Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN PASIEN TUBERCULOSIS PARU
ABSTRACTThe incidens of tuberculosis is reported increased dramatically in the last decade in the wolrd includingIndonesia. Tuberculosis usually, develops in the developing countries or happens in the population with lowsocial economic. Tuberculosis is also one of the infectious diseases which caused the higher of mortality andmorbidity with prolong treatment. Patient can show a lot of symptoms for instance; productive cough, fever,night sweat, dyspneu, chest pain, anorexia and loss of body weight. The impacts of this disease not alsoinfluence of physical but also psychological. It also related with the higher of cost during hospitalized andrecovery at home. Therefore, it takes more responsibility with other professions such as physician, nurse, andanother health team to overcome this problem.Keywords: Management, increased intracranial pressure, stroke, brain tumor, patient
STRES DENGAN KUALITAS TIDUR DI UPTD MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH
ABSTRAKGaya seseorang mengatasi stres dapat mempengaruhi seberapa baik orang tersebut tidur ketika berada dibawah banyak tekanan. Seseorang yang berfokus pada emosi dan mengeluh cemas mengalami banyakmasalah tentang kecukupan tidur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara stres dengankualitas tidur lansia di UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh Tahun 2010. Metodepenelitian ini adalah korelatif, yaitu untuk melihat hubungan stres dengan kualitas tidur lansia. Data diambilpada tanggal 10 sampai dengan tanggal 18 Juni tahun 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan teknikwawancara terpimpin menggunakan kusioner dalam bentuk skala likert yang terdiri dari 35 item pernyataansebagai panduannya. Hasil pengolahan data diketahui sebagian besar lansia mengalami stres tinggi (55,1%)dan kualitas tidur lansia kurang baik sebanyak (55,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan yangsignifikan (p value = 0,003) antara stres dengan kualitas tidur lansia di UPTD Panti Sosial Meuligoe JrohNaguna Banda Aceh tahun 2010.Kata kunci: fraktur, mobilisasi, self care defisit OremABSTRACTSomebodys style in dealing with stress can influence how good that person sleep when they are underpressure. Someone who focuses on the emotion and complaints for their worry, faces a lot of problems abouttheir sleep adequacy. This research was done to determine the relationship between stress and sleep qualityof elderly in UPTD Nursing Home Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh in 2010. The method of this researchis correlation, which is examine the relationship between stress and sleep quality of elderly. The data wascollected on June 10th- 18th 2010. Data collection was done by leading interview using 35 itemsquestionnaire in Likert scale as the guidance. From the result of data collection, it was revealed that most ofelderly had high level of stress (55.1%) and the sleep quality was moderate (55.1%). The result of correlationtest shows that there is a significant relationship (p value = 0.003) between stress and sleep quality of elderlyin UPTD Nursing Home Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh in 2010.Keywords: fracture, mobilisation, self care devicit Orem
MANAJEMEN PASIEN ST ELEVASI MIOKARDIAL INFARK (STEMI)
ABSTRAKSTEMI merupakan penyebab mortalitas dengan laju mortalitas awal 30 hari setelah serangan adalah 30%.STEMI terjadi akibat aterosklerotik pada arteri koroner atau penyebab lainnya yang dapat menyebabkanterjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokardium. Pada kondisi awal akanterjadi ischemia miokardium, namun bila tidak dilakukan tindakan reperfusi segera maka akan menimbulkannekrosis miokard yang bersifat irreversible. Diagnosis awal yang cepat serta penanganan yang tepat setelahpasien tiba di ruang IGD dapat membatasi kerusakan miokardial dan meminimalkan komplikasi yang dapatmemperburuk keadaan pasien. Pada pasien STEMI, dampak yang ditimbulkan tidak hanya gangguanfisiologis dan psikologis saja, namun juga menimbulkan dampak ekonomi akibat meningkatnya kebutuhanbiaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit serta biaya pemulihan kesehatan selama pasien di rumah.Oleh karena itu, perlu kerjasama yang baik antara berbagai profesi seperti dokter, perawat dan teamkesehatan lainnya dalam mengatasi masalah pasien.Kata kunci: STEMI, manajemen STEMI.ABSTRACTSTEMI is the cause of mortality with the early rate 30 days after the attack as much as 30%. STEMI occursas the result of atherosclerotic of coronary arteries or other causes that can induce that imbalance betweensupply and need of myocardial oxygen. In the early condition, ischemic myocardium will occur and ifreperfusion treatment is not given immediately, it will create irreversible myocardial necrotic. The early,quick diagnose and the right treatment when the patients are admitted in emergency room can decreasemyocardial damage and minimize the complication that can worsen the patient condition. In STEMI patients,the effect that appear is not only physiological and psychological problem, but also create economicalproblem as the result of treatment cost, hospitalization, and recovery cost while the patients at home.Therefore, good cooperation among health providers such as doctors, nurses, and others is needed.Keywords: STEMI, STEMI management
