Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI DI DESA LAMCEU KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRAKKualitas hidup adalah konstruksi multidimensi yang mencakup status fungsi (perawatan diri), kesejahteraan psikologis, fungsi sosial dan keluarga, dan kesejahteraan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif . Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada 32 responden yang menderita hipertensi di Desa Lamceu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 22 item pernyataan. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menentukan persentase baik dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas hidup penderita hipertensi berada pada kategori baik yaitu 18 orang(56,3%), status fungsi (perawatan diri) berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan psikologis berada pada kategori baik yaitu 16 orang (50%) dan kurang yaitu 16 orang (50%), fungsi sosial dan keluarga berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan spiritual berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Secara umum dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011 berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada penderita hipertensi agar dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara melakukan perawatan diri (mandi, berhias makan, toileting, dll),tidak merasa putus asa untuk hidup, melakukan komunikasi dengan anggota keluarga dan tetangga serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.Kata kunci: kualitas hidup, hipertensi, penderitaABSTRACTQuality of life is multidimensional construction including the status of the function (self care), psychology well-being, social and family functioning, and spiritual well-being. This study aimed to know the description of the quality of life in hypertension patient in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011. The study design is descriptive explorative study. The sampling technique was used total sampling on 32 respondents who suffered from hypertension in the Lamceu village. Data collection technique was used questionnaire in the form of Likert scale with ordinal measurement scale consisting 22 items statement. The data were analyzed descriptively by determining the percentage of good and less categories. The result showed the quality of life of patients with hypertension are in good categories that is 18 people (56.3%), the status of the function (self-care) are in good category that is 17 people (53.1%), psychological well-being are in good categories that is 16 people (50%) and in less categories that is 16 people (50%), social and family functioning are in good categories that is 17 people (53.1%), spiritual well-being in the good category that is18 people (56.3%). Generally, it can be concluded that the quality of life of patients with hypertension in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011 are in the good category that is 18 people (56.3%). Based on the results of this study are expected to hypertension patients in order to improve the quality of life by doing self-care (bathing, ornate, eating, toileting, etc.), do not feel desperate to live, to communicate with the family members and neighbors, and get closer to Allah SWT.Keywords: Quality of life, hypertension, patient
KONSEP DIRI DAN TINGKAT KECEMASAN WANITA MASA KLIMAKTERIUM DI ACEH BESAR
Klimakterium adalah fase transisi dimana fungsi ovarium dan produksi hormon menurun. Pada masa klimakterium terjadi perubahan fisik dan psikologis yang cenderung mempengaruhi konsep diri. Perubahan ini dapat menimbulkan stress Jika wanita tersebut tidak mampu beradaptasi, maka kondisi stress tersebut akan menyebabkan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hubungan konsep diri dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium di Desa Lamreung Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011. Desain penelitian cross sectional study, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin, dan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 69 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 71 item pernyataan dalam bentuk skala likert. Metode analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dianalisis dengan menggunakan perangkat komputer . Uji hipotesis, p-value (0,05) maka Ho diterima, dan p-value (0,05) maka Ho ditolak. Hasil penelitian; ada hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium (p-value: 0,018 0,05). Untuk subvariabel; ada hubungan gambaran diri (p-value: 0,007 0,05), ideal diri (p-value: 0,025 0,05), harga diri (p-value: 0,023 0,05), peran diri (p-value: 0,005 0,05), dan identitas diri (p-value: 0,046 0,05) dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus pada wanita masa klimakterium, baik fisik maupun psikologisnya. Pendidikan kesehatan diperlukan bagi wanita masa klimakterium agar mempunyai pengetahuan yang cukup tentang klimakterium, dan menerima dengan pikiran yang positif bahwa klimakterium merupakan proses alami yang akan dialami semua wanita, beradaptasi dengan segala kondisi yang terjadi pada masa klimakterium, sehingga kecemasan dapat dihindarkan
