Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PAIN MANAGEMENT IN CRITICALLY ILL-INTUBATED PATIENT: A LITERATURE REVIEW
ABSTRACTBACKGROUND: Pain is classified as one of the least understood symptom because it is a subjective conceptand only can be defined by the individual who experiencing the pain. Among critical care patients, pain alsobeing a problem to be managed. This condition based on the reason that the patients in ICU were sufferingby complex problems and considered in a life threatening condition. PURPOSE: The purposes of this studyexplore the pain management among critically-ill intubated patient.METHOD: A relevant literature searched from databases: PubMed, CINAHL, the Cochrane and ProQuest Medical Library, and Science Direct were conducted. Key words used to retrieve included pain management, pain assessment tool, intubated and unconscious patient, and critically ill patient. Searching was limited in English language, full text, and the year of publication starting from 1994. RESULTS: Twenty-four related studies were intensivelyreviewed. Firstly, the concept of pain in critical care was described. Then, the barriers of pain assessmentand management, pain related factor in intensive care unit, and pain assessment tools in critically illintubated patientare explained. Moreover, in order to develop appropriate pain management in critically illintubated patient, the pharmacological and non-pharmacological intervention are reviewed. Finally, the nursing roles and activities for appropriate pain management in critically ill-intubated patients are described later.CONCLUSION: Literatures showed that critical care nurses (CCNS) holding the roles and responsibilities to deliver appropriate pain management in critically-ill intubated patients. This requirement are important in order to relieving and diminishing pain that feel among critical care patient, in particular unconscious and uncommunicative patients who cannot provide self report regarding their pain intensity andseverity.Keywords: Pain management, pain assessment, unconscious patient, critical care, and critically-illintubatedpatient
PENGASUHAN DIMENSI KEHANGATAN KELUARGA
ABSTRAKKeluarga sangat mempengaruhi perkembangan seorang individu, sehingga dapat menjadi penentukeberhasilan atau kegagalan hidup seseorang. Pengasuhan merupakan proses bagaimana orang tua merawat,memelihara, mengajarkan dan membimbing anak agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Gayapengasuhan dimensi kehangatan merupakan aplikasi dari bentuk ungkapan kasih sayang yang diekspresikanoleh orang tua yang melahirkan rasa aman dan nyaman sehingga anak merasa diterima, dihargai, dan dicintaiapa adanya tanpa perasaan tertekan. Pemenuhan kasih sayang dan cinta bagi anak merupakan pilar asasidalam pendidikan intelektual mereka. Pengasuhan juga sangat menentukan kompetensi dan kecerdasanseorang anak. Lebih jauh, para ahli menemukan bahwa tingkat aspirasi orang tua ternyata merupakan faktorpenting dalam prestasi pendidikan seorang anak. Ekspresi kasih sayang dan cinta orang tua terhadap anakakan membuat anak merasa aman dan tentram serta membuatnya tumbuh secara alami dari segi psikologis,emosi dan bahkan intelektualitasnya.Kata kunci: keluarga, pengasuhan, kehangatan, orang tua, anak.ABSTRACTFamily can influent individual development, where it can be the determination of someones success andfailure in life. Bearing is a process how parents care, maintain, teach, and guide their children to pass thelife better. Warmth dimension of bearing style is the application of compassion expression that is expressedby parents that can create safe and comfortable feeling so the children will feel accepted, appreaciated, andloved as the way they are without any pressure. The fulfillment of compassion and love for children is thebasic pillar in their intelectual intelegency. The bearing also determines children competition andintelegency. Furthermore, scientists found that the parents aspiration level is an important factor in childreneducation achievement. Compassion expression and love from parents to children will make the children feelsafe and comfortable and also make them psychological, emotional, and intelectual grow up naturally.Keywords: family, bearing, warmth, parents, children
KANKER SERVIKS WANITA USIA SUBUR
