Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2013
Penyakit ginjal tahap akhir atau Gagal ginjal kronis (GGK) menimbulkan sejumlah permasalahan yang mempengaruhi kualitas hidup penderita. Banyak faktor yang akan mempengaruhi kualitas hidup tersebut terutama yang menjalani terapi hemodilisa, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita penyakit ginjal tahap akhir yang mejalani terapi hemodialisa di Badan Layanan Umum Daerah RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa sebanyak 52 orang. Data dikumpulkan pada tanggal 19-24 September 2013 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Tahapan Pengolahan data yaitu; editing, coding, transfering dan tabulating. Analisa data univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan sistem kumputerisai uji statistic Chi-square ( ), derajat kebebasan (df) 1, tingkat kemaknaan () 0,05 (5%), nilai p-value 0.000 0.05 sehingga terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani terapi hemodialisa di Badan Layanan Umum daerah RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2013
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KESEPIAN PADA LANSIA DI DESA CUCUM KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kesepian pada Lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Variabel dependent penelitian ini adalah dukungan keluarga yang terdiri dari sub variabel dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental ,dukungan informasional. Variabel independen penelitian ini adalah kesepiann lansia.Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif. Populasi adalah seluruh lansia yang tinggal di desa Cucum yang berjumlah 91 lansia .Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yang berjumlah 49 lansia. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji chi square dan diolah dengan menggunakan software komputer. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan dukungan emosional keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value(0,109) (0,05), tidak ada hubungan dukungan penilaian keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,573) (0,05), tidak ada hubungan dukungan instrumental keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,374) (0,05), tidak ada hubungan dukungan informasional keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,365) (0,05), tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (1,00) (0,05). Disarankan kepada kepala desa Cucum Kecamatan Kuta Baro agar dapat meningkatkan peran lansia dalam kegiatan sosial di masyarakat sehingga dapat mengurangi dan dan mencegah terjadinya kesepian pada lansia
PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT
RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan merupakan rumah sakit pusat rujukan untuk pelayanan kesehatandi Kota Medan, namun dalam pelaksanaannya kualitas pelayanan masih belum sesuai denganharapan pasien, terutama dalam pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Hal tersebut dapatdisebabkan karena kompetensi dan komunikasi interpersonal perawat masih rendah. Tujuanpenelitian untuk mengetahui hubungan kompetensi dan komunikasi interpersonal dengan kinerjaperawat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Jenis penelitian adalah survei dengan desain penelitiancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inapRSUD Dr. Pirngadi Kota Medan yang berjumlah 370 orang, dan dijadikan sampel sebanyak 79orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner.Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padaumumnya (54,4%) perawat memiliki kompetensi baik, komunikasi interpersonal perawat tidak baik(53,2%), dan kinerja perawat adalah baik (58,2%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi-square,diperoleh bahwa kompetensi perawat (p-value=0.023) dan komunikasi interpersonal (pvalue=0.003) memiliki hubungan secara signifikan dengan kinerja perawat di RSUD Dr. PirngadiKota Medan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik hubungan kompetensi dankomunikasi interpersonal perawat maka kinerja perawat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan jugasemakin baik. Disarankan bagi manajemen RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan agar mengembangkankompetensi perawat melalui pelatihan-pelatihan. Dengan pengembangan kompetensi ini akanberpengaruh terhadap kinerja dalam melaksanakan asuhan keperawatan.Kata Kunci : kompetensi kerja, komunikasi interpersonal, kinerja perawa
COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM): FAKTA ATAU JANJI
