Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    PERBEDAAN PERSEPSI STRES LANSIA YANG TINGGAL DI KOMUNITAS DAN LANSIA YANG TINGGAL DI INSTITUSI

    No full text
    Stres merupakan masalah yang sering dialami lansia. Stres yang terjadi pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal sendiri dapat memberikan respon yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi stres lansia yang tinggal di komunitas dan lansia yang tinggal di institusi.Jenis penelitian yang digunakan adalah comperative study dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian ini adalah 342.657 lansia.Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden di komunitas dan 50 responden di institusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Data penelitian di analisis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil penelitian didapatkan persepsi stres lansia berada pada stres sedang ( 84% di komunitas dan 92% di institusi) sehingga tidak ada perbedaan persepsi stres lansia yang ditinggal di komunitas dan lansia yang tinggal di institusi ( t=0,297, p-value=0,767, =0,05). Diharapkan kepada kepala institusi dan kepala desa dapat melakukan kegiatan yang dapat mencegah stres pada lansia seperti manajemen stres dan pemberian pendidikan kesehatan terkait stres.Kata Kunci: Stres, Lanjut usia, Komunitas, InstitusiABSTRACTStress is a problem that is often experienced by elderly people. Stress that occurs in elderly people living with their families and elderly people living alone can show different responses. The purpose of this research is to determine the differences in the perception of stress of elderly living in communities and elderly people living in institutions. The type of this research is comparative study with cross-sectional design. The population in this research is 342.657 elderly people. The sampling technique is non-probability sampling using purposive sampling with a total sample of 50 respondents in communities and 50 respondents in institutions. Technique of data collection is using a questionnaire of Perceived Stress Scale (PSS-10). Research data is analyzed using the test of Independent Sample T-Test. The results of the study show that the perception of stress for the elderly people is at a moderate stress (84% in communities and 92% in institutions) so that there are no differences in the perception of stress of the elderly people living in communities and elderly people living in institutions (t=0,297, p-value=0,767, =0.05). It is expected for the heads of the institutions and the heads of the communities to organize activities that can prevent stress in the elderly people such as stress management and provision of health education related to stress.Keywords : stress, elderly, community, institutio

    ANALISIS PANTANG MAKAN DENGAN DERAJAT LUKA PERINEUM TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU NIFAS

    Get PDF
    Faktor yang mempengaruhi dalam penyembuhan luka perineum diantaranya, status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medis dan pengobatan, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pantang makan dan derajat luka perineum terhadap penyembuhan luka pada ibu nifas. Desain penelitian yang digunakan adalah Retrospektif, populasinya seluruh ibu nifas pada bulan Maret 2020. Dengan menggunakan Purposive sampling, diperoleh 15 responden sesuai kriteria inklusi. Parameter yang digunakan jawaban kuisioner pantang makan selama satu minggu masa nifas, lembar observasi derajat luka perineum, dan lembar observasi penyembuhan luka. Pengumpulan data diolah dengan uji analitik korelasi menggunakan uji Spearman Rank Corelation. Hasil analisa (0.000) (0,05) maka ada hubungan yang signifikan antara pantang makan dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Dan nilai (0.435) (0,05) yang berarti tidak ada hubungan uang signifikan antara derajat luka perineum dan penyembuhan luka pada ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapakan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibu nifas yang mengalami luka perineum tentang pantang makan yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum. Kata kunci : pantang makan, penyembuhan luka, ibu nifasABSTRACTFactors affecting the healing of perineal wounds include nutritional status, rest, stress, infection, smoking, medical and treatment conditions, and obesity. This study aims to determine the relationship of abstinence and the degree of perineal injury to wound healing in puerperal mothers. The research design used was retrospective, the population was all postpartum mothers of March 2020. By using purposive sampling, 15 respondents were obtained according to inclusion criteria. The parameters used were questionnaire responses for abstinence for one week of puerperium, observation sheet of perineal wound level, and observation sheet of wound healing. Data collection was processed by correlation analytic test using the Spearman Rank Correlation test. The analysis result (0.000) (0.05) then there is a significant relationship between abstinence and healing of perineal wounds in postpartum mothers. And the value of (0.435) (0.05) which means there is no significant money relationship between the degree of perineal injury and wound healing in the puerperal mother. Based on these results, it is expected that health workers, especially midwives, will provide accurate information to postpartum mothers who suffer perineal injuries about abstinence that affect perineal wound healing.Keywords: abstinence from eating, wound healing, puerperal mother

