Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENYEGARAN PENGETAHUAN PERAWAT KESEHATAN JIWA MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada 50 orang perawat kesehatan jiwa masyarakat di Kota Banda Aceh dan di Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan desain penelitian eksperimen dalam bentuk intervensi penyegaran (refreshing) yang dilakukan pada bulan Maret 2013, dan nilai mean dianalisis melalui uji statistik paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami yang signifikan antara sebelum dan setelah penyegaran (p=0,001) dengan selisih mean () sebesar 9,56. Perbedaan nilai mean pengetahuan ini diperoleh pada manajemen bencana (=3,66), analisa risiko (=1,22), dampak bencana (=3,08), dan keterampilan (=1,56). Penyegaran pengetahuan dengan menggunakan instrumen penelitian ini perlu dilakukan secara berkala bagi perawat kesehatan jiwa masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami
SOFT SKILL MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA PADA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DAN PENDEKATAN LECTURING 2011
Student Centered Learning (SCL) efektif mengembangkan soft skill dan hard skill mahasiswa yangdibutuhkan dalam mendukung kesuksesan dalam menjalankan profesinya. Program Studi IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (PSIK FK Unsyiah) merupakan salah satuprogram studi yang sudah menjalankan kurikulum berbasis kompetensi dengan metode pembelajaranproblem based learning (PBL) sejak Juli 2010. Berdasarkan testimoni dari beberapa pengajardidapatkan informasi bahwa terdapat perbedaan pada mahasiswa yang menggunakan metode PBLdengan konvensional atau lecturing dalam segala hal, termasuk dalam soft skillnya, tetapi belumdilakukan penelitian untuk mengidentifikasi signifikansi perbedaannya. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi perbedaan soft skill mahasiswa PSIK FK Unsyiah pada metode PBL dengan metodelecturing. Desain penelitian adalah deskripif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 15 orangmahasiswa pada metode PBL dan 15 orang mahasiswa pada metode lecturing yang ditentukan melaluisimple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata soft skill mahasiswa pada metodepembelajaran PBL adalah 122,63, sementara pada metode pembelajaran lecturing dengan rata-rata116,27. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan yang bermakna soft skill mahasiswa padametode belajar PBL dan lecturing (p value = 0,038; alpha= 0,05). Rekomendasi penelitian ini kepadamanajemen PSIK FK Unsyiah, agar dapat mempertahankan metode PBL dan mengembangkanmetode- metode pembelajaran lain yang dapat meningkatkan hard skill dan soft skill mahasiswa.Kata Kunci: soft skill, PSIK FK Unsyiah, PB
EFEKTIFITAS PENYULUHAN PADA IBU POST PARTUM TERHADAP DETEKSI DEMAM PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI KECAMATAN DARUSSALAM ACEH BESAR TAHUN 2012
Dari wawancara 10 orang ibu post partum di 5 desa wilayah Kec Darussalam didapatkan bahwa 70 % mengetahui tentang gejala anak demam, 90 % mengatakan anak demam dibawa ke tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, praktik dokter, praktik Bidan atau perawat, 100 % tidak mengerti tentang mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan pada ibu post partum terhadap deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan di kecamatan Darussalam Aceh Besar tahun 2012. Desain penelitian ini berbentuk kuasi eksperimen dan di rancang berbentuk pre dan post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 20 Agustus 2012 - 23 September 2012. Analisa data dilakukan dengan komputer dengan menggunakan rumus Uji-t paired sample. Hasil penelitian didapatkan, ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang gejala dan tanda-tanda sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00). Ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang pengetahuan penyebab demam sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (p value 0.00). Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara pengukuran suhu tubuh bayi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00). Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara membaca hasil pengukuran suhu tubuh bayi dengan termometer sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00). Rekomendasi kepada Puskesmas agar menyusun standar prosedur operasional (SOP) dan materi terkait penyuluhan kepada ibu post partum di Unit pelayanan terkait
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH BANDA ACEH