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN KUALITAS DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. ZAINOEL ABIDIN KOTA BANDA ACEH
ABSTRAKDokumentasi dalam keperawatan memegang peranan penting terhadap mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Pelaksanaan pendokumentasian dapat dipengaruhi oleh faktor kepala ruang dengan gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu gaya kepemimpinan instruksi, konsultasi, partisipasi dan delegasi untuk mencapai tujuan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang rawat inap dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Penelitian diharapkan bermanfaat sebagai pedoman dan database bagi pelayanan keperawatan, pendidikan keperawatan dan penelitian. Penelitian ini didisain berbentuk kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dimulai tanggal 26 Agustus hingga 2 September 2016 terhadap semua perawat ruang rawat inap RSUDZA sebanyak 158 orang dengan metode Total sampling. Pengukuran data menggunakan kuisioner dan lembar Observasi. Data yang terkumpul dianalisa dengan Uji Chi Square sehingga diperoleh hasil bahwa 86.7 % kepala ruangan menggunakan gaya kepemimpinan konsultasi dan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan sangat lengkap, yaitu pengkajian (100 %), intervensi (75,3 %), implementasi (98,1 %) dan evaluasi (98,1 %). Namun hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kualitas dokumentasi keperawatan di RSUDZA Kota Banda Aceh karena nilai p value 0,744. Penelitian menyarankan setiap rumah sakit dapat melatih pimpinan perawat dengan metode mentoring agar ada role model bagi perawat dan mengontrol kualitas dokumentasi melalui supervisi serta program pendidikan lanjutan bagi perawat.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepala Ruang, Kualitas Dokumentasi Keperawatan.ABSTRACTDocumentation in nursing plays an important role on the quality of nursing services in hospitals. Implementation of the documentation can be affected by factors of head ward with a different leadership style, that style of leadership instruction, consultation, participation and delegation to achieve the goal.The research was conducted to find out and analyze the relationship of head ward leadership style with the quality of nursing documentation at dr. Zainoel Abidin Hospital at Banda Aceh. Research is expected to be useful as a reference and database for nursing services, nursing education and further nursing research. This research is designed in the form of quantitative with cross-sectional approach. The study began on 26 August to 2 September 2016 against all nurses in RSUDZA hospital wards as many as 158 people with Total sampling method. The collected data was analyzed by Chi Square Test to obtain the result that 86.7% of the head ward use the consultation leadership style and The quality of nursing care documentation is very complete, as follow assessment (100%), intervention (75.3%), implementation (98.1%) and evaluation (98.1%). However, the results showed no significant relationship between leadership style of head ward with the quality of nursing documentation in RSUDZA Banda Aceh hospital because of p value 0.744. Researchers suggest that each hospital can train nurse leaders with mentoring methods to have a role model for nurses and to control the quality of the documentation through supervision as well as further education programs for nurses.Keywords : Leadership style, head ward, quality of nursing documentation
KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN DALAM PENATALAKSANAAN FLU BURUNG
ABSTRAKRumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh adalah Rumah Sakit Rujukan Perawatan Flu Burung. Kemampuan penangan Flu Burung secara tepat dan cepat sangat diperlukan. Kinerja perawat dalam penatalaksanaan kasus flu burung merupakan komponen penting penentu keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja perawat dalam penatalaksanaan kasus flu burung dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan bulan Mei Juli 2013, menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif didukung oleh pendekanan kualitatif. Populasi penelitian perawat yang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kinerja perawat berada dalam katagori sedang. Lingkungan kerja ( = 0,939), sikap ( = 0.917) dan Pengetahuan ( = 0,785) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dalam penatalaksanaan kasus flu burung. Disarankan kepada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin mempertahankan kenyamanan lingkungan kerja dan secara kontinyu meningkatkan kemampuan perawat melalui pelatihan dan simulasi flu burung minimal sakali dalam setahun.Kata Kunci: Kinerja, Lingkungan Kerja, Pengetahuan, SikapABSTRACTDr. Zainoel Abidin General Hospita Banda Aceh is an avian influenza refferal hospital. The handling capability of avian influenza accurately and quickly is needed. Performance of nurses in the management of cases avian influenza is an important component that determines the success of therapy. This study aims to investigate the performance of nurses in the management of cases of avian influenza and the factors that influence it. The study was conducted from May to July, 2013, using census method with a quantitative approach and supported by qualitative approach. The study population is 50 numbers of nurses. Data was collected through questionnaires, in-depth interviews. The result shows that the performance of nurses is in middle range category. Work invorenment ( = 0.939), attitude ( = 0.917) and knowledge ( = 0.785) significantly influenced the performance of nurses in management of avian influenza. It is suggested to the management of the general hospital of Dr. Zainoel Abidin to maintain the comfortable working environment and continuously improve the ability of nurses through training and simulation of avian influenza once a year.Keywords: Performance, Attitude, Knowledge, and Work Environmen
