Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
KUALITAS KINERJA PERAWAT DAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH ACEH
Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan catatan perawat untuk menilai keadaan pasien baik bio-psiko-sosial-spiritual mulai pasien datang ke rumah sakit sampai pulang. Penilaian kinerja perawat pada dokumentasi asuhan keperawatan bersifat objektif yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kinerja perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain cross-sectional study. Jumlah sampel 128 responden dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengukur pelaksanaan pendokumentasian yang dilakukan oleh perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan diruang rawat Rumah Sakit Umum Pemerintah Aceh secara umum berada pada katagori baik (75,71%), yang terdiri dari komponen pengkajian (70,57%), diagnosa keperawatan (94,33%), intervensi (87,59%), implementasi (87,59%) dan evaluasi pendokumentasian (77,30%) berada pada katagori baik. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat mengadakan kegiatan pelatihan pengoptimalan pendokumentasian asuhan keperawatan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien di ruang rawat inap.Kata kunci: Perawat, Kinerja, Asuhan Keperawata
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN POST OPERASI MAYOR DI RUMAH SAKIT MEURAXA
ABSTRAKOperasi mayor merupakan operasi yang melibatkan organ tubuh secara luas dan mempunyai resiko yang tinggi terhadap kelangsungan hidup pasien dan menimbulkan trauma fisik yang luas.Pasca dilakukan operasi khususnya operasi mayor, pasien mengeluh berbagai keluhan, keadaan tersebut akan membuat individu melakukan berbagai usaha untuk meredakan tekanan yang dialaminya, berbagai usaha yang dilakukan individu tersebut dikenal dengan istilah koping.Berbagai faktor mempengaruhi mekanisme koping, salah satunya adalah karakteristik psikologis yang dimiliki oleh seseorang, termasuk didalamnya kecerdasan emosi. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Mekanisme Koping pada Pasien Post Operasi Mayor. Desain penelitian yang digunakana adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. teknik sampling yang di gunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan 49 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan emosi dan kuesioner mekanisme koping pada pasien post operasi mayor. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa p-value = 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari = 0,05, dengan demikian Hipotesa alternatif (Ho) ditolak, artinya ada hubungan kecerdasan emosi dengan mekanisme koping. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi pasien post operasi mayor semakin baik mekanisme koping pada pasien post operasi mayor.Kata kunci: kecerdasan emosi, mekanisme koping, post operasi mayor.ABSTRACTMajor surgery is a surgery that involves a broad body of organs and has a high risk of survival of the patient and causes extensive physical trauma. After surgery, especially major surgery, patients complain with a variety of complaints, the situation will make individuals make various efforts to relieve the pressure they experienced, various efforts by these individuals are known as coping. Various factors affect coping mechanisms, one of which is psychological characteristics possessed by someone, including emotional intelligence. Emotional intelligence is the ability of a person to regulate his emotional life with intelligence, maintaining emotional harmony and disclosure through self-awareness skills, self-control, self-motivation, empathy and social skills. The purpose of this study was to determine the relationship of emotional intelligence with coping mechanisms in major postoperative patients. The research design used was analytic with cross sectional approach. The sampling technique used was Purposive Sampling technique with 49 respondents. The instrument used was an emotional intelligence questionnaire and a coping mechanism questionnaire in major postoperative patients. Correlation test results showed that p-value = 0,000. This value is smaller than = 0,05, thus the alternative hypothesis (Ho) is rejected, it means that there is a relationship between emotional intelligence and coping mechanisms. This study concluded that the higher the emotional intelligence of major postoperative patients the better the coping mechanism in major postoperative patients
MANAJEMEN WAKTU SELAMA PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI KOTAMADYA BANDA ACEH
Manajemen waktu merupakan keterampilan yang idealnya diimplementasikan oleh mahasiswa keperawatan di jenjang perguruan tinggi. Proses belajar selama pandemi covid-19 tentu mempengaruhi kualitas manajemen waktu mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterampilan manajemen waktu pada mahasiswa keperawatan di kotamadya Banda Aceh selama pandemic covid-19 di mana proses pembelajaran dilakukan dengan metoda dalam jaringan (daring). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling, merupakan alat ukur berbentuk kuesioner dengan metode pengumpulan data dengan google form. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang aktif belajar di semester ganjil tahun ajaran 2020 dan mahasiswa tersebut belajar di tingkat S-1 dan D4 di kotamadya Banda Aceh dan bersedia menjadi responden dengan mengisi kuesioner yang disediakan di google form dalam waktu yang ditentukan oleh peneliti sehingga diperoleh sampel sebesar 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan manajemen waktu mahasiswa keperawatan berada pada kategori cukup baik yaitu sejumlah 42 orang (76%). Manajemen waktu merupakan indikator keberhasilan akademik. Dari hasil penelitian disarankan mahasiswa mampu mengatur waktunya dengan baik sehingga akan berdampak pada pencapaian hasil belajar yang maksimal. Kata kunci: Manajemen Waktu, Mahasiswa Keperawatan, Pandemi Covid 19.ABSTRACTTime management is a skill that is ideally implemented by nursing students at the tertiary level. The learning process during the covid-19 pandemic certainly affects the quality of student time management. The aim of this study was to identify the time management skills of nursing students in the municipality of Banda Aceh during the covid-19 pandemic where the learning process was carried out using online method. The type of the research was descriptive exploratory with a cross