Complementaryand Alternative Medicine (CAM)merupakan pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran konvensional. Sampai saat ini, sebanyak 56 rumah sakit (RS) di 18 provinsi sudah melayani pengobatan nonkonvensional seperti pengobatan alternatif atau herbal tradisional disamping pengobatan medis konvensional. Masih diperlukan pengembangan/ saintifikasi CAM agar dapat diterima menjadi salah satu metode pengobatan dalam dunia kedokteran (uji praklinis dan klinis) dikarenakan prinsip pengobatan dalam dunia kedokteran harus berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM).Kata Kunci :Complementary, Alternative Medicine, Evidence Base Medicin
ANALISIS KESIAPSIAGAAN DAN KERENTANAN PEREMPUAN DI WILAYAH PESISIR DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI DI BANDA ACEH
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan dan kerentanan perempuan, menganalisis pengaruh faktor demografi terhadap kesiapsiagaan dan kerentanan serta menganalisis strategi untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta meminimalisir kerentanan perempuan di wilayah pesisir dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dengan menggunakan metode survey dan wawancara mendalam dengan 75 responden yang memenuhi kriteria serta 5 orang informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari perempuan dan informan yang bermukim di wilayah pesisir kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh dan data sekunder diperoleh dari dokumentasi Geuchik setempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tingkat kesiapsiagaan perempuan berada pada kategori kurang siap dan untuk tingkat kerentanan berada pada kategori kerentanan tinggi (2) untuk kesiapsiagaan faktor demografi yang berpengaruh yaitu pada pendidikan, pekerjaan serta pendapatan, sedangkan untuk kerentanan faktor demografi yang berpengaruh hanya pada umur dan status perkawinan (3) Strategi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperhatikan sistim peringatan bencana dan mobilisasi sumberdaya, sedangkan untuk meminimalisir kerentanan dengan memperhatikan faktor halangan fisik pada perempuan dan halangan dalam mengakses pelayanan dan bantuan.Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Kerentanan, Perempua
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI ASI EKSLUSIF DAN NON EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
Gangguan pertumbuhan dan gizi kurang pada anak masih sangat tinggi di Indonesia khususnya di Aceh. DataRiskesdas 2010 didapatkan 38,9 % anak balita di Aceh mengalami sunting. Hasil laporan SKDN tahun 2012didapatkan 15,9% anak balita di Aceh berat badannya tidak naik, kondisi ini menunjukkan masih adanyagangguan pertumbuhan. Disamping itu prevalensi pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan hanya33,2%. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan berat badan bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan nonEksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2012. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Penelitian dilakukan di Kecamatan PeukanBada Kabupaten Aceh Besar dengan jumlah sampel 70 bayi usia 6 bulan dibagi menjadi dua kelompok yaitukelompok ASI eksklusif 35 orang dan kelompok tidak eksklusif 35. Data berat badan dikumpulkan dari bukucatatan penimbangan dan Kartu Menuju Sehat, sedangkan ASI eksklusif dikumpulkan dengan metodewawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji beda rata-rata (independent T-test)pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pertumbuhan berat badan dari usia 0bulan ke usia pada bayi yang diberi ASI eksklusif adalah 3.47 0.76 g sedangkan pada bayi non ASI eklusihlebioh rendah, yaitu 2.52 0.66 g. Selisih perbedaan berat badan pada kedua kelompok adalah 1.24 g. Hasiluji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pertumbuhan berat badan bayi ASI eksklusif dengannon Eksklusif (p=0.001, p 0,05). Kesimpulan dan saran: Ada perbedaan yang bermakna pertumbuhanberat badan bayi ASI eksklusif dan bayi Non Eksklusif. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk peningkatancakupan pemberian ASI eklusif pada bayi melalui peningkatan kegiatan konseling menyusui pada ibu olehtenaga kesehatanKata Kunci: ASI Eksklusif, Pertumbuhan berat badan, Bayi 0-6 bula
KUALITAS HIDUP PASIEN ULKUS DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUDZA, BANDA ACEH
