Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    DUKUNGAN KELUARGA DAN STRES PADA PASIEN KANKER DI RSUDZA BANDA ACEH

    Get PDF
    Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang angka kejadiannya meningkat setiap tahun. Setiap penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja, tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya. Hal ini juga dapat terlihat pada pasien kanker, stres sering dijumpai sebagai akibat kanker tersebut. Tatalaksana kanker dan stres pada pasien kanker memerlukan peran dari banyak pihak, termasuk keluarga. Keluarga memiliki tanggung jawab terhadap status kesehatan anggota keluarganya, dimana peran keluarga akan mempengaruhi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien kanker. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 61 orang. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 95,1% responden memiliki dukungan keluarga yang baik dan sebanyak 57,4% responden mengalami stres sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres (p-value=0,04; =0,05). Kesimpulan adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga yang baik dengan stres pada pasien kanker. Peneliti memberikan rekomendasi kepada manajemen rumah sakit agar meningkatkan kualitas intervensi yang berkaitan dengan pemenuhan dukungan keluarga pada pasien kanker sehingga tingkat stres dapat menurun

    PENCEGAHAN PRIMER PENYAKITINFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITADI DESA CEURIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKUpaya Pencegahan merupakan langkah awal yang baik untuk mencegahberkembangnya suatu penyakit khususnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) yang merupakan salah satu penyakit menular tertinggi di Indonesiaterutama Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya ibudalam pencegahan primer penyakit ISPA berupa imunisasi lengkap, pemenuhannutrisi, menciptakan lingkungan yang sehat, dan menjaga kebersihan diri padabalita di Desa Ceurih Wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh tahun2015. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah populasi 159orang ibu, sampel sebanyak 67 orang dan menggunakan teknik random sampling.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Mei-2 Juni 2015 denganmenggunakan 4 buah kuesioner dengan cara ukur berbeda, yaitu menggunakanKartu Menuju Sehat, pengukuran fisik, lembar observasi, dan chek list. Analisisdata yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa upaya ibu dalam pencegahan primer penyakit ISPA berada pada kategorikurang sekitar 63 orang (94,0%), meliputi empat variabel yaitu kelengkapanimunisasi berada pada kategori tidak lengkap sebanyak 35 orang (52,2%),pemenuhan nutrisi berada pada kategori baik sebanyak 39 orang (58,2%),lingkungan sehat berada pada kategori rumah tidak sehat sebanyak 54 orang(80,6%), kebersihan diri balita berada pada kategori kurang sebanyak 38 orang(56,7%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan hendaknyaPuskesmas menindaklanjuti upaya pencegahan yang belum maksimal terhadapbalita yang mengalami ISPA di Desa Ceurih Ulee Kareng dengan mengupayakanpeningkatan perilaku sehat melalui metode pembelajaran yang beragam.Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Pencegahan PrimerABSTRACTPrevention is the first step to prevent the development of a particular diseaseespecially Acute Respiratory Infection (ARI), which is one of the highestinfectious disease in Indonesia, especially in Aceh. This study aims to determinehow maternal efforts in primary prevention of ARI in the form of completeimmunization, the fulfillment of nutrition, creating a healthier environment, andmaintaining personal hygiene in children under five years old in Ceurih withwork area is in Public Health Center (Pukesmas) in Ulee Kareng Banda Aceh2015. The method used is descriptive with a population of 159 mothers, a sampleof 67 people and uses random sampling techniques. This research was conductedfrom May 23 to June 2, 2015 by using 4 questionnaires with differentmeasurement; using health care card, physical measurements, observation sheets,and a check list. Analysis of the data used is the univariat analysis. The resultsshowed that mothers efforts in primary prevention on acute respiratory infectionsare in the category less than 63 people (94.0%), including four variables: thecompleteness of immunization which is in the category of 35 people (52.2%), thefulfillment of nutrition which is in category of 39 people (58.2%), healthyenvironment which is in the unhealthy house category of 54 people (80.6%),toddlers personal hygiene which is in less category of 38 people (56.7%). Based on the results, the researcher suggests that public health centers should follow upthe prevention efforts which have not been maximal yet on the toddler whosuffered ARI in the village Ceurih, Ulee Kareng, by improving healthybehaviors through various way of learning.Keywords: Acute Respiratory Infections, Primary Preventio

