Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI BANDA ACEH
ABSTRAKUntuk mencapai perkembangan optimal, seluruh potensi yang dimiliki anak dapat distimulasi oleh orangtua khususnya ibu. Sebelum melakukan stimulasi, ibu memerlukan bekal pengetahuan tentang stimulasi karena merupakan faktor pendukung perilaku stimulus terkait dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian stimulasi dengan perkembangan anak pra sekolah di Banda Aceh. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 53 responden di Geuceu Menara. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 30 item pernyataan, dan metode yang digunakan adalah wawancara dan pembagian kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan Confidence interval 95% dan Alpha () 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi motorik kasar (p-value 0,005), motorik halus (p-value 0,002), stimulasi bahasa (p-value 0,001), stimulasi sosial (p-value 0,003) dengan perkembangan anak pra sekolah. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan kepada fakultas keperawatan, agar dapat bekerjasama dengan pihak kader desa dan puskesmas terkait dalam hal sosialisasi stimulasi perkembangan pada anak pra sekolah.Kata kunci: Pengetahuan, stimulasi, perkembangan anak pra sekolah.ABSTRACTTo achieve optimal developmental, all the potency of children can be stimulated by parents especially mother. Before doing stimulation, the parents need sufficient knowledge about stimulation as a supporting factor stimulation behaviors related to developmental of children. The purpose of the study to determine the corelation of mothers knowledge about stimulation and developmental of preschool in Banda Aceh. The design is a quantitative study with cross-sectional approach to a sample of 53 respondents in Geuceu Menara. Data collection used questionnaire with 30 items statement, and the methods used interviews and questionnaires. Data were analyzed using the chi-square formula with 95% Confidence interval and Alpha () of 0,05. The results showed; there is a corelation between mothers knowledge about stimulation of gross motoric (p-value 0.005), fine motoric (p-value 0.002), language (p-value 0.001), social (p-value 0.003) and developmental of pre-school. Based on the results, researcher suggested to nursing faculty to make coordination with health workers and community health centre to socialize stimulations program of developmental in pre school.Keywords: Knowledge, Stimulation, developmental of pre schoo
PENGGUNAAN FORMAT ISBAR3 BERBASIS ELEKTRONIK DALAM HANDOVER KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF
ABSTRAKSerah terima (handover) keperawatan merupakan bagian penting dari perawatan klinis di mana informasi pasien yang relevan perlu dikomunikasikan secara akurat dan tepat, untuk memastikan kesinambungan perawatan dan keselamatan pasien. Komunikasi yang buruk dan format yang tidak terstruktur merupakan faktor yang dapat menyebabkan pasien berisiko dalam perawatan. Tujuan penulisan untuk menjelaskan format terstruktur yang terkomputerisasi yang digunakan oleh perawat dalam serah terima keperawatan dengan menggunakan metode komunikasi efektif: Identify, Situation, Background, Assessment, dan Rekomendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Metode analisis dengan kajian literatur. Hasil kajian didapatkan bahwa penggunaan format ISBAR3 berbasis elektronik terstruktur ini digunakan untuk mendukung cara serah terima verbal melalui model komunikasi terkini yang lebih sistematis, tepat, akurat, dan relevan dalam waktu yang sangat singkat. Penggunaan format terstruktur berbasis elektronik ini merupakan bagian dari sistem informasi keperawatan di rumah sakit. Keberhasilan penerapan format serah terima elektronik ini dapat meningkatkan komunikasi efektif, dan meningkatkan keselamatan pasien.Kata kunci: Teknologi Elektronik, Metode ISBAR3, Serah Terima Keperawatan, Sistem Informasi KeperawatanABSTRACTNursing handover is a vital part of clinical care where relevant patient information needs to be communicated precisely and accurately, to ensure continuity of care and patient safety. Poor communication and lack of structured format are contributing factors in adverse incidents where patient care is put at risk. This study aims to explain the computerized structured format used by nurses in the handover of nursing using effective communication methods: Identify, Situation, Background, Assessment, and Recommendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Method of analysis with literature review. Using this ISBAR3 computerized structured format is part of the hospital's nursing informatics system. The results of this study obtained that structured electronic format was used to support the verbal handover report through more systematic, precise, accurate, and relevant model of communication in very short period of time. The successful implementation of this electronic handover format can improve effective communication and patient safety.Keywords: E-technology, ISBAR3 Handover Methode, Nurse Shift Handover, Nursing Informatic Syste