ABSTRAKPersoalan kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut wanita usia subur tetapi mencakup setiap tahapperkembangan wanita mulai dari kanak-kanak, remaja, dewasa sampai dengan lanjut usia. Salah satu masalahkesehatan reproduksi saat ini yang paling tinggi prevalensinya adalah kanker serviks. Banyak wanita yangtidak memahami tentang resiko dan penyebab dari kanker serviks sehingga hampir rata-rata wanita yangterkena datang ke pelayanan kesehatan dengan kondisi stadium lanjut. Sebenarnya kanker serviks dapatdiketahui sejak dini dengan beberapa pemeriksaan awal untuk mendeteksinya seperti Inspeculo visual asetat(IVA) dan Pap smear sehingga yang hal tersebut dapat menugurangi terjadi kanker serviks stadium lanjut.Diharapkan dengan tulisan ini masyarakat khususnya wanita usia subur dapat mengetahui sedini mungkintentang kanker serviks dan cara penanggulangannya. Peran perawat sebagai tenaga kesehatan sangat pentinguntuk mensosialisasi dengan kegiatan penyuluhan kesehatan agar masyarakat luas khususnya wanita dapatmengetahui informasi yang berhubungan dengan kanker serviks.Kata kunci: kesehatan reproduksi, kanker serviks, wanita usia subur.ABSTRACTReproduction health issue is not only about reproductive age women, but also includes all of womendevelopmental phases which start from child, teenager, adult, and elder. One of the highest prevalent healthreproduction problems today is cervical cancer. Many women do not understand about the risks and causesof cervical cancer so that almost averages of them visit the health services when suffering end stage ofcancer. Actually, cervical cancer can be recognized earlier by some examinations to detect it such asInspeculo Visual Asetat (IVA) and Pap smear that can lower the prevalence of end stage of cervical cancer.It is expected that community especially reproductive age women know about cervical cancer and itstreatment by reading this paper. Nurse role as health provider is very important to socialize it by conductinghealth education so that community especially reproductive age women obtain information related tocervical cancer.Keywords: reproduction health, cervical cancer, reproductive age women
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN STRES PASIEN FRAKTUR DI RUMAH SAKIT
ABSTRAKKeluhan utama yang didapat dari sejumlah pasien fraktur adalah nyeri. Perilaku seseorang akan berubah apabila ia merasakan nyeri sehingga berdampak pada aktifitas sehari hari. Nyeri yang parah jika tidak segera diatasi akan berpengaruh pada peningkatan tekanan darah, takikardi, pupil melebar, diaphoresis dansekresi adrenal medulla sehingga menyebabkan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan stres pasien fraktur dengan menggunakan desain deskriptif korelasi. Pengambilan data dimulai pada bulan Februari sampai dengan April 2013 dengan jumlah responden 30 orang, metode pengumpulan data cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), dan kuesioner Patient Distress Checklist. Analisa data dengan menggunakan korelasi Product Moment Pearsons (Pearsons). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki intesitas nyeri yang sedang (73.3%) dan tingkat stres sedang (70 %), p Value = 0,007. Berdasarkan hal ini diharapkan pada saat pengkajian nyeri, sebaiknya perawat tidak hanya mengkaji nyeri yang dirasakan pasien, namun juga mengkaji faktor multidimensional nyeri terutama dimensi psikologis yang berdampak kepada stress. Diamping itu, perawat sebaiknya memperhatikan tingkat stres pasien yang mengalami nyeri kronik agar menghindari timbulnya penyakit lain akibat stres.|Kata Kunci: fraktur, nyeri, stressABSTRACTThe main complaint derived from a patient's fracture is pain. Behavior will be change when felt pain so it can be impact to daily activities. Severe pain if not ne solved will affect the increase in blood pressure, tachycardia, dilated pupils, diaphoresis and secretion of adrenal medulla that cause stress. This study aims to identify the significant relationship between pain intensity with stress fractures using descriptiven correlation design. Data collection on February to April 2013, samples 30 people with methods crosssectional. The research instrument used in the form of questionnaires Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), and Patient Distress Checklist questionnaire. Data analysis using Pearson's Product Moment correlation (Pearson's). The results showed that more than half of the respondents had moderate pain intensity (73.3%) and moderate stress levels (70%), P value = 0,007. Based on this case is expected at the time of assessment of pain, the nurse should assess not only the pain felt by the patient, but also examine the multidimensional factors, especially pain that affects the psychological dimension of stress. Beside, nurses should pay attention to stress levels of patients who experience chronic pain in order to avoid the onset of stress-related diseases.Keywords: fracture, pain, stres
UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ASMA BRONCHIAL DITINJAU DARI TEORI HEALTH BELIEF MODEL DI RSUDZA BANDA ACEH
Asma bronchial tidak dapat disembuhkan, namun dapat dilakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi kekambuhan. Upaya pencegahan kekambuhan asma bronchial berhubungan dengan perilaku, sehingga teori Health Belief Model (HBM) dijadikan sebagai acuan dalam perilaku pencegahan yang didasari oleh persepsi individu terhadap kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan yang dirasakan serta isyarat untuk bertindak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pencegahan kekambuhan asma bronchial ditinjau dari teori HBM di poliklinik paru RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 2012 dengan jumlah responden 87 orang. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa sebagian besar responden (51,7 %) melakukan pencegahan kekambuhan asma bronchial. Ditinjau dari 5 Komponen HBM, sebagian besar memiliki persentase tinggi dalam melakukan pencegahan, yaitu; kerentanan yang dirasakan 56,3%, keparahan yang dirasakan 51,7%, manfaat yang dirasakan 65,5%, hambatan yang dirasakan 52,9%, dan isyarat untuk bertindak 56,3%. Kepada tenaga kesehatan di poliklinik paru RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh agar meningkatkan pendidikan kesehatan tentang modifikasi gaya hidup dan upaya-upaya pencegahan kekambuhan asma bronchial melalui asuhan keperawatan secara berkesinambunga
LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP RENTANG SENDI PASIEN PASCA STROKE
ABSTRAKLatar Belakang: Pasien stroke yang mengalami hemiparese yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi gangguan fungsional, gangguan mobilisasi, gangguan aktivitas sehari hari dan cacat yang tidak dapat disembuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan rentang sendi pasien pasca stroke di Kabupaten Rejang Lebong. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan The One Group Pretest-Posttest Design. Pada penelitian ini dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif terhadap rentang sendi ekstremitas atas dan bawah sendi yang besar pada pasien pasca stroke di Kabupaten Rejang Lebong. Jumlah responden pada penelitian ini 30 pasien stroke yang mengalami hemiparese lebih dari 6 bulan. Instrumen penelitian ini menggunakan goniometri untuk mengukur perbedaan rentang sendi sebelum dan sesudah latihan Range Of Motion (ROM) pasif dan dilakukan dianalisis dengan uji non parametrik Wilcoxon. Hasil: Ada perbedaan yang bermakna antara rerata rentang sendi ekstremitas atas dan bawah sendi yang besar pada pasien pasca stroke di Rejang Lebong sebelum dan sesudah latihan Range Of Motion (ROM) pasif. Kesimpulan: Latihan Range Of Motion (ROM) pasif mempengaruhi rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada pasien stroke. Latihan Range Of Motion (ROM) pasif dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada pasien stroke.Kata kunci: range of motion (ROM), rentang sendi, pasien stroke.ABSTRACTBackground :Stroke patients who experience hemiparese who do not get proper treatment can cause complications of functional impairment, impaired mobilization, disruption of daily activities and defects can not be cured. This study aimed to determine the effects of exercise Range Of Motion (ROM) passive to increase joint range of post-stroke patients in Rejang Lebong. Methods: This study uses Pre Experimental theresearch design using The One group pretest-posttestdesign.In this study conducted exercises Range Of Motion (ROM) of the passive joint range of upper and lower limb large joints in patients with post-stroke in Rejang Lebong. The number of respondents in this study 30 patients who experienced a stroke hemiparese more than 6 months. The research instrument used to measure the difference goniometry range of joints before and after exercise Range Of Motion (ROM) passive and carried analyzed with nonparametric Wilcoxontest. Results: There were significant differences between the mean range of upper and lower extremity joints large joints in patients with post-stroke in Rejang Lebong before and after exercise Range Of Motion (ROM) passive. Conclusion: Exercise Range Of Motion (ROM) passive range is affected joints on the upper and lower extremities in stroke patients. Exercise Range Of Motion (ROM) passive can be an alternative to increase the range of joints on the upper and lower extremities in stroke patients.Keywords: range of motion (ROM),range joints, stroke patients
