Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
350 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONDISI INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN JALAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN: SYSTEMATIC REVIEW
Kondisi infrastruktur jalan merupakan elemen krusial dalam menjamin sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tantangan dalam penyediaan fasilitas jalan yang sesuai dengan standar keselamatan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis kontribusi berbagai komponen infrastruktur jalan terhadap keselamatan lalu lintas, mencakup geometri jalan, kondisi permukaan perkerasan, kelengkapan marka dan rambu, serta pencahayaan jalan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pendekatan PRISMA, melalui analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa geometri jalan dan pencahayaan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingkat risiko kecelakaan, diikuti oleh kualitas perkerasan, kejelasan marka, dan keterbacaan rambu lalu lintas. Ketidaksesuaian atau kerusakan pada elemen-elemen tersebut dapat menyebabkan kebingungan, keterlambatan respons, dan pengambilan keputusan yang salah oleh pengemudi, terutama pada lokasi rawan kecelakaan. Selain itu, persepsi dan pemahaman pengguna jalan terhadap fungsi dan keberadaan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam efektivitas keselamatan. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan lalu lintas harus dilakukan secara terpadu melalui perencanaan yang berbasis standar teknis dan keselamatan, pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan, edukasi kepada pengguna jalan, serta penerapan prinsip forgiving road dan self-explaining road sebagai pendekatan strategis berbasis bukti dalam menurunkan angka kecelakaan secara berkelanjutan
TATA RUANG RUMAH TRADISIONAL DI KECAMATAN BANYUBIRU, KABUPATEN SEMARANG
Banyubiru is one of the sub-districts in Semarang Regency which is located on the slopes of Mount Telomoyo. Traditional houses in this area especially in Sepakung village and its surroundings, are javanese houses with distinctive characteristics that are different from Javanese houses in other areas, namely a single mass with two or three roof forms extending to back. Inside the house there are still four sakaguru pillars under the main roof. This study aims to reveal the shape of the houses in Sepakung village and its surroundings. We will look at the spatial pattern of the house, to study the extent to which the Javanese house layout pattern is still being applied or not. The method used is descriptive-analytical, which is looking at existing phenomena and then analyzing them by comparing them with the original Javanese house layout. From the observations made, the shape of the traditional house around the village of Sepakung still shows a relationship with the form of a traditional Javanese house (joglo), only the shape is simplified into one mass. The spatial pattern itself shows differences from the original Javanese house layout due to its simplification, such as the phenomenon of senthong Tengah desacralization, positional shift and addition of senthong/bedroom as needed. Despite these differences, there are still characteristics of Javanese spatial planning that are still maintained, namely the construction of the saka guru with its rong-rongan.Banyubiru adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang berada di lereng gunung Telomoyo. Rumah-rumah tradisional di daerah ini khususnya desa Sepakung dan sekitarnya adalah rumah jawa dengan karakteristik khas yang berbeda dengan rumah-rumah jawa di daerah lain yaitu bermassa tunggal dengan dua atau tiga bentuk atap memanjang ke belakang. Di dalam rumah masih terdapat empat sakaguru dibawah atap utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pola tata ruang rumah-rumah tradisional di kecamatan Banyubiru tersebut untuk dikaji sejauh mana pola tata ruang rumah jawa masih diterapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis, yaitu melihat fenomena yang ada dan kemudian dianalisis dengan membandingkannya dengan tata ruang rumah Jawa asli. Dari pengamatan yang dilakukan, bentuk rumah tradisional di sekitar desa Sepakung ini ternyata masih menunjukkan keterkaitan dengan bentuk rumah jawa tradisional yaitu joglo yang lengkap, hanya bentuknya disederhanakan menjadi satu massa. Pola tata ruangnya sendiri menunjukkan perbedaan dengan tata ruang rumah jawa asli akibat adanya penyederhanaan tersebut, seperti adanya fenomena desakralisasi senthong tengah, pergeseran posisi maupun penambahan senthong sesuai kebutuhan penghuni. Walaupun ada beberapa perbedaan tersebut, masih ada ciri khas tata ruang rumah jawa yang masih terjaga, yaitu konstruksi saka guru dengan rong-rongannya
TERAK NON-BESI SEBAGAI TAMBAH SEMEN PORTLAND PADA BETON STRUKTURAL