sectional study design. The sampling technique in this study used simple random sampling, which is a measuring instrument in the form of a questionnaire with data collection methods using google form. The population in this study were all nursing students who were actively studying in the odd semester of the 2020 academic year and these students studied at the S-1 and D4 levels in the Banda Aceh municipality and were willing to become respondents by filling out the questionnaire provided on google form within the time determined by the researchers so that obtained a sample of 55 people. The results showed that the time management of nursing students was in the quite good category i.e. 42 people (76%). Time management is an indicator of academic success. From the research results, it is recommended that students be able to manage their time well so that it will have an impact on the achievement of maximum learning outcomes.Keywords: Time management, nursing students, covid-19 pandemic
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GIZI SEIMBANG DI KOTA BANDA ACEH
Pemenuhan nutrisi di masa balita sangat penting karena usia balita merupakan usia golden age. Sepertiga anak balita di dunia mengalami masalah malnutrisi seperti stunting, wasting, hingga berat badan berlebih. Asupan gizi yang tidak terpenuhi dengan baik, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak saja, namun juga dapat mempengaruhi kecerdasan anak serta mengakibatkan kurang produktifitas dimasa dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang pada balita di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak usia 1-5 Tahun yang ada di Kota Banda Aceh dan sebanyak 106 responden menjadi sampel melalui metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terdiri dari 30 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berada pada kategori tinggi (70%) responden. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk dapat memotivasi keluarga agar dapat menyajikan makanan dengan gizi seimbang kepada anggota keluarga.Kata kunci: keluarga, gizi seimban
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BULUKUMBA
Stunting mempengaruhi sekitar 165 juta anak usia dibawah 5 tahun di Negara dengan berpenghasilan rendah dan menengah. Dampak utama dengan adanya stunting di masa kanak-kanak dapat diklasifikasikan dalam hal mortalitas, morbiditas, penurunan mental dan intelektual. Hasil merugikan yang penting dalam kehidupan dewasa, seperti ukuran tubuh, prestasi kerja, kinerja reproduksi, dan risiko tertular penyakit kronis, juga terpengaruh oleh pertumbuhan masa kanak-kanak. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting salah satu factor penting adalah factor genetic. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini menggunkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden yang diambil dengan metode Probability Rando Sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan a (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi badan ayah didapatkan nilai (p=0.001) maka H0 ditolak dan Ha di terima dan tinggi badan ibu didapatkan nilai (p=0.002) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan tinggi badan orangtua dengan kejadian stunting pada balita di Desa Taccorong Kab. Bulukumba. Disarankan agar kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sabagai bahan bacaan serta referensi bagi mahasiswa yang meneliti terkait variable yang sama.Kata Kunci: Tinggi badan, orang tua, kejadian stuntingABSTRACTStunting affects an estimated 165 million children under 5 years of age in low and middle income countries. The main impact of stunting in childhood can be classified in terms of mortality, morbidity, mental and intellectual decline. Adverse outcomes that are important in adult life, such as body size, work performance, reproductive performance, and the risk of contracting chronic diseases, are also affected by childhood development. Some of the factors that can influence the occurrence of stunting, one of the important factors is genetic factors. The purpose of this study was to determine the relationship between the height of the parents and the incidence of stunting. This research method used an analytic observational design with a cross sectional approach. The sample in this study were 38 respondents who were taken by the Probability Command Sampling method with simple random sampling technique. Data analysis in this study used the chi square test with a significant level of a (0.05). The results of this study indicate that the father's height has a value (p = 0.001), then H0 is rejected and Ha is accepted and the mother's height has a value (p = 0.002) then H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion in this study is that there is a relationship between parents' height and the incidence of stunting in children under five in Taccorong Village, Kab. Bulukumba. It is suggested that the results of this study can be used as reading material as well as a reference for students who are researching the same variables.Keywords: Parents', height, stunting event
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN PABRIK BATU DI PT. NUGRAHA KARYA PRATAMA KABUPATEN BULUKUMBA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental dengan pendekatan One Group Pre Test-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan sebanyak 65 orang. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik Sampling menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji Marginal Homogienity Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan proporsi sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan atau dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba. Dibuktikan dengan nilai p 0,002 (p0,05).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba
STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA KUSTA