GAMBARAN TIPOLOGI MASALAH KESEHATAN KELUARGA DI DESA ILLIE KECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH
ABSTRAKDalam menyusun masalah kesehatan dan keperawatan keluarga, perawat selalu mengacu kepada tipologimasalah kesehatan keluarga yang dibagi dalam 3 kelompok masalah besar, yaitu: ancaman kesehatan (HealthTreath), kurang/tidak sehat (Defisit) dan situasi krisis (Crysis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran masalah kesehatan keluarga di Desa Ilie Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Desain penelitianyang digunakan adalah Deskriptif Eksploratif. Metode pengambilan sampel dilakukan secara ProporsionalPurposive Sampling. Pengumpulan data mulai tanggal 1 sampai dengan 5 April 2008 terhadap 47 respondenkeluarga dengan menggunakan rumus Slovin. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dalam bentukDichotomy Question dan Multiple Choise. Analisa data dilakukan dengan analisa univarian. Data dianalisasecara manual dengan menentukan kategori skala ordinal yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitan diperoleh bahwa ancaman kesehatan keluarga berada pada kategori tinggi sebanyak 28kelurga (59,57%), keadaan kurang/tidak sehat kelurga berada pada kategori rendah sebanyak 26 kelurga(53,3%) dan situasi krisis keluarga berada pada kategori tinggi sebanyak 27 keluarga (57,45%). Disarankankepada Pihak Puskesmas Kecamatan Ulee Kareng diharapkan dalam pelaksanaan keperawatan keluargaberpedoman pada penganalisaan dari keadaan dilapangan sebelum mengambil keputusan/tindakan, dan jugaharus mengutamakan keluarga yang memiliki ancaman/resiko tinggi dalam bidang kesehatan.Kata Kunci: Komunikasi, remaja, keluarga, konsep diri.ABSTRACTIn preparing health and family nursing problems, nurses always refer to the typology of family healthproblems that were divided into 3 groups of major issues, namely: Health Threats, Deficit Health and CrisisSituations. This study aims to reveal the family's health problems in the Ilie village of Ulee Kareng, BandaAceh. Design of study used is the descriptive explorative. Sample method is the proportional purposivesampling. Data collection from April 1 to 5, 2008 to gained 47 respondents by using Slovin formula. Datacollection tool using a questionnaire in the form of Dichotomy and Multiple Choise. The data analysis wasperformed by univariate analysis. Data were analyzed manually by specifying the ordinal scale categoryshown in the frequency distribution table. The results found that family health threat at the high categorywere 28 families (59.57%), a less/unhealthy families are in the low category were 26 families (53.3%) andfamily crisis situations at the high category by 27 families (57.45%). It is suggested the health center of UleeKareng is expected in the implementation of family nursing based on the analysis of the situation beforemaking any decisions/actions, and they should also give priority to families with threat/high risk in the healthfield.Keywords: Typology, family, public health cente
MENGENALI ABORTUS DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS
ABSTRAKAbortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar rahim yaitu usia kurang dari 20minggu usia kehamilan dengan berat janin kurang dari 500 gram. Sikap wanita yang mengalami abortus akansangat dipengaruhi oleh dukungan yang ditunjukkan oleh pasangan, keluarga, teman serta tenaga kesehatan.Berbagai faktor diduga sebagai penyebab abortus spontan, diantaranya adalah faktor ibu, faktor janin, faktoribu dan faktor eksternal lainnya. Faktor ibu seperti usia, paritas, mempunyai riwayat keguguran sebelumnya,infeksi pada daerah genital, penyakit kronis yang diderita ibu,bentuk rahim yang kurang sempurna, mioma,gaya hidup yang tidak sehat, minum obat-obatan yang dapat membahayakan kandungan, stress atauketakutan, hubungan sek dengan orgasme sewaktu hamil dan kelelahan karena sering bepergian dengankendaraan. Sedangkan Abortus karena faktor janin bisa disebabkan oleh kelainan kromosom Faktoreksternal lain yang juga bisa menyebabkan abortus seperti seperti trauma fisik, terkena pengaruh radiasi,polusi, pestisida, dan berada dalam medan magnet di atas batas normal. Dalam menjalankan peran pendidiksebagai