Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
PENGARUH CROSS-BRACE PADA BAGIAN UJUNG STRUKTUR RANGKA BATANG (TRUSS) GERBANG TOL SEMARANG-BATANG TERHADAP PERIODE NATURAL, LENDUTAN, DAN BERAT SENDIRI STRUKTUR
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga tahun 2020 terdapat 57 ruas jalan tol (dengan panjang total 1961.91 km) yang telah terbangun dan beroperasi di Indonesia dimana terdapat 472 gerbang tol dalam ruas jalan tol tersebut. Secara umum sistem struktur yang digunakan pada gerbang tol berupa portal baja dengan rangka atap menggunakan sistem rangka batang (truss). Pada standar desain, ditetapkan bahwa struktur gerbang tol harus memenuhi kondisi batas kekuatan (strength) dan layan (serviceability). Pada kondisi batas layan (serviceability), struktur harus didesain agar lendutannya lebih kecil dibanding lendutan izin. Jika kondisi batas layan (serviceability) belum terpenuhi, ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi lendutan struktur seperti memperbesar dimensi profil baja, menambahkan pengaku (bracing) untuk meningkatkan kekakuan struktur, mengubah geometri struktur, dll. Dalam penelitian ini akan dikaji pengaruh penggunaan cross-brace pada bagian ujung struktur rangka batang dalam mengurangi lendutan struktur. Selain itu juga akan diteliti pengaruh cross-brace terhadap periode natural dan berat sendiri struktur. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil studi kasus pada struktur gerbang tol pada ruas jalan tol Semarang-Batang dengan panjang bentang 31 m. Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa penggunaan cross-brace dapat menurunkan periode natural dan lendutan di tengah bentang struktur berturut-turut sebesar 0,002 s/d 0,091 detik dan 0,9 s/d 1,5 mm. Namun demikian, penggunaan penggunaan cross-brace meningkatkan berat sendiri struktur sebesar 0,247 s/d 3,755 ton
INOVASI BETON KUAT TEKAN AWAL TINGGI YANG MEMADAT SENDIRI MENGGUNAKAN LIMBAH ABU MARMER
Abstrak
Pertumbuhan dan perkembangan infrastruktur di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga banyak dilakukan penelitian dan pengembangan material konstruksi khususnya beton. Pada dekade terakhir, banyak dilakukan inovasi terhadap beton konvensional agar memiliki kekuatan yang tinggi, awet, murah dan ramah lingkungan serta mudah dalam pengaplikasiannya di lapangan. Penelitian beton ramah lingkungan yaitu pemanfaatan Waste Marble Dust ( limbah pemotongan marmer) dengan gradasi agregat halus dan kasar adalah 60:40. Didapatkan ratio optimum Waste Marble Dust adalah 30% dari agregat halus. Pengujian chemical element Waste Marble Dust Kalsium Oksida (CaO) adalah unsur kimia terbesar dalam kandungan marmer yaitu 54,02%. Ratio superplasticizer yang optimum adalah 1,5 % dari semen titius, dan menghasilkan kuat tekan rata-rata 30 MPa pada umur 1 hari. Beton inovasi Waste Marble Dust dapat menghemat Rp.273,362,00/m3 dari harga High Early Strength Concrete memiliki kekuatan 20 MPa pada umur dua hari Strength Concrete tanpa menggunakkan Waste Marble Dust dan telah melewati syarat BS EN 197-1 yang mensyaratkan bahwa High - Early Strength Concrete memiliki kekuatan 30 MPa pada umur dua hari.