RENCANA NARAPIDANA WANITA MENGHADAPI KEBEBASAN DI LAPAS WANITA KELAS IIA SEMARANG: KONTEKS CORRECTIONAL NURSING
ABSTRAKRencana napi wanita beragam dalam menghadapi kebebasan. Hasil studi pendahuluan dapat diperoleh databahwa terdapat napi yang berencana melakukan balas dendam kepada pihak yang menyebabkan napitersebut masuk penjara. Hal ini mengakibatkan residivisme. Terdapat pula napi yang berencana untukmengisolasi dirinya akibat stigma yang akan diperoleh. Kondisi napi wanita yang unik ini belummendapatkan perhatian khusus dalam sistem peradilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan uraiantentang rencana narapidana wanita dalam menghadapi masa kebebasannya di Lapas Wanita Kelas IIASemarang. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Sampel adalah narapidana wanita yangmenghadapi masa kebebasannya. Jumlah sampel sebanyak 7 orang dengan teknik purposive sampling.Teknik pengambilan data adalah open-ended indepth interview. Analisis data menggunakan metode Collaizi.Teridentifikasi 7 tema sebagai hasil penelitian yang mencakup mengaplikasikan ketrampilan dari Lapas,rencana hukum, rencana fisik, rencana interaksi sosial, rencana mental spiritual, pemenuhan kebutuhanhidup, dan menjalani kehidupan seperti dulu. Perlu dilakukan skrining masalah kesehatan psikososial yangdialami oleh napi wanita menjelang masa kebebasannya agar dapat membantu perawat mengembangkanintervensi yang efektif. Juga perlu dikembangkan suatu model discharge planning yang sesuai bagi napiwanita.Kata Kunci: rencana, narapidana wanita, kebebasanABSTRACTFemale inmates have various plans in facing freedom. Previous interview showed that there was an inmatethat had a plan to make resentment toward a person who caused her put into jail. This could causerecidivism. There also was a plan to withdrawal from society because of the stigma she will get. This uniquecondition has not gotten a special attention yet in court system. This study aim was to know female inmatesplan in facing freedom in Female Inmate Correctional Setting Semarang. Research design isphenomenology. Samples were female inmates who facing release period. Sample size was sevenparticipants with purposive sampling method. Data collection technique was open-ended in depth interview.Data analyzing used Collaizi method. There were seven themes as the research result including applyingskills from prison, planning related to law, physical planning, social interaction planning, mental-spiritualplanning, life need fulfillment, and live like previous life. Mental health problem screening is needed forfemale inmates in facing release period. It will help nurse to develop effective intervention for femaleinmates. In addition, a discharge planning model should be developed for female inmates.Keywords: planning, female inmate, release perio
MOBILISASI PADA PASIEN FRAKTUR MELALUI PENDEKATAN KONSEPTUAL MODEL DOROTHEA E. OREM
ABSTRAKMobilisasi merupakan kemampuan pasien untuk bergerak dan berjalan. Pada pasien fraktur dapat terjadidiskontinuitas jaringan tulang yang ditandai dengan nyeri, krepitasi, gangguan mobilisasi, sehingga pasienharus segera dimobilisasikan. Fenomena sekarang masih banyak pasien post fraktur yang tidak melalukanmobilitas sehingga menimbulkan gejala sisa. Menurut kondeptual model Dorothea E Orem self care defisitsemua pasien memiliki kemampuan untuk menolong dirinya sendiri, perawat bekerja hanya untukmemandirikan pasien sesuai dengan tingkat ketergantungan bukan menempatkan pasien pada posisidependent. Orem mengatakan ada tiga tingkatan derajat ketergantungan pasien, ketergantungan penuh,parsial dan supportif sehingga penulisan ini didapatkan bahwa pasien dapat melakukan aktifitaskemandiriannya sesuai dengan derajat ketergantungan.Kata kunci: fraktur, mobilisasi, self care defisit OremABSTRACTMobilisation is patient can exercise dan move. Patient fracture is discontinuity bone tissue was clinicalmanifestation, pain, crepitation, mobilisation problem. Fenomena now many patient nothing exercise becamescar tissue. The nurse give mobilisation theraphy for patient. Dorothea E Orem is all person have increasedself care, the working for patient otonomy validation compensatory system nothing patien dependentposition. Dorothea E Orem labels her self care deficit theory of nursing as general theory composed of thefollowing three related theories; wholly compensatory system, partly compensatory system and supportiveeducativesystem.patient can be able to perform his daily based the level of depending.Keywords: fracture, mobilisation, self care devicit Orem
