Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJAAN FINISHING BANGUNAN DI PROYEK PEMBANGUNAN PENYEDIAAN AIR BAKU SEMARANG BARAT

    Get PDF
    Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui antecedents (input), transcription (proses), dan output (hasil) dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan finishing bangunan di Proyek Pembangunan Penyedian Air Baku Semarang Barat. Metode evaluasi yang digunakan adalah Countenance Stake dengan 3 tahapan meliputi antecedents (input), transcription (proses), dan output. Subyek penelitian adalah pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat. Obyek penelitian adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sumber data yaitu pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat yang berjumlah 30 pekerja dan 3 safety officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengamatan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah : (1) antecedent (input) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek kostruksi ditinjau dari penetapan dasar hukum K3 dan pelaksanaan K3 sudah terlaksana sangat baik dilihat dari nilai rata-rata 28.33 yang sudah diterapkan dilapangan. (2) transcription (proses) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari perencanaa K3 dan Penerapan K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 24.67 yang sudah diterapkan dilapangan. (3) Output penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari pemantauan K3 dan evaluasi kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 13.33 yang sudah diterapkan dilapangan.   Kata kunci: evaluasi, finishing bangunan, penerapan K3

    KAJIAN PELESTARIAN DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI SURAKARTA

    Get PDF
    Konservasi merupakan tindakan pelestarian dalam sebuah bangunan cagar budaya. Sasaran tindakan pelestarian dapat berupa bangunan (tangible) maupun non bangunan (intangible). Bangunan cagar budaya yang merupakan objek konservasi mempunyai value yang tinggi dalam proses konservasi, tidak hanya pada objek bangunannya saja namun juga terhadap sejarah, dan peradaban manusia itu sendiri. Bangunan cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah kota Surakarta merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan yang mempunyai nilai arsitektur yang penting dalam perjalanan perkembangan ilmu arsitektur di Indonesia. Seiring perkembangan jaman bangunan-bangunan tersebut akan termakan usia dan mengalami degradasi kualitas material atau bahkan struktur bangunan. Sehingga dirasa perlu dilakukan pendataan atau kajian mengenai tingkat keterawatan bangunan cagar budaya tersebut, harapannya supaya dapat dilakukan langkah perawatan yang tepat guna melestarikan bangunan cagar budaya yang ada di kota Surakarta. Berdasarkan deskripsi diatas, penelitian ini dibuat untuk melihat sejauh mana tingkat keterawatan beberapa preseden bangunan cagar budaya di kota Surakarta.   Kata kunci: konservasi, bangunan cagar budaya, keterawatan, degradasi, cagar buday

    PENERAPAN PROTOKOL PENCEGAHAN COVID-19 DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI

    Get PDF
    Penyebaran virus covid-19 di Indonesia sangat begitu cepat, sehingga pemerintah mengeluarkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona virus dan berupaya untuk menekan penyebaran virus tersebut.  Langkah pencegahan penyebara covid-19 juga dilakukan di bidang jasa konstruksi. Pemerintah melalui menteri PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Masalah yang timbul adalah bagaimana penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam pelaksanaan proyek konstruksi di Surakarta. Penelitian dilakkukan dengan metode deskriptif. Data diambil melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan questioner. Dari hasil analisis didapat bahwa 60% proyek sudah ada satgas covid-19 dan melaksanakan identifikasi potensial bahaya covid-19 di lapangan. Penyediaan fasilitas kesehatan pada tempat pekerjaan konstruksi termasuk dalam kategori baik dengan nilai mean 1,67. Penerapan Pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan konstruksi termasuk dalam kategori baik dengan nilai mean 1,69.   Kata kunci: konstruksi, covid-19, K

    PENGEMBANGAN TRADITIONAL GAME PARK DENGAN KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI DESA SUNYALANGU, BANYUMAS

