan gedung sekolah beserta prasarana pendukungnya sebaiknya juga memperhatikan kebutuhan tampungan sarana transportasi yang digunakan oleh siswa dan guru, baik itu berupa sepeda, sepada motor maupun mobil. Dari pengamatan yang ada kenyataannya banyak sekolahan yang belum memprioritaskan penyediaan tempat parkir yang memadai. Sehingga perlu dilakukan penelitian letak sekolah dalam sebuah permukiman, kondisi tempat parkir yang ada dan pemenuhan kebutuhan parkir. Lokasi penelitian yaitu sekolah dasar di Kota Surakarta. Dalam penelitian dibuat rancangan penelitian sebagai berikut : 1). penyiapan bahan dan peralatan. 2).survei lapangan,wawancara, pengamatan, foto dokumentasi dilanjutkan pengukuran dan dibuat sket. 3). pembuatan gambar peta situasi keberadaan sekolah dan permukiman sekitarnya. 4). pengambaran denah sekolahan dan tempat parkir. 5). analisis kondisi tempat parkir yang ada, menghitung kebutuhan tempat parkir dan mengambar denah tempat parkir yang ideal. Hasil penelitian didapatkan 1). letak sekolahan terhadap permukiman, 10% sekolah cukup dekat, 20% dekat dan 70% sangat dekat. 2). kondisi tempat parkir bagi siswa yang membawa sepeda ontel kurang memadai, prosentase kondisi tempat parkir pada lokasi penelitian adalah 20% kondisi kurang, 60% kondisi sedang, 20% kondisi baik. 3). kebutuhan lahan untuk tempat parkir tercukupi dengan pengaturan parkir yang baik. Rata-rata dalam satu sekolahan membutuhkan lahan parkir seluas 129 m2, dengan kapasitas untuk sepeda 37 unit, 13 sepeda motor dan 2 mobil. Kata kunci: permukiman, sekolah, tempat parki

    PERSEPSI REMAJA TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN PADA SETTING ALUN-ALUN PURWOKERTO SEBELUM DI RENOVASI

    Get PDF
    Pemahaman suatu lingkungan fisik, didasarkan pada persepsi pengguna terhadap properti yang ada di dalam settingnya.  Persepsi tidak bersifat pasif dalam menerima masukan yang berupa stimulus yang berasal dari luar diri manusia. Selanjutnya melalui keberadaan properti yang ada di dalam setting yang berlaku sebagai stimulus, akan dikirimkan dari mata ke otak untuk dipahami dan diberi makna berdasarkan pengalaman masing-masing pengguna. Dengan demikian dapat dirumuskan tentang dugaan penyebab munculnya makna ganda pada fenomena setting alun-alun Purwokerto, yaitu adanya perbedaan persepsi  sebagai akibat pegeseran fungsi dalam konsepsi ruang berkumpul. Adapun perbedaan persepsi yang dimaksud, menyangkut faktor internal individu (pengguna alun-alun, dalam hal ini remaja) yang berupa motiv, harapan, dan minat remaja terhadap setting alun-alun. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi remaja terhadap atribut ruang berkumpul pada setting alun-alun Purwokerto. Teori operasional dibangun dengan mendasarkan pada teori Weismann (1981) tentang atribut sebagai variabel bebas, serta teori Paull. A. Bell, dkk (1978) tentang persepsi dan teori Atkinson Rita. L, dkk (1983) tentang faktor internal sebagai variabel terikat. Sedangkan metoda analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan perhitungan statistik deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi remaja terhadap atribut kenyamanan ruang berkumpul pada setting alun-alun Purwokerto. Sedang hasil penelitian menunjukan: persepsi remaja terhadap atribut kenyamanan berdasar kondisi udara segar 32,65%, kondisi pencahayaan 26,53%, dan kondisi ketenangan suasana 14,28%. Kata Kunci: Persepsi, Atribut, Kenyamana

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