KAJIAN EFISIENSI PELAYANAN RUMAH SAKIT
ABSTRAKEfisiensi penyelenggaraan pelayanan sangat penting bagi rumah sakit, tidak terkecuali bagi Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Aceh Besar yang tergolong baru. Untuk menilai efisiensi banyak indikator yang dapat digunakan, yaitu BOR, AvLOS, TOI dan BTO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi pelayanan pada RSUD Aceh Besar Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 8-12 Agustus 2016 di ruang rekam medis. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi, data disajikan dalam bentuk tabel, grafik Barber Johnson dan narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan data tahun 2015 pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar memiliki kecendrungan masuk ke daerah efisiensi dengan nilai indikator BOR sebesar 62% dan nilai BTO 45,7, sedangkan nilai indikator yang belum efisien adalah AvLOS sebesar 4 dan TOI sebesar 3,1. Diharapkan manajemen rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat mencapai efisiensi semua indikator grafik Barber Johnson..Kata kunci: Efisiensi, Pelayanan, Rumah SakitABSTRACTCommunity Mental Health Nursing (CMHN) is comprehensive nursing care, holistic and adequate, focus in community whose healthy in mentally, far from stressing vulnerability and in the recovery phase also in avoiding to having a relapse. Nurse work together with client, family and other medical team in effort to doing practice. This research aim to know the factors which related with successful implementation of program CMHN in County Aceh Besar and Banda Aceh city. Research design using cross sectional study. Respondents consist of 30 nurse who execute CMHN who work in Central of Community (Puskesmas) and 48 stakeholder, soo its done with total sampling 78 person. Result of this research show that there is significant correlation (p value 0,05) on perception of nurse CMHN and stakeholder about politic support, budget stability, partnership, organization capacity, programs evaluation, adaptation programs, communication, strategic plan and social to successful implementation of program CMHN . Recommendation based on this research result among other : its need to periodically evaluating factors that related to successful of implementation CMHN, continuously updating and training CMHN.Keywords: Efficiency, Service, Hospita
KORELASI ANTARA KADAR GULA DARAH DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
ABSTRAKKadar asam urat memiliki peningkatan yang signifikan pada pasien prediabetes. Peningkatan kadar asam urat berhubungan dengan hiperinsulinemia pada pasien DM tipe 2 yang dapat memicu timbulnya komplikasi hiperurisemia serta penyakit kardiovaskuler lainnya sehingga dibutuhkan pengetahuan tentang efek peningkatan kadar asam urat terhadap tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadargula darah (KGD) dengan asam urat pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif pada 27 pasien DM tipe 2 yang berobat ke Poliklinik Endokrinologi RSUZA Banda Aceh. Pasien yang memenuhi kriteria penelitian dilakukan pemeriksaan kadar asam urat, KGD puasa dan 2 jam pascaprandial. Untuk menentukan korelasi (r) dan koefisien determinasi (R2) digunakan uji korelasi Pearson serta uji regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 55,5% berjenis kelamin perempuan dengan rerata usia 54,79,3 tahun. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan adanya korelasi positif antara kadar asam urat dan KGD puasa sebesar r=0,652 (p0,0001), namun kadar asam urat tidak berkorelasi dengan KGD2pp (r=0,313, p=0,112). Variasi kadar asam urat dipengaruhi oleh KGDpuasa (R2 0,425; IK95% 0,013-0,036; p0,0001).Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, kadar asam urat, kadar gula darah.ABSTRACTUric acid level raises significantly in prediabetes patient. This condition is associated with hyperinsulinemia in type 2 diabetes mellitus (DM) that can emerge hyperuricemia complications and other cardiovasculardiseases. Then it is needed to know the effect of uric acid level raising in the body. The aims of this study is to know the correlation between blood glucose and uric acid level in type 2 DM. This study is corelativeanalytic study in 27 patients at endocrinology outpatient clinic RSUZA Banda Aceh. The patients in this research were examined uric acid level, fasting and 2- hours postprandial plasma blood glucose (FPG and2hPPG). We determined the correlation (r) and coefficient determination (R2) by using Pearson and linier regression analyzes. According to this study, the result showed the female gender was the commonest population (55.5%) and average age was 54.79.3 years. Pearson analyzes result showed uric acid level had a significant positive correlation with FPG (r=0.652, p0.0001), but no correlation with 2hPPG (r=0.313, p=0.112). The variation of uric acid level was affected by FPG (R2 0.425, CI95% 0.013-0.036, p0.0001).Keywords: type 2 diabetes mellitus, serum uric acid, plasma blood glucos
PERBANDINGAN COLD PRESSOR TEST MAHASISWA DENGAN DAN TANPA RIWAYAT GENETIK HIPERTENSI
ABSTRAKHipertensi terkait erat dengan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis. Aktivitas simpatis dapat diujidengan cold pressor test (CPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan CPT mahasiswapria dengan riwayat genetik hipertensi (RGH (+)) dan tanpa riwayat genetik hipertensi (RGH (-)). Desainpenelitian ini adalah uji klinis acak. Selama CPT, tangan hingga sebatas pergelangan tangan dimasukkan dalam air es (4-5C ) selama 1 menit. Empat puluh dua mahasiswa pria (18-21 tahun) dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok RGH (+) dan RGH (-). Tekanan darah (TD) dan denyut jantung (DJ) diukur sebelum, 30 detik setelah dan lima menit setelah CPT. Data dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD) yang bermakna sebelum CPT antara kedua grup. Tiga puluh detik setelah CPT, terdapat perbedaan TDS dan TDD yang bermakna antara kelompok RGH (+) yang dibandingkan dengan kelompok RGH (-). Lima menit setelah CPT, tidak terdapat perbedaan TDS yang bermakna, namun terdapat perbedaan TDD yang bermakna lima menit setelah CPT antara kedua grup . Di samping itu, tidak terdapat perbedaan DJ yang bermakna baik sebelum, 30 detik setelah dan lima menit setelah CPT antara kedua grup. Pemulihan TDS dan TDD terjadi dalam waktu lima menit. Keadaan ini menunjukkan bahwa CPT dapat digunakan sebagai metode deteksi dini hipertensi dengan mengukur TD.Kata kunci: cold pressor test, hipertensi, tekanan darah.ABSTRACTHypertension has been reported to be generally associated with sympathetic overactivity. Sympathetic overactivity can be tested by cold pressor test (CPT). The aim of study is to find out comparation of CPT between students with hypertensive parents (HP (+)) and without hypertensive parents (HP (-)). Methodology of study was randomized controlled trial. While CPT, hand immersion up to the wrist in the mixture of ice and water (4-5C) for 1 minute. Forty-two male students (18-21 years old) were divided into two groups, as group HP (+) and HP (-). Blood pressure (BP) and heart rate (HR) were measured before, 30 seconds and five minutes after CPT. Data was analized by t independent test and t paired test. Result of research indicate that there was no significant difference in resting systolic blood pressure (SBP) and diastolic blood pressure (DBP) in both groups before CPT. Thirty seconds after CPT, there was significant difference in SBP and DBP in group HP (+) as compared to group HP (-). Five minutes after CPT, there was no significant difference in SBP, but there was significant difference in DBP between two groups. Besides, there were no significant difference in HR before, 30 seconds and five minutes after CP between two groups. Thereafter, SBP and DBP recovered back to baseline at five minutes after CPT. This finding may lead that CPT can be used as predictor of future development of hypertension by measuring BP.Keywords : cold pressor test, hypertension, blood pressure
Family-Centered Care Model untuk Menurunkan Dampak Hospitalisasi Anak dengan Penyakit Kanker di Medan, Sumatera Utara
