Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    TINGKAT RESILIENSI MASYARAKAT DI AREA RAWAN BENCANA

    Get PDF
    ABSTRAKBencana tsunami Aceh tahun 2004 merupakan suatu kejadian luar biasa yang tidak hanya berdampak pada materi namun juga berdampak pada psikologis korban bencana. Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai melupakan kejadian traumatik tersebut bahkan banyak dari masyarakat yang masih bertempat tinggal dan membangun rumah di pinggir pantai. untuk itu diperlukan resiliensi yang baik agar masyarakat mampu untuk menjalani kehidupan dengan normal dan lebih baik. Resiliensi terbukti mempengaruhi tingkat ketenangan individu pada saat bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat resiliensi masyarakatdi area bencana. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini kepala keluarga di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Aceh Besar sebanyak 901. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan angket pada responden dalam bentuk dichotomous choice yang terdiri dari 35 pertanyaan. Hasil penalitian diperoleh bahwa tingkat resiliensi masyarakat di area rawan bencana berada dalam kategori siaga 63,0%. Diharapkan pada pemerintah, keluarga serta masyarakat untuk dapat meningkatkan resiliensi dengan demikian masyarakat dapat hidup lebih baik pada area rawan bencana.Kata kunci: resiliensi, masyarakat, bencana.ABSTRACTAceh tsunami disaster of 2004 was an extraordinary event that affected the victims not only materially but also psychologically. As time went on people began to forget the traumatic event and even a lot of people still live and build houses on the beach. Therefore high resilience is necessary in order to maintain their live. The purpose of this study was to determine the resilience level of communities in Blang Krueng village of Baitussalam sub-district of Aceh Besar. This research was a descriptive correlational research with cross sectional study design. The population in this study was the head of the family as many as 901 people. The sampling collection technique used was purposive sampling technique with total samples of 100 respondents. Data were collected by using a questionnaire in the form of dichotomous choice that consisted of 35 questions. The result of the research shows that the level of community resilience in disaster prone areas is in the 63.0% high category. It is expected that the government, families and communities increase resilience in order to maintain their live, especially the community who are still live in disaster prone area.Keywords: resilience, community, disaster

    UPAYA PROMOSI DAN PREVENSI KESEHATAN REPRODUKSI WANITA OLEH PETUGAS KESEHATAN

    Get PDF
    Masalah kesehatan reproduksi wanita seperti infeksi menular seksual, kanker serviks, kanker payudara, angka kematian ibu terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Rumah sakit dan petugas kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisah dari program pelayanan kesehatan dan menjadi ujung tombak dalam upaya promosi dan prevensi kesehatan dalam mencegah dan menurunkan masalah-masalah kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya promosi dan prevensi yang dilakukan oleh petugas kesehatan berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh petugas kesehatan di Ruang Kebidanan RSHS Bandung. Sampel berjumlah 37 responden, yang merupakan tenaga kesehatan/bidan di ruang kebidanan yang bersedia untuk diambil datanya. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi pernyataan yang berhubungan dengan materi kesehatan reproduksi. Penelitian ini menunjukkan lebih dari 80% tenaga kesehatan melakukan upaya promosi dan prevensi kesehatan pada kesejahteraan ibu dan bayi pada periode perinatal (ibu hamil, melahirkan, postpartum) dan KB. Kurang dari 50% tenaga kesehatan melakukan upaya promosi dan prevensi kesehatan reproduksi pada infeksi pada system reproduksi, kesehatan reproduksi remaja, deteksi dini, kesehatan lansia dan KDRT. Upaya promosi dan prevensi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di ruang kebidanan lebih berfokus pada periode perinatal dan KB sedangkan untuk kesehatan reproduksi seperti infeksi, kespro remaja, deteksi dini, lansia dan KDRT masih kurang optimal. Diharapkan upaya promosi dan prevensi kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan mencakup seluruh aspek kesehatan reproduksi.Kata Kunci: Promosi, prevensi, kesehatan reproduksiABSTRACTWomens reproductive health issues are increasing year by year in Indonesia. Hospitals and health workers are an integral part of the healthcare program and are at the forefront of promotional efforts and prevention to reduce reproductive health problems.The aim of the research is to determine the description of promotional and prevention efforts undertaken by health workers related to women's reproductive health. Quantitative descriptive methods are applied in this research. The population is all health workers in RSHS Bandung Midwifery Room. The sample is 37 respondents, who are health workers/midwives in midwifery room who are willing to take the data. The instrument used is a questionnaire containing statements relating to reproductive health materials. The results of this study indicate that more than 80% of health workers make promotion efforts and health prevention on the welfare of mothers and infants in the perinatal period (pregnant women, childbirth, postpartum) and family planning. Less than 50% of health workers make promotional efforts and prevention of reproductive health in infections of the reproductive system, adolescent reproductive health, early detection, elderly health and domestic violence. Reproductive health promotion and prevention efforts conducted by health workers in midwifery are more focused on perinatal and family planning periods, while for reproductive health such as infection, adolescent counseling, early detection, elderly and domestic violence are not optimal. It is expected that health promotion and prevention efforts will be conducted by health workers covering all aspects of reproductive health.Keywords: Promotion, illness prevention, reproductive healt