Kata kunci: Waste Marble Dust, Chemical Element, High Strength Self Compacting
Concrete, prosentase optimum
PERPADUAN WISATA SEJARAH DENGAN WISATA AIR DI KAWASAN BENTENG VASTENBURG SURAKARTA
Abstrak
Taman benteng Vastenburg merupakan bagian tak terpisahkan dari destinasi wisata sejarah di kota Surakarta. Salah satu bagian terpenting taman benteng Vastenburg adalah keberadaan Parit/Selokan yang berbentuk melingkar. Fungsi Parit yang sebenarnya pada jaman kolonial belanda dulu adalah untuk pengamanan Pemerintahan Belanda dari serangan musuh. Fungsi itu saat ini sudah tidak ada lagi seiring tidak berfungsinya benteng sebagai bangunan pertahanan. Kondisi parit saat ini sudah tidak terpelihara lagi, talut banyak yang rusak, dasar parit sudah kering ,tidak berair, banyak sampah, dan ditumbuhi semak. Lokasi Benteng yang berada di pusat kota (pusat perkantoran dan perdagangan) sangat strategis untuk dikembangkan menjadi pusat wisata kota. Disamping wisata sejarah, komplek benteng Vastenburg bisa juga dikolaborasikan dengan wisata yang moderen, salah satunya ialah wisata air. Wisata air banyak macamnya, diantaranya adalah wisata perahu, pasar apung, kolam pancing, kolam renang, dan kolam luncur. Untuk lokasi parit benteng vastenburg yang paling cocok adalah wisata perahu. Wisata perahu ini bisa digabung dengan wisata kolam renang dan kolam luncur yang bisa dibangun disekitar bangunan benteng. Dengan dihidupkannya wisata sejarah benteng dengan wisata air dan sekaligus didukung oleh fasilitas perdagangan dan perkantoran di sekelilingnya, komplek benteng vastenburg akan bisa menjadi pusat rekreasi kota yang hidup dan ramai pengunjung.
Kata kunci: kolaborasi, wisata sejarah, wisata air
Abstract
Vastenburg Fort Park is an integral part of historical tourist destinations in the city of Surakarta. One of the most important parts of the Vastenburg Fort Park is the existence of the Moat / Gutter which is circular in shape. The actual function of the Trench in the Dutch colonial era was to protect the Dutch Government from enemy attacks. This function is now no longer in existence due to the dysfunction of the fort as a defensive building. The condition of the ditch is no longer maintained, the gutters are damaged, the bottom of the trench is dry, no water, lots of garbage, and overgrown with shrubs. The location of the fort, which is in the city center (the center of offices and trade), is very strategic to be developed into a city tourism center. Besides historical tourism, the Vastenburg Fort complex can also be collaborated with modern tours, one of which is water tourism. There are many kinds of water tourism, including boat tours, floating markets, fishing ponds, swimming pools, and sliding pools. For the location of the vastenburg fort moat it is most suitable for a boat tour. This boat tour can be combined with a swimming pool tour and a slide that can be built around the fort. With the historical fortifications turned on with water tours and at the same time supported by the surrounding trade and office facilities, the vastenburg fort complex will become the center of the city's vibrant recreation and bustling with visitors.
Keywords: collaboration, historical tourism, water tour
PERANCANGAN TAMAN BUDAYA CIREBON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME
Cirebon merupakan kota pesisir yang terletak di Provinsi Jawa Barat di bagian Utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kota ini memiliki potensi besar dalam keberagaman budaya dan keseniannya. Ironisnya fasilitas pementasan atau pagelaran seni yang ada di Cirebon sangat tidak memadai untuk mewadahi kegiatan kebudayaan tersebut. Solusi yang tepat agar masalah tersebut bisa teratasi adalah dengan membuat kawasan yang mampu menjadi tempat pengenalan,pengembangan dan pelestarian kebudayaan dan kesenian berupa taman budaya. Taman budaya dirancang dengan menggunakan pendekatan arsitektur regionalisme, yaitu dengan menerapkan unsur-unsur arsitektur lokal Cirebonan, sehingga mampu menjadi area yang mencerminkan keanekaragaman kebudayaan dan kesenian Cirebon.
