Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
TINGKAT KEPATUHAN MAHASISWA KEPERAWATAN TERHADAP PROGRAM 5M DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID
Mahasiswa merupakan salah satu populasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bisa lebih disiplin terhadap protokol kesehatan. Peran mahasiswa sebagai generasi muda sangatlah penting dalam mendukung dan mematuhi program 5M sebagai upaya dalam mencegah penyebaran serta memutus mata rantai penularan covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan mahasiswa keperawatan terhadap program 5M dalam menghadapi pandemi covid. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif, menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 233 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan teknik proportionate random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam bentuk google form. Penelitian ini menggunakan analisa univariat distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan mahasiswa keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala berada pada katagori baik yaitu sebanyak 129 orang (55,4%). Diharapkan kepada pihak fakultas dan universitas untuk terus dapat memberikan edukasi terkait program 5M dalam menghadapi pandemi covid
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin pada ibu hamil yaitu faktor langsung meliputi konsumsi tablet Fe, status gizi ibu hamil, penyakit infeksi, dan perdarahan. Sedangkan faktor tidak langsung meliputi frekuensi ANC, umur ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Desain penelitian menggunakan Cross sectional dengan populasi sebanyak 51 responden dan sampel sebanyak 51 responden menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Maret s.d 30 April tahun 2021. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu (P = 0,019), konsumsi tablet Fe (P = 0,046), status gizi ibu hamil (P = 0,011), frekuensi ANC (P = 0,042), umur ibu (P = 0,012), pendidikan ibu (P = 0,001) dan paritas (P = 0,046), dengan kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Kesimpulan adalah pengetahuan ibu, konsumsi tablet Fe, status gizi ibu hamil, frekuensi ANC, umur ibu, pendidikan ibu dan paritas menjadi faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin (HB) pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Disarankan bagi puskesmas dapat meningkatkan KIE bagi ibu hamil tentang jumlah dan cara yang benar mengkonsumsi tablet Fe
HUBUNGAN PERILAKU IBU HAMIL TENTANG POLA DIIT 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (1000 HPK) DENGAN PENCEGAHAN STUNTING
Kekurangan gizi kronis pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat menyebabkan kegagalan tumbuh pada anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku ibu hamil tentang pola diit 1000 HPK dengan pencegahan stunting di Poliklinik Kebidanan Rumah sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada tanggal 15 s/d 23 Juni 2021. Populasinya yaitu ibu hamil yang memeriksakan kehamilan ke Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh selama 6 bulan terakhir yang berjumlah 367 orang. Pegambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu sebanyak 79 responden. Teknik analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan pada variabel pengetahuan dan tindakan tentang pola diit 1000 HPK dengan pencegahan stunting, dimana nilai p-value masing-masing yaitu 0,008, dan 0,000, sedangkan untuk variabel sikap tentang pola diit 1000 HPK tidak ada hubungan dengan pencegahan stunting dengan nilai p-value 0,159. Secara umum dapat disimpulkan terdapat hubungan perilaku tentang pola diit 1000 HPK dengan pencegahan stunting (nilai p-value 0,010). Harapannya tenaga kesehatan terus mensosialisasikan gizi seimbang ibu hamil dan upaya-upaya pencegahan stunting yang dapat dilakukan oleh ibu hamil
HUBUNGAN MOTIVASI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi terjadinya DM adalah pola makan yang tidak sehat dimana mereka cenderung terus-menerus mengkonsumsi karbohidrat dan makananan sumber glukosa secara berlebihan. Penatalaksanaan DM terdiri dari 4 pilar yang salah satunya adalah terapi nutrisi medis (diet). Faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet diantaranya adalah motivasi dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di Desa Sangso Kecamatan Samalanga tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik yang dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 22 Juni 2021 di Desa Sangso Kecamatan Samalanga. Populasi dalam penelitian ini penderita DM di Desa Sangso sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ada hubungan motivasi (p=0,009) dan dukungan keluarga (p=0,018) dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di Desa Sangso Kecamatan Samalanga. Diharapkan kepada penderita diabetes melitus terutama yang sudah lansia untuk menjaga pola makan agar kondisi gula darah menjadi stabil dan penderita DM memiliki kualitas hidup yang lebih baik
TINGKAT STRES MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19
Sejak adanya wabah COVID-19, aktivitas perkuliahan dilakukan secara daring untuk mencegah penyebarannya. Sistem perkuliahan daring merupakan suatu aktivitas belajar mengajar jarak jauh secara online dengan menggunakan teknologi. Perubahan sistem perkuliahan ini dapat mengakibatkan stres baik bagi dosen, mahasiswa, maupun staf pendidikan jika tidak mampu beradaptasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang mengikuti proses perkuliahan secara daring selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan melalui survey online pada 320 responden dengan menggunakan 2 kuesioner (data demografi dan DASS 21). Hasil analisa data menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat stres pada kategori normal (45.31%). Walaupun demikian, proses perkuliahan melalui daring memiliki kendala yang dihadapi mahasiswa, sehingga disarankan untuk memodifikasi metode perkuliahan daring agar kendala dapat teratas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 DI BANDA ACEH