    PERSEPSI PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA TSUNAMI PADA MASYARAKAT PESISIR BANDA ACEH

    Get PDF
    Tsunami merupakan salah satu bencana susulan yang akan mempunyai risiko tinggi pada wilayah pesisir dan bisa berakibat pada bencana lain. Perlunya dilakukan mitigasi bencana tsunami pada wilayah pesisir yang padat penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi pengetahuan mitigasi bencana tsunami pada masyarakat Desa Alue Naga Banda Aceh. Jenis penelitian adalah descriptive explorative dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat Desa Alue Naga kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Sampel ditetapkan berdasarkan metode non probability sampling didapatkan 294 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner TDMRC Unsyiah. Data penelitian dianalisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Alue Naga hampir semua berada pada kategori baik yaitu sebanyak 292 orang (99,3%). Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar dapat memberikan tindakan (intervensi) tentang mitigasi bencana tsunami agar dapat hasil yang lebih maksimal.Kata Kunci: Mitigasi, Bencana Tsunami, Tingkat Pengetahuan MasyarakatABSTRACTTsunami is a disaster prior to another disaster with high risk to the coastline area that can lead to another disaster. Tsunami disaster mitigation is needed to be done in the coastline area where there are a lot of people reside. The purpose of this research is to see the perception of tsunami mitigation knowledge in the community of Alue Naga Village in Banda Aceh. The type of this research is descriptive explorative with a cross sectional study design. The population of this research is all people living in Alue Naga Village of Syiah Kuala Sub District of Banda Aceh. The sample was chosen by using non-probability sampling method, so that 294 respondents were chosen to be the sample for this study. The data instrument in this study is questionnaire of TDRMC of Syiah Kuala University. The data was analyzed by using univariate analysis. The result of the research shows that the knowledge level of almost all people living in Alue Naga Village is in good category (292 = 99.3%). The further researchers concerning on this issue are recommended to intervene by informing people about tsunami mitigation, so the result can be maximized.Keywords : mitigation, tsunami disaster, community knowledge leve

    HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang menyebabkan 15% kematian ibu di negara maju seperti Amerika Serikat dan 7-10% kematian ibu di negara berkembang seperti Indonesia. Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, sindrom HELLP, dan solusio plasenta pada ibu, serta dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan kematian pada janin. Banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia yang jika diketahui lebih awal dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di rumah sakit kota Banda Aceh. Jenis penelitian adalah descriptive correlative dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan secara observasi non-partisipan dengan total sampling berjumlah 88 dokumen rekam medik menggunakan lembar observasi sebagai alat pengumpul data. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara paritas dengan preeklampsia (p-value = 0,489) dan terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan preeklampsia (p-value =0.036). Dari hasil peneltian, dapat di sarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan ANC, melakukan penapisan awal preeklampsia pada kunjungan pertama kehamilan dan memberi edukasi terkait preeklampsia dalm kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil di sarankan untuk mengikuti jadwal pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengikuti saran yang di berikan petugas terkait preeklampsia.Kata kunci: paritas, usia ibu hamil, preeklampsia

    PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING LANSIA DI INSTITUSI DENGAN DI KOMUNITAS

    Get PDF
    Meningkatnya usia harapan hidup membuat angka populasi lansia semakin bertambah. Seiring dengan pertambahan usia pada lansia maka semakin banyak perubahan yang terjadi pada lansia baik perubahan fisik maupun mental yang mengarah kepada penurunan kesehatan sehingga meningkatkan ketergantungan lansia terhadap bantuan orang lain dalam memenuhi Activity Daily Living (ADL). Lansia cendenrung lebih senang untuk tinggal bersama keluarga tetapi dalam keadaan tertentu mereka tidak tinggal di lingkungan keluarganya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kemandirian dalam activity daily living (ADL) pada lansia di insitusi dengan lansia yang tinggal di komunitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive comperative dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian berjumlah 214 lansia di komunitas dan 59 lansia di institusi. Metode pengambilan sampel adalah nonprobability sampling menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 153 responden di komunitas dan 39 responden di institusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Indeks Barthel. Hasil penelitian didapatkan tingkat kemandirian lansia di komunitas yaitu mandiri 80,4% dan di institusi yaitu mandiri 41%. Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji mann whitney test didapatkan nilai p-value 0,000 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemandirian lansia di komunitas dengan lansia di institusi. Diharapkan kepada kepala institusi dan kepala desa agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kemandirian pada lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan melakukan kegiatan bersama seperti senam lansia.Kata Kunci: Tingkat kemandirian, lanjut usia, komunitas dan institusi