Semua penyakit dapat mempengaruhi kualitas hidup, termasuk penyakit yang disebabkan oleh gangguansistem endokrin, seperti ulkus diabetik. Keadaan ini berkaitan dengan keterbatasan dalam melakukanaktivitas, disabilitas dan gangguan pergerakan. Penelitian ini merupakan penelitian desriptif denganmenggunakan desain cross sectional study. Responden penelitian ini adalah pasien dengan ulkus diabetikdengan grade 2 keatas sebanyak 33 orang yang diperoleh dengan metode concecutive sampling. Kuesioneryang digunakan adalah Kuesioner Kualitas Hidup yang diadopsi peneliti dari kuesioner baku WHOQoL-Brefversi 2004. Hasil penelitian menunjukkan secara umum kualitas responden berada pada kategori kurang,dengan jumlah 19 responden (57,6%). Ditinjau dari dimensi kesehatan fisik, kualitas hidup responden beradapada kategori kurang (75,8%). Ditinjau dari dimensi kesehatan psikologis, kualitas hidup responden beradapada kategori baik (51,5%). Ditinjau dari dimensi hubungan sosial, kualitas hidup responden berada padakategori baik (90,9%) dan dari dimensi lingkungan, kualitas hidup responden berada pada kategori kurang(57,6%). Peneliti menyarankan kepada pasien yang mengalami ulkus diabetik, khususnya yang berkunjungke Poliklinik Endokrin BLU RSUDZA agar senantiasa mengontrol kadar gula darah secara teratur, menjagapola makanan, aktivitas teratur, serta menjaga kebersihan luka ulkus diabetik dan kebersihan lingkungan,agar kondisi kesehatan tetap terjaga serta menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.Kata kunci: kualitas hidup, ulkus diabetik, RSUDZ
AGEN INFEKSI PENYEBAB INFLAMASI GRANULOMATOSA
Inflamasi granulomatosa merupakan pola khas dari inflamasi kronik yang dapat dijumpai pada keadaaninfeksi maupun non-infeksi. Inflamasi ini ditandai adanya granuloma. Granuloma dapat ditimbulkan olehberbagai agen infeksi, setiap mikroorganisme menunjukkan karakteristik berbeda. Pewarnaan rutin kadangkala memberikan teka-teki diagnostik yang hanya dapat diselesaikan dengan menggunakan teknik pewarnaankhusus yang dirancang untuk menunjukkan mikroorganisme tertentu. Tulisan ini bertujuan untukmemberikan informasi tentang mikroorganisme yang dapat menjadi etiologi inflamasi granulomatosa padajaringan dan menjadi referensi mengenai diagnosis infeksi pada jaringan. Identifikasi mikroorganismepenyebab infeksi sangat penting untuk mengarahkan klinisi pada terapi yang tepat.Kata Kunci: Inflamasi granulomatosa, mikroorganisme, teknik pewarnaan khusu
ANESTESIA PADA INSUFISIENSI RENAL
Citra tubuh adalah suatu penggabungan dari persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang tentang Gagal ginjalmerupakan gagal organ yang memberikan perubahan pada keseimbangan air, elektrolit, homeostasis asambasa. Mortalitas pada pasien gagal ginjal masih tinggi 30-40%. Pada tindakan bedah dan anestesi, angkamortalitas ini meningkat sampai 60%, untuk tindakan bedah yang berat seperti laparotomi eksplorasimortalitas dapat mencapai 90%. Seorang dokter anesthesiologist harus waspada terhadap gangguan dankomplikasi fungsi ginjal yang tidak terdiagnosa dan menjurus ke gagal ginjal akut (GGA) selama atau pascaanesthesia. Untuk itu perlu dilakukan penataan anestesi yang baik dan benar. Evaluasi pra-anestesia pasiengagal ginjal akut hampir sama dengan apa yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan hanyaberbeda pada beberapa aspek klinis. Dalam waktu singkat sewaktu persiapan bedah akut pasien dengan GGAkita harus mampu mengantisipasi segala kemungkinan komplikasi yang terjadi perioperatif.Kata Kunci: Gagal ginjal akut (AGA), Gagal ginjal kronik (GGK), penataan anestesi
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU NIFAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhanluka dengan lama penyembuhan luka perineum. Desain penelitian bersifat deskriptif korelasional. Tehnikpengambilan 35 sampel secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 31 Agustus sampaidengan 15 September 2012 di Kota Banda Aceh. Alat pengumpulan data dilakukan berupa kuesioner dalambentuk skala dichotomos choise yang terdiri dari 28 pernyataan, timbangan berat badan dan pita centimeter.Hasil bivariat ada hubungan antara faktor nutrisi dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,012). Ada hubungan antara faktor istirahat dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,043). Ada hubungan antara faktor stress dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,021). Ada hubungan antara faktor infeksi dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,000). Tidak ada hubungan antara faktor merokok dengan lama penyembuhan luka perineum dengan pvalue(0,429). Tidak ada hubungan antara faktor kondisi medis dengan lama penyembuhan luka perineumdengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor pengobatan dengan lama penyembuhan lukaperineum dengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor obesitas dengan lama penyembuhanluka perineum dengan p-value (0,119). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapakan kepada tenagakesehatan khususnya perawat agar dapat memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibu nifas yangmengalami luka perineum tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum.Kata kunci: Faktor penyembuhan luka, luka perineum, ibu nifas