Wabah penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi global akibat penyebarannya yang sangat cepat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pengembangan vaksin COVID-19 menjadi upaya besar dalam memerangi pandemi COVID-19. Provinsi Aceh menjadi provinsi yang paling rendah tingkat penerimaan vaksin COVID-19 dari semua provinsi di Indonesia. Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/ penularan COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok ( herd immunity ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi COVID-19 di Kecamatan Kuta Alam kota Banda Aceh 2021. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesma Kuta Alam yaitu sebanyak 109 orang. Teknik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan 3 poin skala Likert yang membuka 30 pertanyaan. Analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 5 faktor penerimaan vaksinasi (akses, keterjangkauan, kesadaran, penerimaan, dan aktivasi) faktor yang paling berpengaruh adalah faktor kesadaran (70,6%), keterjangkauan (68,8%) dan penerimaan (64,2%) serta faktor yang kurang berpengaruh yaitu faktor aktivasi (57,8) dan akses (51,4). Hal ini dilakukan bahwa promosi kesehatan dan edukasi terhadap masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi banyaknya berita hoax yang beredar negatif dimasyarakat sehingga masyarakat memiliki stigma tentang vaksin COVID-19
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI KOTA BANDA ACEH
Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat setiap tahunnya. Kualitas hidup penderita diabetes mellitus menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan kualitas hidup diperlukan self efficacy yang baik. Self efficacy adalah keyakinan yang dimiliki oleh lansia terhadap kemampuannya untuk melakukan pengelolaan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif correlative menggunakan desain cross sectional study dengan populasi berjumlah 7.365 lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF yang dilakukan dengan wawancara terpimpin. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan self efficacy baik (79,9%) dan kualitas hidup baik (96,8%) sehingga ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia dengan diabetes mellitus (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar terus memberikan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus, sehingga dapat meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup serta kesehatan lansia
DEMAND TERHADAP PELAYANAN POLIKLINIK DI RUMAH SAKIT TK. II ISKANDAR MUDA BANDA ACEH
The growth of hospitals in Indonesia is currently very fast, this has resulted in competition between hospitals which has become increasingly fierce against public demand. One of the TNI-owned hospitals in Aceh Province is the Iskandar Muda TK.II Hospital, where currently the number of patient visits at the Iskandar Muda Kindergarten Polyclinic has decreased by around 4,634 in 2019. The purpose of this study is to find out more about demand. to services at the TK.II Iskandar Muda Hospital Banda Aceh polyclinic. The method in this study was an analytic survey with a cross sectional design, the number of samples in this study was 397 samples with accidental random sampling technique. The results of this study indicate that low demand (3 times) is 80.1% higher than the high demand (3 times) 19.9% at Iskandar Muda Kindergarten Hospital, Banda Aceh. The results of the bivariate analysis showed that the factors related to service demand in the polyclinic of Iskandar Muda Kindergarten Hospital Banda Aceh were BPJS PBI health insurance (OR = 2.9, 95% CI = 1.7-5.02, P-value = 0.0001), waiting time (OR = 2.3, 95% CI = 1.4-3.8, P-value 0.001), type of disease (OR = 5.4, 95% CI = 3.09-9 , 43, P-value = 0.0001), moderate disease severity (OR = 3.5, 95% CI = 1.8-6.7, P-value = 0.0001), severe disease severity (OR = 8.9, 95% CI = 3.9-20.3, P-value = 0.0001) and service quality (OR = 2.8, 95% CI = 1.5-5.3, P -value 0.001). The conclusion of this study is that health insurance, waiting time, type of patient disease, severity of disease and quality of service are factors related to service demand at the Polyclinic of Tk.II Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh
Instrumen Untuk Mengukur Kecemasan Pada Lansia
Peningkatnya jumlah lansia setiap tahunnya, disertai dengan berbagai penyakit patologis yang diderita mengakibatkan lansia mengalami berbagai gangguan salah satunya adalah gangguan kecemasan yang mana akan mempengaruhi lansia dalam menjalani kehidupannya. Untuk mencegah terjadinya kecemasan, perlu diketahui lebih lanjut tentang kecemasan pada lansia. Tujuan tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi instrumen yang sesuai untuk digunakan guna menilai kecemasan pada lansia. Literatur reveiw dilakukan menggunakan database Pubmed dan Science Direct dengan mengambil instrumen studi yang dipublikasikan selama 20 tahun terakhir. Studi dimasukkan jika mereka melaporkan sifat psikometrik, difokuskan pada lansia yang berusia 60 tahun, serta terpublikasi dalam bahasa Inggris. Terdapat tiga instrumen yang secara khusus mengukur kecemasan pada lansia (AMAS-E, GAI dan GAS), semua instrumen ini merupakan self-report dan memiliki 20-44 item. Seluruh instrumen ini dilaporkan memiliki sifat psikometrik yang lengkap. Meskipun tinjauan ini mengambil instrumen yang digunakan untuk menilai khusus kecemasan pada lansia, namun ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut tentang validasi instrumen kedalam versi Bahasa Indonesia. Selain itu, pengembangan dan validasi instrumen baru yang dapat digunakan pada populasi lansia (dengan berbagai penyakit), harus dipertimbangkan
EFEK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
ABSTRAKProgram pengendalian DM terhadap penurunan KGD melalui non farmakologi dengan konsumsi buah naga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Gampong Meunasah Papen Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Jenis penelitian ini bersifat quasi eksperiment, dengan menggunakan one group pretest posttest design, penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 26 Maret 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi pemberian jus buah naga merah (hylocereus polyrhizus), keseluruhan kadar gula darah responden berada pada kategori naik sebanyak 15 responden (100%), sesudah dilakukan intervensi pemberian jus buah naga merah (hylocereus polyrhizus), sebagian besar kadar gula darah responden berada pada kategori normal sebanyak 9 responden (60%). Hasil analisis menggunakan uji T-test sampel paired diperoleh nilai p-value 0,026 =0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kadar gula darah pada penderita diabetes melitus sebelum dan sesudah pemberian jus buah naga. Saran diharapkan bagi responden penelitian ini dapat menjadi bahan informasi bagi responden agar dapat menjadi salah satu terapi yang dapat diterapkan oleh responden sebagai salah satu terapi mengontrol kadar gula darah responde