Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PENGALAMAN PASIEN KANKER PAYUDARA PADA SUKU BATAK YANG MENJALANI KEMOTERAPI
AbstrakKanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling umum yang diderita oleh kaum wanita. Fenomena yang di dapatkan dari pasien yang dirawat dengan kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan terdapat peningkatan jumlah penderita kanker payudara sepanjang tahun 2014 ada 9.189 orang. Penderita kanker payudara yang tertinggi di Sumatera Utara adalah wanita suku batak sebanyak 215 orang (68.9%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tentang pengalaman pasien kanker payudara pada suku batak yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian adalah fenomenologi deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan yang memenuhi kriteria. Partisipan dalam penelitian ini adalah 15 pasien kanker payudara suku batak. Hasil wawancara yang ditranskip dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menemukan 5 tema yang mencerminkan fenomena yang diteliti. Tema-tema tersebut yaitu 1) Mengalami ketidakstabilan emosi pasien kanker payudara pada suku batak sebagai respon terhadap kemoterapi, 2) Melakukan adaptasi untuk mengurangi perubahan fisik setelah kemoterapi, 3) Mengupayakan penyembuhan dan pemulihan yang dilakukan pasien kanker payudara pada suku batak dalam mengatasi dampak kemoterapi, 4) Mengurangi ketidakstabilan emosi yang dilakukan pasein kanker payudara selama menjalani kemoterapi, 5) Kendala yang dialami pasien kanker payudara pada suku batak selama menjalani kemoterapi. Penelitian ini disarankan bagi tenaga pelayanan kesehatan khususnya perawat agar memberikan pelayan keperawatan holistik berdasarkan kultural pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, memberikan informasi kepada pendidikan pentingnya melihat kultural pasien daam memberikan pelayanan keperawatan.Kata Kunci: Pengalaman, Kanker Payudara, KemoterapiABSTRACTBreast cancer is the most common cancer suffered by women. Phenomenon in getting from patients treated with breast cancer who received chemotherapy in Haji Adam Malik Hospital, there is an increasing number of breast cancer throughout the year 2014 there were 9189 people. Patients with breast cancer is highest in North Sumatra Batak tribe women as much as 215 people (68.9%). The objective of this research was to explore the experience of Bataknese breast cancer patients who were under chemotherapy treatment. The research used phenomenology descriptive method. The data were gathered by conducting in-depth interviews. The sample were 15 Bataknese breast cancer patients who had fulfilled the criteria, taken by using purposive sampling technique. The Results of recorded interviews was analyzed by using content analysis. The result of the research showed that there were five themes which reflected the phenomena. They were experienced the emotional instability of breast cancer patients as a response to chemotherapy, adaptation to reduce the physical changes after chemotherapy, seeked the healing and recovery by breast cancer patients who were under chemotherapy treatment, reduced the emotional instability by breast cancer patienst who were under chemotherapy treatment, obstacles which is experienced by the breast cancer patients under chemotherapy treatment. It is recommended that health care provider, especially nurse, provide holistic service based on cultural for breast cancer patients who were treated with chemotherapy and give information to educational that the importance of cultural to give the nursing services.Keywords: Experience, Breast Cancer, Chemotheraph
SELF EFFICACY KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA MADRASAH ALIYAH
ABSTRAK Pengambilan keputusan karir merupakan suatu tahapan penting bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, yaitu suatu pengambilan keputusan karir yang realitasnya diwujudkan melalui pemilihan studi lanjutan setelah SMA atau sederajat. Hal ini penting karena pilihan yang akan di ambil sangat menentukan masa depan karir siswa. Dalam pengambilan keputusankarir yang baik sangat dipengaruhi oleh adanya faktor dari dalam individu yaitu self efficacy yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy dalam pengambilan keputusan karir pada siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif naratif dengan pendekatan cross sectional dari populasi sebanyak 153 orang, besar sampel 81 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 sampai dengan tanggal 15 Mei 2015 dengan menggunakan kuesioner untuk self efficacy yang terdiri dari 23 item pernyataan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy pada siswa yang akan mengambil keputusan karir berada pada kategori