    TERAPI PSIKOFARMAKA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKGejala skizofrenia muncul karena adanya ketidakseimbangan neurotransmiter diantaranya dopamin, serotonin, norefinefrin, asetilkolin, dan Gama Amino Butirik Asid (GABA). Psikofarmaka diperlukan untuk menyeimbangkan kembali neurotransmiter tersebut agar gejala skizofrenia berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis psikofarmaka yang dikonsumsi pasien skizofrenia rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit Jiwa Aceh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden sebanyak 40 pasien skizofrenia rawat jalan dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data demografi dan form cheklist nama psikofarmaka yang diterima responden dari bagian farmasi Rumah Sakit Jiwa Aceh. Distribusi frekuensi merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisa data hasil penelitian. Hasil data menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori dewasa awal (45%), laki-laki (65%), riwayat rehospitalisasi 2-5 kali (70%), menderita skizofrenia dalam rentang 11 tahun 20 tahun (60%) dan mengkonsumsi Clozapin (70%), Risperidon (67,5%) serta Trihexiphenidil (77,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar pemberian psikofarmaka yang telah sesuai dengan pedoman yang sudah ditetapkan dapat lebih difokuskan lagi untuk memperkecil gejala efek samping dari antipsikotik selain berfokus pada penanganan gejala skizofrenia, sehingga dapat mencegah rehospitalisasi.Kata kunci: Skizofrenia, antipsikotik, dan trihexypenidil.ABSTRACTSymptoms of schizophrenia arise due to an imbalance of neurotransmitter such as dopamine, serotonin, norefinephrine, acetylcholine, and Gama Amino Butirik Asid (GABA). Psychopharmacho therapy are needed to balance the neurotransmitters in order to reduce symptoms of schizophrenia. The aim of this study was to determine psychopharmaceutical that was consumed by schizophrenic outpatients in polyclinic of the Aceh Psychiatric Hospital. This study is descriptive design. Respondents were 40 schizophrenic outpatients by using purposive sampling. The instruments used in this study are demographic data and form checklist of psychopharmaca that respondents received from the pharmacy department of the Aceh Psychiatric Hospital. Frequency distribution was used to analyze data of the study. The results showed that the majority of respondents were early adulthood (45%), male (65%), rehospitalization history 2-5 times (70%), suffering schizophrenia in the range of 11 - 20 years (60%) and consuming Clozapine (70%), Risperidone (67.5%) and also Trihexyphenidyl (77.5%). According to the results of this study, the researcher suggested that the provision of psychopharmaceutical that has been in accordance with established guidelines can be also focused to minimize the side effects from antipsychotic in addition to focusing on the managing of schizophrenic symptoms, so it can prevent rehospitalization. Keywords: Schizophrenia, antipsychotic, and tryhexiphenidil