    Get PDF
    Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memanfaatkan sumber daya alam sebagai pembangunan pariwisata, salah satunya adalah Taman Brilian Angkruk Logawa yang berada di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas. Obyek wisata ini memiliki daya tarik wisatawan karena memiliki konsep untuk menyelamatkan kebudayaan daerah dan mengedukasi masyarakat untuk lebih mengenal permainan tradisional. Dalam merancang Traditional Game Park di Desa Sunyalangu, Banyumas ini, permainan tradisional anak khas Banyumasan menjadi konsep dasar dalam perancangannya.  Konsep yang digunakan mengambil karakteristik dari Panggal, yaitu semacam gasing yang terbuat dari kayu.  Panggal terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, badan, dan kaki.  Hal itu dikaitkan dengan unsur bangunan yaitu kepala sebagai atap, badan sebagai dinding, dan kaki sebagai pondasi. Panggal memiliki karakteristik berputar pada porosnya. Perputaran tersebut menggambarkan sirkulasi pengunjung yang dibuat melingkar sehingga memudahkan akses pengunjung untuk berpindah-pindah secara dinamis.  Untuk menambah daya tarik pengunjung, fasade bangunan dan fasilitas penunjang lainnya menggunakan warna yang cerah dan mencolok. Desain yang dihasilkan selain menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna, juga harus sesuai dengan nilai-nilai dan tradisi yang terkandung di lingkungan masyarakat setempat. Konsep yang diterapkan pada desain bangunan adalah Arsitektur Neo-Vernakular yaitu mendesain bangunan dengan mengambil bentuk dari elemen bangunan yang ada di lingkungan sekitar seperti bentuk atap rumah srotong dengan mengemasnya menjadi lebih modern tanpa mengesampingkan nilai tradisi setempat. Kata kunci : neo-vernakular, permainan tradisional, wisat

    KEBIJAKAN PARIWISATA YANG RESPONSIF DALAM WUJUD PENYEDIAAN SARANA AKSESIBILITAS BAGI WISATAWAN PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA SURAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan yaitu: (i) apakah kebijakan pariwisata di Kota Surakarta sudah memenuhi parameter aksesibilitas bagi wisatawan penyandang disabilitas; dan (ii) bagaimana bentuk ideal kebijakan pariwisata bagi wisatawan penyandang disabilitas di Kota Surakarta. Pemerintah wajib mengimplementasikan asas pembangunan pariwisata dan mengakomodir kebutuhan sarana prasarana aksesibilitas wisatawan penyandang disabilitas, sehingga asas kesetaraan dapat direalisasikan. Sarana aksesibilitas bagi wisatawan penyandang disabilitas di obyek wisata yang ditentukan dalam lokasi studi menjadi parameter mengukur implementasi kebijakan pariwisata Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empirik. Sumber informasi menggunakan data primer (hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dengan stakeholder pemangku kebijakan di Kota Surakarta) selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif. Pendekatan konseptual, digunakan untuk merumuskan bentuk ideal kebijakan pariwisata bagi wisatawan penyandang adisabilitas di Kota Surakarta. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa; (i) kebijakan pariwisata di Kota Surakarta sudah memenuhi parameter aksesibilitas bagi wisatawan penyandang disabilitas, namun penyediaan sarana prasarana di lapangan belum maksimal; dan (ii) bentuk ideal kebijakan pariwisata bagi wisatawan penyandang disabilitas di kota Surakarta dapat diwujudkan dalam bentuk Perda atau Perwali yang responsif terhadap kebutuhan aksesibilitas wisatawan penyandang disabilitas Kata Kunci: aksesibilitas, disabilitas, kebijakan pariwisat