tinggi sebanyak 49 orang (60,5%) dan 32 orang (39,5%) berada pada kategori rendah. Dari empat sub variabel self efficacy di dapat data yaitu performance accomplishments berada pada kategori tinggi sebanyak 45 orang (55,6%), vicarious experience berada pada kategori rendah sebanyak 43 orang (53,1%), verbal persuasion berada pada kategori tinggi sebanyak 55 orang (67,9%), physiological information berada pada kategori tinggi sebanyak 56 orang (69,1%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan hendaknya pihak sekolah agar dapat lebih mempertimbangkan pentingnya bimbingan konseling terkait personal accomplisments, explorasi pengalaman, dan pemberian apresiasi atas keputusan karir untuk setiap siswa, agar siswa dapat sejak dini merencanakan dengan tepat karir masa depannya serta memfasilitasi setiap siswa secara intensif terkait permasalahan di bidang karir.Kata kunci: karir, self efficacy, siswa.ABSTRACT A career decision making that becomes a significant step for Senior High School students or equal is a career decision making that its reality is realised by selecting a higher education after Senior High School or equal. This is important because the options that will be taken will determine their future career. A good career decision making is influenced by the factor from internal individual, nemely high self efficacy. The objective of this research was to find out self efficacy in making a career decision of the students at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam Banda Aceh. This research is a descriptive narrative with total population of 153 students, 81 samples, cross sectional aproach and the technique of selectingsample was purposive sampling. This research was conducted on 12 to 15 May 2015, by using questionnaires forself efficacy consisted of 23 statment items. Data analysis used was an univariate analysis. The result of the research showed that self efficacy on the students that would make a career decision was at high category totaled 49 persons (60,5%) and 45 persons (39,5%) as a lower category. There were four subvariables of self efficacy including: performance accomplishment was at high category for 45 persons (55,6%), vicarious experience was at low category for 43 persons (53,1%), verbal persuasion was at high category totaled 55 persons (67,9%), physiological information was at high category 56 persons (69,1%). Based on the results, the researcher suggests should the schools to be more considerate of the importance of counseling related to personal accomplisments, exploring experiences, and appreciating career desicions for every student so that the students can prepare their future career properly from the early time also school personel is expected to facilitate each student intensively related to the career problems.Keywords: career, self efficacy, students
KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI BERBAGAI FAKTOR PENYEBAB DI DESA BAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2013
AbstrakKaries gigi merupakan penyakit pada rongga mulut yang disebabkan oleh kerusakan aktivitas bakteri terhadap jaringan keras gigi . Memasuki usia sekolah , resiko anak mengalami karies yang lebih tinggi . Hasil pemeriksaan pada anak usia sekolah dasar di desa Bah menemukan bahwa 68,6 % anak-anak menderita karies gigi . Tingginya prevalensi karies gigi , dan belum berhasil upaya untuk mengatasi karies ini , mungkin karena faktor populasi distribusi , perawatan lingkungan , perilaku , dan gigi , serta keturunan rakyat Indonesia . Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan gambar kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah dasar dalam hal berbagai faktor di distrik Desa Bah Ketol Aceh Tengah pada tahun 2013 . Penelitian ini merupakan studi kasus dengan tipe deskriptif kuantitatif penelitian yang dilakukan pada 22-29 Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 37 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi 37 orang . Hasil pemeriksaan saliva menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki air liur dengan kategori rendah . Pemeriksaan kebersihan mulut kebanyakan anak memiliki status kebersihan gigi dan mulut dikategorikan penelitian tentang perilaku anak-anak menunjukkan bahwa pengetahuan 62,16 % anak-anak tidak baik , sikap anak untuk bersikap baik 78,38 % , 72.98 % memiliki anak bertindak tindakan kurang bagus . Jasa hasil penelitian kesehatan menunjukkan 89.19 % anak menyatakan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dicapai , 54,06 % menyatakan lingkungan yang tidak menguntungkan serta 75,68 % anak menyatakan ada faktor keturunan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak-anak usia sekolah di desa Bah bahwa