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI DENGAN INTERAKSI IBU-BAYI: SEBUAH LITERATURE REVIEW

    No full text
    Interaksi ibu dan bayi di tahun pertama kelahiran bayi merupakan sebuah fondasi bagi kesehatan bayi dikemudian hari. Bagaimanapun, faktor-faktor yang berkontribusi dengan interaksi ibu dan bayi akan berdampak pada perkembangan kehidupannya kelak. Tulisan ini merupakan hasil telaah secara kritis beberapa jurnal publikasi yang menitikberatkan pada faktor-faktor yang berkontribusi dengan interaksi ibu-bayi dengan menggunakan metode sistematik review dan narrative summary. Sumber yang digunakan sebanyak 10 Jurnal publikasi yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yaitu tahun terbit dalam kurun waktu tahun 2000-2020. Analisis dan sintesis berbagai sumber tersebut menghasilkan informasi yang relevan. Hasil menunjukkan 2 kategori yang dikelompokkan ke dalam faktor-faktor yang berkontribusi dengan interaksi ibu-bayi yaitu: faktor ibu (usia, pendidikan, pelatihan dan konseling, sosial ekonomi (pendapatan, pekerjaan ibu), pengalaman menjadi ibu (Multipara atau Primipara), jenis persalinan, jumlah anak, jarak kehamilan, depresi post partum, kecemasan, niat, ketersediaan waktu, tingkat kedekatan dengan janin selama kehamilan, Rooming in, skin to skin, persepsi ibu terhadap bayinya dan faktor bayi (penyakit kronis atau akut, premature/Berat Badan Lahir, jenis persalinan, jenis kelamin dan mood/ temperamen bayi. Kesimpulan, kedekatan ibu dan bayi secara signifikan dapat dikaitkan dengan beberapa faktor yang berkontribusi dengan ibu dan bayi. disarankan bagi petugas kesehatan untuk menilai perilaku ibu dan bayi berdasarkan dari perilaku keterikatan keduanya dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk mendidik mereka tentang proses interaksi keduanya dan cara mencapainya.Kata Kunci: Interaksi, Ibu, BayiABSTRACT Mother-infant interactions is a critical part of the foundation for a healthy life. Therefore, factors contributed to mother-infant interactions are necessary to the natural development of the child. The present study aimed at identifying factors associated with mother infant interaction. This paper has been developed to result of a critical review of journal publications that focus to identify factors that influence mother-nfant interactions using systematic review and narrative summary methods. The sources used were 10 publication journals taken according to the inclusion criteria, the year of publication in the 2000-2020 periode. The analysis and synthesis of these sources yields relevant information. Results: Factors influencing mother-infant interactions were divided to two categories: Maternal factors (age, education level and counseling, socioeconomic,occupation (income, maternal occupation) experience of being a mother (Multipara or Primipara)), type of delivery, number of children, pregnancy interval, post partum depression, anxiety, intention, availability of time, level of closeness to the fetus during pregnancy, rooming in, skin to skin, mothers perception of her baby) and Infancy factors including chronic or acute disease, premature/ birth weight, type of delivery, gender and babys mood/ temperament. Conclusions: the closeness of maternal and infancy can significantly be associated with several contributing factors with mother and baby. It is advisable for health workers to assess the behavior of the maternal and infancy on the basic of the attachmentbehavior of both and allocate more time to educate them their interaction process and how to achieve it.Keywords: Infant, interaction,Mothe

    GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA MENGGUNAKAN INSTRUMEN MINI-COG DI INSTITUSI

    Get PDF
    Peningkatan angka harapan hidup (AHH) di Indonesia dapat dilihat dari struktur demografi, sejak tahun 2015 Indonesia telah memasuki era penduduk tua (aging population), adanya peningkatan populasi lansia yang signifikan, menimbulkan salah satu masalah yang sering terjadi pada lansia yaitu penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif akan mempengaruhi kemampuan lansia mempelajari dan memproses informasi sehingga menurunkan kemandirian lansia dalam beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif lansia menggunakan instrumen Mini-Cog di institusi. Jenis penelitian menggunakan deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh yang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Alat pengumpulan data berupa instrumen baku Mini-Cog yang terdiri dari item mengulang kata dan menggambar jam (clock drawing task). Hasil penelitian bahwa 38 responden (65,5 %) menunjukkan kemungkinan gangguan kognitif. Kesimpulan dari penelitian adalah fungsi kognitif sebagian besar lansia di institusi menunjukkan kemungkinan gangguan kognitif. Direkomendasikan kepada pihak panti untuk dapat memfasilitasi kegiatan yang meningkatkan kinerja fungsi kognitif lansia berupa latihan fisik, senam otak serta memori training dan mengawasi lansia yang memiliki kemungkinan tinggi gangguan fungsi kognitif.Kata kunci : Kognitif, Lansia, Mini-CogABSTRACTThe increase life expectancy in Indonesia can be seen from demographic structure, since 2015 Indonesia has entered the era of aging population, the increasing of elderly population causing one of the problems in elderly that is a decline in cognitive function. Decreasing cognitive function will affect the ability to learn and process information. The purpose of this research was to find out the description of cognitive function of elderly in institution. This research used descriptive exploratory research design. The population were 58 elderly in the Regional Technical Implementation Unit (UPTD) of Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang in Ulee Kareng Banda Aceh. The sampling technique used total sampling. The data collection tool is a standard Mini-Cog instrument. The results showed that 38 respondents (65,5 %) shows possible cognitive impairments. The conclusion in this research is that cognitive function of most elderly in the institutions shows possible cognitive impairments. The researcher recommends the nursing home facilitate activities that improve the performance of cognitive function like physical exercise, brain gym and memory training and supervise the elderly with high probability of impaired cognitive function.Keywords : Cognitive, Elderly, Mini-Co

    PENERAPAN LATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RUMAH SAKIT JIWA

    Get PDF
    Diagnosis keperawatan yang ditemukan pada pasien skizofrenia salah satunya adalah isolasi sosial. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga pada pasien isolasi sosial. Tindakan keperawatan yang diberikan berupa tindakan keperawatan generalis dan spesialis latihan keterampilan sosial pada 19 pasien dan keluarga sedangkan pada kelompok kedua yaitu tindakan keperawatan generalis dan spesialis latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga pada 6 klien dan keluarga. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan tindakan generalis, latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga lebih besar menurunkan tanda dan gejala serta peningkatan kemampuan bersosialisasi dibandingkan pada kelompok yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan latihan keterampilan sosial. Hasil ini direkomendasikan untuk dilakukannya tindakan keperawatan latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga pada klien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa.Kata Kunci: Isolasi sosial, Latihan Keterampilan Sosial, Psikoedukasi KeluargaABSTRACTNursing diagnosis found in schizophrenia patiens one of which is social isolation. The purpose of case study is known to the results of applying social skills training and family psychoeducation for client social isolation. Nursing intervention are generalist and specialist social skill training for 19 clients and family while in the second group are generalist nursing actions and specialist social skills training and family psychoeducation for 6 clients. The results showed that the decrease in signs and symptoms as well as improvement of social skills in second group receiving generalist nursing intervenstion, social skills training and family psychoeducation compared with the first group receiving generalist nursing actions and social skills training. The results of this final scientific is recommended for nursing intervention social skills training and family psychoeducation for client social isolation in Mental Hospital.Keywords: Social Isolation, Social Skills Training, Family Psychoeducation

    UPAYA PENINGKATAN KELULUSAN TOEFL MAHASISWA DENGAN METODE SELF HELP GROUP (SHG)