The degradation in environmental grade and generating concrete with low level of ordinary Portland cement have emerged intention for researchers to produce concrete with slag-based substitutional material. The utilization of slag as a partial substitution of cementitious material in concrete has encountered the need of more sustainable materials in the concrete technology. In contrast, the application of non-ferrous slag (NFS) as substitution of the ordinary Portland cement is not well focused despite the largely global slag deposit and the application in concrete technology. Worldwidely immense deposit of various non-ferrous slag from mining and manufacturing process can be used in generating high performance concrete. On that account, this paper provides a critical review of recent studies concerning the non-ferrous based slag as the substitution of regular Portland cement. Production techniques, properties and the applications of NFS for high strength concrete are also examined. Cement with nickel and copper slag addition with high silica content has the potential to increase concrete durability with proper curing method due to better hydration process and low porosity. The maximum 15% non-ferrous slag addition in total cement weight at high water cement ratio increases concrete compressive strength by up to 30%. Substitution of non-ferrous slag for the ordinary Poertland cement in concrete has great potential to overcome stock waste issues, to reduce carbon dioxide emission and consequently reduce global energy consumption as an environmentally friendly approach.Penurunan kualitas lingkungan dan minimalisasi produksi semen telah memunculkan ide untuk penelitian pembuatan beton dengan bahan substitusi menggunakan terak. Pemanfaatan terak sebagai bahan tambahan pada semen dalam beton telah meningkat tajam dan telah menemukan teknologi terbaru dalam dekade terakhir untuk menjawab kebutuhan material ramah lingkungan/green material. Sebaliknya, penerapan terak non-besi/non-ferrous slag (NFS) sebagai pengganti sebagian komponen semen dalam beton belum berkembang dengan baik meskipun stok terak ini berada dalam jumlah besar disertai dengan kemungkinannya untuk dicampur dalam beton. Stok bahan limbah yang sangat besar di seluruh dunia seperti terak non-besi dari pertambangan dan manufaktur dalam bentuk tembaga, nikel, seng, timah dan fosfor dapat dimanfaatkan dalam memproduksi beton mutu tinggi. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan tinjauan kritis terhadap studi dan pengembangan terak non-besi sebagai pengganti semen dalam beton. Metode pemrosesan, sifat fisik dan mekanis NFS dan penerapannya untuk mendapatkan beton mutu tinggi juga dibahas dalam makalah ini. Tinjauan ini menemukan bahwa beton dengan terak dapat mengurangi hingga separuh emisi CO2 dan menghemat energi sampai dengan 40%. Semen dengan tambahan terak nikel dan tembaga dengan kandungan silika tinggi berpotensi mempertinggi ketahanan beton dengan metode curing yang tepat akibat proses hidrasi yang lebih baik dan porositas rendah. Rasio penambahan optimal sebesar 15% dari berat semen pada faktor air semen tinggi meningkatkan kuat tekan beton hingga 30%. Substitusi terak non-besi pada porsi berat semen dalam beton sangat berpotensi mengatasi masalah penumpukan limbah, mengurangi emisi karbondioksida sehingga mengurangi konsumsi energi global sebagai suatu pendekatan yang ramah lingkungan
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG STEEL PIPE PILE BERDASARKAN DATA KALENDERING DAN PDA TEST (Studi Kasus: Project Strengthening Jetty 1 & Jetty 2 PLH Existing, Desa Paring Lahung, Kec. Montallat, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah)
In the field of construction, particularly in geotechnical engineering, uncertainties in foundation design approaches are frequently encountered. Geotechnical uncertainties, especially in foundation design, pose complex challenges due to the heterogeneous nature of soil and data limitations. Dynamic load testing on pile foundations is an alternative method to static load testing in geotechnical engineering for evaluating pile capacity and behavior. The results of this analysis will be compared to the design capacity of pile foundations in the breasting dolphin structure. This study on a breasting dolphin structure utilizing Steel Pipe Pile (SPP) foundations with a diameter 610 mm. PDA tests were conducted on piles at points G6-23, G7-33, G7-38, and G8-46. The study begins with a literature review to comprehend methods and theories related to pile capacity analysis based on calendaring and PDA testing. Calendaring data were analyzed using empirical methods such as the Hiley Formula to estimate the dynamic bearing capacity of each pile. The pile capacity calculated using the Hiley Formula is generally higher than the results obtained from the Case Method and CAPWAP Analysis. The relationship between pile capacity based on the Hiley Formula (calendaring) and the Case Method (PDA test) yielded a linear regression equation of y = 1.0785x - 983.07 with R² = 0.2385, indicating a weak correlation. Meanwhile, the relationship between pile capacity from the Hiley Formula (calendaring) and CAPWAP Analysis (PDA test) resulted in a linear regression equation of y = -0.006x + 2909.8 with R² = 1×10?