kebersihan mulut yang buruk dan faktor saliva , perilaku buruk , faktor yang tidak perawatan kesehatan yang terjangkau , faktor lingkungan yang buruk dan faktor keturunan . Dianjurkan untuk anak usia sekolah dasar di desa Bah dalam rangka meningkatkan perilaku kesehatan mulut dan kesehatan mulut dengan menyikat gigi secara teratur adalah 3 kali sehari dan mengunjungi klinik gigi setiap 6 bulan .Sumber Bacaan : Buku 16 dan 14 Referensi Internet ( 1985-2012 )ABSTRACTDental caries is a disease in the oral cavity caused by the destruction of bacterial activity against dental hard tissues . Entering school age , the risk of children experiencing higher caries . Examination results at primary school age children in the village Bah found that 68.6 % of children suffer from dental caries . The high prevalence of dental caries , and has not been successful attempts to overcome these caries , may be due to population distribution factors , environmental , behavioral , and dental care , as well as the descendants of the people of Indonesia . The purpose of this study is find a picture of the incidence of dental caries in primary school age children in terms of the various factors in the Village Bah Ketol Central Aceh district in 2013 . research is a case study with quantitative descriptive type of research that was conducted on 22 to 29 June 2013. The population in this research is 37 people and the sample in this study was the total population of the 37 people . The results of salivary examination shows that most children have saliva with low category . Workup oral hygiene most children have dental and oral hygiene status were categorized research on children's behavior indicates that 62.16 % children's knowledge is not good , the attitude of the child to be nice 78.38 % , 72.98 % have a child acts less action good . Health services research results showed 89.19 % of the children stated that health care can not be reached , 54.06 % expressed unfavorable environment as well as 75.68 % of the children stated there are hereditary factors . From the research it can be concluded that the factors that cause dental caries in school-age children in the village Bah that oral hygiene is poor and salivary factors , poor behavior , factors that are not affordable health care , poor environmental factors and factors descent . It is recommended to elementary school -age children in the village Bah in order to improve the behavior of oral health and oral health by brushing teeth regularly is 3 times a day and visit the dental clinic every 6 months .Sources Reading : Books 16 and 14 Reference Internet ( 1985-2012
CARING: SEBUAH ANALISIS KONSEP
ABSTRACTConcept of caring is central in nursing profession. This concept is widely used in nursing education and service, but its understanding is various among nurses in Indonesia. This concept analysis aims to explore and clarify meaning of caring in nursing and its use and how this implemented in nursing practice. By using Walker and Avant method to explicate the meaning of caring, four critical attributes of caring were found: (1) deliberate attention, (2) empathic concern, (3) reciprocal, and (4) providing for. It is recommended that every nurse has appropriate understanding about caring so that they can implement it correctly into their daily practice.Keyword: caring, concept analysisABSTRAKKonsep caring sangat penting dalam profesi keperawatan. Konsep ini dipakai secara luas dalam pendidikan dan pelayanan keperawatan, namun pemahaman tentang caring masih bervariasi antara perawat di Indonesia. Konsep analisis ini bertujuan untuk menggali dan mengklarifikasi makna caring dalam keperawatan dan penggunaannya serta bagaimana caring diterapkan dalam praktik keperawatan. Dengan menggunakan metode Walker dan Avant untuk mengungkap makna caring, ditemukan empat atribut penting caring: (1) perhatian yang sengaja (2) sikap empati, (3) resiprokal, dan (4) menyediakan sesuatu bagi orang lain. Studi ini merekomendasikan agar setiap perawat memiliki pemahaman yang tepat tentang caring sehingga mereka dapat mengimplementasikan caring secara tepat dalam praktek mereka sehari-hari.Kata kunci: caring, analisis konse
PEROLEHAN IMUNISASI CAMPAK MENURUT FAKTOR PREDISPOSISI, PENDUKUNG DAN PENDORONG DI PUSKESMAS LHOKNGA