    No full text
    Kelulusan TOEFL dengan grade 475 merupakan salah satu syarat utama kelulusan mahasiswa pada pendidikan sarjana dan profesi. Mayoritas mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala memiliki kesulitan dalam mencapai grade tersebut. Oleh karena itu, dengan penggunaan metode Self Help Group (SHG) ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang isu yang mereka butuhkan khususnya tentang TOEFL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode self help group (SHG) terhadap peningkatan kelulusan TOEFL mahasiswa. Metode penelitian ini adalah Action Research pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai TOEFL mahasiswa setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum intervensi (t (44) = -2.947, p 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa program kegiatan SHG efektif untuk meningkatkan nilai TOEFL mahasiswa, selain itu jumlah mahasiswa yang lulus TOEFL meningkat dari 1 orang yang lulus TOEFL sebelum intervensi menjadi 4 orang mahasiswa yang lulus TOEFL setelah intervensi. Rekomendasi, disarankan kepada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dan instansi pendidikan lainnya untuk dapat mengaplikasikan kegiatan SHG pada TOEFL mahasiswa secara berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga akan terjadi peningkatan kelulusan TOEFL lebih besar.Kata Kunci: Self Help Group, Kelulusan, TOEFLABSTRACTGraduation TOEFL with grade 475 was one of the main requirements for student graduation in undergraduate and professional education. The majority of nursing students at Faculty of Nursing, Syiah Kuala University had difficulties in achieving these grades. Therefore, using the Self Help Group (SHG) method could increased the knowledge and abilities about the issues they need specifically about the TOEFL. The purpose of this study was to determine the effect of the self help group (SHG) method on increasing student TOEFL graduation. The research method was Action Research pre-test and post-test design. The sampling technique used purposive sampling, with the number of samples were 44 respondents. Based on the study results, it was found that the TOEFL score of nursing students after the intervention was higher compared with before the intervention (t (44) = -2.947, p 0.05). It was showed that the SHG activity program was effective in increasing the TOEFL score of students, besides the number of students who passed the TOEFL increased from 1 person before the intervention became 4 students after the intervention. Recommendations, it was suggested to the Faculty of Nursing at Syiah Kuala University and other educational institutions to be able to apply SHG program for students' TOEFL sustainably and in a longer period of time, so that there will be a greater increase in TOEFL graduation.Keywords: Self Help Group, Graduation, TOEF

    00OPTIMALISASI PELAKSANAAN SERAH TERIMA PASIEN ANTAR SHIFT KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT: PILOT STUDY

    No full text
    Serah terima pasien antar shift keperawatan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pelaksanaan serah terima antar shift keperawatan agar lebih optimal. Metode yang digunakan adalah pilot study pada dua ruang Rawat Inap Dewasa di RS. Tahapan dimulai dengan pengisian kuesioner, observasi dan wawancara lalu dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone dan diperoleh masalah yaitu belum optimalnya pelaksanaan serah terima pasien pasien antar shift keperawatan. Implementasi yang dilakukan berupa penyempurnaan SPO, meningkatkan komunikasi efektif perawat dengan SBAR, membuat video role play serah terima dan penyempurnaan fungsi Catatan Harian Pasien Terintegrasi. Kesimpulan yang didapatkan yaitu serah terima dapat optimal dengan adanya komunikasi yang lebih terstruktur, serah terima melibatkan pasien, pelatihan mengenai komunikasi efektif dalam serah terima pasien dan pendokumentasian yang tepat. Rekomendasi: Tindak lanjut dengan merevisi SPO serah terima pasien dan melakukan evaluasi pelaksanaan serah terima pasien melalui supervisi secara berkala.Kata Kunci: Manajemen, Serah Terima, Asuhan KeperawatanABSTRACTPatient handover is an important role in patient safety. The study aim to optimizing handovers implementation due to Pilot Study Project which conducted with questionnaires, observations and interviews and then analyzed using fishbone diagrams. Implementation was carried out to improving SPO, improving nurses' communication skill with SBAR, introducing handover videos role play and improving daily notes functions. The result shows that handover will be optimal with SBAR communication, motivation, supervision and training on patient nursing care. Recommendations given to hospital is to follow up and revising the hand over standars using SBAR and evaluate the implementation of the patient's handover through supervision. Keywords: Management, Handover, Nursing Car

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