Motivasi merupakan sebuah konsep eksplanatoris yang dimanfaatkan untuk memahami perilaku-perilaku yang diamati. Perawat harus memiliki tiga kemampuan yaitu: pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh Tahun 2013. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 26 item pernyataan dalam skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi-square, hasil penelitian adalah ada hubungan antara hasrat dan keinginan belajar/berhasil (P-value 0,001), dorongan kebutuhan belajar (P-value 0,000), harapan akan cita-cita (P-value 0,000), penghargaan (P-value 0,024), lingkungan belajar yang kondusif (P-value 0,001), kegiatan yang menarik (P-value 0,025) dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar (P-value 0,000) dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh Tahun 2013. Institusi pendidikan disarankan untuk lebih meningkatkan sarana dan prasarana serta kemampuan mahasiswa sehingga menjadi perawat profesional
STRATEGI IBU MENGATASI PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA TODDLER DI RUMAH SUSUN KEUDAH KOTA BANDA ACEH
Temper trantum merupakan suatu luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Banyak orangtua tidak mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Orangtua perlu memiliki strategi yang tepat agar reaksi emosi anak tidak akan menyakiti diri sendiri dan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi ibu mengatasi perilaku temper tantrum pada anak usia toddler di Rumah Susun Keudah Kota Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif eksplorasi dengan jumlah responden sebesar 31 orang menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat didapatkan data distribusi frekuensi strategi ibu sebelum temper tantrum berada pada kategori positif (61,3%), distribusi frekuensi strategi ibu saat temper tantrum berlangsung berada pada kategori positif (51,6%), distribusi frekuensi strategi ibu setelah tantrum berada pada kategori negatif (51,6%,). Secara umum distribusi strategi ibu mengatasi temper tantrum berada pada kategori positif (51,6%). Diharapkan orang tua mampu menggunakan strategi yang tepat dalam mengatasi temper tantrum pada anak sebagai upaya mengajarkan anak cara mengontrol emosi dan mencegah temper tantrum yang menetap
PENGARUH MODEL AKTIVITAS DAN LATIHAN INTENSITAS RINGAN KLIEN GAGAL JANTUNG TERHADAP TEKANAN DARAH
Penurunan curah jantung, kerusakan difusi gas, dan intoleransi aktivitas merupakan masalah utama pada klien gagal jantung. Ini merupakan kondisi dilematis bagi seorang klien. Klien dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup dan beraktivitas ringan agar tidak terlalu membebani kerja jantung. Namun disisi lain klien juga memerlukan pergerakan tubuh yang dapat meningkatkan sirkulasi darah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model aktivitas berbasis pada indikator yang dapat mengarah pada perbaikan kemampuan pompa jantung yaitu tekanan darah (sistole, diastole, rata-rata) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh model aktivitas dan latihan klien gagal jantung terhadap tekanan darah (sistole, diastole dan rata-rata). Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment tanpa kontrol group. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jantung dan pembuluh darah Harapan Kita Jakarta. Populasi sampel adalah klien gagal jantung sebanyak 24 orang, dengan Kriteria inklusi: fraksi ejeksi 40%, tekanan darah sistole 80 120 mmHg, diastole 60 80 mmHg. Klasifikasi fungsionil: II dan III, mendapat terapi pengobatan gagal jantung Standar (Angiotension Converting enzymes - inhibitor, beta blockers, diuretic, digitalis), tidak ada disritmia yang mengancam kehidupan/bersifat fatal, infark tidak luas dan non elivasi segmen ST, usia 30 70 tahun, mendapat izin dari dokter. Setiap responden di berikan model aktivitas dan latihan selama 6 hari di rumah sakit. Intensitas latihan di ukur dengan skala Borg. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan tekanan darah sistole, diastole dan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi aktivitas dan latihan. Dengan intensitas latihan pada fase akut selama dirumah sakit (inpatient) adalah ringan. Rekomendasi penelitian ini adalah model aktivitas dan latihan klien gagal jantung yang dikembangkan peneliti dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pada fase akut selama di rumah sakit (inpatient)
KARAKTERISTIK SPIRITUAL PADA LANJUT USIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH TAHUN 2013