Penyakit kusta (Morbus Hansen) merupakan penyakit yang ditakuti oleh masyarakat sampai saat ini, baik keluarga, termasuk sebagian dari petugas kesehatan, yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan yang keliru terhadap penderita kusta dan kecacatan yang terjadi. Dampak negatif dari segi sosial yang menjadi sumber permasalahan kehidupan penderita kusta yaitu kecacatan pada tubuh penderita yang membuat sebagian besar masyarakat merasa jijik menyebabkan penderita dijauhi, dikucilkan oleh masyarakat serta timbulnya tindakan diskriminasi dan penderita sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma masyarakat pada penderita kusta di Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, populasi pada penelitian ini sebanyak 200 orang dan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 200 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari konsep Scheid dan Bown 2010. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa stigma masyarakat negatif sebanyak 127 orang (63,5 %). Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan edukasi/informasi bagi masyarakat mengenai penyakit kusta sehingga dapat mengubah stigma yang tidak baik bagi penderita kusta.Kata kunci: stigma masyarakat, kusta.ABSTRACTLeprosy (Morbus Hansen) is a disease that is feared by the community until today, both by patients families, and some of health workers. This problem is caused by lack of knowledge and mistaken beliefs about leprosy and the physical defect that occurs. The negative impact from social aspect that the sufferers got from the environment was caused by the flawed in their body affected by this illness. Therefore, some people feel disgusted and tend to ostracize the patients of the community. Also, they faced the emergence of discrimination and difficult to find work. This study aims to determine the community stigma towards lepers in Tanah Pasir District, North Aceh Regency. This research was analytical quantitative with a cross-sectional approach, the population was 200 people. the sampling technique applied was total sampling with 200 people was taken as sample. Data was collected through interviews using a questionnaire developed from the 2010 Scheid and Bown concepts. Data processing was conducted by using frequency distribution. The results showed that the negative stigma was gathered from 127 people (63,5%). It is recommended to health service providers to be able to provide education/information for the community regarding leprosy so that it can change the negative stigma which was not good for lepers.Keywords: community stigma, leprosy
GAMBARAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE 2
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan faktor resiko terjadinya berbagai penyakit vaskular pada laki-laki dan perempuan. Komplikasi DM ini berhubungan dengan disfungsi makrovaskular dan mikrovaskular. Diagnostik dini sangat penting untuk menilai penyakit vaskular perifer, pengukuran nilai ankle brachial index (ABI) merupakan salah satu tindakan non invasif untuk untuk menilai resiko penyakit vaskular perifer dalam perawatan primer. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran nilai ABI pada pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu descriptif quantitatif. Total sampel dalam penelitian ini adalah 35 pasien DM Tipe 2. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nilai ABI pada pasien DM Tipe 2 tergolong kedalam katagori gangguan sirkulasi ringan yaitu pada ekstremitas kiri, responden yang mengalami gangguan sirkulasi ringan sebanyak 26 orang (74.30 %), pada ekstremitas kanan, responden yang mengalami gangguan sirkulasi ringan sebanyak 28 orang (80 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai ABI antara lain lama menderita diabetes, riwayat hipertensi, peningkatan HbA1c, serum kreatinin dan riwayat retinopati. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi paisien DM Tipe 2 agar melakukan pemeriksaan ABI secara rutin untuk mendeteksi dini gangguan pembuluh darah pada ekstremitas serta sebagai pencegahan terhadap resiko kaki diabetik.Kata kunci: pergerakan sendi ekstremitas bawah, ankle brachial index(ABI), DM Tipe 2
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA MENSTIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL TODDLER DI ACEH BESAR
Toddler di Indonesia tercatat dalam jumlah besar. Tumbuh kembang toddler perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional study. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan dengan kemampuan keluarga dalam stimulasi perkembangan psikososial toddler di Kuta Malaka Aceh Besar. Populasi penelitian keluarga dengan toddler. Sampel penelitian keseluruhan populasi keluarga dengan toddler, 60 keluarga (total sampel). Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui presentase tiap-tiap variabel dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat 88,3% keluarga memahami pendidikan kesehatan, kemampuan kognitif keluarga 78,3% mampu, kemampuan psikomotor keluarga 83,3% mampu. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kemampuan kognitif keluarga (p value 0,05). Ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kemampuan psikomotor keluarga (p value 0.05). Rekomendasi penelitian ini dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat efektifitas pendidikan kesehatan terhadap stimulasi perkembangan toddler, dilanjutkan penelitian intervensi untuk melihat pengaruh antara intervensi yang diberikan dengan perkembangan toddler.Kata kunci: psikososial, toddler, stimulasi
Empowerment of pregnancy care for pregnant women: A concept Analysis
Pregnant woman may experience physical discomfort related to pregnancy course as well as the first pregnancy woman that requires them to have empowerments while performing pregnancy care. The empowerment can lead women to enhance ability in caring herself and increasing decision making ability to determine the need of care. This study aim to explore the concept of empowerment in pregnancy care since the concept has not been adequately defining. The method of literature review from books and articles was performed from CINAHL, Sciendirect, and Pubmed with key words such as empowerment, pregnant women, and pregnancy resulted to fifteen related articles which were used to explore the concept based on Walker and Avant (2005) approach of analysis. The result of study yielded four defining attributes of empowerment in pregnancy care including self awareness, competency of knowledge/ skill, ability to take action, and interpersonal relationship. The antecedents including support, personal growth/ experience, and desirable to involve. While the consequences such as being confidence, decision making power, and sense of freedom. The constructions of cases (model, borderline, and contrary) and empirical reference were presented for demonstrating attributes and assessing the existences the concept of empowerment in pregnancy care..Key words: Empowerment, Pregnancy, Concept Analysi