ABSTRAKKanker adalah penyebab utama kematian pada anak dimana setiap tahun angka kejadian terus meningkat. Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi orangtua dan perawat anak tentang family-centered care (FCC) untuk pasien anak dengan kanker di Medan. Data dianalisis dengan menggunakan content analysis dan independent t-test. Penelitian ini menemukan bahwa orangtua merasa bahwa FCC memiliki lima tema utama adalah: 1) bekerja sama, 2) menghormati praktik budaya, 3) memberikan informasi, 4) konsistensi dalam perawatan, dan 5) dukungan. Sementara itu, perawat anak merasa bahwa FCC memiliki empat tema: 1) keterlibatan orangtua, 2) perawatan holistik, 3 tugas dan peran, dan 4) mendidik keluarga. Dapat disimpulkan bahwa, orangtua dan perawat anak memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan FCC dikarenakan memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, kurangnya pemahaman tentang FCC keragaman budaya pasien, nilai-nilai, dan keyakinan. Oleh karena itu dibutuhkan perbaikan pada aspek-aspek tertentu dari perspektif orangtua dan keluarga terkait dengan keyakinan, nilai-nilai, dan latar belakang budaya dalam pelayanan kesehatan.Kata kunci: family-centered care, persepsi orangtua rasakan, persepsi perawat anakABSTRACTCancer is the leading cause of death in children each year in which the incidence continues to rise. This study was to explore parental and nurses pediatric perception of family-centered care (FCC) for pediatric cancer patient in Medan. Data were analyzed using content analysis and independent t-test.This study found that parents perceived that FCC had five main themes emerged were: 1) work together, 2) respect cultural practice, 3) giving information, 4) consistency of care, and 5) support. Meanwhile, nurse perceived that FCC had four themes: 1) parental involvement, 2) holistic care, 3) tasks and roles, and 4) educating families. It can be concluded that, parents and nurses had a different view of FCC, it caused they may have had different educational background, lack of understanding of FCC, increasing in the cultural diversity of patients, the values and beliefs. Therefore, it needs improvement in certain aspects from the perspective of parents and families linked to the beliefs, values, and cultural backgrounds in healthcare.Key words: family centered care, parental perception, pediatric nurses perceptio
PENGARUH LATIHAN ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUDZA BANDA ACEH
ABSTRAKStroke adalah penyakit peredaran darah otak yang mempunyai manifestasi klinis tergantung dari luas dan lokasi lesi yang terkena. Akibat dari terganggunya kebutuhan oksigen ke otak dapat terjadi manifestasi klinis berupa kelemahan sebagian atau seluruh anggota gerak dari tubuh sehingga pasien tidak mampu melakukan aktivitas karena kelemahan anggota gerak dan membutuhkan latihan anggota gerak yang bertujuan untuk mencegah kecacatan. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan dalam proses rehabilitasi yang dinilai masih sangat efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan pada pasien dengan stroke. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 9 Agustus sampai dengan 10 september 2011 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ROM terhadap peningkatan kekuatan otot. Desain Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-postest group desain kelompok intervensi (intervention group) dan kelompok kontrol (control group). Analisis bivariat dengan uji t-test independen dan t-test dependen. Sampel berjumlah 50 responden yang terdiri dari 25 group kontrol dan 25 group intervensi dengan pendekatan non probability sampling jenis consecutif sampling. Pasien diberikan tindakan latihan range of motion selama 6 hari. Evaluasi hasil penelitian dilakukan setelah 6 hari dengan menilai kekuatan otot. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan otot responden pada latihan ROM sebelum intervensi adalah 3,68 dengan standar deviasi 1,62. Pada pengukuran sesudah intervensi didapat rata-rata 4,60 dengan standar deviasi 0,81. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua 0,92 dengan standar deviasi 1,07. Hasil uji statistik didapatkan nilai (Pvalue=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna kekuatan otot sebelum dan sesudah tindakan ROM pada pasien stroke iskemik. Rekomendasi hasil penelitian agar latihan ROM yang dimodifikasi dapat diterapkan pada pasien stroke untuk meningkatkan nilai kekuatan otot sehingga akan meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta dapat mencegah stroke berulang yang berakibat kematian.Kata Kunci: latihan rom, kekuatan otot, pasien stroke iskemikABSTRACTStroke is a circulatory brain disease which had clinical manifestations based on the size and location of lesions affected. As a result of the disruption of oxygen to the brain needs can occur the clinical