Lansia merupakan masa dimana kondisi fisik mulai menurun dan tidak produktif lagi. Salah satunya banyakdari mereka yang gagal menangkap isi pembicaraan orang lain sehingga mudah menimbulkan perasaantersinggung, tidak dihargai, dan kurang percaya diri. Spiritual bagi lansia menjadi penting sebagai kualitasdasar dalam membina hubungan lansia dengan Tuhan, alam, dan sesama untuk mempersiapkan dirimenghadapi saat-saat akhir kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristikspiritual pada lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang BandaAceh Tahun 2013. Desain penelitian menggunakan deskriptif eksploratif dan menggunakan teknikpengambilan sampel purposive sampling. Populasi sejumlah 70 lansia dengan jumlah responden 54 orang,alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dengan teknik wawancara. Metode analisis datamenggunakan analisa univariat. Waktu pengumpulan data 03-08 Juli 2013. Hasil penelitian didapatkarakteristik spiritual pada lanjut usia berada pada kategori baik yaitu sebanyak 33 orang (61%), hubungandengan Tuhan berada pada kategori baik yaitu sebanyak 30 orang (56%), hubungan dengan diri sendiriberada pada kategori baik yaitu sebanyak 38 orang (70%), hubungan dengan orang lain berada pada kategorikurang yaitu sebanyak 32 orang (59%), dan hubungan dengan alam berada pada kategori baik yaitu sebanyak34 orang (63%). Diharapkan kepada pihak pengurus UPTD untuk meningkatkan motivasi lansia mengikutikegiatan-kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian rutin, maupun ceramah keagamaan.Kata kunci: Spiritual, lansia
POSTTRAUMATIC STRESS DISORDER IN THE WAKE OF NATURAL DISASTERS
Bencana Tsunami yang melanda Provinsi Aceh, Indonesia pada tanggal 26 Desember 2004 telah menyebabkan lebih dari 200.000 orang meninggal dunia dan hilang. Selain itu, banyak korban yang kehilangan rumah mereka, pekerjaan dan harta benda. Setelah bencana Tsunami diperkirakan sekitar 50% orang mengalami stress psikologis dan 5-10% mengalami gangguan psikiatrik yang berhubungan dengan stress. Gangguan Stress Pasca Trauma adalah gangguan psikiatrik yang lazim muncul setelah mengalami bencana, khususnya korban dari bencana. Gangguan Stress Pasca Trauma dapat terjadi pada tahun awal pada kelompok-kelompok yang beresiko. Meskipun demikian, Gangguan Stress Pasca Trauma dapat terjadi setelah 4 tahun kemudian
PERBANDINGAN KECERDASAAN EMOSIONAL MAHASISWA KONVENSIONAL DAN KBK PADA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN-FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi pada diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosional ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa keperawatan, sebab mereka akan berhubungan dengan pasien, keluarga dan masyarakat yang mempunyai latar belakang budaya dan sifat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa keperawatan metode konvensional dan mahasiswa metode KBK di PSIK- FK Unsyiah. Desain penelitian yang digunakan adalah comparative study dengan pendekatan Cross Sectional Study. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert. Mahasiswa yang menjadi responden adalah mahasiswa angkatan 2009 (metode konvensional) dan mahasiswa angkatan 2010 (metode KBK). Analisis data menunjukkan nilai rata-rata kecerdasan emosional mahasiswa konvensional adalah 76,96 lebih rendah dibandingkan mahasiswa KBK sebesar 80,24. Hasil uji statistik yang digunakan dalam analisis bivariat adalah independent sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (=0,05), didapatkan t hitung sebesar 3,146 dan p-value = ,002 ( = 0,05), dengan demikian t hitung (3,146) t tabel (1,98) dan p-value 0,05 sehingga hipotesa null (Ho) ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa konvensional dan KBK di PSIK-FK Unsyiah. Diharapkan bagi pengelola KBK PSIK-FK Unsyiah agar dapat membekali mahasiswa keperawatan dengan soft skillyang baik dalam proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kecerdasan emosional pada mahasiswa keperawatan Universitas Syiah Kuala
POLA SEBARAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PASCATSUNAMI DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH
Pascatsunami telah terjadi peningkatan jumlah kasus penderita dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banda Aceh dibanding sebelum tsunami. Studi spasial epidemiologi ini bertujuan untuk memahami pola sebaran kasus DBD menurut wilayah tsunami berat, tsunami ringan dan tidak tsunami dengan menggunakan Analisis Tetangga Terdekat. Pola sebaran kasus DBD di wilayah tsunami berat berbentuk mengelompok (Rn=0.379) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 118.1 meter dan dalam radius 100 meter terdapat 57.1% titik kasus yang tersebar pada 5 klaster, sedangkan di wilayah tsunami ringan berbentuk menyebar (Rn=0.500) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 74.4 meter dan dalam radius 100 meter terdapat 79.6% titik kasus yang tersebar pada 8 klaster, dan di wilayah tidak tsunami berbentuk menyebar (Rn=0.580) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 104.5 meter dan dalam radius 100 meter terdapat 77.5% titik kasus yang tersebar pada 6 klaster. Pola sebaran DBD ternyata berbeda antar wilayah sehingga modifikasi lingkungan dan intervensi perubahan perilaku harus dilakukan berdasarkan manajemen demam berdarah dengue berbasis wilayah