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA PASIEN PASCA STROKE
ABSTRAKPasien yang menderita penyakit stroke dapat mengalami hemiplegia dan hemiparese sehingga dapat mengganggu aktifitas pasien, selalu bergantung pada orang lain, bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Stroke juga menyebabkan aphasia sehingga pasien kesulitan berbicara, kesulitan mengucapkan kata-kata, serta sulit bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi ini merupakan penyebab timbulnya depresi pada pasien. Keluarga sebagai orang yang terdekat sangat berperan dalam proses penyembuhan dan pemulihan pasien pasca stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 88 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner baku Beck Depression Inventory (BDI) dan teknik wawancara terpimpin. Data dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke (p-value = 0,000); secara khusus ada hubungan antara dukungan informasional (p-value = 0,035), dukungan penilaian (p-value = 0,001), dukungan tambahan (p-value =0,002), dan dukungan emosional (p-value = 0,001) dengan depresi pada pasien pasca stroke. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan program edukasi kepada keluarga agar lebih memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam dalam mengurangi depresi sehingga dapat meningkatkan penyembuhan pasien pasca strokeKata kunci: Depresi, Dukungan Keluarga, Pasien Pasca Stroke.ABSTRACTPost-stroke patient can experience hemiplegia and hemiparesis that interfere with patient daily living. They become dependent on others and could cause them to lose their job. Stroke also caused aphasia that make patient difficult to speak and to say words, this situation will make it difficult for the patient to socialize with others, and this condition could lead to depression. Family is an integral part for post-stroke patient during their healing and recovery time. The purpose of this study is to know the relationship between family support and with depression in post-stroke patient. This study used descriptive correlative method with cross sectional study design. The sampling technique used was purposive sampling in 88 respondents. The results showed a relationship between family support and depression in patients post-stroke (p-value = 0.000); (P-value = 0.002), supplemental support (p-value = 0.002), and emotional score (p-value = .001) with depression in post-stoke patients. It is expected that nurses as part of health care provider can provide educational programs to families to better understand things that can help the healing process of post-stroke patient.Keywords: Depression, Family Support, Post-stroke Patients
PEMBERDAYAAN HABIB DAN TABIB DALAM ELIMINASI KUSTA DI KABUPATEN NAGAN RAYA
ABSTRAKProvinsi Aceh merupakan salah satu daerah dengan prevalensi kusta tertinggi di Indonesia. Tahun 2014 dilaporkan penemuan kasus baru Multi Basiler sebanyak 436 kasus, salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dengan jumlah kasus kusta yang tertinggi adalah Kabupaten Nagan Raya. Jumlah kasus baru berdasarkan data tahun 2015 adalah untuk tipe Pausi Basiler (PB) sebanyak 26 kasus dan Multi Basiler (MB) sebanyak 21 kasus dengan jumlah kecacatan tingkat II adalah 4,26%. Fenomena penanganan dan pengobatan kusta pada masyarakat di Kabupaten Nagan Raya adalah pengobatan melalui Habib dan Tabib yang dikenal dengan istilah Peundang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberdayaan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta di Kabupaten Nagan Raya. Penelitin ini menggunakan desain Quasi Experiment. Penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Habib dan Tabib yang melakukan pengobatan terhadap penderita kusta di Kabupaten Nagan Raya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara dan intervensi yang diberikan adalah buku saku tentang pemberdayaan Habib dan Tabib dalam eliminasi penyakit kusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,010). Selanjutnya juga terdapat perbedaan sikap tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,040). Pemberdayaan Habib dan Tabib terbukti efektif dalam eliminasi penyakit kusta (P = 0,000 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan Habib dan Tabib di Kab. Nagan Raya agar menerapkan model kemitraan dengan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta serta selalu mendampingi Habib dan Tabib utuk meningkatkan pemberdayaan sertanya melakukan eliminasi penyakit kusta di masyarakat.Kata Kunci: Habib dan Tabib, Program Eliminasi Penyakit, Kusta.ABSTRACTAceh is one of the highest prevalence of leprosy in Indonesia. In 2014 there were 436 new cases of Multi Basiler reported. One of the districts in Aceh with the highest number of leprosy cases is Nagan Raya. The number of new cases based on data of 2015 is 26 cases of type Pausi Basiler (PB) and 21 cases Multi Basiler (MB). The number of cases of disability level II is 4.26%. The most common treatment of leprosy by people in Nagan Raya District is the