Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA
Peningkatan jumlah lansia dapat menimbulkan berbagai macam masalah, seperti penurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial. Dampak dari perubahan sosial, lansia akan menarik diri dari lingkungan tempat tinggal yang menyebabkan interaksi sosial menurun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif corelatif study dengan pendekatan cross sectional study. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling jumlah sampel 161 lansia dari Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Instrumen yang digunakan pada penelitia ini ada 3 yaitu data demografi, kuesioner interaksi sosial lansia, dan kuesioner kualitas hidup lansia berdasarkan WHOQOL-Bref dalam bentuk skala likert dengan cara wawancara terpimpin kepada seluruh responden yang dibantu oleh enumerator dari tanggal 27 November - 31 Desember 2020. Analisis data yang digunakan ialah Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup (domain kesehatan), kualitas hidup (domain psikosisial), kualitas hidup (domain relasi sosial) lansia (p-value= 0,000) dan tidak ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup (domain lingkungan) lansia (p-value= 0,093). Diharapkan kepada pelayanan kesehatan mampu menjadi fasilitator sehingga terus meningkatkan kesejahteraan lansia melalui program promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA ASMA
Asma bronkialis merupakan penyakit yang ditandai oleh peradangan kronik jalan nafas. Asma termasuk kedalam salah satu dari 4 penyakit tidak menular (PTM) utama yaitu penyakit jantung, kanker dan gangguan pernafasan kronis. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas maupun kuantitas tidur, salah satu diantaranya adalah kecemasan. Semakin berat tingkat kecemasan semakin buruk kualitas tidurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita asma di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik yang dilaksanakan pada tanggal 27 April s/d 11 Mei 2020 di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini seluruh penderita asma yang berjumlah 45 orang. Teknikdalam penelitian ini adalahtotal sampling. Pengumpulandata mengggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil univariat menunjukkansebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki kecemasan berada pada kategori berat yaitu sebanyak 24 responden (53,3%) dan sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki kualitas tidur berada pada kategori buruk yaitu sebanyak 34 responden (75,6%). Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan kecemasan dengan kualitas tidur penderima asma dengan nilai p value 0,000 (p 0,05). Diharapkan kepada penderita asma untuk dapat meningkatkan manajemen kopingnya dengan bantuan keluarga dan petugas kesehatan agar dapat mengurangi kecemasan sehingga akan berdampak pada kualitas tidur yang lebih bai
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM MEMUTUSKAN PENULARAN COVID-19
Peran tenaga kesehatan dalam masalah covid-19 yaitu melakukan koordinasi lintas program di Puskesmas.Tenagakesehatan tentunya dapat memutuskan rantai penularan covid-19 dengan cara meningkatkan pengetahuanbaik secara mandiri maupun bersama teman dalam bekerja. Pengetahuan yang didapatkan tenaga kesehatan tentunya akan berdampak baikpadakepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitiandeskriptif korelasidengandesaincross sectional study.Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh tenaga kesehatan yang berjumlah 89 orang.Adapun teknikpengambilan sampel secara total samplingdimanamengambil keseluruhan dari total populasi sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 orang. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya pada tanggal 15 28 Maret tahun 2021.Hasil penelitian menunjukkanbahwadari 62 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebagian besar yaitu 39 responden (62,9%) patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Adapun dari 21 responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sebagian besar yaitu 19 responden (90,5%) tidak patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Kemudian dari 6 responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang semuanya tidak patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Berdasarkan uji stastistik didapatkanp-value= 0,000 (p 0.05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19.Diharapkan kepadatenaga kesehatanuntukmeningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dengan cara menerapkan protokol kesehatandalam memutuskan rantai penularan covid-19
TUBERKULOSIS PARU DAN PENCEGAHANNYA: LITERATUR REVIEW