Kata Kunci : Taman Budaya, Cirebon, Regionalism
APARTEMEN, RENTAL OFFICE, DAN MALL DI BOYOLALI DENGAN PENEKANAN PEMECAHAN MASALAH PRIVASI
Berkembangnya potensi industri dan perdagangan di Kabupaten Boyolali, sebagian besar pengusaha diluar kota yang disebut kaum eksekutif berdatangan untuk mengembangkan usahanya di Boyolali. Keberadaan kaum eksekutif tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan mengingat manusia memiliki kebutuhan hidup seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan sekunder (berbelanja, rekreasi). Walaupun Kabupaten Boyolali mempunyai beberapa pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional maupun swalayan dengan skala kecil, namun dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian yang terus berkembang, sudah saatnya perlu adanya fasilitas perbelanjaan dengan skala besar seperti Mall. Beberapa fasilitas perkantoran di Kabupaten Boyolali walaupun sudah ada namun terbilang masih minim, dengan terus bertambahnya kegiatan perekonomian di Boyolali perlu menambah adanya fasilitas perkantoran sewa guna mendukung perekonomian yang terus berkembang. Adapun kebutuhan rumah tinggal dalam bentuk apartemen juga sangat dibutuhkan dimasa mendatang karena menyadari keterbatasan lahan seiring meningkatnya perkembangan Kabupaten Boyolali. Kebutuhan sarana dan prasarana dengan pola kehidupan masyarakat zaman sekarang yang mengarah kepada kehidupan masyarakat yang serba praktis dan efektif, sehingga mereka sangat menghargai waktu yang disebabkan oleh mekanisme yang serba masal dan mobilitas yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya ruang untuk mewadahi beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan bangunan multi fungsi bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pemakainya dalam satu lingkup wilayah yang sama. Adapun konsep arsitektur modern akan diterapkan sebagai konsep pada bangunan multi fungsi tersebut
Kata kunci: Apartemen, Perkantoran Sewa, Mall, Boyolali, Arsitektur Modern
PREDIKSI POTENSI MENGEMBANG TANAH DENGAN PARAMETER KADAR LEMPUNG
Tanah adalah material yang terdiri dari agregat (butiran) mineral–mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan dari bahan-bahan organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) disertai dengan zat cair dan gas yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel-pertikel padat tersebut, (Das, 1995). Kemampuan mengembang dan menyusut tanah (tanah ekspansif) dapat menimbulkan efek kerusakan jalan. Nilai PI yang besar sangat dipengaruhi kadar lempung dalam tanah. Beberapa ruas jalan di Boyolali mengalami kerusakan yang diperkirakan terjadi akibat kembang susut tanah. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi tanah ekspansif dan mengamati hubungan antara kadar lempung dengan perilaku potensi mengembang tanah pada daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode empiris dan pengukuran langsung (Oedometer). Hasil penelitian menunjukkan derajat ekspansif tanah pada daerah penelitian rata-rata dalam kategori sedang. Persentase mengembang (swelling percentage) terbesar 25.78 % dan terkecil 1.07 %. Tekanan mengembang (swelling pressure) terbesar 480 kPa dan terkecil 68 kPa. Semakin besar kadar lempung semakin besar persentase mengembang dan tekanan mengembang yang tejadi. Korelasi antara kadar lempung dengan perilaku mengembang terhadap tanah yang disajikan dalam persamaan:
S(L)=0.0009(L)^2-0.3564 (L)+2.4004 dan P s(L) =0.414(PI)^2-9.220 (PI)+143.4
Kata kunci: tanah ekspansif, oedometer, kadar lempung, persentase mengembang, tekanan mengemban
