Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI ACEH
Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan pelayanan kesehatan rutin salah satunya kegiatan imunisasi dasar lengkap. Hal ini dapat dibuktikan dari kepatuhan imunisasi di Aceh yang masih berada pada kategori rendah dengan capaian hanya 23,76%. Kepatuhan pemberian imunisasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti disebutkan dalam Health Belief Model yaitu faktor modifikasi, persepsi dan kemungkinan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar lengkap pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian berupa deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua Baduta di wilayah kerja Puskesmas Peusangan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 104 orang, dilakukan dengan cara survey. Hasil menunjukkan bahwa faktor modifikasi (pengetahuan) responden yang dikategorikan baik (51,9%), persepsi responden dikategorikan kurang (53,8%), dan kemungkinan tindakan responden dikategorikan kurang (61,5%). Direkomendasikan kepada petugas Puskesmas Peusangan untuk memberikan edukasi dan promosi terkait imunisasi sejak dari masa kehamilan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, persepsi dan tindakan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN BAYI OLEH IBU DI KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH
Pemberian makanan bayi harus diberikan secara bertahap sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling berperan dalam mempengaruhi perilaku ibu, karena ibu akan melakukan suatu hal yang baik apabila ibu memiliki pengetahuan yang baik pula tentang hal tersebut dan selanjutnya masuk ke tahap mampu untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku pemberian makanan bayi oleh ibu di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah anak usia 2 sampai 5 tahun dan ibunya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode nonprobability sampling dengan cara proportional sampling menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah sampel 102 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan metode wawancara terpimpin melalui telepon. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berada pada kategori baik (82,4%), perilaku pemberian makanan berada pada secara umum pada kategori kurang baik (56,9%), berbeda dengan hasil subvariabel perilaku yang terdiri dari perilaku pemberian IMD (inisiasi menyusui dini) baik (80,4% ), perilaku pemberian ASI eksklusif (55,9% = baik), perilaku pemberian MP-ASI (54,9%= baik), dan perilaku meneruskan ASI sampai usia 24 bulan (59,8%= baik). Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian makan pada bayi khususnya ASI eksklusif, MPASI yang benar dan melanjutkan pemberian ASI sapai usia 24 bulan dengan melakukan penyuluhan dan home visit
PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT BANDA ACEH
Kepemimpinan merupakan keterampilan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya kemampuan yang dimiliki. Cara seseorang memanfaatkan kemampuan yang tersedia untuk memimpin orang lain disebut dengan gaya kepemimpinan.Perawat pelaksana memiliki harapan yang tinggi terhadap kepemimpinan kepala ruang untuk meningkatkan kualitas kinerja mereka, namun persepsi perawat terhadap tindakan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh kepala ruang tidak begitu memuaskan. Hal tersebut dikarenakan kepala ruang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugas manajemen dibandingkan membimbing atau menginspirasi perawat agar memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat pelaksana terhadap gaya kepemimpinan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit Banda Aceh. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain cross-sectional study. Jumlah sampel 87 responden dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengidentifikasi persepsi perawat terhadap gaya kepemimpinan kepala ruang dengan pelaksanaan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan diruang rawat Rumah Sakit Banda Aceh telah dilaksanakan (85,21%) yang terdiri dari komponen pengkajian (77,60%), diagnosa keperawatan (94,33%), intervensi dan implementasi (88,34%) dan evaluasi pendokumentasian (77,30%) telah dilakukan atau terlaksana dengan baik. Diskusi: pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan di ruang rawat inap rumah sakit sudah terlaksana dengan baik dan memenuhi standard operasional prosedur dimana saat asuhan keperawatan dilakukan oleh perawat telah mendapat bimbingan, arahan dari kepala ruang dengan gaya kepemimpinan yang baik sebagai tempat untuk berdiskusi, mengklarifikasi informasi dan memperbaharui data sesuai dengan yang asuhan keperawatan. Saran: diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan terutama pihak rumah sakit untuk dapat mengadakan kegiatan pelatihan penguatan pemahaman kepemimpinan bagi kepala ruang di rumah sakit
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANAK DAN LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA
Bullying dikalangan anak sekolah merupakan sebuah fenomena yang sudah lama terjadi dan masalah serius yang membutuhkan perhatian. Bullying disekolah biasanya terjadi akibat kurang atau tidak adanya pengawasan. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik anak dan lingkungan keluarga dengan perilaku bullying pada siswa SMP3 Negeri Tanah Tamboe Aye Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 28 Mei 2021 di remaja SMPN 3 Negeri Tanah Tamboe Aye. Populasi dalam penelitian ini seluruh seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 135 siswa. Teknik dalam penelitian ini adalah proportional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil univariat menunjukkan sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki perilaku bullying berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 36 responden (57,1%), karakteristik anak berada pada kategori buruk yaitu sebanyak 36 responden (57,1%) dan memiliki lingkungan keluarga yang baik yaitu sebanyak 37 responden (58,7%). Analisa bivariat menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin dengan perilaku bullying dengan nilai p value 0,911 (p lt;0,05), tidak ada hubungan karakteristik anak dengan perilaku bullying dengan nilai p value 0,069 (p lt;0,05) dan ada hubungan lingkungan keluarga dengan perilaku bullying dengan nilai p value 0,014 (p lt;0,05)
HUBUNGAN KETERSEDIAAN APD DAN PENGETAHUAN TERHADAP KECEMASAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19
Sekarang ini dunia sedang mengalami wabah Pendemi COVID-19 yang menyebar keseluruh negara. Kejadian kasus Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari sehingga petugas kesehatan sebagai garis depan semakin tertekan karena meningkatnya beban kerja, mengkhawatirkan kesehatan mereka, dan keluarga berujung padai peningkatan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecemasan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19 di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh petugas kesehatan yang berjumlah 57 orang. Teknik dalam penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Rancangan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada hubungan APD (p=0,000) dan pengetahuan (p=0,022) dengan Kecemasan pada Tenaga Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Covid-19. Diharapkan kepada tenaga kesehatan utk meningkatkan kepatuhan dalm menggunakan APD dan harus menguasai pedoman terkait cara penggunaan APD. Serta tenaga kesehatan juga diharapkan dapat memperdalam pengetahuan, memperkuat sikap, serta meningkatkan kepatuhan dalam perilaku pencegahan infeksi COVID-19 saat bekerja
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL: LITERATURE RIVIEW
Hampir seluruh negara didunia mengalami Pandemi COVID-19, menyebabkan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 menjadi sangat penting dilakukan. Tulisan ini merupakan hasil telaah secara kritis beberapa jurnal publikasi yang menitik beratkan pada faktor-faktor yang berkontribusi dengan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan Health Belief Model dengan menggunakan metode sistmatik review dan narrative summary. Sumber yang digunakan sebanyak 10 Jurnal publikasi yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yaitu jurnal publikasi full text dalam bahasa Inggris mulai dari tahun 2020 sampai tahun 2021. Analisis dan sintesis berbagai sumber tersebut menghasilkan informasi yang relevan. Hasil menunjukkan HBM efektif untuk memprediksi perilaku pencegahan COVID-19. Komponen dari HBM memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan COVID-19 baik yang bersifat positif atau negatif. Komponen yang signifikan dapat memprediksi perilaku pencegahan COVID-19 pada kelompok usia dewasa adalah self-efficacy, perceived barrier dan perceived benefit. Pada kelompok remaja, komponen yang paling kuat memprediksi perilaku pencegahan COVID-19 adalah self-efficacy. Disarankan bagi petugas kesehatan dalam upaya meningkatan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat untuk memperhatikan setiap komponen HBM khususnya perceived benefits, perceived Barrier, dan self-efficacy
Pengaruh Pemberian Dark Chocolate Terhadap Skala Nyeri Menstruasi (Dismenorea Primer) Pada Remaja Putri
Dismenorea dapat dikurangi atau dicegah dengan mengkonsumsi coklat karena dapat meningkatkan kadar esterogen yang nantinya dapat memicu lepasnya prostaglandin. Remaja putri di desa alue padee mengalami nyeri menstruasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan dalam kegiatan lainnya sehingga untuk mengurangi nyeri menstruasi dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dark chocolate terhadap skala nyeri saat menstruasi pada remaja putri di desa Aluee Padee Kabupaten Aceh Barat Daya. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan penelitian adalah pretest-posttest control group design dengan populasi sebanyak 80 remaja putri dan sampel sebanyak 30 responden. Teknik sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 05 April Tahun 2021. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri menstruasi sebelum diberikan dark chocolate yaitu 4,07 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 0,640. Sedangkan nilai rata-rata skala nyeri menstruasi setelah diberikan dark chocolate yaitu 3,00 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 0,743. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai P value 0,014 yang artinya ada pengaruh nyeri menstruasi sebelum dan setelah diberikan dark chocolate pada remaja putri di Desa Alue Padee Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2021. Disarankan bagi remaja putri saat menstruasi dapat melakukan terapi pengurangan nyeri dengan dark chocolate