treatment through Habib and Tabib known as "Peundang". The purpose of this study is to determine the effectiveness of empowerment of Habib and Tabib in the elimination of leprosy in Nagan Raya, Aceh. This research using Quasi Experiment design with respondents in this research is Habib and Tabib who do treatment to leprosy patient in Nagan Raya and divided into two groups (intervention and control group). The instruments of data collection using questionnaires with interview techniques. Interventions given to Habib and Tabib are health education through a handbook on leprosy elimination. The results showed that there was significant difference of knowledge about leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.010). Other research results are there are significant differences in attitudes towards leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.040). The empowerment of Habib and Tabib proved effective in the elimination of leprosy (P = 0,000 0.05). Based on the results of this study, it is expected to the Health Office in Nagan Raya to cooperate with Habib and Tabib as local wisdom in implementing leprosy disease elimination program.Keywords : Habib and Tabib, Elimination Program, Leprosy
KOLESTEROL TOTAL DAN KLASIFIKASI KLINIS NEW YORK HEART ASSOCIATION III DAN IV PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF
ABSTRAKPasien gagal jantung kongestif yang tidak patuh dengan diet memiliki peluang 8.81 kali lebih besar melakukan kunjungan rawat inap ulang dibandingkan dengan klien yang patuh pada diet. Diet tinggi lemak dan rendah serat menjadi penyebab tingginya kolesterol serum. Klinis gagal jantung kongestif diklasifikasikan berdasarkan klinis New York Heart Association (NYHA) yang ditetapkan sesuai dengan tingkat aktifitas fisik yang menimbulkan gejala gagal jantung meliputi Klas I, II, III dan IV. Tujuan penelitian adalah untuk melihat hubungan antara klasifikasi kolesterol total dengan klasifikasi klinis New York Heart Association (NYHA) III dan IV. Jenis rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sample penelitian 49 pasien gagal jantung kongestif saat masuk dan rawat inap di rumah sakit umum daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh. Sample ditetapkan dengan tehnik proporsive sampling. kriteria inklusi ialah: kadar kolesterol belum diterapi, gagal jantung tidak dengan kehamilan. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara klasifikasi kolesterol total dengan klasifikasi klinis New York Heart Association III dan IV (p-value 0.007). Direkomendasikan kepada pasien gagal jantung agar mengontrol kolesterol total tidak meningkat untuk mencegah meningkatnya klasifikasi klinis keparahan gagal jantung kongestif.Kata kunci: Gagal Jantung Kongestif, Kolesterol Total, Kelas Nyha III Dan IV.ABSTRACTCongestive heart failure patient who were disobedient to diet had an 8.81 times higher chance of doing re-visits than those who were obedient to diet. High-fat and low-fiber diets are the cause of high serum cholesterol. Clinical congestive heart failure is classified according to clinical New York Heart Association (NYHA) defined according to the level of physical activity that causes symptoms of heart failure into Class I, II, III and IV. The aim of the study was to examine the relationship between the classification of total cholesterol and the clinical classification of the New York Heart Association (NYHA) III and IV. Type of research design is descriptive correlative with cross sectional study approach. The samples of this study are 49 patients with congestive heart failure at admission and hospitalized in General Hospital dr Zainoel Abidin in Banda Aceh. The sample is determined by using proportional sampling technique. The inclusion criteria are: cholesterol level have not been treated, heart failure with non-pregnancy condition. Analyzed data was using Chi-square statistical test. The results of this study found that a significant relationship between the classification of total cholesterol with clinical classification of New York Heart Association III and IV (p-value 0.007). Recommended to patients with heart failure to control their total cholesterol does not increase to prevent the increased clinical classification of the severity of congestive heart failure.Keywords:Congestive heart failure, total cholesterol, classification NYHA III and IV
PENYEBAB SKIZOFRENIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI ACEH