    ANALISIS KEBUTUHAN DAN KAPASITAS AREA PARKIR DI AREAL PERBELANJAAN KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik parkir dalam Mall Solo Square Surakarta. Data yang digunakan adalah data primer yaitu pencatatan waktu masuk dan keluarnya kendaraan. Data sekunder yang dipakai adalah luas areal parkir, tipe parkir, dan kapasitas parkir. Metode yang diterapkan dalam analisis ini adalah dengan malakukan survei langsung di lapangan. Dari data kendaraan dilakukan analisis untuk mendapatkan karakteristik parkir berupa, akumulasi parkir, volume parkir, indeks parkir, tingkat turnover, durasi parkir, kebutuhan ruang parkir. Berdasarkan analisis karakteristik parkir di Mall Solo Square ini yaitu akumulasi maksimum harian tertinggi pada rentang waktu 15 menit untuk mobil sebanyak 595 kendaraan, untuk sepeda motor 758. Rata-rata volume harian untuk mobil adalah 1583 kendaraan, adapun untuk sepeda motor adalah 2381 kendaraan. Indeks parkir maksimum untuk mobil adalah 108,58%, serta untuk sepeda motor adalah 112,40%. Rata-rata tingkat turnover parkir mobil adalah 2,89 kend/hari/ruang, serta untuk sepeda motor adalah 2,14 kend/hari/ruang. Rata-rata durasi parkir harian tertinggi untuk mobil adalah 77,108 menit, serta untuk sepeda motor adalah 70,644 menit. Kebutuhan ruang parkir untuk mobil dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 595 kendaraan dengan luas area parkir 7437,5 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 17432 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Kebutuhan ruang parkir untuk sepeda motor dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 852 kendaraan dengan luas area parkir 1278 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 2365 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil penumpang dan sepeda motor di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Jadi secara keseluruhan area parkir di Mall Solo Square masih mampu memenuhi kebutuhan parkir. Kata kunci: Karakteristik parkir, Kapasitas, dan Kebutuhan Ruang Parki

    ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PROYEK YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL QUEST BY ASTON SEMARANG

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana mengidentifikasi penyebab risiko dalam kegiatan konstruksi pembangunan Hotel Quest by Aston Semarang?, 2) Bagaimana menganalisis risiko-risiko yang paling berpengaruh terhadap kerugian dan keterlambatan proyek pembangunan Hotel Quest by Aston Semarang?, 3) Bagaimana durasi waktu dan penjadwalan pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut?, dan 4) Risiko apa saja yang berpengaruh dan bagaimana cara penanganannya?. Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk mengidentifikasi penyebab risiko dalam kegiatan konstruksi pembangunan Hotel Quest by Aston, 2) untuk menganalisis dan membuktikan risiko-risiko yang paling berpengaruh terhadap kerugian dan keterlambatan proyek pembangunan Hotel Quest by Aston Semarang, 3) untuk menganalisis dan membuktikan peringkat agen risiko apa saja yang paling berpengaruh kemudian memberikan usulan penanganan (aksi mitigasi). Penelitian ini menggunakan dua data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, kuesioner dan studi lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan data literatur dan data proyek. 10 faktor risiko dominan yang berpengaruh terhadap waktu pembangunan proyek Hotel Quest by Aston adalah ketersediaan material, kekurangan tempat penyimpanan material, kekurangan tempat pembuangan sampah material, keterlambatan pengiriman material dari suplier, kenaikan harga material, ketidak jelasan pasal-pasal dalam kontrak, dokumen-dokumen yang tidak lengkap, keterlambatan pembayaran oleh owner, perselisihan antara owner dan kontraktor dan keterlambatan pembayaran pada sub-kon melalui ?kontraktor utama. Saran yang dapat disampaikan adalah memperhatikan dan mencermati keberadaan risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi sehingga dapat diminimalisir. Kata Kunci: Hotel Quest by Aston, waktu pelaksanaan, risiko

    PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DI SIMPUL JALAN: Studi Kasus Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur

    Get PDF
    Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur merupakan bagian jalan yang ada di Desa Ngringo. Pada musim penghujan, di pertemuan ruas Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur sering terjadi banjir. Hal tersebut dikarenakan ketinggian saluran drainase yang ada tidak mampu menampung air hujan yang turun. Keadaan tersebut apabila tidak segera dilakukan tindakan pencegahan atau perbaikan dikhawatirkan akan merugikan masyarakat sekitar. Saluran drainase yang ada pada lokasi studi umumnya adalah saluran buatan masyarakat sekitar yang tidak memperhatikan aspek hidrologi dan hidraulika yang ada. Sehingga pada penelitian kali ini penulis merencanakan kondisi saluran dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh besarnya dimensi saluran dengan rincian Saluran 1 (Sebelah Utara Jalan Raya Terminal Palur) adalah h = 0,70 m; b = 0,9701 m ? 1 m, dan ba = 2,1343 m ? 2,2 m; Saluran 2a (Sebelah Timur Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,6781 m ? 0.70 m; dan ba = 1.4917 m ? 1.5 m; dan Saluran 2b (Sebelah Barat Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,5166 m ? 0.60 m; dan ba = 1,1366 m ? 1,2 m