    PENGALAMAN MENGGUNAKAN INFUS SAAT DIRAWAT DI RUMAH SAKIT

    Get PDF
    ABSTRAKSebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan infus selama perawatan. Pasien-pasien yang diinfus memiliki persepsi dan pengalaman yang beragam terkait infus yang terpasang di tangan mereka. Infus atau terapi intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman mendapatkan infus selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologi yang merekrut 15 orang pasien secara purposive sampling di ruang rawat bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dianalisis dengang nemnggunakan metode Colaizzi. Trustworthiness dari penelitian ini dijaga selama penelitian dengan menerapkan credibility, transferability, confirmability, dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan ada 4 tema yang muncul: persepsi terkait pasien dan infus, tujuan diinfus, masalah dalam penggunaan infus, dan cara menangani masalah infus. Perawat perlu menjelaskan infus yang diberikan ke pasien secara lengkap dan benar serta memberikan perawatan yang tepat untuk meminimalisir masalah-masalah yang muncul akibat penggunaan infus dalam rangka meningkatkan kualitas asuhan keperawatan untuk pasien yang terpasang terapi infus.Kata kunci: Infus, Pasien, FenomenologiABSTRACTMost of hospitalized patients need intravenous therapy or infusion. Patients being infused have various perceptions and experiences related to their infusions. Infusion or intravenous therapy as one of invasive interventions may also cause problems for the patients. Objective of this study was to explore experiences of receiving infusion during hospitalization. This study was phenomenological study which recruited purposively15 patients hospitalized in medical ward of Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru, Indonesia. Data were collected using in-depth interview and analyzed using Colaizzis method. Trustworthiness was maintained throughout this study by achieving credibility, transferability, confirmability, and dependability of the study. The results showed that 4 themes emerged from the data: perception regarding patients and infusion, goals of being infused, problems in using infusion, and ways to deal with infusions problems. Nurses need to explain infusion therapy given to patients completely and correctly as well as provide appropriate treatment to minimize problems regarding use of infusion in order to enhance quality of nursing care for patients with infusion therapy.Keywords: Infusion, Patients, Phenomenolog

    FUNGSI PENGAWASAN KEPALA RUANG DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY: PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA

    Get PDF
    ABSTRAKKeselamatan pasien (patient safety) merupakan kondisi bebas dari bahaya yang mengancam pasien selama menerima pelayanan kesehatan. Hal ini identik dengan kualitas pelayanan sehingga keselamatan pasien patient safety adalah hal yang harus diutamakan. Penerapan patient safety sangat membutuhkan peran aktif dari kepala ruang berupa fungsi pengawasan Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengawasan kepala ruang dengan penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh sebanyak 129 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: ada hubungan pengawasan kepala ruang dengan penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah MeuraxaBanda Aceh (p-value = 0,002). Dari hasil penelitian disarankan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh perlu mempertahan pengawasan dilanjutkan dengan melaksanakan training bagi kepala ruang agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal sehingga meningkatkan penerapan patient safety.Kata Kunci: Patient Safety, PengawasanABSTRACTPatient safety is a condition of free for dangers that threaten the patient for receiving health services. Application of patient safety in hospital requires an active role of head nurse in the form of guidance function in the form of controlling. Application an adequate controlling of the head nurse will have an impact on the application of optimal patient safety. The purpose of the study was to determine the relationship of controlling of head nurse with the implementation of patient safety in the inpatient unit. This study was descriptive correlative with cross sectional study design. Study population was comprised 129 nurses who work in the inpatient units at one of public hospital of Banda Aceh selected using total sampling. Data was collected by a self report questionnaire. Results of this study shows that there was a relationship between controlling head nurse with the implementation of patient safety (p-value = 0,002). The researchers suggest that the hospital should be conducting training for head nurse to increase knowledge of supervision and improve the application of patient safety in the inpatient unit.Keywords: Patient Safety, Controllin