ABSTRAKPenyebab skizofrenia secara spesifik belum diketahui hingga saat ini. Pada umumnya, ada beberapa kombinasi faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami skizofrenia. Di Provinsi Aceh, mayoritas pasien gangguan jiwa adalah skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab skizofrenia dari pasien skizofrenia rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan jumlah sampel 40 orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Peneliti menggunakan tiga instrumen yaitu Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS), data demografi dan penyebab skizofrenia. Data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil data demografi menunjukkan sebagian besar responden memiliki usia dewasa (95%), laki-laki (65%), pendidikan SMA (42,5%), dan memiliki pekerjaan (62,5%). Hasil penelitian utamanya menunnjukkan mayoritas penyebab skizofrenia berdasarkan persepsi responden adalah cobaan dari Allah SWT (kategori spiritual) yang diikuti dengan stres atau khawatir (kategori psikososial). Berdasarkan hasil penelitian ini, Rumah Sakit Jiwa Aceh diharapkan memberikan informasi secara terus menerus tentang patofisiologi skizofrenia dari setiap penyebab skizofrenia hingga munculnya gejala skizofrenia dan keterkaitan dari setiap penyebab dari skizofrenia, karena skizofrenia terjadi disebabkan oleh multi faktor. Hal ini bertujuan agar pasien memahami penyakitnya dan dapat menentukan koping yang efektif dalam proses pengobatannya.Kata kunci: Skizofrenia, penyebab, biologi, psikososial, spiritual.ABSTRACTThe causes of schizophrenia are specifically unknown until today. Generally, there are several combinations of factors that can cause a person to experience schizophrenia. In Aceh Province, the majority of patients with mental disorder are schizophrenic patients. This study aims to determine the etiology of schizophrenia from schizophrenic outpatients in the polyclinic of the Aceh Psychiatric Hospital. The method that used is descriptive and had 40 samples by using purposive sampling. The researcher used three questionnaires including Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS), demographic data, and etiology of schizophrenia. Data was analyzed by frequency statistic. The results of demographic data showed that most respondents have characteristic of adult (95%), male (65%), senior high school (42.5%), and have occupation (62.5%). The main results of study showed the majority etiology of schizophrenia according to respondents perception is the trials of Allah SWT (spiritual category) followed by stress or worry (psychosocial category). Based on the results of this study, the Aceh Psychiatric Hospital is expected to provide continuous information about the pathophysiology of schizophrenia from each cause of schizophrenia until its symptoms appear and the linkage of each cause of schizophrenia , because the schizophrenia occurs by multiple factors. It purposed to make patients understand the illness and can determine the effective coping in the treatment process.Keywords: Schizophrenia, Etiology, Biology, Psychosocial, Spiritual
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM TIFOID
ABSTRAKTifoid merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia. Kejadian demam tifoid sering dipengaruhi oleh kurangnya perilaku personal hygiene dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa laki-laki dan perempuan terhadap pencegahan penyakit tifoid di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Desain penelitian adalah comparative study. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Jumlah populasi sebesar 316 responden dengan teknik pengambilan sampel secara proportional random sampling dengan 75 responden. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil uji statistik Mann Whitney U Test diperoleh data yaitu pengetahuan laki-laki terhadap pencegahan penyakit tifoid berada pada kategori baik (6,5%) sedangkan pengetahuan perempuan pada kategori baik (29,5%). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan mahasiswa laki-laki dan perempuan terhadap pencegahan tifoid di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (p = 0,015). Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Pengetahuan, mahasiswa, penyakit tifoid.ABSTRACTTyphoid was one of endemic diseases in Indonesia. The incidence of typhoid fever was often influenced by the lack of personal hygiene behavior in daily life. The purpose of this research was to know the difference of the knowledge between male and female students on the prevention of typhoid disease at the Faculty of Nursing, Syiah Kuala University Banda Aceh. The research design was comparative study. The data collection method was used questioner. Total population of 316 respondents, and sampling technique was used proportional random sampling with 75 respondents. Data analysis using Mann Whitney U Test. Result of statistic test Mann Whitney U Test showed that male knowledge toward prevention of typhoid disease was in good category (6,5%) while knowledge of woman in good category (29,5%). The conclusion, there was difference of knowledge between male and female students on the prevention of typhoid in Nursing Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh (p = 0,015). It was expected that students can improve the healthy and clean behavior in daily life.Keywords: Knowledge, students, typhoid disease
LANSIA CARING NURSING CENTER: PERSEPSI MAHASISWA PROFESI KEPERAWATAN
