Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PERAWATAN PASIEN KEMOTERAPI: STRATEGI KOPING RELIGIUS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP
Perawatan pasien kanker payudara selama kemoterapi khususnya yang menjalani rawat inap di rumah sakit tidak hanya harus didukung oleh keterampilan perawat di bidang ilmu medis tetapi juga pemahaman ilmu psikologis. Strategi koping religius dipercaya dapat mengatasi perubahan psikologis pada pasien sehingga dapat meningkatkat kualitas hidupnya. Penelitan ini dilakukan untuk melihat hubungan koping religius dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh. Studi pada 40 orang pasien menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki koping religius adaptif (82%) dan memiliki kualitas hidup baik (82%) sehingga dapat disimpulkan bahwa koping religius sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata Kunci : Religius koping, kualitas hidup, kemoterapiABSTRACT The care of breast cancer patients during chemotherapy, especially those undergoing hospitalization in hospitals, must not only be supported by nurses' skills in the medical sciences but also psychological sciences. Religious coping strategies are believed to be able to overcome psychological changes in patients so they can improve their quality of life. This research was conducted to look at the relationship of religious coping in improving the quality of life for breast cancer patients at Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh. Studies on 40 patients showed that the majority of patients had adaptive religious coping (82%) and had a good quality of life (82%) so it could be concluded that religious coping was very influential in improving the quality of life of patients. Keywords : Religious coping, quality of life, chemotherap
KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT DEPRESI LANJUT USIA
ABSTRAKDepresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi pada lansia. Namun, gangguan ini sering tidak terdeteksi dan diabaikan. Faktor pencetus depresi yaitu kematian pasangan, penurunan kemampuan fisik, pensiun, interaksi sosial, pekerjaan dan tempat tinggal. Depresi dapat terjadi secara akut maupun kronik dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Depresi yang parah dapat menyebabkan bunuh diri Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir dan pekerjaan dengan tingkat depresi lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah correlative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah 30.335 lansia yang tinggal di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 200 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terpimpin menggunakan Geriatric Depression Scale Short Version (GDS-15). Data penelitian dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan usia, jenis kelamin, pekerjaan dengan tingkat depresi lansia. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan terakhir, status perkawinan dengan tingkat depresi pada lansia. Diharapkan kepada kepala Dinas Kesehatan khususnya bagian kesehatan masyarakat untuk melakukan screening rutin dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan depresi lansia.Kata kunci: Usia, Jenis Kelamin, Status Perkawinan, Pendidikan Terakhir, Pekerjaan, Depresi, LansiaABSTRACTDepression is a mental disorder which is commonly suffered by elderly people. However, this mental disorder is often undetected in elderly people. The factors that initiate the depression are the death of spouse, physical strenght deterioration, retired, social interaction, financial income and living space Depression can occur both acutely and chronically. Moreover, severe depression can be a risk of suicide in themselves.The aim of this research is to find out the correlative between age, gender, marial status, last education, and jobs and the depressed elderly . The type of research is correlative study with cross sectional study design. The population is 30.335 elderly people from Banda Aceh City. Sample collecting technique is non-probability sampling using accidental sampling to 200 respondents. Data collection technique is guided interview using Geriactric Depression Scale (GDS). The data analysis was conducted using spearman rank test. The result of the study shows that no correlation between age, gender and jobs an depression in elderly. And there is correlation between last education, marial status and depression in elderly. It is expected that the Head of Health Department, especially the Public Health division to do the routine sceening and socialize more about health issues especially how to avoid the depression in the senior citizens.Keywords : Age, Gender, Marital Status, Last Education, Jobs, Depression, Elderl
HAMBATAN CAKUPAN IMUNISASI PADA ANAK DI KABUPATEN ACEH UTARA