    OPTIMALISASI KESELAMATAN PASIEN MELALUI KOMUNIKASI SBAR DALAM HANDOVER

    Get PDF
    Handover merupakan bagian mendasar dalam keselamatan pasien. Salah satu komunikasi efektif yang dapat digunakan pada saat handover adalah komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi SBAR dalam handover dengan keselamatan pasien di RS. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif korelasional. Teknik sampel adalah purposive sampling dengan total sampel sebanyak 42 perawat pelaksana. Keselamatan pasien diukur dengan kuisioner valid. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi SBAR dalam handover memiliki hubungan yang signifikan dengan keselamatan pasien (p value= 0.001). Agar komunikasi SBAR menjadi efektif pada saat handover, kepala ruangan wajib melakukan supervisi sehingga komunikasi efektif ini menjadi budaya dalam keselamatan pasien.Kata kunci : komunikasi SBAR, handover, keselamatan pasienABSTRACTOne of the effective communications that can be used during handover is SBAR communication. This study aims to determine the relationship between SBAR communications and patient safety improvement in an indonesia hospital. This research method was descriptive correlational. Purposive sampling was used with a total sample of 42 nurses. Patient safety was measured by a valid questionnaire. Data were analyzed using chi square test and Pearson correlation test. The results of this study indicated that SBAR Communication in handover has a significant relationship to patient safety (p value = 0.001). To conclude, it is expected that the head nurses supervise the nurse to implement SBAR communication in order to optimize safety culture.Keywords: SBAR communication, handover, patient safet

    EFEKTIFITAS MINI-CEX TERHADAP HASIL EVALUASI PRAKTIK PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI KLINIK BERSALIN KABUPATEN DELI SERDANG

    No full text
    ABSTRAKMetode evaluasi yang digunakan oleh institusi pendidikan diploma tiga kebidanan untuk menilai keterampilan mahasiswa saat praktik klinik pada pemeriksaan kehamilan diantaranya ratting scale, case based discussion, portofolio (laporan) dan observasi. Namun belum ada satu metode evaluasi yang dianggap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Hal ini disebabkan perbedaan persepsi tentang pembelajaran klinik dan belum adanya pengembangan metode evaluasi pada pembelajaran keterampilan kinik kebidanan. Evaluasi menggunakan mini-cex merupakan strategi penting untuk pencapaian kompetensi mahasiswa melakukan pemeriksaan kehamilan. Dengan bukti bahwa mini-cex merupakan alat evaluasi yang realistis menilai keterampilan klinis mahasiswa. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji efektivitas instrumen mini-cex dalam mengevaluasi mahasiswa melakukan pemeriksaan kehamilan pada saat praktik klinik kebidanan. Desain penelitian berupa rancangan quasi eksperimen dengan posttest only with control group design, jumlah sampel kelompok kontrol dan intervensi masing-masing sebanyak 29 orang. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada 16 klinik bersalin Kabupaten Deli Serdang. Ratting scale digunakan pada kelompok kontrol dan mini-cex pemeriksaan kehamilan pada kelompok intervensi dan data dianalisis menggunakan uji Man-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan hasil evaluasi praktik pemeriksaan kehamilan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol lebih tinggi rerata pada kelompok intervensi yaitu sebesar 79,21 dan pada kelompok kontrol sebesar 71,10, uji statistik terdapat perbedaan rerata secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p-value (0,000). Diharapkan instrumen mini-cex dapat digunakan pada setiap praktik klinik kebidanan pada institusi pendidikan kebidanan sehingga dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan praktik terutama pemeriksaan kehamilan.Kata Kunci: Mini-CEX, Hasil Evaluasi, Pemeriksaan KehamilanABSTRACTThe evaluation methods commonly used in higher education diploma in midwifery to evaluate students competence during clinical practice in performing antenatal care are ratting scale, case-based discussion, portfolio assessment (report), and observation. However, it is argued that these methods still give low contribution in increasing students achievement. It might be because there are perception discrepancies on clinical learning and undeveloped evaluation methods on clinical skill learning in midwifery. To overcome these issues, the evaluation utilizing mini-cex might become a strategy to enhance students competence in performing antenatal care. Mini cex is considered as a more realistic measurement tool to assess students clinical competence. Thus, this study was conducted to examine the effectiveness of mini-cex as an assessment method in assessing students competence in performing antenatal care during their clinical practice. This study was designed in quasi experimental setting employing post test only with control group design. The total number of participants in each group, control group and intervention group, was 29. The present study was conducted for 2 months in 16 maternity clinics in Deli Serdang Regency. Ratting scale was employed to evaluate students competence in performing antenatal care in the control group and mini-Cex used in the intervention group. The data was analysed by performing Man-Whitney. It was obtained that the average score of students evaluation result in performing antenatal care in the intervention group was higher, i.e. 79.21, than that of in the control group, i.e. 71.10. Based on statistical analysis, it was found that there was a significantly different average score between students in the intervention group and the control group with p value was 0.000. It is suggested that mini-Cex can be used in higher education diploma in midwifery to enhance students competence in performing antenatal care during clinical pratice. Keywords: mini-cex, result of practical evaluation, antenatal car