ABSTRAKLansia Caring Nursing Center merupakan perawatan terpadu dan komprehensif bagi lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa profesi keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan adalah mahasiswa profesi keperawatan USU yang telah melalui tahap profesi komunitas dan telah bergabung dalam kegiatan Lansia Caring Nursing Center. Wawancara mendalam kepada 5 mahasiswa profesi keperawatan. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Ditemukan 5 tema persepsi mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center, yakni: 1) Lansia Caring Nursing Center adalah tempat untuk meningkatkan kesehatan, dan sarana untuk memberikan pendidikan bagi lansia, 2) Kegiatan Lansia Caring Nursing Center bermanfaat bagi lansia, 3) Suasana baru, ragam kegiatan, dan tersedia fasiitas yang berbeda di Lansia Caring Nursing Center, 4) Mahasiswa dapat belajar menjadi penyuluh kesehatan, fasilitator senam kaki dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia, 5) Mahasiswa menerapkan komunikasi teraupetik kepada lansia secara langsung. Kehadiran Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuan dan sebagai lahan penyaluran ide-ide terkait program lansia sehingga membuat para mahasiswa merasa antusias dan senang untuk bergabung.Kata kunci: Persepsi, lansia caring nursing center, mahasiswa profesi keperawatan. ABSTRACTThe Elderly Caring Nursing Center was an integrated and comprehensive care for the elderly.The Objective to know perception of nursing profession students in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center in Faculty of Nursing USU. Qualitative research with phenomenology approach. Participants were nursing student who have been through the community profession stage and have joined the Elderly Caring Nursing Center's activities. In-depth interview with 5 nursing profession students. Data analysis using Colaizzi method. Five themes of student perception in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center were: 1) Elderly Caring Nursing Center was a place to improve health, and to provide education for the elderly; 2) Activities in Elderly Caring Nursing Center useful for the elderly; 3) New atmosphere, variety of activities, and different facilities available at Elderly Caring Nursing Center, 4) Students can learn to become health educator, foot gym facilitator and conduct medical examination on elderly, 5) Students applied therapeutic communication directly to the elderly. The presence of Elderly Caring Nursing Center at Faculty of Nursing USU was felt to be very useful for students and can provide new ideas related to the elderly program so the students feel enthusiastic and happy to join.Keywords: Perception, elderly caring nursing center, nursing profession students
PILOT STUDY: EFEKTIFITAS PENERAPAN LEMBAR PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI SECARA MANDIRI DI DESA LAMPUJA, ACEH BESAR
ABSTRAKDemam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti betina yang menyimpan virus dengue pada telurnya. Penyakit ini menjadi penyakit yang endemik di lebih dari 100 negara. Di Indonesia sendiri jumlah penderita demam berdarah dengue pada bulan Januari sampai dengan Februari 2016 sebanyak 8.487 orang dengan jumlah kematian sebanyak 108 orang. Golongan terbanyak yang mengalami Demam Berdarah Dengue di Indonesia pada usia 5-14 tahun yaitu mencapai 43,44% dan usia 15-44 tahun sebanyak 33,25%. Prioritas pemberantasan DBD yang ditekankan oleh pemerintah untuk dilakukan oleh seluruh masyarakat adalah pemberantasan terhadap jentik Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan lembar pemantauan jentik yang dilakukan secara mandiri oleh individu di dalam keluarga dalammasyarakat dan juga melihat apakah terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terkait penyakit DBD dan upaya pencegahan DBD di Desa Lampuja Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini merupakan Experimental Pilot Study. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di desa Lampuja sebanyak 110 jiwa, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling kepada 12 orang individu yang menyatakan bersedia ikut dalam percobaan ini. Dalam penelitian ini digunakan 3 kuisioner pre test dan post test yang di kembangkan oleh peneliti untuk melihat apakah terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku dari sebelum dan sesudah intervensi diberikan kepada responden. Peneliti mengembangkan sebuah alat lembar checklist sebagai pengingat atau reminder untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk di rumah masing-masing. Checklist ini diperkenalkan kepada responden selama intervensi diberikan. Analisa univariat digunakan pada variabel pengetahuan, sikap, dan perilaku untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel. Sedangkan analisa bivariat digunakan untuk mengetahui efektivitas penerapan lembar checklist pemantauan jentik dengan melihat perbedaan antara dua kelompok data yang berskala ordinal atau interval menggunakan Wilcoxon Test. Setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi pemantauan jentik nyamuk melalui media booklet dan lembar pemantauan jentik, tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik dengan peningkatan sebanyak 