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Indonesia berada ditingkat kedua dengan jumlah kasus TB Paru terbanyak di dunia.Kematian akibat TB diperkirakan sebanyak 1,4 juta, ditambah 0,4 juta kematian akibat TB Paru pada orang dengan HIV. Komponen penting dalam pelayanan kesehatan adalah pencegahan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pencegahan penularan tuberculosis paru dari berbagai referensi. Literatur review ini disusun menggunakan sumber yang didapatkan melalui database jurnal seperti ProQuest, ScinDirect, dan bebereapa buku referensi lainnya dengan menggunakan kata kunci tuberculosis paru dan pencegahan. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa dibutuhkan segala upaya yang mengutamakan aspek promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan. TB Paru dapat dicegah dengan beberapa cara yaitu dengan pola hidup sehat, menutup hidung dan mulut apabila penderita batuk atau bersin, memisahkan penderita TB Paru dari orang lain sampai sembuh, memberi pengobatan guna pencegahan penularan, minum obat sesuai anjuran dokter, mendapatkan vaksin Bacillus Calmatte-Gueerin (BCG) pada bayi baru lahir dan memastikan sirkulasi dalam ruangan di rumah harus baik karena kuman TB Paru mudah menyebar dalam ruangan tertutup. Hal ini perlu diperhatikan karena masyarakat umum sangat jarang terpapar informasi mengenai pencegahan TB yang dapat berkontribusi terhadap tingginya angka TB Paru di Indonesia
Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Dalam Kegiatan Posyandu Di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh
Kader posyandu merupakan komponen setral pada pelaksanaan kegiatan posyandu, keikutsertaan dan keaktifannya yang mampu mengajak masyarakat untuk dapat mengikuti kegiatan posyandu. Peran kader sangatlah penting dikarenakan kader bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Apabila kader tidak aktif, maka kegiatan pelaksaan posyandu juga tidak akan menjadi optimal. Peran kader sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan program posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengarui keaktifan kader posyandu di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh 2021. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 di Puskemas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini seluruh para kader posyandu yang sudah terdaftar diwilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng yang berjumlah 69 kader. Teknik dalam penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada pengaruh pengetahuan (p=0,011), sikap (p=0,001) dan motivasi (p=0,000) terhadap keaktifan kaser
PENGETAHUAN IBU TERKAIT STATUS GIZI BALITA DI GAMPONG PANTE GAJAH
Masalah stunting di Indonesia berada pada peringkat ke 4 tertinggi di dunia. Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting yaitu tingkat pengetahuan ibu yang kurang akan pentingnya status gizi balita. Pengetahuan ibu sangat diperlukan agar dapat menyediakan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terkait status gizi. di Gampong Pante Gajah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di Gampong Pante Gajah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen yaitu berjumlah 73 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pengukuran status gizi dengan menggunakan buku registrasi posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu terhadap status gizi balita berada pada kategori baik 82,6%
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DIET HIPERTENSI DI KABUPATEN BIREUEN
Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Berbagai komplikasi dapat terjadi akibat penyakit hipertensi seperti penyakit jantung koroner, stroke, retinopati dan gagal ginjal. Untuk itu, penyakit hipertensi memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Salah satunya yaitu dengan metode diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Pengetahuan keluarga terkait hal ini sangat diperlukan untuk keberhasilan pengendalian tekanan darah penderita hipertensi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi. Jenis penelitian berupa deskriptif dengan desain cross sectional study. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu keluarga dari penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen dan sebanyak 95 responden menjadi sampel melalui metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terdiri dari 30 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga berada pada kategori baik sebanyak 44 reponden (46,3%). Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan edukasi kesehatan secara berkala kepada keluarga tentang pentingnya diet DASH bagi pasien hipertensi
PENGETAHUAN TERAPI FARMAKOLOGI PASIEN PPOK