    KESIAPSIAGAAN TARUNA DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

    Get PDF
    ABSTRAKKesiapsiagaan taruna yang terdiri dari pengetahuan dan sikap, rencana untuk keadaan darurat bencana, sistem peringatan bencana, dan mobilisasi sumber daya memegang peranan penting dalam menghadapi bencana tsunami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapsiagaan taruna dalam menghadapi bencana tsunami di Balai Pendidikan dan Pelatihan Aceh Besar. Jenis penelitian ini descriptive explorative dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Aceh Besar berjumlah 241 taruna, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 100 responden, dengan alat pengumpulan data berupa angket dan jenis instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan pada April 2018 dengan hasil penelitian didapatkan kesiapsiagaan taruna 86,97 dikategorikan sangat siap, dengan nilai rata-rata tiap parameter sebagai berikut; pengetahuan dan sikap taruna (90%) sebesar 87,45 dikategorikan sangat siap, rencana untuk keadaan darurat bencana pada taruna (84%) sebesar 88,15 dikategorikan sangat siap, sistem peringatan bencana pada taruna (92%) sebesar 89,70 dikategorikan sangat siap, mobilisasi sumber daya pada taruna (98%) sebesar 93,50 dikategorikan sangat siap. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelatihan kesiapsiagaan bencana tsunami lebih intens diberikan pada taruna.Kata Kunci: Kesiapsiagaan menghadapi bencana, tsunamiABSTRACTCadets preparedness consist of Knowledge and Attitude (KA), Emergency Planning (EP), Warning System (WS), and Resource Mobilization Capacity (RMC) play an important role in facing tsunami disaster. The purpose of this research is to know cadet preparedness in facing tsunami disaster at Education and Training Center of Aceh Besar. This research type is descriptive explorative with cross sectional design. The research population is all of cadets in Education and Training Center of Aceh Besar that amounted to 241 cadets, sampling technique using purposive sampling, as many as 100 respondents, with data collection tools are in the form of questionnaires and types of questionnaire instruments. The research was conducted on May 02 until May 04, 2018 with the results of the research for the cadet preparedness were obtained 86,97 is categorized as highly prepared. Which the average of each parameter as follows: the average of knowledge and attitude of cadets (90%) of 87.45 are categorized as highly prepared, the average of emergency planing in cadets (84%) of 88.15 is categorized as highly prepared, the warning system in cadets (92%) of 89.70 is categorized as highly prepared, the average of Resource Mobilization Capacity at cadets (98%) of 93.50 is categorized as highly prepared. From the result of this research, it is expected that tsunami disaster preparedness training will be more intensely given to cadets.Keywords: Disaster preparedness, tsunam

    SISTEM PERINGATAN BENCANA DAN MOBILISASI SUMBER DAYA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI

    Get PDF
    ABSTRAKAsrama bidikmisi Universitas Syiah Kuala merupakan gedung bertingkat yang merupakan tempat yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu sangat diperlukannya sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya manusia untuk mengurangi korban jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapsiagaan mahasiswi di asrama berdasarkan dua parameter yaitu sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya manusia. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan populasi 610 orang dan sampel 304 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dikembangkan LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI-UNESCO tahun 2006 menunjukkan bahwa sistem peringatan bencana berada pada kategori siap frekuensi 124 orang (40,8%) dan mobilisasi sumber daya berada dalam kategori sangat siap frekuensi 108 orang (35,5%). Kesimpulan penelitian adalah tingkat kesiapsiagaan mahasiswi dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada kategori sangat siap. Saran peneliti kepada pengelola asrama untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dalam hal sarana berupa pembuatan jalur evakuasi, penyediaan sirine bencana, peralatan evakuasi bencana dan informasi melalui buku/leaflet/poster tentang evakuasi bencana.Kata kunci: asrama, gempa bumi, tsunami.ABSTRACTDormitory as a vulnerable place during earthquake and tsunami so it can cause many deaths. Therefore, female student should improve their disaster preparedness. The purpose of this study was to determine the student's preparedness in student dormitory based on four parameters, namely knowledge and attitude, emergency response plan, early warning system and resource mobilization. This research was descriptive quantitative with cross sectional study design. This research used the sampling technique using proportionate stratified random sampling with population of 610 people and sample of 304 people. The data was collected using questionnaire developed by LIPI-UNESCO/ISDR (2006). The data was analyzed using univariate analysis. The result showed that the disaster warning system preparedness was in the category ready with frequency of 124 people (40.8%) and resource mobilization was in the category very ready prepared with frequency of 108 people (35.5%). From this research, it can be concluded that the level of female students preparedness in facing earthquake and tsunami disaster was in category very ready. It is advisable for the dormitory board to improve the facilities such as making evacuation route, provision of disaster sirens, disaster evacuation equipment and information through books/leaflets/posters on disaster evacuation.Keywords: dormitory, earthquake, tsunami