49,9%, sikap masyarakat mengalami peningkatan sebanyak 33,4% dan perilaku masyarakat juga mengalami peningkatan yang berada pada kategori baik sebanyak 16,7%. Dari hasil analisa didapatkan bawah lembar pemantauan jentik mampu membantu masyarakat melakukan aktifitas 4 M terutama memantau jentik nyamuk secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Penggunaan Lembar jentik ini efektif membantu meningkatkan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terkait penanganan DBD di Desa Lampujam Aceh Besar.Kata kunci: Aedes aegypti, kesehatan komunitas, pilot studyABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever is an infectious disease from the aedes aegypti mosquitos bites that hold dengue virus in its eggs. This disease becomes an endemic of more than 100 countries. In Indonesia, the number of dengue hemorrhagic fever patients in January to February 2016 is 8,487 and caused 108 people to death. The largest group who experienced Dengue Hemorrhagic Fever in Indonesia at the age of 5-14 years that reached 43.44% and age 15-44 years as much as 33.25%. The priority of DHF eradication emphasized by the government to be undertaken by the whole community is the eradication of Aedes aegypti larva. This study aims to see the effectiveness of the application of larvae monitoring sheets done independently by the community and also to see whether there is an increase in knowledge, attitudes and behavior of people related to DHF and prevention of DHF in Lampuja Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency. This research is an Experimental Pilot Study. The population in this study is the 110 people living in Lampuja village, the sampling technique using simple random sampling to 12 people. This study used 3 pre test and post test questionnaires developed by the researchers to see whether there is a change of knowledge, attitude and behavior before and after intervention given to the respondent. Researchers developed a checklist sheet tool as a reminder to monitor mosquito larvae in their homes. This checklist was introduced to the respondent during the intervention. Univariate analysis is used on knowledge, attitude, and behavioral variables to know the distribution of frequency and percentage of each variable. While bivariate analysis is used to determine the effectiveness of application of larvae monitoring checklist by looking at the differences between two groups of ordinal or scaled data or interval using Wilcoxon Test. After the intervension given and mosquito larva monitoring demonstration through booklet media and larva monitoring sheets, the level of knowledge of the community has been in good category with 49.9% improvement, attitudes increased by 33.4% and behavior also increased good category as much as 16.7%. From the analysis results obtained under the larvae monitoring sheet is able to help the community perform activities of 4 M method especially monitor the mosquito larvae independently in their respective home environment. The usage of this Self-Monitoring- Aedes Aegypty-Larva-Sheet is effectively helps improve the level of knowledge, attitudes and behavior of the community related to the handling of DHF in Lampujam Aceh Besar Village.Keywords: Aedes aegypty, community health, pilot stud
PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KOPING ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK DENGAN THALASEMIA DI KOTA BANDA
ABSTRAKThalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai dengan defisiensi pada kecepatan produksi rantai globin yang spesifik dalam Hb yang dialami oleh penderita seumur hidup sehingga berdampak pada psikososial keluarga. Prevalensi thalasemia terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design berupa Pretest-Posttest Design. Metode Sampel yang digunakan Total Sampling yaitu berjumlah 20 orang tua yang mempunyai anak thalasemia di Kota Banda Aceh. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan koping orang tua (p = 0.001). Disarankan perlu dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas psikoedukasi terhadap penyakit kronis yang lain.Kata kunci: Thalasemia, koping, psikoedukasi.ABSTRACTThalassemia is inherited blood disorders characterized by the deficiency at speed production of specific globin chain in Hb experienced by the patient for life and have psychosocial impact on the family. The prevalence of thalassemia is increasing continually. The purpose of this research was to find out the effects of psychoeducation parental coping in take care of children with thalassemia. This research used quantitative study with pre-experimental design in form of pretest-posttest design. Method of sample used was total sampling towards 20 parents who have children with thalassemia in Banda Aceh. The result showed that there was a significant effects of psychoeducation against the parental coping improvement (p=0.001). It is strongly advised to do more research to see the effectiveness of psychoeducation against chronic disease.Keywords: Thalasemia, coping, psychoeducatio