¹, indicating almost no linear correlation between the two.Dalam dunia konstruksi khususnya bidang geoteknik sering kali menghadapi berbagai ketidakpastian dan kesalahan pendekatan dalam perencanaan pondasi. Ketidakpastian dalam geoteknik, terutama dalam perencanaan pondasi, merupakan tantangan yang kompleks karena sifat alami tanah yang bervariasi dan keterbatasan data. Pengujian dengan beban dinamis pada tiang pancang menjadi salah satu metode lain selain statik dalam bidang geoteknik untuk menilai kapasitas dan perilaku tiang pancang. Hasil analisis ini akan dibandingkan dengan kapasitas desain rencana tiang pancang pada struktur bresting dolphin. Studi ini ditinjau struktur bresting dolphin yang menggunakan tiang pancang Steel Pipe Pile (SPP) dengan diameter 610 mm. PDA test tiang pancang dilakukan pada titik tiang G6-23, G7-33, G7-38 dan G8-46. Penelitian ini diawali dengan studi literatur untuk memahami metode dan teori terkait analisis daya dukung tiang pancang berbasis kalendering dan PDA test. Data kalendering dianalisis menggunakan metode empiris seperti Hiley Formula untuk memperkirakan kapasitas daya dukung dinamis setiap tiang pancang. Kapasitas dukung tiang yang dihitung menggunakan Hiley Formula umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan Case Methode dan CAPWAP Analysis. Hubungan antara kapasitas tiang berdasarkan perhitungan Hiley Formula (kalendering) dengan hasil dari Case Method (PDA test). Regresi liniernya memiliki persamaan: y = 1.0785x-983.07 dengan R2 = 0.2385 yang artinya hubungan keduanya lemah. Hubungan antara kapasitas tiang berdasarkan Hiley Formula (kalendering) dengan hasil dari CAPWAP Analysis (PDA test) diperoleh regresi liniernya y = -0.006x+2909.8 dengan R2 = 1x10-1 yang artinya hamper tidak ada hubungan linier diantara keduanya
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH KELURAHAN TANJUNG MAS KECAMATAN SEMARANG UTARA
Air merupakan salah satu sumber pokok kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup terutama manusia. Biasanya air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sarana transportasi, maupun kebutuhan untuk keberlangan industri. Kelurahan Tanjung Mas menjadi salah satu daerah pesisir di Kota Semarang. Pertumbuhan kota-kota di wilayah pesisir menyebabkan beberapa permasalahan di masyarakat, terutama kebutuhan air bersih. Sumber mata air dan jaringan pendistribusian air bersih yang kurang memadai disinyalir sebagai faktor utamanya. Tanjung Mas didominasi dari air artesis sebesar 83%. Jumlah penduduk yang juga semakin menurun akibat dari migrasi tiap tahunnnya juga mempengaruhi penggunaan air bersih. Dengan adanya hal tersebut, perlu adanya pengembangan sistem jaringan distribusi dengan bantuan aplikasi Epanet 2.2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Berdasarkan hasil penelitian, kapasitas debit terpasang 14,59 liter/detik masih dapat memenuhi pelanggan. Jumlah kebutuhan air bersih pada kondisi eksisting 2023 yaitu sebesar 6,2 liter/detik dengan jumlah pelanggan sebesar 2.976 SR. Fenomena penurunan jumlah penduduk di Kelurahan Tanjung Mas membuat penelitian ini membuat desain baru dengan mengubah aliran dari IPA Gajah Mungkur ke IPA Kudu
ANALISIS TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) PADA PROYEK RENOVASI RUMAH DINAS KANTOR PELAYAN PAJAK DI KABUPATEN SIKKA
The primary objective of this study is to analyze the domestic content components in the renovation project of the KPP Pratama Maumere official residence. Domestic content is a strategic government policy based on several perspectives. Specifically, this policy is implemented to encourage demand for local products and labor while strengthening the local economic base. This research employs a descriptive quantitative approach to evaluate quantitative data related to materials, labor, and services used in the project. The findings reveal that the final domestic content value percentage (TKDN) for the renovation project of the KPP Pratama Maumere official residence, influenced by the use of local materials, reaches 70.40%. This indicates that the project has exceeded the minimum TKDN threshold of 35%. Thus, no evaluation or financial penalties are required, as these are only applicable if the project fails to meet the established minimum TKDN threshold. The study highlights that material components have the most significant influence on the final TKDN value of this projectTujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis komponen dalam negeri