manifestations included the weakness of some or all of the body limbs so that the patient could not doing the activity because of the limbs weaknesses and they needs limb exercises for preventing disability. Range of Motion (ROM) exercise is one of exercise type on rehabilitation process which was assessed still effective for preventing disability occurs in the stroke patient. This Research was done start from August 9th until September 10th2011 in the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011 which aimed to find out the impact of the ROM for increasing the muscle strength. The study design is quasi experimental study with pretest-posttest group design and had the intervention and the control groups. Bivariat analysis was tested by using the independent t-test and dependent t-test. The samples are 50 participants included 25 person control group and 25 person experimental groups with a non probability sampling and consecutive sampling types. The patients are given action of the Range of Motion exercise during 6 days. The evaluation of the study conducted after 6 days to assess the muscle strength. A result of the study showed the mean score of the participants muscle strength before the ROM exercise intervention was 3.68 with standard deviation 0.81. It showed that the mean score different between the first, and the second measurements with the standard deviation 1.07. The result of statistic tested obtained value (P value=0.000), so it can be concluded that there is significant influence the muscle strength before and after the ROM exercise in stroke ischemic patient. The study recommendation is the modification of ROM exercise can be applied in stroke patient for increasing the muscle strength, so it can increase the patient ability in doing daily activity and it can prevent stroke relapse which is caused death.Keywords: ROM exercise, muscle strength, stroke ischemic patien
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEHATAN FISIK LANJUT USIA DI GAMPONG NEUSU ACEH KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 2014
ABSTRAKSalah satu tanda kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang melakukan aktivitas fisik secara teratur. Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki masa lansia mengalami penurunan.Hal ini mengakibatkan, timbulnya gangguan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga terjadi ketergantungan pada orang lain.Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara pola aktifitas fisik dengan kesehatan fisik lansia di Gampong Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel yaitupurposive samplingsehingga sampel yang didapat adalah 50 responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 12 sampai dengan 22 Juni 2014, dengan menggunakan instrumen kuesioner dalam bentuk dichotomy choice.Dari hasil penelitian yang diperoleh, pola aktivitas fisik berada pada kategori baik (66%) dan kesehatan fisik lansia berada pada kategori baik (54%). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai p-value 0,028 0,05 yang artinya ada hubungan nyata antara pola aktifitas fisik dengan kesehatan fisik lansia di Gampong Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh tahun 2014.Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kesehatan Fisik, LansiaABSTRACTOne of the health indicators is the ability to perform regular physical activities. Generally, physical condition of a person gradually declines with advancing age. It cause them problems in earning their living so that they start to depends on others. The objective of this research was to find out the relation between physical activity and physical health for elderly in Gampong Neusu Aceh, Baiturrahman Subdistrict, Banda Aceh in 2014. The method used for this research was a descriptive correlative. The sample was selected by using a purposive sampling technique, resulting in the selection of 50 respondents. This research was conducted on Juni 12 22, 2014. The instrument used for the data collection was a set of questionnaire in dichotomy choice. The research results showed that the independent variable, i.e. physical activity, was in the category of 'good' (66%). For dependent variable, i.e. physical health for elderly, was in the category of 'good' (54%). The data analysis results revealed p-value = 0.028 0.05, which means that there was a significant relation between physical activity and physical health for elderly in Gampong Neusu Aceh, Baiturrahman Subdistrict, Banda Aceh 2014.Keywords : physical activities, physical health, elderl