KNOWLEDGE LEVEL OF ACEHNESE'PREGNANT WOMEN TOWARD PREECLAMPSIA IN COMMUNITY HEALTH CENTER IN BANDA ACEH, INDONESIA
Preeclampsia is the second leading cause of death in the world after bleeding problem in pregnancy and childbirth course. In Indonesia, approximately 305 deaths of women from 100.000 live births occurred with preeclampsia as one of causes. Knowledge of preeclampsia is very important to be known by women for increasing their alertness and ability in caring pregnancy as well as taking preventive measures of preeclampsia. This study aims to identify the level of knowledge of pregnant women toward preeclampsia in working area of community health center in Banda Aceh. This is a descriptive exploratory research with a cross sectional design. The data collection using a questionnaire that is distributed through google form which covered definition, risk factors, complications and prevention of preeclampsia and analyzed with computer software. The result of study showed 56 (52.0%)of respondents had a good knowledge of preeclampsia, 32 (30.0%) of respondents had a sufficient knowledge of preeclampsia and 20 (18.0%) of respondents had a less knowledge of preeclampsia with a total of 108 respondents of this study. The study also revealed as many as 45 (41.7%) respondents had a sufficient knowledge about definition of preeclampsia and 54 (50.0 %), 56 (51.9%) and 76 (70.4%) of respondents had a good knowledge of risk factors, complications, and prevention of preeclampsia, respectively. It is hoped that health professionals will always provide continuous preeclampsia education that further increases ability of pregnant women in caring pregnancy without complication from preeclampsia
PERILAKU MEROKOK DAN TINGKAT KECEMASAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Di Indonesia jumlah remaja yang merokok terus bertambah. Perokok memiliki risiko tinggi terpapar berbagai penyakit termasuk COVID-19. Paparan COVID-19 menyebabkan kecemasan pada remaja.Penelitian inibertujuanuntukmengidentifikasi perilaku merokok dan tingkat kecemasan pada remaja selama masa pandemi COVID-19 di Sekolah Menengah Atas.Jenispenelitian ini bersifatdeskriptifdenganpendekatancross sectional studyyang dilakukan padasiswadi sebuah sekolah menengah atas di Provinsi Aceh. Metode pengambilan sampel adalahtotal sampling,melibatkansebanyak 193 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesionerdariGlobal Youth Tobacco Survey(GYST) danHamilton Rating Scale for Anxiety(HRS-A).Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara online.Hasil penelitian menunjukkan sebagian kecil (29,5%) remaja merokok dan kebanyakan (73,6%) tidak merasa cemas selama pandemi COVID-19.Covid-19 tidak meningkatkan prilaku merokok dan kecemasan remaja. Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan promosi kesehatan terkaitbahayanya perilaku merokok dan informasi mengenai COVID-19 kepada remaja
KEPATUHAN LANJUT USIA TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH
Corona Virus Disease 19 (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi di dunia, karena penyebaran virus ini sudah mencapai diseluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat dengan persentase angka kematian terbesar terjadi pada kelompok lansia. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena COVID-19 sehingga diperlukan penerapan kebijakan pencegahan penularan COVID-19 dengan cara patuh protokol kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepatuhan lanjut usia terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Kota Banda Aceh. Jenis desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Kota Banda Aceh sebanyak 13.979 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 374 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan lansia terhadap protokol kesehatan COVID-19 yang dimodifikasi dari Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang terdiri dari 24 item pertanyaan dalam bentuk skala Guttman. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terpimpin. Hasil penelitian didapatkan bahwa lansia yang memiliki kategori kepatuhan rendah terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 109 (29,1%) orang, kategori kepatuhan sedang terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 126 (33,7%) orang, dan kategori kepatuhan tinggi terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 139 (37,2%) orang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada lansia untuk dapat mempertahankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19 dan bagi petugas kesehatan untuk dapat melakukan edukasi terkait protokol kesehatan COVID-19 saat kegiatan posyandu lansia