Program imunisasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan kepada penduduk terhadap penyakit tertentu dan diberikan kepada populasi yang dianggap rentan terjangkit penyakit menular, salah satunya bayi. Program imunisasi dapat mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya dari penyakit infeksi seperti TBC, difteri, tetanus, hepatitis B, pertusis, campak, rubella, polio, radang selaput otak, dan radang paru-paru. Universal Child Immunization merupakan indikator untuk menilai keberhasilan pelaksanaan imunisasi dengan target 2018 adalah 80%, capaian Aceh 48% dan Kabupaten Aceh Utara 46%. Tujuan penelitian untuk mengekplorasi hambatan cakupan imunisasi dasar pada anak di Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Partisipan adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia dibawah 24 bulan dengan status imunisasi dasar tidak ada/tidak lengkap sebanyak 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Analisa data dilakukan secara manual dengan melakukan analysis conten pada transkrip wawancara dan lembaran catatan, menggunakan metode analisis Giorgi. Penelitian ini menemukan hambatan cakupan imunisasi yaitu keyakinan individu, dampak fisik, dampak psikologis, ketersediaan vaksin, ketersediaan waktu, jarak kelahiran anak, riwayat penyakit sebelumnya, kurang informasi. Petugas kesehatan diharapkan untuk lebih aktif dalam memberikan informasi terkait imunisasi melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai bayi, tentang pentingnya imunisasi, efek samping, dan komposisi dari vaksin.Kata Kunci: hambatan imunisasi, anakABSTRACTThe immunization program is an effort to provide protection to the population against certain diseases and this is aimed at populations that are considered vulnerable to contracting infectious diseases, one of which is infants. This immunization program can prevent 2-3 million deaths each year from several infectious diseases such as tuberculosis, diphtheria, tetanus, hepatitis B, pertussis, measles, rubella, polio, inflammation of the lining of the brain, and pneumonia. Universal child organization is an indicator to assess the success of the immunization program with a target in 2018 of 80%, Aceh's achievement of 48% and the target of achievement in the North Aceh district of 46%. The purpose of this study was to explore the barriers to basic immunization coverage for children in North Aceh Regency. The type of research used is phenomenology. Participants are mothers who have children under the age of 24 months with no basic / incomplete immunization status, totaling 14 people. Data collection is done by in-depth interview method. Data analysis was performed manually by analyzing content on interview transcripts and note sheets, using the Giorgi analysis method. This study found barriers to immunization coverage included individual beliefs, physical impact, psychological impact, vaccine availability, time availability, child birth spacing, previous disease history, lack of information. Health workers are expected to be more active in providing information related to the immunization program through counseling to the community, especially families who have babies, about the importance of immunization, side effects, and the content of vaccines.Keywords: immunization barriers, children
STATUS PSIKOLOGIS SANTRIWAN DAN SANTRIWATI PASKA BENCANA GEMPA BUMI
Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang perlu diperhatikan selain masalah fisik adalah terkait dengan masalah psikologis, dimana ada kejadian bencana tentu akan mengakibatkan trauma tersendiri kepada para korban. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status psikologis santriwan dan santriwati paska bencana gempa bumi dipesantren Samalanga. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan cara Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah santriwan dan santriwati dipesantren Samalanga Kabupaten Bireuen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 301 responden yang didapatkan dengan metode Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pembagian kuesioner oleh peneliti epada responden yang terdiri dari 22 pertanyaan. Metode analisis data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan status psikologis santriwan dan santriwati berada pada kategori berat yaitu 153 responden (50.8 %), kategori sedang yaitu 54 responden (17,9%), dan kategori rendah yaitu 94 responden (31,2%) . Adapun rekomendasi bagi pemberi pelayanan kesehatan yaitu untuk membuat kegiatan terkait masalah psikologis dengan pihak UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dipesantren.Kata Kunci: Gempa Bumi, Status Psikologis, Santriwan dan SantriwatiABSTRACTAn earthquake is a natural disaster that might cause several health problems. As a natural disaster, an earthquake might result in not only physical injuries but also psychological traumas. Therefore, the purpose of this research was to identify the psychological state of male and female students of the Islamic Boarding School of Samalanga after the earthquake that hit the area in 2016. His research was conducted by descriptive method with a cross-sectional study approach. The male and female students of the Islamic Boarding School of Samalanga in Bireuen Regency were the population members of this research. A number of 301 respondents were chosen as the samples by utilizing a simple random sampling technique. The research data were collected by distributing a 22-item questionnaire to each respondent. Those data were then analyzed through a univariate analysis. After analyzing the data related to the psychological state of the students, it was found that 153 respondents (50.8%) were in severe category, that 54 respondents (17.9%) were in moderate category, and that 94 respondents (31.2%) were in mild category. Hence, the author suggest that those who are responsible for giving those students health service facilitate activities for psychosocial wellbeing for the students in the school infirmary.Keywords : Earthquake, Psychological State, Islamic Boarding School Student
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH
Stres kerja merupakan suatu fenomena yang sangat komplek dan unik. Seseorang yang mengalami stres mempunyai perilaku marah, gelisah, murung, cemas dan semangat kerja yang rendah. Hal ini dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Pelayanan yang sistematik dan tuntutan yang sering memunculkan kondisi yang dapat menimbulkan stres kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan cross sectional study. Populasinya adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Teknik purposive sampling digunakan dalam menentukan 88 responden dan tiga kuesioner meliputi data demografi, The Workplace Stres Scale dan kinerja perawat digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan pada 2 Agustus s.d 4 Agustus 2018. Analisa data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p-value 0,036). Peneliti menyarankan agar atasan dapat memfasilitasi perawat pelaksana dalam mengemukakan pendapat terkait kondisi kerja dan memberikan penghargaan atas pekerjaan mereka yang baik. Selain itu, perawat pelaksana juga diharapkan dapat melaksanakan kinerja yang maksimal dengan memberikan pelayanan keperawatan melalui tahapan proses keperawatan dengan benar.Kata kunci: stres kerja, kinerja, perawat pelaksana.ABSTRACTWorkplace stres is a phenomenon that is very complex and unique. An individual who is experiencing stres has an angry, fidgety, moody, anxious and low morale. This can affect someone in doing their work. Systematic services and demands that often lead to conditions which can cause work stres on nurses. This study aims to determine the relationship between workplace stres and the nurses performance in Aceh Mental Hospital. This study is descriptive correlative with cross sectional study. The population is nurses practitioner in Aceh Mental Hospital. The purposive sampling technique was used to determine 88 respondents and three questionnaires consisting of demographic data, The Workplace Stres Scale and nurse performance were used in this study. Data collection was conducted on August 2 to August 4, 2018. Data analysis was done using the Chi Square test. The results showed that there was a relationship between workplace stres and the nurses performance in Aceh Mental Hospital (p-value 0.036). Researchers suggest that the leader can facilitate practitioner nurses in giving their opinion about their work condition and give reward to them when they had provide good working. Beside, practitioner nurses also can maximal do their performance by giving service to the patient through nursing process in correctly.Keywords: workplace stres, performance, practitioner nurses
PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS DI KOTA BANDA ACEH
Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami oleh lanjut usia dan berdampak terhadap kesehatan secara keseluruhan terutama pada fungsi fisik, psikologis dan sosial serta mempengaruhi semua dimensi kehidupan lansia sehingga mempengaruhi kualiatas hidup. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kualitas hidup lansia yang mengalami Diabetes Melitus di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental. Responden penelitian berjumlah 78 lansia yang terdiri 39 lansia kelompok intervensi dan 39 lansia kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan kualitas hidup dimensi fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan sebelum dan setelah mendapat terapi kelompok suportif (p value 0,05). Rekomendasi ini ditujukan kepada lansia yang mengalami diabetes melitus dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.Kata kunci: terapi kelompok suportif, kualitas hidup, diabetes melitus.ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease that is often experienced by the elderly and has an impact on overall health, especially on physical, psychological and social functions and affects all dimensions of the life of the elderly, which affects the quality of life. The aim of the study was to determine the effect of supportive group therapy on the quality of life of elderly people who had diabetes mellitus in Banda Aceh City. The research design used was quasi experimental. The research respondents were 78 elderly consisting of 39 elderly intervention groups and 39 elderly control groups. The measuring instrument used by the WHOQOL-Bref questionnaire. Analysis using paired t-test and independent t-test. The results showed that there were significant differences in quality of life in physical, psychological, social and environmental dimensions before and after receiving supportive group therapy (p value 0.05). This recommendation is addressed to the elderly who have diabetes mellitus in an effort to improve the quality of life.Keywords: supportive group therapy, quality of life, diabetes mellitus
GAMBARAN PENGABAIAN DIRI (SELF-NEGLECT) PADA LANJUT USIA