dalam proyek renovasi rumah dinas KPP Pratama Maumere. Komponen dalam negeri merupakan kebijakan strategis pemerintah yang didasarkan pada beberapa perspektif. Secara spesifik, kebijakan ini diimplementasikan untuk mendorong permintaan terhadap produk dan tenaga kerja dalam negeri serta memperkuat basis ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantatif untuk mengevaluasi data kuantitatif terkait komponen material, tenaga kerja, dan jasa yang digunakan dalam proyek ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase nilai akhir TKDN pada proyek renovasi Rumah Dinas KPP Pratama Maumere memiliki dampak dari material lokal yang digunakan mencapai sebesar 70,40% , yang berarti proyek tersebut telah memenuhi batas minimum TKDN sebesar 35%. Dengan demikian, tidak perlukan evaluasi atau sanksi finansial, yang hanya diterapkan jika proyek gagal memenuhi batas minimum TKDN yang telah ditetapkan. dari hasil penelitian, komponen bahan material terbukti memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap nilai akhir TKDN pada proyek ini
Sistematic Literatur Review (SLR) : TINJAUAN REGULASI GLOBAL TERHADAP BAKU MUTU GETARAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI INDONESIA
Transportation modes, whether land, sea, or air, can cause significant vibration impacts that can disturb the surrounding environment. The vibrations caused by the three modes of transportation are ground vibrations that impact people in the environment around the transportation mode. Vibration impacts from these modes of transportation must be controlled through strict regulations for human comfort and health and to maintain the integrity of building structures around the operating area. Indonesia has regulations regarding vibration quality standards regulated in KepMenLH No. 49 of 1996 concerning vibration levels due to facilities and infrastructure for human activities. Various countries also have updated regulations for transportation vibration levels such as Japan, Germany, Australia, and others. The latest transportation vibration quality standard regulations are more comprehensive, making it possible to control vibration impacts more effectively. This research aims to review the regulation of vibration quality standards in Indonesia due to transportation activities with global regulations at both national and international levels. Through comparative descriptive analysis, this research will identify shortcomings in Indonesian regulations and provide recommendations for improvement. The result of this research is that Indonesia's regulations require updating to ensure that the standards used remain relevant and effective in facing future vibration challenges. However, as the majority of countries in the world still use the vibration parameters used in KepMenLH No. 49, these parameters are still sufficient
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENCEMARAN SUMBER DAYA AIR DI WILAYAH SUNGAI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Rivers are an important part of the ecosystems in several countries worldwide. They serve as a vital source of water for drinking, irrigation, and various other purposes. River pollution can lead to serious consequences for both the environment and human health. It can result in the death of aquatic life and render the water unsafe for human consumption. The research analysis was conducted using a literature review based on the factors influencing water resource pollution in river regions. The method used involved identifying the causal factors for scientific examination. The data was then processed using the Publish or Perish and VOS Viewer software. The results of the analysis regarding the number of factors affecting water resource pollution in river regions include the disposal of organic and non-organic waste, liquid waste, and Mandi, Cuci, Kakus (MCK) activities in the river areas. Overall, this systematic literature review provides a comprehensive overview of the factors and types of waste influencing water resource pollution in river regions. The study summarizes existing knowledge and research in this field, offering valuable insights and recommendations for practitioners and researchers involved in water resource pollution studies, especially in river regions. The Systematic Literature Review method presents an important overview of the factors influencing water resources in river regions. By comprehensively reviewing the literature, this journal identifies key factors causing water resource pollution in river environments and the challenges that need to be addressed for their effective implementation.Sungai merupakan bagian penting dari ekosistem beberapa negara di seluruh dunia ini. Sungai merupakan sumber air yang berfungsi sebagai air untuk minum, irigasi, dan penggunaan lainnya. Polusi sungai dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Hal