ABSTRAKPerolehan imunisasi campak dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku dari masyarakat. Aceh Besar menduduki peringkat ketiga dalam hal rendahnya cakupan imunisasi campak serta tingginya kasus campak. Cakupan Imunisasi campak di wilayah kerja Puskemas Lhoknga masih rendah yaitu 63,5%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor perilaku masyarakat (predisposisi, pendukung, pendorong) terhadap perolehan imunisasi campak, desain penelitian Explanatory Research dilakukan terhadap 75 responden yang mempunyai bayi 9-12 bulan. Hasil statistik yang mempengaruhi perolehan imunisasi campak menurut faktor predisposisi adalah pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,018), pendidikan (p=0,014), faktor pendukung yaitu jarak kepelayanan kesehatan (p=0,045), serta faktor pendorong yaitu tindakan petugas imunisasi (0,003), sedangkan faktor dominan yaitu tindakan petugas imunisasi (OR=10,4). Kesimpulan yaitu faktor perilaku masyarakat yang mempengaruhi perolehan imunisasi campak adalah pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, jarak fasilitas pelayanan kesehatan dan tindakan petugas imunisasi. Kelima faktor tersebut yang paling dominan yaitu tindakan petugas imunisasi. Selayaknya dinas terkait dapat meningkatkan promosi kesehatan pada masyarakat melalui kampanye imunisasi campak, serta pemberdayaan kader-kader kesehatan.Kata Kunci: Imunisasi, Campak, Predisposisi, Pendukung, PendorongABSTRACTThe reports on measles immunization can be influenced by the factor of communitys behavior. In the Aceh Besar District a third rank in term of low coverage of measles immunization and excessive cases. The working areas of Community Health Center in Lhoknga, is the one with low immunization coverage which only 63,5%.The purpose of this study is to analyzed the influence of the factor communitys behavior (predisposition, support, motivation)on the reports on measles immunization. Explanotory Research design was done 75 respondens with child of 6 12 months. The statistical result of the factors that influence the reports on measles immunization from are knowledge (p=0,001), attitude (p=0,018), education (p=0,014), distance to health services (p=0,045), and by the immunization worker (0,003), and where the most dominant factor is the action taken by the immunization worker (OR=10,4).The conclusion is that the communitys behavior are knowledge, attitude, education, distance to health services and the action taken by the immunization worker. The factor to most dominant which influences the communitys behavior on the reports on measles immunization in the working. It is suggested that improve the promotion of their healt program for people through measles immunization campaign, and useful health cadres.Keywords : immunization, predisposition, support, motivatio
HUBUNGAN PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA
ABSTRAKProses menua yang terjadi pada lansia akan disertai dengan perubahan psikososial. Perubahan psikososial yang terjadi mengakibatkan terganggunya peranan sosial lansia serta menimbulkan ketergantungan dengan orang lain. Oleh sebab itu akan mempengaruhi kualitas hidup lansia sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perubahan psikososial dengan kualitas hidup lansia di Gampong Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2011. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional studi dan cara pengambilan sampel adalah total sampling berjumlah 54 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Uji hipotesis dilakukan jika p-value dari (0,05) maka Ho diterima dan bila p-value dari (0,05) maka Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara merasakan cemas akan kematian dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara penyakit kronis dan ketidakmampuan dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara gangguan saraf panca indera dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara kehilangan hubungan dengan teman-teman atau keluarga dengan kualitas hidup lansia dan ada hubungan antara hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik dengan kualitas hidup lansia.Kata kunci: Perubahan Psikososial, Kualitas Hidup, Lansia.ABSTRACTAging process in elderly will be involved psychosocial change. psychosocial change resulting in social role of elderly and dependency with others. Therefore it can affect the quality of life of elderly. The research aims to identify relationship of psychosocial change with quality of life of elderly in Gampong Lamceu Kuta Baro Subdistrict Aceh Besar regency in 2011. The study was descriptive with cross sectional study as research design. The sampling technique was total sampling with 54 respondents. Data collection was implemented by guided interview. Data analysis used Chi Square statistics test. Hypothesis test conducted if p-value (0,05) then Ho accepted and if p-value (0,05) then Ho rejected. The result of the study shows relationship between anxiety of death and elderlys quality of life, relationship between chronic diseases and dissability with elderlys quality of life, relationship between sensory disorders with elderlys quality of life, relationship between loss of relationship with friends or family of elderlys quality of life and relationship between loss of strength and physical sturdiness with elderlys quality of life. Keywords : Psychosocial change, quality of life, elderly
DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RSJ ACEH
ABSTRAKDukungan keluarga merupakan pendukung utama yang berperan sangat penting dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia terutama untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia atau bersikap bermusuhan dengan pasien akan membuat kekambuhan lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga (dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental dan dukungan penilaian) dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh tahun 2011. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif, teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode purposive sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 95 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengedarkan kuesioner. Metode analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Uji hipotesis dilakukan jika p-value (0,05) maka Ho diterima dan bila p-value (0,05) Ho ditolak. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,000) yang meliputi hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,005), hubungan antara dukungan informasional keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,002), hubungan antara dukungan instrumental keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,000), serta hubungan antara dukungan penilaian keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,014). Diharapkan kepada perawat agar lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.Kata kunci: Dukungan keluarga, kekambuhan, skizofrenia.ABSTRACT Family support is one of major which has crucial role in schizophrenia recovery mainly to prevent relaps of schizophrenia. Family behaviour which not accept patient with schizophrenia or hostile behaviour with patient will occur relaps more quickly. The research aims to identify correlation of family support (emotional support, informational support, instrumental support and evaluating support) with relaps prevention for patient with schizophrenia in polyclinic of Aceh government mental hospital in 2011. The research design was descriptive correlative by using nonprobability sampling as sampling techniques with purposive sampling method which resulting 95 respondents. Data collection was conducted by distributing questionnaire. Data analytical method used chi square statistics test. Hypothesis test was implemented if p-value (0,05) therefore Ho accepted and if p-value (0,05) Ho rejected. The result of the study showed that there is a significant correlation between family support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,000) involving correlation between family emotional support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,005), correlation between family infomational support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,002), correlation between family instrumental support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,000), and correlation between family evaluation support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,014). It is recommended for nurses to get involved the role of family in caring patient with schizophrenia so that family is able to take care patient at home and also empower patient.Keywords: Family support, relaps, schizophrenia
PERILAKU IBU MENYUSUI DAN ANGKA KESAKITAN PADA ANAK DI DESA CEURIH KOTA BANDA ACEH
ABSTRAKKenyataan pada saat ini ternyata ditemukan bahwa anak yang disusui juga mengalami kecenderungan untuk sakit walaupun dengan resiko yang lebih kecil. Kemungkinan faktor yang mempengaruhi salah satunya karena kurangnya perhatian pada tanda-tanda dari kecukupan ASI, mencakup persiapan menyusui, frekuensi menyusui, durasi menyusui dan teknik menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu menyusui dengan angka kesakitan pada anak di Desa Ceurih Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi korelasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 40 orang dan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi. Data dianalisis menggunakan formula chi squaretest dengan tingkat kemaknaan () = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel independen yaitu perilaku ibu menyusui diperoleh sebanyak 23 orang (57,5%) dengan perilaku yang baik dan sebanyak 17 orang (42,5%) berada pada kategori kurang baik. Dari hasil pengolahan data diperoleh ada hubungan antara perilaku ibu menyusui dengan angka kesakitan pada anak di Desa Ceurih Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Diharapkan