    HUBUNGAN BASIC CONDITIONING FACTORS DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELITUS DI RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKSeiring dengan pertambahan usia, sebagian besar lanjut usia (lansia) mengalami penyakit kronis, salah satunya penyakit diabetes mellitus (DM). Penyakit kronis yang terjadi pada lansia dapat menyebabkan perubahan pada kualitas hidup. Orem dalam teori self care defisit menyatakan terdapat basic conditioning factors (BCFs) yang dapat mempengaruhi perawatan diri seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan BCFs dengan kualitas hidup lansia dengan DM di poliklinik endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel 50 lansia. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 13-31 Mei 2015. Alat pengumpulan data berupa kuesioner BCFs terdiri 9 item pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban dan kuesioner DQOL terdiri 28 item pertanyaan dengan rentang jawaban skala likert. Data dianalisis menggunakan uji chisquare dengan confidence interval 95% dan a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan BCFs dengan kualitas hidup lansia (p=0,001), ada hubungan jenis kelamin (p=0,013), ada hubungan status kesehatan (p=0,003), ada hubungan pelayanan kesehatan (p=0,013), ada hubungan sosial budaya (p=0,002), ada hubungan sistem keluarga (p=0,001), ada hubungan gaya hidup (p=0,002), ada hubungan lingkungan (p=0,023) dan ada hubungan sumber daya (p=0,002). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada petugas kesehatan di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk lebih meningkatkan pendidikan kesehatan kepada pasien lansia dengan DM terkait penyakit yang diderita dan memperhatikan kenyamanan lansia selama lansia berobat.Kata Kunci: Lansia, Basic Conditioning Factors, Kualitas Hidup, Diabetes MelitusABSTRACTAs getting older, most of elderlies suffer chronic diseases, such as diabetes mellitus (DM). The chronic diseases faced by the elderlies may affect their quality of life. Orem, in her self-care deficit theory, states that there are basic conditioning factors (BCFs) that affect someones self-care. The purpose of this study was to find out the correlation between BCFs and the quality of life of the elderlies with DM in Endocrine Clinic of dr. ZainoelAbidin General Hospital of Banda Aceh. This study was descriptive correlational study with cross sectional design. The sampling technique used was consecutive sampling with the number of sample was 50 elderlies. Data were collected from May 13-31, 2015. The data collection instrument used was questionnaire about BCFs consisted of 9 question items with two optional answers and DQOL questionnaire consisted of 28 question items with Likert scale. The data were analyzed by using chi-square test with confidence interval 95% and a=0.05. The results of the study showed that there was correlation between BCFs and the quality of life of the elderlies (p=0.001); between sex (p=0.013); between health status (p=0.003);between health services (p=0.013); between social and culture (p=0.002); between family system (p=0.001); between lifestyle (p=0.002); between environment (p=0.023); and between resources (p=0.002). Based on the results of this study, the health personnel of Endocrine Clinic of dr. Zainoel Abidin General Hospital are expected to increase health education for the elderlies with DM, in term of the diseases suffered, and to pay attention to the elderlies comfort during the treatment.Keywords: Elderly, Basic Conditioning Factors, Quality of Life, Diabetes Mellitu

    HUBUNGAN FUNGSI SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. PIRNGADI MEDAN

    Get PDF
    ABSTRAKSupervisi keperawatan adalah suatu kegiatan profesional dalam pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh kepala ruangan kepada perawat pelaksana yang meliputi fungsi formatif, restorative dan normative. Supervisi keperawatan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja perawat pelaksana. Produktivitas kerja meliputi efektivitas dan efisiensi pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi supervisi kepala ruangan dengan produktivitas kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 perawat pelaksana yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan nilai CVI fungsi supervisi 0.87, produktivitas kerja 0.90 dengan nilai realibilitas fungsi supervisi 0.948 produktivitas kerja 0.924. Data dianalisa dengan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian gambaran fungsi supervisi kepala ruangan memperoleh nilai mean 160.75, median 162.50 nilai minimum 128 maksimum 186 dengan range 53, gambaran produktivitas kerja perawat pelaksana memperoleh nilai mean 118.48, median 119, nilai minimum 101 maksimum 136 dengan range 35. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara fungsi supervisi kepala ruangan dengan produktivitas kerja perawat pelaksana (p value=0.000, r=0.698). Diharapkan bidang keperawatan dapat menetapkan kebijakan dalam pelaksanaan supervisi sehingga kepala ruangan dapat meningkatkan fungsi supervisi dan melakukan penilaian terhadap produktivitas kerja perawat pelaksana.Kata kunci: fungsi supervisi, produktivitas kerja, perawat pelaksanaABSTRACTNursing supervision is a professional activity in nursing services which is instructed by nuraing chief to nurse practitioners, it includes formative, restorative, and normative functions. Nursing supervision is intended to increase work productivity of nurse practitioners. Productivity itself includes effectiveness and efficiency in providing nursing services. The objective of the research was to find out the relationship between the function of supervision of nursing chief and work productivity of nurse practitioners at dr. Pirngadi regional General Hospital Medan. The research used descriptive correlation method with cross sectional design. The samples were 160 nurse practitioners, taken by using simple random sampling technique. CVI value was 0.87, work productivity was 0.90 with the reliability value of the function of supervision was 0.948, and work productivity was 0.924. The result of normality test was 0.506. The data on the correlation analyzed by using Pearson Product Moment. The result of the research showed that the function of supervision of the nursing chief been performed well at mean value of 160.75, median 162.50, minimum value was 128, maximum value was 186 with range of 53; work productivity of nurse practitioners had been performed well at mean value of 118.48, median 119, minimum value was 101, maximum value was 136 with range of 35. The results showed significant relationship between the functions of supervision of nursing chief and work productivity of nurses (p value = 0.000, r = 0698). It is recommended that the nursing administrator make a policy in the implementation of supervision so that nursing chief can increase the function of supervision and assess the work productivity of nurse practitioners.Keywords: supervision function, work productivity, nurse practitioner