perawat maternitas, pasien perlu diberikan informasi dan edukasi yang tepat agar dapat mencegahdan mengetahui sedini mungkin faktor-faktor pencetus terjadinya abortus.Kata Kunci: Pengetahuan, Abortus, Faktor yang berhubungan dengan abortus.ABSTRACTAbortion is a fetus weighing less than 500 g or having completed less than 20 weeks gestational age at thetime of expulsion from the uterus, having no chance of survival. The abortus woman attitude is affected bythe support that given by husband, family, friends and health care provider. Many factors assumed asetiology of spontaneous abortion, include mother factor, fetal factor and others eksternal factors. Motherfactors such as age, paritas, previous history of abortus, genital infection, chronic disease, unwell uterus,mioma, poor lifestyle, drugs, fear and stress, sex activity and orgasme during pregnant and fatique-inducedactivity. Fetal factor related to abortion such as abnormality of chromosom. The others eksternal factorsinclude fisical injury, radiation, pollution, pesticides and on overcapacity megnet area. Regarding the rulesof maternity nurses as educator, the patients must be given appropriate information and education in orderto prevent and know early conditions affected abortus.Keywords: knowledge, abortus, related factors of abortu
PERASAAN KETIDAKBERDAYAAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ULKUS DIABETIK
ABSTRAKMenderita penyakit kronik membuat individu merasakan perasaan ketidakberdayaan, yang dapat mengurangi rasa percaya diri pasien dalam pengobatan, sehingga berdampak terhadap kualitas hidup, termasuk pada pasien ulkus diabetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perasaan ketidakberdayaan dengan kualitas hidup pasien ulkus diabetik di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan desain penelitian cross sectional study. Responden sebanyak 66 pasien ulkus diabetik dengan grade II-V menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner baku The Powerlessness Assessment Tool for Adult Patient dan kualitas hidup dari WHOQOL-BREF 2012. Analisa data menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian menunjukkan perasaan ketidakberdayaan berada pada kategori berat dengan jumlah 42 responden (63,6%) dan kualitas hidup pasien berada pada kategori kurang dengan jumlah 34 responden (97,1%). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai P-Value=0,00, berarti terdapat hubungan antara perasaan ketidakberdayaan dengan kualitas hidup pasien ulkus diabetik di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diharapkan kepada perawat agar memberikan dukungan mental, informasi, serta pendidikan kesehatan kepada pasien sehingga perasaan ketidakberdayaan dapat berkurang dan pasien optimis dalam penyembuhan luka serta pasien mempersepsikan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: Perasaan ketidakberdayaan, kualitas hidup, ulkus diabetik ABSTRACTSuffering from a chronic desease will make people feel helpless. Feelings of powerlessness can reduce the patients confidence in the treatment, so that it brings impact to the quality of life, including diabetic ulcers. The purpose of this research was to find out the relationship between feelings of powerlessness with the quality of life of diabetic ulcer patients in Endocrine Polyclinic of dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh. The type of this study was a descriptive correlational study with cross-sectional study desain. The respondents were 66 diabetic ulcer patients with grade II-V optained by using purposive sampling method. The questionnaires were standardized questionnaires that is Powerlessness Assessment Tool for Adult Patient and quality of life from whoqol-breef 2012. The result showed that the feeling of powerlessness was in the severe category with 42 respondents (63,6%) and the quality of life of the patients was in category with 34 people (97,1%). The result of data processing showed that P-Value=0.00, which meant there was arelationship between feelings of powerlessness and quality of lifeof the patients in Endocrine Polyclinic of dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh. The nurses are expected to provide mental support, information support, and health education to the patients so that the feelings of helpessness of the patients can be reduced, and the patients will have optimism in wound healing, and they can perceive their quality of life much better. Keywords: Feelings of powerlessness, quality of life, diabetic ulce