    FAKTOR-FAKTOR BAURAN PEMASARAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN

    Get PDF
    ABSTRAKRumah sakit merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Awalnya rumah sakit didirikan dengan tujuan sosial dan berhubungan dengan keagamaan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, tujuan rumah sakit tidak hanya pelayanan sosial tetapi juga pada tujuan ekonomi bahkan komersial. Hal ini sangatdipengaruhi oleh faktor globalisasi. Strategi pemasaran jasa dibuat untuk memberi petunjuk pada para manager bagaimana agar produk jasa yang di hasilkan dapat sampai pada konsumen dan bagaimana memotivasi konsumen untuk membelinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor bauran pemasaran antara lain produk, lokasi, promosi, petugas rumah sakit, proses, dan bukti fisik yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan. Jenis penelitian kuantitif dan menggunakan metode rancangan cross sectional study dengan jumlah populasi 6.051 dan sampel sebanyak 100 orang yang ditentukan dengan accidental sampling dengan alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor produk dengan kepuasan pasien dengan nilai p-value (0,0000.005), ada hubungan yang signifikan antara faktor lokasi dengan kepuasan pasien dengan nilai p-value (0,0010.005), ada hubungan yang signifikan antara faktor promosi dengan kepuasan pasien dengan nilai p-value (0,0130.005), ada hubungan yang signifikan antara faktor petugas rumah sakit dengan kepuasan pasien dengan nilai p-value (p=0,000;p0.005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan produk, lokasi, promosi, petugas rumah sakit dengan kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini direkomendasikan pada Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan agar meningkatkan bauran pemasaran yang telah dilakukan serta meningkatkan layanan kesehatan kepada pasien agar kepuasan pasien tercapai.Kata kunci : faktor bauran pemasaran, Kepuasan pasien, Instalasi rawat jalan ABSTRACTHospitals are one health service institution that has an important role in improving health status. Initially the hospital was founded with a social purpose and associated with religious. But over time, the goal of the hospital is not only social services but also economic and even economic goals. This is greatly influenced by the factors of globalization. A service marketing strategy is created to instruct managers how to make the products they produce can reach consumers and how to motivate consumers to buy them. This study aims to determine the factors of marketing mix such as product, location, promotion, hospital personnel, process, and physical evidence related to patient satisfaction at the Outpatient Installation of Sari Mutiara General Hospital Medan. This type of research is quantitative and using cross sectional study design method with population of 6,051 and sample of 100 people determined by accidental sampling with measuring instrument using questioner. The result showed that there was a significant correlation between the product factor and patient satisfaction with p-value (0,000 0.005), there was a significant correlation between location factor and patient satisfaction with p-value (0.001 0.005), there is a significant correlation between promotion factor and patient satisfaction with p-value (0,013 0.005), there is a significant correlation between hospital staff factor and patient satisfaction with p-value (p = 0,000; p 0.005 ). So it can be concluded that there is a relationship product, location, promotion, hospital staff with patient satisfaction. From the results of this study recommended at General Hospital Sari Mutiara Medan to improve the marketing mix that has been done and improve health services to patients to achieve patient satisfaction.Keywords: marketing mix factors, patient satisfaction, outpatient installatio

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