    PENGARUH VCT HIV/AIDS TERHADAP PERUBAHAN SIKAP SEKSUAL PADA KALANGAN TRANSGENDER DI BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang : Infeksi HIV di Indonesia meningkat dengan banyaknya hubungan seksual yang tidak terlindungi. Kasus AIDS menurut faktor risiko terdiri dari heteroseksual 34.305, homo seksual 1.366, IDU 8.462, transfusi darah 130, transmisi perinatal 1.506 kasus. Jumlah kumulatif di Aceh tahun 2014 untuk kasus HIV sebanyak 162 dan AIDS 193. Tujuan Penelitian : mengetahui pengaruh voluntary counseling and testing (VCT) HIV/AIDS terhadap perubahan sikap seksual pada kalangan transgender (Waria) di Banda Aceh. Metode Penelitian : Jenis Penelitian ini adalah quasi experiment. Jumlah sampel 20 responden, masing-masing 10 responden untuk kelompok intervensi dan control. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil pretest sikap pada kelompok yang melakukan VCT diperoleh nilai rata-rata 47,2 dan nilai postest 52,3. Nilai perbedaan sikap pada kelompok VCT adalah sebesar 4,1 dan kelompok kontrol nilai perubahan sikap yang diperoleh adalah 0,8. Selisih perbedaan nilai sikap sebesar 3,3 menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p sebesar 0,03. Kesimpulan: Terdapat perubahan sikap yang bermakna antara transgender yang mendapat VCT dibandingkan transgender yang tidak mendapatkan VCT. Saran : Bagi Dinas kesehatan meningkatkan program layanan VCT lebih dari satu Puskesmas di Banda Aceh dan juga bekerjasama dengan LSM untuk membuka layanan VCT.Kata kunci: VCT, HIV/AIDS, sikap seksual, transgenderABSTRACTBackground: HIV infection in Indonesia increased with the number of unprotected sexual intercourse. AIDS cases by risk factors consisted of 34 305 heterosexual, homosexual, 1366, the IDU 8462, 130 blood transfusion, perinatal transmission of 1,506 cases. Total cumulative in Aceh in 2014 for cases of HIV 162 and AIDS 193.Objective: To determine the influence of voluntary counseling and testing (VCT) of HIV / AIDS to changes in sexual behavior in the transgender (Transvestite) in Banda Aceh. Method: This study is a quasi experiment. Total sample of 20 respondents, respectively 10 respondents to the intervention and control groups. Purposive sampling technique. Results: pretest attitudes in the group that did VCT obtained average values of 47.2 and 52.3 postest value. Value difference in attitude in the group of VCT is at 4.1 and the control group rate of change of attitude obtained was 0.8. Difference in attitude score difference of 3.3 indicates a significant difference with ap value of 0.03. Conclusion: There is a significant change of attitude among transgender who received VCT compared transgender who did not get VCT. Suggestion: For health authorities improve VCT services program more than one health centers in Banda Aceh and also in cooperation with NGOs to open up VCT service.Keywords: VCT, HIV / AIDS, sexual attitudes, transgende