ini dapat menyebabkan kematian kehidupan akuatik dan membuat air menjadi tidak aman untuk dikonsumsi manusia. Penelitian analisis dilakukan dengan menggunakan literature review berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran sumber daya air di wilayah sungai. Metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang akan dikaji secara ilmiah. Setelah itu akan diolah menggunakan perangkat lunak Publish or Perish dan VOS Viewer. Hasil analisis mengenai jumlah faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran sumber daya air di wilayah sungai terdiri dari pembuangan limbah organik maupun non organik, limbah cair dan kegiatan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) di wilayah sungai. Secara keseluruhan, tinjauan literatur sistematis ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor dan jenis-jenis limbah yang mempengaruhi pencemaran sumber daya air di wilayah sungai. Kajian ini merangkum pengetahuan dan penelitian yang ada di bidang ini dan memberikan wawasan serta rekomendasi yang berharga bagi para praktisi dan peneliti yang terlibat dalam penelitian pencemaran sumber daya air khususnya di wilayah sungai. Metode Systematic Literature Review memberikan gambaran penting mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sumber daya air di wilayah sungai. Dengan meninjau literatur secara komprehensif, jurnal ini mengidentifikasi kunci faktor-faktor yang menyebabkan pencemaran sumber daya air pada lingkungan sungai serta tantangan yang perlu diatasi untuk menerapkannya secara efektif
PREFERENSI SPASIAL DAN POSTURAL REMAJA DALAM RUANG GAMING NEIGHBORHOOD
Teenagers' frequent use of social media, especially playing games, can cause a lack of time to interact directly with family or friends. Addiction to games can make teenagers become more closed and reduce the frequency of face-to-face communication so that it can make teenagers alienated from real life in their environment. So the balance of interaction between the digital world in games and the real world is very important. A gaming space that does not accommodate adolescents' activities to play games with friends will lead to a decrease in adolescents' desire to play games with friends face-to-face. Therefore, this study aims to determine the gaming spaces chosen by teenagers, the characteristics of the gaming space desired by teenage neighborhoods and the preferred gaming posture of teenagers. This research uses a qualitative method combined with the calculation of the percentage of category analysis results. The results showed that the space preferences for playing games chosen by teenagers are home, friends' houses, schools, cafes, and internet cafes. The characteristics of the space desired by teenage neighborhoods consist of free space to play games and be with friends, free space for expression and activity, comfortable and quiet space, facilitated space, concentration space, privacy space, inexpensive space. While the posture of playing games that teenagers like when playing games is sitting upright, sitting relaxed, relaxing freely. This research is useful to be the basis for designing gaming spaces and public interaction spaces that can accommodate and encourage the activity of playing games together with teenage neighborhood friends face-to-face, in increasing social interaction.Seringnya remaja menggunakan sosial media khususnya bermain games dapat menyebabkan kurangnya waktu berinteraksi secara langsung baik dengan keluarga ataupun teman. Kecanduan games dapat membuat remaja menjadi lebih tertutup dan berkurangnya frekuensi berkomunikasi secara tatap muka sehingga dapat membuat remaja terasing dari kehidupan nyata di lingkungannya. Maka keseimbangan interaksi antara dunia digital di dalam games dan dunia nyata menjadi sangat penting. Ruang bermain games yang tidak mewadahi aktivitas remaja untuk bermain games bersama teman akan menyebabkan berkurangnya keinginan remaja untuk bermain games bersama teman secara tatap muka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang bermain games yang dipilih remaja, karateristik ruang bermain games yang diinginkan neighborhood remaja dan postur bermain games yang disukai remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dikombinasikan dengan perhitungan prosentase kategori hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi ruang bermain games yang dipilih remaja adalah rumah, rumah teman, sekolah, café, dan warnet. Karakterisitik ruang yang diinginkan neighborhood remaja terdiri dari ruang bebas bermain games dan bersama teman, ruang bebas berekspresi dan beraktivitas, ruang yang nyaman dan tenang, ruang berfasilitas, ruang konsentrasi, ruang privasi, ruang yang murah. Sedangkan postur bermain games yang disukai remaja saat bermain games adalah duduk tegak, duduk santai, santai bebas. Penelitian ini bermanfaat untuk menjadi dasar merancang ruang-ruang bermain games dan ruang-ruang interaksi publik yang dapat mewadahi dan mendorong aktivitas bermain games bersama dengan teman neighborhood remaja secara tatap muka, dalam meningkatkan interaksi sosial