PENGARUH ASUPAN TABLET ZAT BESI (Fe) TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN (Hb) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM TAHUN 2014
ABSTRAKAnemia gizi merupakan masalah kesehatan yang ikut berperan sebagai penyebab tingginya angka kematian ibu,angka kematian bayi, produktivitas kerja, prestasi olahraga dan kemampuan belajar. Wanita hamil merupakansalah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia akibat kekurangan zat besi (Fe) (ProfilKesehatan Indonesia, 2008). Institute of Medicine (1990) dalam Bobak (2005) mengemukakan bahwa jumlahbesi yang dibutuhkan untuk kehamilan tunggal yang normal ialah 1000 mg, 350 mg untuk pertumbuhan janindan plasenta, 450 mg untuk peningkatan massa sel darah merah ibu, dan 240 mg untuk kehilangan basal. Derek(2002) menambahkan, terjadi peningkatan jumlah sel darah merah, tingkat hemoglobin dan packed cell volumeyang semakin besar pada janin di umur kehamilan 36 minggu (trimester tiga) dimana 70% eritrosit janinmengandung hemoglobin fetus (HbF). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh KomsumsiTablet Zat Besi (Fe) Terhadap Kadar Haemoglobin (Hb) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas KopelmaDarussalam Tahun 20114 Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan jumlah populasi target adalah107 orang. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin (Notoatmodjo, 2002), sehingga diperolehjumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terpimpinpada ibu hamil trimester III dan laporan puskesmas tentang pemeriksaan jumlah tablet Fe yang telah diberikanpada responden serta kadar Hb yang di periksa pertama kali sebelum mengkonsumsi tablet fe. Selain itudilakukan pengukuran langsung terhadap Hb ibu dengan alat Easy Touch. Hasil Pengumpulan datamenunjukkan pada pemeriksaan tahap pertama nilai Hb berada pada katagori rendah sebayak 17 responden(56,7%) dan nilai Hb pada pemeriksaan tahap dua menunjukkan pada katagori tinggi sebanyak 20 responden(66,7%). Diharapkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi sesuai dengan jumlah yang sudahditentukan.Kata Kunci : Zat besi, Haemoglobin, Ibu hamilABSTRACTNutritional anemia is a health problem that contributes as a cause of high maternal mortality rate, infant mortality rate, labor productivity, performance in sports and learning ability. Pregnant women are one of the most vulnerable groups, especially the nutritional problems of anemia due to iron substance (Fe) (Indonesia Health Profile in 2008). Institute of Medicine (1990) in Bobak (2005) suggested that the amount of iron substance needed for normal singleton pregnancy is 1,000 mg, 350 mg for the growth of the fetus and placenta, 450 mg for an increase in maternal red blood cell mass, and 240 mg for the loss of basal , Derek (2002) added that an increase in red blood cell count, hemoglobin level and packed cell volume were greater in the fetus at 36 weeks gestation (trimester) which 70% fetal erythrocytes containing fetal hemoglobin (CFH). The purpose of this study was to determine the effect Consumption Tablet Iron substance (Fe) Against Hemoglobin levels (HL) on the pregnant woman at Health center Kopelma Darussalam in 2011. This study was descriptive correlative with the count of the population target is 107 people. The count of samples is determined by the Slovin formula (Notoatmodjo, 2002), in order to obtain a total sample of 30 people. Data collected by using interviews guided the third trimester pregnant women and health centers report about the examination of the amount of iron substance tablet that has been given to the respondent and also hemoglobins levels on the first observe before they will has been consumed fe tablet. In addition to the direct measurement of Hb mother with tools Easy Touch. Data collection results showed the first stage examination Hb values are in the under level category with 17 respondents (56.7%) and hemoglobin values at the the second observe seen on the high category as many about 20 respondents (66.7%). Writer expected to pregnant woman to consume iron substance tablets until at the count has been determined.Key words : Iron substance, Hemoglobin and Pregnant woma
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN JENIS MIGRAIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNVERSITAS SYIAH KUALA TAHUN 2014