    RESILIENSI PASIEN NAPZA SELAMA MASA REHABILITASI

    Get PDF
    ABSTRAKBanyak masyarakat mengalami gejala hilangnya kebermaknaan spiritualitas yang mengakibatkan terjadinya penurunan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologi. Akibatnya kekerasan banyak terjadi dan seolah menjadi cara menyelesaikan masalah. Bahkan diantaranya melakukan perilaku merusak diri sendiri seperti penyalahgunaan NAPZA. Salah satu cara yang digunakan untuk memulihkan pengguna NAPZA adalah dengan rehabilitasi. Kemampuan pengguna NAPZA kembali normal disebut resiliensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat resiliensi pasien NAPZA selama masa rehabilitasi. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 17 Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan membagikan angket pada pasien NAPZA yang dibantu oleh perawat pelaksana yang bertugas di ruang tersebut dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 13 pernyataan. Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi pasien NAPZA selama masa rehabilitasi terdapat 13 responden (43,3%) mengalami tingkat resiliensi rendah dan sebanyak 17 responden (56,7%) mengalami tingkat resiliensi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada penyedia kesehatan, kelurga, serta masyarkat untuk selalu memberikan dukungan baik secara intrernal diri pasien maupun eksternal pasien untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan resiliensi pada pasien rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh di Banda Aceh.Kata kunci: Resiliensi, Pasien Napza, Rehabilitasi.ABSTRACTMany people experience the symptoms of loss meanigfulness spiritualty which resulted the decreasing of happiness and posperity pyschological. As a result, violence occurs substantialy and it considers as the way to solve the problem for instance, doing self-destructive behavior, namely drug abuse. One way that can be used to recover the drug user is by rehabilitation. The ability of drug users return to be normal is called resilience. But it needs a good spirituality in order to mantain the resilience. The purpose of this study is to determine level resilience of drug patients in rehabilitation room. This research was conducted on 10 until June 17, 2016. The method used for this research was a descriptive correlative research with a cross sectional study design. The sample was selected by using a purposive sampling technique, and 30 respondents were selected. Technique of data collection in this study was by distributing questionnaires to the drug patients that assisted by a nurse who officiated in the room in the form of Likert scale, consisting of 13 statements. The data was analyzed statistically by using a chi-square test. The result of this study shows that level resilience of the drug patients in rehabilitation have 13 respondents (43,3%) experiencing low resilience and as much 17 respondents (56,7%) experiencing high resilience. Based on this study, researchers suggested on healthcare provider, family, and society can give support internal and eksternal in patients to retain and increase the resilience of the drug patients resilience in psychriatric hospital Province Aceh in Banda Aceh.Keywords: Resiliensce, Drug of Patients, Rehabilitatio

    BAR CODE MEDICATION ADMINISTRATION: A STRATEGIC TECHNOLOGY INTERVENTION FOR REDUCING HOSPITALS MEDICATION ERRORS

    No full text
    ABSTRACTThe purpose of this review is to investigate the bar code medication administration (BCMA) as a technological solution to reduce preventable medication administration errors. The evidence gathered will serve as a foundation for the hospital boards executive decision making about the adoption of a technology-based error reduction strategy. The future hope of the implementation of BCMA would be a system that interfaces with other IT (Information Technology) applications to enhance patient safety and quality of care at hospitals. The IT devices, cannot replace caregivers. Yet, the systems would improve and support caregivers performance in meeting safety needs and delivering best practices.Keywords: Bar code, medication errors, patient safety

    DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI BLUD RSUZA BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit dengan tantangan yang besar untuk mencapai kesuksesan dalam penatalaksanaannya karena harus dilakukan seumur hidup sehingga kejenuhan dan ketidak patuhan sering terjadi. Salah satu elemen penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien DM adalah dukungan dari keluarga. Penelitian cross sectional yang bersifat deskriptif analitik ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan penderita DM. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 Juni s.d 10 Juli 2015 terhadap 97 penderita DM yang dipilihsecaraaccidental sampling di Poliklinik Endokrin BLUD RSUZA Banda Aceh. Pengumpulan data diperoleh melalui jawaban responden dengan menggunakan kuesioner. Kemudian data diolah kedalam bentuk data numerik melalui program SPSS 23 untuk selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan koefisien korelasi Pearson dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antaradukungan keluarga dengan kepatuhan pasien DM dalam menjalani pengobatan (p= .000). Mengingat pentingnya dukungan keluarga diharapkan setiap pemberian pelayanan kesehatan pada pasien DM harus lebih menerapkan keterlibatan peran serta keluarga untuk menghilangkan kemungkinan hambatan yang dihadapi oleh pasien DM dalam menjalani pengobatan.Kata kunci: Dukungan keluarga, Kepatuhan berobat, Diabetes MelitusABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is a disease with a major challenge to achieve success in its management. The treatment must be done for a long time so that often leads to boredom and disobedience. The important element in improving treatment adherence in diabetic patientis the support from the family. The descriptive cross-sectional study was designed to determine the relationship between the family support and patient compliance. Data collection was conducted from June 22 to July 10, 2015 on 97 patients with DM. The sample was selected by accidental sampling in Endocrine Clinic BLUD RSUZA Banda Aceh. The data wereanalyzed using SPSS 23.0 for Pearson correlation coefficient and linear regression. The results found that there is a relationship between family support and patient compliance (p = .000). Patient compliance was rooted in a number of family support. Health care provider should further implement the involvement of the family to eliminate the possible barriers faced by diabetic patients to achieve treatment compliance.Keywords: family support, treatment adherence, DiabetesMellitu

    MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS

    Get PDF
    ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia dapat menyebabkan disfungsi beberapa organtubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Penyakit DM tidak hanya menimbulkan dampak fisiologis dan psikologis namun juga dampak ekonomi akibat meningkatnya kebutuhan biayapengobatan dan perawatan di rumah sakit serta biaya pemulihan kesehatan selama pasien di rumah. Oleh karena itu, pengelolaan DM perlu kolaborasi yang baik antara dokter, perawat, ahli gizi, team kesehatan lainnya dalam mengatasi masalah yang dihadapi pasien.Kata Kunci: Diabetes mellitus, hiperglikemia, disfungsi organ.ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to defects in insulinsecretion, insulin action or both. Hyperglycemia can lead to dysfunction of multiple organs, especially theeyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels. DM disease not only impacts the physiological andpsychological but also economic impacts due to rising medical costs and the need for hospitalization andconvalescence costs for patients in the home. Therefore, the management of diabetes mellitus needs goodcollaboration between physicians, nurses, nutritionists, and other health team in addressing problems facedby patients.Keywords: Diabetes mellitus, hyperglycemia, organ dysfunction

    MANAJEMEN NYERI PADA BAYI

    No full text
    ABSTRAKSepanjang tahun pertama kehidupannya, bayi akan mendapat imunisasi rutin. Imunisasi merupakan salah satuprosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar imunisasi diberikan melalui penyuntikan. Rasanyeri tersebut merupakan suatu masalah yang harus diatasi, karena rasa nyaman yang diterima bayi sangatpenting guna perkembangan rasa percaya, yang merupakan salah satu tugas perkembangan pada usia bayi.Menurut teori Erikson, pada fase pertama ini (lahir sampai 1 tahun) perkembangan rasa percaya ini adalahrasa percaya terhadap diri sendiri, orang lain dan dunia sekitarnya. Orangtua yang tidak berhasil memberikankenyamanan akan menyulitkan bayinya dalam mengembangkan rasa percaya. Dalam jangka panjang,keadaan ini akan mengakibatkan gangguan interpersonal dan menarik diri. Saat bayi merasa tidak nyaman,keberadaan orangtua bersama bayi akan meningkatkan rasa nyaman, membantu bayi mengembangkan rasapercaya dan belajar respons koping adaptif yang sehat. Hal ini memicu dilakukan studi-studi yang berkaitandengan upaya meningkatkan rasa nyaman selama masa bayi, diantaranya termasuk studi mengenai upayauntuk menurunkan nyeri akibat prosedur keperawatan yang dilakukan terhadap bayi. Dengan demikiandiperlukan peran perawat untuk menmberikan kenyamanan pada bayi dengan memilih manjemen nyeri yangtepat.Kata Kunci: nyeri, bayi, prosedur keperawatanABSTRACTThroughout the first year of life, infants will receive routine immunizations. Immunization is one of theprocedures that cause pain because most immunizations are given by injection. The pain is an issue that mustbe addressed, because the baby received a sense of comfort are very important to the development of trust,which is one of the developmental tasks at age infants. According to Erikson's theory, in this first phase (birthto 1 year) believe this is the development of a sense of self-confidence, others and the world around them.Parents who fail to comfort the baby will make it difficult to develop a sense of trust. In the long term, thissituation will result in impaired interpersonal and withdrew. When babies feel uncomfortable, the existenceparents with infants will increase the sense of comfort; help babies develop a sense of trust and adaptivelearning healthy coping responses. This triggers conducted studies related to efforts to improve comfortduring infancy, some involving the study of an effort to reduce pain related to nursing procedures areperformed on infants. Thus the role of nurses needed to provide comfort to the baby by choosing appropriatepain management.Keywords: pain, infants, nursing procedure

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