EVALUASI PEMENUHAN KEBUTUHAN TEMPAT PARKIR BAGI SISWA DAN GURU PADA SEKOLAH DASAR DI SURAKARTA
Pendidikan memegang peranan yang sangat vital dalam perkembangan sebuah bangsa. Bangsa yang maju dapat dilihat dari tingkat pendidikan penduduknya, semakin maju sebuah bangsa semakin tinggi juga tingkat pendidikan penduduknya. Pemerintah dari tahun ke tahun terus meningkatkan alokasi anggaran negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pembangunan gedung sekolah beserta prasarana pendukungnya sebaiknya juga memperhatikan kebutuhan tampungan sarana transportasi yang digunakan oleh siswa dan guru, baik itu berupa sepeda, sepada motor maupun mobil. Dari pengamatan yang ada kenyataannya banyak sekolahan yang belum memprioritaskan penyediaan tempat parkir yang memadai. Sehingga perlu dilakukan penelitian letak sekolah dalam sebuah permukiman, kondisi tempat parkir yang ada dan pemenuhan kebutuhan parkir. Lokasi penelitian yaitu sekolah dasar di Kota Surakarta. Dalam penelitian dibuat rancangan penelitian sebagai berikut : 1). penyiapan bahan dan peralatan. 2).survei lapangan,wawancara, pengamatan, foto dokumentasi dilanjutkan pengukuran dan dibuat sket. 3). pembuatan gambar peta situasi keberadaan sekolah dan permukiman sekitarnya. 4). pengambaran denah sekolahan dan tempat parkir. 5). analisis kondisi tempat parkir yang ada, menghitung kebutuhan tempat parkir dan mengambar denah tempat parkir yang ideal. Hasil penelitian didapatkan 1). letak sekolahan terhadap permukiman, 10% sekolah cukup dekat, 20% dekat dan 70% sangat dekat. 2). kondisi tempat parkir bagi siswa yang membawa sepeda ontel kurang memadai, prosentase kondisi tempat parkir pada lokasi penelitian adalah 20% kondisi kurang, 60% kondisi sedang, 20% kondisi baik. 3). kebutuhan lahan untuk tempat parkir tercukupi dengan pengaturan parkir yang baik. Rata-rata dalam satu sekolahan membutuhkan lahan parkir seluas 129 m2, dengan kapasitas untuk sepeda 37 unit, 13 sepeda motor dan 2 mobil.
Kata kunci: permukiman, sekolah, tempat parki
KAJIAN METODE PELAKSANAAN DAN BIAYA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA DI BOYOLALI
Masalah kebocoran yang sering timbul sebagai akibat dari hubungan sambungan antara pengecoran permukaan lama dengan pengecoran beton tahap berikutnya. Untuk mengatasi masalah ini dilakukan dengan menggunakan waterstop sebagai penyumbat air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menyusun metode evaluasi pelaksanaan pengecoran beton pada pengolahan lumpur tinja. Pendekatan dan metode pelaksanaan penelitian ini didukung oleh data kualitatif deskriptif kuantitatif. Metode sampling yang digunakan adalah cluster sampling dan purposive sampling gabungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa pelaksanaan pembangunan IPLT di Boyolali terdiri dari beberapa tahapan termasuk Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Bangunan Bak Pengumpul, Kolam Anaerobik, Pekerjaan Bangunan kolam Fakultatif 1,2, Pekerjaan Bangunan kolam Maturasi, Pekerjaan Bangunan Slug drying bed, Bangunan kolam Wet Land , mecanikal elektrikal dan Jalan Lingkungan. Dalam pelaksanaan proyek IPAL terjadi kendala seperti penambahan pekerjaan trucuk bambu dan Aerator yang tidak ada dalam RAB sehingga perlu adanya penambahan pekerjaan , dimana penambahkan aerator ini berdampak pada biaya . Fungsi aerator ini sangat penting untuk menurunkan kandunganBOD/COD, EColi dan zat tersuspensi lainnya. Evaluasi biaya dilakukan dengan dengan membandingkan dari perhitungan ACWP, BCWP dan BCWS maka didapatkan hasil selisih perhitungan sebesar 9,863 %.