    BETON MEMADAT SENDIRI RAMAH LINGKUNGAN MENGGUNAKAN LIMBAH SERBUK BETON, LIMBAH SERBUK BATU BATA dan LIMBAH DEBU PEMOTONGAN MARMER

    Get PDF
    ABSTRACT Pertumbuhan dan perkembangan infrastruktur saat ini sangat pesat serta proses produksi semen juga menghasilkan banyak karbondioksida yang berperan penting dalam pemanasan global yang terjadi di dunia ini. Self compacting concrete merupakan salah satu inovasi terbesar yang terjadi di bidang konstruksi, dimana beton ini mempunyai daya kerja yang tinggi tetapi juga tidak mengabaikan kuat tekan. Oleh karena itu, diperlukan material baru yang berkelanjutan untuk menggantikan produksi semen dan substitusi agregat halus baru, tetapi material ini juga diperlukan untuk kemampuan kerja yang diperlukan untuk membuat beton pemadatan sendiri. Konsep Green concrete, pemanfaatan serbuk limbah bata, dan serbuk limbah beton, dapat menjadi solusi untuk menggantikan sebagian semen dan limbah debu marmer juga untuk substitusi agregat halus. Penelitian ini self compacting concrete diperoleh dengan menggunakan (waste marble dust) yang menggantikan substitusi agregat pasir 30%, serta limbah serbuk beton (concrete waste powder), dan limbah batu bata (brick waste powder) yang menggantikan 15%,15%, limbah beton dengan unsur utama kalsium oksida (CaO) dan limbah serbuk batu bata yang memiliki kandungan (SiO) dapat digunakan sebagai bahan tambahan ataupun pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton. bahan inovasi ini dapat mencapai nilai yang tinggi diumur 28 hari mencapai 50 MPa, dan workability self compacting concrete ini juga memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Sehingga mendapatkan kesimpulan dapat menjadi sumber referensi dengan memanfaatkan limbah di Indonesia, mudah didapat, dan efektif.  Kata kunci : Beton memadat sendiri, limbah debu pemotongan marmer, serbuk limbah batu bata , serbuk limbah beto

    KONSEP RUANG BELAJAR ADAPTATIF UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI RESPON TERHADAP PANDEMI: CONCEPT OF ADAPTIVE STUDY ROOM FOR ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN AS A RESPONSE TO PANDEMIC

    No full text
    KONSEP RUANG BELAJAR ADAPTATIF UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI RESPON TERHADAP PANDEMI Febrione Putri Rakhmanty, S.T., M.Sc. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tunas Pembangunan E-mail: [email protected]   Abstrak Setelah lebih dari satu tahun sejak model Pembelajaran Jarak Jauh mulai diterapkan demi pencegahan penyebaran Covid-19 kini mulai terdapat wacana untuk menerapkan model pembelajaran ini secara permanan. Hal yang memicu banyak pro kontra, salah satunya karena tidak semua rumah tinggal memiliki fasilitas yang memadai untuk melangsungkan model pembelajaran ini. Tulisan ini bertujuan untuk memberi masukan mengenai konsep ruang beajar yang adaptatif sebagai fasilitas untuk mendukung pelaksanaan proses PJJ secara maksimal untuk anak sekolah dasar usia 6-12 tahun. metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik penelitian content analysis (analisis isi), dimana penelitian akan menganalisa dokumen-dokumen sekunder baik dalam bentuk tulisan, rekaman suara, maupun rekaman visual, untuk mengetahui kecenderungan pola belajar siswa sekolah dasar sebelum dan pada saat penerapan PJJ, kualitas ruangan yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, serta hal lain terkait pandemi dan social distancing yang dianggap berhubungan dengan masalah utama, hingga akhirnya didapatkan konsep ruang belajar adaptatif sebagai respon terhadap pandemi yaitu (1) Pemberian bukaan untuk memasukkan cahaya dan pertukaran udara secara alami (2) Peletakan ruang adaptatif di tengah rumah agar anak dapat sering berinteraksi dengan keluarga (3) mengatur arah orientasi belajar (4) Memiliki akses langsung ke ruang terbuka dalam rumah (5) Menggunakan material yang beragam. Kata kunci: adaptatif, ruang, anak, belaja

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