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK LDPE PADA CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL MODIFIKASI PG 70
Pengelolaan limbah plastik di Indonesia merupakan isu penting dalam upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Berdasarkan data tahun 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 25,95 juta ton limbah plastik, setara dengan 15,96% dari total produksi sampah nasional. Limbah plastik menempati posisi kedua setelah limbah organik dalam komposisi sampah di Indonesia. Salah satu upaya pemanfaatan limbah plastik adalah dengan mengintegrasikannya sebagai bahan pengikat dalam campuran aspal beton. Lapisan aspal beton adalah lapisan perkerasan yang langsung menerima beban kendaraan, didesain untuk tahan terhadap perubahan suhu, gaya geser, tekanan vertikal, serta berfungsi sebagai lapisan kedap air. Dalam penelitian ini, limbah plastik jenis Low-Density Polyethylene (LDPE) digunakan setelah melalui proses pencucian, pencacahan, dan pengeringan. LDPE kemudian dicampurkan dengan aspal melalui metode pencampuran basah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan limbah plastik LDPE terhadap kualitas campuran aspal modifikasi, terutama pada aspek stabilitas, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap retak. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter seperti stabilitas, flow, rongga dalam campuran (VIM), rongga antar butir agregat (VMA), serta rongga yang terisi aspal (VFA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai penetrasi aspal modifikasi PG 70 cenderung menurun seiring dengan meningkatnya kadar limbah plastik LDPE, dari 55 cm pada kadar 0% menjadi 44,13 cm pada kadar 6%, yang mengindikasikan peningkatan kekerasan aspal. Titik nyala tertinggi tercapai pada kadar LDPE 6% sebesar 375,67?°C, sementara titik nyala terendah sebesar 367?°C pada kadar 0%, menunjukkan peningkatan keamanan termal. Selain itu, titik lembek tertinggi tercatat pada kadar LDPE 6% sebesar 61,8?°C, sedangkan titik lembek terendah sebesar 52,9?°C pada kadar 0%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan LDPE meningkatkan ketahanan aspal terhadap suhu tinggi dan tetap memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah plastik LDPE dalam campuran aspal dapat menjadi solusi inovatif dalam mengurangi volume limbah plastik sekaligus meningkatkan kualitas perkerasan jalan.
Kata kunci: Limbah Plastik LDPE, Aspal Modifikasi, Aspal Beton, Uji Marshall.Plastic waste management in Indonesia is an important issue in realizing sustainable waste management. Based on data from 2021, Indonesia produces around 25.95 million tons of plastic waste, equivalent to 15.96% of the total national waste production. Plastic waste occupies the second position after organic waste in the composition of waste in Indonesia. One of the efforts to utilize plastic waste is to integrate it as a binder in asphalt concrete mixtures. The asphalt concrete layer is a pavement layer that directly receives vehicle loads, is designed to withstand changes in temperature, shear forces, vertical pressure, and functions as a waterproof layer. In this study, Low-Density Polyethylene (LDPE) plastic waste was used after washing, shredding, and drying. LDPE was then mixed with asphalt through wet mixing method. This research aims to evaluate the effect of LDPE plastic waste addition on the quality of modified asphalt mixture, especially on the aspects of stability, flexibility, and crack resistance. Tests were conducted using the Marshall method to obtain parameters such as stability, flow, voids in the mixture (VIM), voids between aggregate grains (VMA), and voids filled with asphalt (VFA). The test results showed that the penetration value of PG 70 modified asphalt tended to decrease as the LDPE plastic waste content increased, from 55 cm at 0% to 44.13 cm at 6%, indicating an increase in asphalt hardness. The highest flash point was reached at 6% LDPE content of 375.67 °C, while the lowest flash point was 367 °C at 0% content, indicating increased thermal safety. In addition, the highest softening point was recorded at 6% LDPE content of 61.8 °C, while the lowest softening point was 52.9 °C at 0% content. This shows that the addition of LDPE increases the resistance of asphalt to high temperatures and still meets the technical standards set by the 2018 Bina Marga General Specifications. These findings indicate that the utilization of LDPE plastic waste in asphalt mixtures can be an innovative solution in reducing the volume of plastic waste while improving pavement quality.
Keyword: LDPE Plastic Waste, Modified Asphalt, Asphalt Concrete, Marshall Test.