ABSTRAKMigrain merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang banyak terjadi, dan dapat menurunkan produktifitas.Insiden pada anak dan remaja dapat terjadi secara relative mudah; 23% ketika usia remaja. Pada pengambilan dataawal didapatkan 133 orang (38%) memiliki riwayat mengalami migrain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan jenis migrain yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 63 responden selanjutnya menggunakan teknik cluster sampling dengan rumus proportional to size untuk membagi proporsi untuk masingmasing angkatan. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan pernyataan dalam skala Likert. Hasil penelitian menyebutkan, bahwa penyebab migrain adalah faktor istirahat dan tidur (61,9%), aktifitas fisik (55,6%), akhir pekan (15,87%), faktor dietary (9,52%), cuaca (17,46%), stres dan emosional (39,68%) dan sensori (17,46%). Sedangkan untuk jenis migrain tanpa aura (61,9%) dan migrain dengan aura (44,4%). Kesimpulan penelitian adalah ada dua faktor pemicu yang sering memicu migrain dan jenis migrain yang paling sering terjadi adalah migrain tanpa aura. Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan pada mahasiswa agar dapat memperhatikan pola hidup sehingga dapat mengurangi terjadinya serangan migrain dan juga membuat catatan mengenai nyeri kepala yang dialami serta apa saja yang dapat memicunya dan gejala yang muncul sebelum, ketika dan sesudah nyeri kepala.Kata kunci: migrain, faktor, jenisABSTRACTMigraine is a primary headache, which is most suffered and has impact on the productifity of sufferers. Migraine in children and adolescents occur relatively an as much as 23% occurred at the age of teen. At the beginning of data collection, it was obtained that 133 people (38%) had suffered migraine. This research objective is to find out the causing factors and types of migraine suffered by nursing student of Syiah Kuala University. This research used descriptive exploratory whit crosetional study approach. The sample was 63 respondents. The cluster sampling was used with proportional to side formula to divide the proportion for each grade. Data was collected by usingquestioners with statements in form of likert scale. The results for factors of rest and sleep was (61.9%), factor or physical activity was (55,6%), factor weekend was (15,87%) factor of dietary (,52%), factor of weather was (17,46%), factor of stress and emotional was (39,68%), and factor of sensory was (17,46%). Type of migraine without aura was (61,9%) and migraine with aura was (44,4%). The finally there are two causing factors of migraine and migraine with aura is the most common migraine suffered. Based on these results, it is expected that students pay attentions to lifestyle to reduce migraine attacks and take a note related to symptom suffered that arise before, during and after the headache.Keyword : Migraine, causing factors, type of migrain
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUDZA BANDA ACEH
ABSTRAKDekubitus merupakan nekrosis jaringan lokal yang terjadi ketika adanya jaringan lunak yang tertekan di antara tonjolan tulang dengan permukaan eksternal dalam jangka waktu yang lama. Dekubitus dapat terjadi pada pasien yang menjalani terapi tirah baring yang lama seperti pasien stroke. Upaya pencegahan dekubitus harus terus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh komponen termasuk keluarga. Keluarga yang mempunyai fungsi perawatan kesehatan diharapkan dapat merawat pasien stroke sehingga dapat mencegah terjadinya dekubitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2012. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif. Desain penelitian cross sectional study melalui pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien stroke. Pengumpulan data dengan membagi kuisioner yang terdiri dari 27 item pernyataan dalam skala likert dan lembar observasi. Metode analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square, hasil penelitian tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value 1,00) yang terdiri dari dukungan sosial keluarga (p-value: 0,517), dukungan penilaian (p-value 1,00), dukungan tambahan (p-value 1,00) dan dukungan emosional (p-value = 1,00) dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan keluarga agar dapat memberikan dukungan sepenuhnya pada anggota keluarga yang mengalami stroke dalam upaya pencegahan dekubitus.Kata kunci: stroke, pencegahan dekubitus, dukungan keluargaABSTRACTDecubitus is local tissue necrosis that occuring when a suppresed soft tissue between the bony external surface in the long term. Decubitus can occur at patient that taking bedrest in a long time such as patient with stroke. Decubitus should be prevented by involving all component included family. Family is expected to assist the nurse in providing health services in the form of prevention and treatment patients decubitus. The purpose of this research was figuring out the correlation between family support and the prevention of decubitus in patient with stroke at neurological ward in dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh in 2012. This was a descriptive correlative research with cross sectional study research design. Samples were collected by using purposive sampling technique, amounting to 30 patients with stroke and their family. Data were collected by using questionnaire comprising of 27 statement items in the form of likert scale and observation sheet. Data were analyzed with chi-square statistic test. Results of the research showed that there was no correlation between family social support (p-value = 1,00), assessment support (p-value = 1,00), additional support (p-value = 1.00), emotional support (p-value = 1.00), and the prevention of decubitus in patients. It can be concluded that there was no correlation between family support (p-value= 0,517) and the prevention of decubitus in patients with stroke at dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh in 2012. Suggestion for family is be able to give motivation to patient with stroke as prevention of decubitus.Keywords: stroke, decubitus, prevention, family suppor
PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN TSUNAMI PADA MASYARAKAT TEUPAH BARAT, KABUPATEN SIMEULUE
Pengetahuan kesiapsiagaan tsunami merupakan pengetahuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh individu yang dapat mempengaruhi sikap dan kepedulian masyarakat untuk siap dan siaga dalam mengantisipasi bencana tsunami, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah pesisir yang rentan terhadap bencana tsunami. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kecamatan Teupah Barat tentang kesiapsiagaan tsunami. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 3519 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling pada 97 responden yang berada di Kecamatan Teupah Barat. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dalam bentuk skala dichotomous yang terdiri dari 48 item pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan menentukan persentase berdasarkan katagori baik dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh pengetahuan dasar tsunami berada pada katagori baik yaitu 59 orang (60,8%), tanggapan dasar tsunami berada pada katagori baik yaitu 69 orang (71,1%), kesiapan kedaruratan dasar berada pada katagori baik yaitu 55 orang (56,7%), sistem peringatan tsunami berada pada katagori baik yaitu 52 orang (53,6%), serta sumber informasi untuk peringatan tsunami berada pada katagori baik yaitu 53 orang (54,6%). Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan kesiapsiagaan tsunami masyarakat Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue berada pada katagori baik yaitu sebanyak 58 orang (59,8%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan kepada lembaga terkait agar dapat memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesiapsiagaan tsunami dan mengubah persepsi yang keliru tentang tanda-tanda akan terjadinya tsunami sehingga masyarakat lebih siaga dalam menghadapi bencana tsunami.Kata kunci: pengetahuan, kesiapsiagaan, tsunami
KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DALAM MERAWAT PASIEN HIV/AIDS
ABSTRAKKompetensi adalah sekumpulan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menunjang melakukan suatu pekerjaan. Kompetensi perawat adalah sesuatu yang ditampilkan secara menyeluruh dalam memberikan pelayanan profesional kepada klien yang aman dan etis yang dipersyaratkan dalam praktek keperawatan. Prevalensi kasus HIV/AIDS terus meningkat oleh karena itu perlu meningkatkan kompetensi perawat dalam merawat pasien ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi perawat pelaksana dalam merawat pasien HIV/AIDS di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2015. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan total sampling pada 42 responden dan alat pengumpulan data berupa angket. Hasil penelitian didapat bahwa secar umum kompetensi perawat pelaksana dalam merawat pasien HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori kurang yaitu 19 orang (59,4%). Adapun pengetahuan perawat pelaksana berada pada kategori kurang yaitu 23 orang (54,8%), keterampilan perawat pelaksana berada pada kategori kurang yaitu 27 orang (64,3%), sikap perawat pelaksana berada pada kategori negatif dalam merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 25 orang (59,5%). Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat pelaksana dalam merawat pasien HIV/AIDS dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien tersebut.Kata kunci: pengetahuan, keterampilan, sikap, kompetensi ABSTRACTCompetency is consisted of knowledge, skill and attitude to support the duty. Nurses competency is showed comprehensive applied to clien by professional services with safety and ethical perquisites in nursing practice. The prevalence of HIVIAIDS cases continue to grow, it is necessary to increase nurses competency in caring the patients. This study aims to determine the competence of nurses in caring for patients with HIVIAIDS in patient wards Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Year 2015 Type of research is descriptive exploratory, at 42 the sample, with a total sampling techniques, data collection tools using a list of statements in the form of a questionnaire. The result is that the competence of nurses in caring for patients with HIVIAIDS majority are at less category as much as l9 people (59.4%), knowledge of nurses majority are at less category as much as 23 people (54.8%), the majority of nurses skills are at less category as much as 27 people (64.3%), the attitude of nurses in patient wards of the General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh majority are in the negative category n caring HIV/AIDS patients as much as 25 people (59.5%). Based on this expected of nurses in caring for patients with HIVI AIDS can improve their skills and knowledge in providing carefor patients.Keywords: knowledge, skills, attitude, competencie