Kata kunci: Pengolahan lumpur Tinja, waterstop, Evaluasi biay
PERPUSTAKAAN PUSAT DAN GALERI UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA BERPENEKANAN PADA PEMECAHAN MASALAH HEMAT ENERGI
Guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan memerlukan referensi studi pendidikan disetiap bidangya masing – masing. Keperluan referensi studi pendidikan tambahan guna meningkatkan pengetahuan di bidangnya masing - masing sehingga mahasiswa dapat mengembangkan inovasinya secara maksimal. Untuk itu adanya perpustakaan pusat bisa menjadi solusi bagi mahasiswa dalam pencarian referensi dan informasi. Saat ini keberadaan Perpustakaan pusat Universitas Tunas Pembangunan dirasa belum memadai secara kualifikasi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencari referensi pendidikan dan informasi yang dapat membantu dalam proses perkuliahan. Pencahayaan dan penghawaan ruang perpustakaan dirasa masih kurang, disebabkan letak dan posisi perpustakaan yang terletak diantara ruang - ruang perkuliahan yang mengakibatkan terhambatnya cahaya matahari dan angin masuk kedalam ruang perpustakaan. Mengakibatkan perlu adanya penambahan sistem pencahayaan dan penghawaan buatan, yang mengakibatkan boros energi atau listrik. Konsep hemat energi (Energy-Efficient) berlandaskan pada pemikiran “meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan maupun produktivitas penghuninyaâ€Â. Mengoptimasikan sistim tata udara-tata cahaya, integrasi antara sistim tata udara buatan alamiah, sistim tata cahaya buatan-alamiah serta sinergi antara metode pasif dan aktif dengan material dan instrumen hemat energi. Selain itu konsep hemat energi juga dibentuk oleh penataan Lansekap sebagai pendukung, berfokus pada kenyamanan pengguna baik secara thermal dan estetik. Perpustakaan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta belum mempunyai desain tropis yang sesuai sehingga belum maksimalnya guna perpustakaan
VALIDASI DATA CURAH HUJAN SATELIT TRMM DAN PERSIANN DALAM ANALISIS DEBIT BANJIR RENCANA DI DAS TELAGA LEBUR
Perkiraan debit banjir perlu dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kerusakan di tubuh bendungan, terutamanya di Waduk Telaga Lebur (DAS Telaga Lebur). Perkiraan debit banjir biasanya menggunakan data hujan terukur permukaan (ground data hujan) dari stasiun hujan, akan tetapi di DAS Telaga Lebur data hujan yang tersedia tidak lengkap sehingga perlu adanya alternatif lain untuk memprediksi debit banjir tersebut yaitu dengan menggunakan data hujan TRMM atau PERSIANN dalam mengisi ground data hujan yang tidak ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data hujan satelit yang paling baik (TRMM atau PERSIANN) untuk menentukan debit banjir rencana di lokasi penelitian. Tahap analisis diawali dengan mencari hubungan antara ground data hujan dengan data hujan satelit yang berupa koreksi atau penyesuaian terhadap waktu dan besaran. Penyesuaian terhadap waktu dicari dengan cross correlation, sedangkan penyesuaian terhadap besaran dicari dengan regresi. Tahap analisis selanjutnya adalah menggunakan data hujan satelit yang memiliki korelasi paling baik untuk digunakan dalam analisis perkiraan debit banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ground data hujan dengan hujan satelit TRMM lebih akurat dibandingkan data hujan satelit PERSIANN sehingga prediksi debit banjir untuk kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun, 100 tahun, dan 1000 tahun secara berurutan adalah 11.31 m3/s; 31.76 m3/s;64.68 m3/s; 114.95 m3/s; 214.68 m3/s; 320.55 m3/s; dan 943.77 m3/s.
Kata kunci: hujan terukur permukaan, hujan satelit, regresi, cross correlation, debit banjir rencana