pada pihak terkait institusi pendidikan, bidan desa dan keluarga serta masyarakat untuk lebih sering menunjukkan dukungan terhadap ibu dalam hal menyusui yang baik terkait denganpersiapan, frekuensi, durasi dan teknik menyusui untuk menurunkan angka kesakitan pada anak.Kata kunci: ASI, perilaku ibu menyusui, persiapan, frekuensi, durasi, teknikABSTRACTCurrently, the reality was found that children who got breastfed also had a tendency to get sick even with the lower risk. Possible factors that influence one of them due to lack of attention to the adequacy signs of breastfeeding; including breastfeeding preparation, frequency of breastfeeding, duration of breastfeeding and breastfeeding techniques. The purpose of this study is to determine the relationship of breastfeedingbehaviors with morbidity in children in the Ceurih village, Ulee Kareng district, Banda Aceh. This study is a descriptive correlations study. The sampling technique used is purposive sampling as much as 40 people and collecting data instrument is a questionnaire. A data collection technique is the observation. Data were analyzed using chi square test formula with the level of significance () = 0.05. Based on the findings of the independent variables, namely the behavior of breastfeeding as much as 23 people (57.5%) were in good behavior and as much as 17 people (42.5%) were in less category. Based on processing data was obtained there is an association between breastfeeding behaviors with morbidity in children in the Ceurih village,Ulee Kareng district, Banda Aceh. It is expected to the relevant educational institutions, midwives, families, and communities to be more frequently expressed support for breastfeeding mothers in terms of its preparation, the frequency, duration and feeding techniques to reduce morbidity in children.Keywords: breastfeeding, breastfeeding behavior, preparation, frequency, duration, techniqu
PENGARUH DUKUNGAN INFORMASI TERHADAP KECEMASAN DAN PERAN IBU SELAMA PEMASANGAN INFUS BALITA DI RSUDZA BANDA ACEH
Ibu melambangkan perlindungan, keamanan dan kenyamanan bagi balita. Kehadiran ibu saat anak mendapat tindakan invasif, dapat memberi pengaruh negatif atau positif tergantung pada peran ibu. Memberikan informasi merupakan bagian dari persiapan psikologis dalam managemen nyeri, bagi orangtua dan anak sebelum dilakukan tindakan pemasangan infus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan informasi terhadap kecemasan dan peran ibu selama tindakan pemasangan infus pada anak. Desain penelitian adalah kuasi-eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent post test-only control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Hasil analisis dengan menggunakan Uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat cemas pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, terdapat perbedaan peran ibu pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: tidak ada pengaruh dukungan informasi dengan tingkat kecemasan ibu (p value = 0,069), namun ada pengaruh dukungan informasi dengan peran ibu selama tindakan pemasangan infus pada balita (p value = 0,038). Diharapkan dukungan informasi pada ibu sebelum tindakan pemasangan infus pada anak dapat diterapkan pada pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkan partisipasi ibu dalam penanganan nyeri anak selama tindakan
PERAN KELUARGA DENGAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI LABUI BANDA ACEH TAHUN 2011
Anak retardasi mental merupakan individu yang mengalami hambatan keterampilan atau kecakapan selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Peran keluarga khususnya ibu sebagai anggota keluarga sangat diperlukan bagi anak retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran keluarga dengan anak retardasi mental di SDLB Negeri Labui Banda Aceh Tahun 2011 yang meliputi peran formal dan informal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dan cara pengambilan sampel adalah probability sampling dengan Sampling jenuh. Penelitian dilakukan pada tanggal 8-10 September 2011 terhadap 55 responden ibu sebagai anggota keluarga dengan anak retardasi mental, pengumpulan data mengunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran formal 58,2% serta informal 56,4% berada pada kategori kurang dan secara umum peran keluarga juga berada pada kategori kurang yaitu 54,5%. Hal ini menunjukan keluarga masih perlu meningkatkan perannya agar lebih optimal. Penulis menyarankan kepada keluarga dengan anak retardasi mental agar lebih memberikan dukungan yang baik serta meningkatkan perannya sesuai dengan peran formal dan informal kepada anggota keluarganya yang mengalami retardasi mental dalam membantu memenuhi kebutuhan anak retardasi