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan pernapasan bersifat progresif dan irreversible. Penting bagi pasien memiliki pengetahuan akan terapi farmakologi PPOK untuk mengelola penyakitnya agar tetap stabil dan mencegah kecepatan perburukan fungsi paru guna dapat menjalani aktifitas sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap terapi farmakologi PPOK. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Sample penelitian 53 pasien PPOK di poliklinik paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sample ditetapkan dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi adalah pasien rawat jalan. Alat pengumpulan data adalah kuisioner yang mengikuti standar Bristol COPD Knowledge Quitionaire (BCKQ) tentang terapi obat-obatan dalam bentuk skala Guttman yang terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan tentang terapi farmakologi PPOK 41,5% rendah. Pengetahuan jenis obat 26.4% rendah dan sangat rendah, pengetahuan cara penggunaan obat 32.1% cukup tinggi, penegathuan waktu penggunaan obat 37.7% rendah, pengetahuan dosis dan efek samping obat 35,8% rendah, Rekomendasi. Perlu pendidikan kesehatan tentang farmakologi melalui discharge planning efektif kepada pasien PPOK. Dibutuhkan diagnosa keperawatan defisit pengetahuan farmakologi sebagai dasar intervensi pembelajaran pada pasien PPOK dan dievaluasi secara berkala saat pasien dirawat dan waktu pemulangan pasien dari Rumah sakit. Perlu penelitian tentang media pembelajaran yang tepat tentang farmakologi pada pasien PPOK
PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN NERS DI PROVINSI ACEH
Persentase perokok yang berusia diatas 15 tahun di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi. Data merokok tersebut didominasi oleh laki-laki. Perilaku merokok juga ditemukan pada mahasiswa pada bidang kesehatan. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seharusnya mereka menjadirole modelbagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku merokok pada mahasiswa keperawatan laki-laki di Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan jenjang sarjana berjenis kelamin laki-laki di Provinsi Aceh. Jumlah populasi diperkirakan lebih kurang 339 orang yang terdistribusi pada 10 institusi. Besar sampel sebanyak 30% dari populasi, sehingga besar sampel 101 orang. Penentuan sampel menggunakan metodesnow ball. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Semua prosedur dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan prinsip etik penelitian pada subjek manusia, diantaranya Surat lolos uji etik daninformed consent. Metode pengambilan data menggunakan fasilitasGoogle formsebagai bentuk upaya pencegahan penularan Covid-19. Analisis data menggunakan analisis univariat, berupa frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47,6% responden pada penelitian ini berusia 21-25 tahun, sebanyak 68,3% responden masuk ke program sarjana keperawatan dari lulusan sekolah menengah umum/sederajat. Responden yang belum menikah 91,1% dan 54,5% tidak bekerja. Sebanyak 31,7% responden pada penelitian ini merokok, sebanyak 53,1% dari yang merokok menghabiskan 5-8 batang rokok perhari, dan sebanyak 37,5% dari yang merokok memulai merokok pada usia 5-10 tahun. Rekomendasi, kepada institusi pendidikan untuk menggalakkan promosi kesehatan dan program kawasan tanpa asap rokok, sehingga dapat meminimalkan kesempatan para mahasiswa untuk merokok
STUDY DISCOVERY LEARNING MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA MASA PEMBELAJARAN DARING
Discovery Learningmerupakan metode pembelajaran dengan cara menghendaki para peserta didik untuk mengkontruksipengetahuan mereka sendiri, yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu dan pengetahuan yang mereka miliki, minat wirausaha merupakan suatu kesediaan untuk bekerja keras dan tekun untuk mencapai kemajuan usahanya sampai menangung resiko usaha. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran studydiscovery learningmahasiswa dalam meningkatkan minat berwirausaha selama masa pembelajarandaring. Penelitian ini bersifat descriptive dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah kewirausahaan berjumlah 133 mahaiswa dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Instrument pada penelitian ini berbentuk kuesioner dengangoogle form. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sangat berminat berwirausaha berjumlah 67,67%, dengan bidang usaha yang di minati non kesehatan sebesar 69,90% dan jenis usaha makan dan minuman sebesar 48,87%. Diharapkan mahasiswa yang telah lulus sarjana keperawatan dari tahap akademik lebih memiliki minat yang tinggi terhadap bidang usaha kesehatan seperti jasa pelayanan perawatan guna meningkatkan keterampilannya di bidang keperawatan