Pengabaian diri (self-neglect) merupakan masalah yang sering terjadi dan masih tersembunyi, masyarakat. Pengabaian diri merupakan kondisi dimana perilaku lansia yang mengabaikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti kebersihan diri, pakaian yang sesuai, nutrisi, lingkungan tempat tinggal dan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pengabaian diri (self-neglect) pada lansia. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar pada tanggal 08 juni sampai dengan 08 Juli 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan deskripstif exploratif. Populasi sebanyak 1419 lansia, teknik pengumpulan sampel menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel 102. Alat ukur penelitian ini menggunakan instrumen baku (SN-37) oleh Mary Rose Day dengan cara ukur wawancara terpimpim. Hasil penelitian tentang pengabaian diri lansia di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh besar berada dalam kategori ringan (66,7%). Dari hasil penelitian, diharapkan bagi Puskesmas agar lebih aktif dalam mengurangi masalah pengabain diri pada lansia seperti melakukan home visite ke rumah-rumah lansia yang tidak berhadir ke acara Posyandu lansia, sehingga dapat mendeteksi dan menemukan lansia-lansia yang mengalami pengabaian diri, agar para lansia dapat mencapai masa tua yang sehat dan damai.Kata Kunci: Self-neglect, Pengabaian diri, LansiaABSTRACTSelf-neglect is a largely hidden global phenomenon, and a serious public health problem. Self-neglect is a condition where elderly behaviors ignore basic needs such as personal hygiene, appropriate clothing, nutrition, living environment and health. The purpose of this study is to know the self-neglect image of the elderly. The place and time of the research was conducted in the work area of Puskesmas Darussalam Aceh Besar on 30 June until 08 July 2018. This research type is quantitative research with descriptive explorative. Population counted 1419 elderly, sample collecting technique using cluster sampling with sample number 102. This study used standard instrument (SN-37) by Mary Rose Day by measuring the guided interview. The results of the study of self-neglect in the work area of Puskesmas Darussalam Aceh Besar are in the mild category (66.7%). From the results of the research, it is hoped that the Puskesmas will be more active in reducing the problem of self-neglect in the elderly such as conducting home visite to the elderly houses that are not facing the elderly Posyandu event, so they can detect and find elderly people who have self-negelect, can achieve a healthy and peaceful old age.Keywords: Self-neglect, Elderl
EXPRESSIONS of CARING PADA PERAWAT MUSLIM
Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari keberhasilan suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga peran perawat dinilai sangat penting dalam meningkatkan serta mewujudkan kesehatan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi caring antar perawat muslim di Indonesia. Metodelogi penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di rumah sakit pendidikan di Banda Aceh- Aceh Indonesia pada 50 orang perawat muslim sebagai informan. Pengumpulan data dilakukasn dengan metode focus group discussions (FGD) dan dilengkapi dengan wawancara perorangan. Analisa data dilakukan dengan content analysis dari McCain. Hasil penelitian menunjukkan: ekspresi caring diklasifikasikan kedalam empat item mengikuti konsep Barolia dan Karmaliani yaitu: (1) ekspresi caring pada teman perawat ketika mereka sakit, (2) ekspresi caring pada teman perawat dalam melaksanakan Sholat, (3) ekspresi caring dalam melakukan hal positif pada teman perawat; kejujuran, tidak menyakit orang lain, pemerataan, dan keadilan (4) ekspresi perawat pada teman yang memiliki anggota keluarga yang sakit atau meninggal. Kata Kunci : caring, ekspresi caring, Islam, kolega perawat ABSTRACTNursing services are part of the success of a health service in a hospital so the role of nurses is considered important in improving and creating clients health. This study aims to explore expressions of caring among Muslim nurses in Indonesia. The research method was descriptive qualitative study was conducted in a teaching hospital in Banda Aceh Aceh , Indonesia with fifty Muslim nurses as informants. Data were collected using focus group discussions complemented by individual interviews. The data were analyzed using content analysis according to McCain. The results of this study showed that: The caring expressions were classified into four themes following the Islamic concept of Barolia and Karmaliani: (1) expressions of caring for nurse colleagues who were in pain; (2) expressions of caring for nurse colleagues in performing Salaah as duties toward Allah; (3) expressions of caring in positive doing to colleagues; expressions of caring in honesty, expressions of caring when colleagues doing harmful for others, expressions of caring in equity, and expressions of caring in justice; and (4) expressions of caring for nurse colleagues who were having a serious sickness or the death of a family member.Keywords: caring, caring expression, Islam, nurse colleagues
PELAKSANAAN KONSELING PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH
Pelaksanaan konseling pada ibu hamil telah terbukti menjadi strategi yang efektif untuk memperbaiki pemahaman dan praktik kesehatan ibu dengan memantau kondisi ibu hamil sehingga harus diperhatikan tingkat keseragaman pemberian konseling. Berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa pelaksanaan konseling belum adanya keseragaman antara petugas kesehatan dan hanya terfokus pada hal-hal khusus mengenai kehamilan yang dikeluhkan ibu hamil. Untuk itu diperlukan pedoman konseling kehamilan yang diharapkan dapat meningkatkan praktik pelaksanaan konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan konseling pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang berupa metode observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel adalah Non Probability Sampling menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 32 petugas kesehatan yang bertugas di ruang KIA di Puskesmas Kota Banda Aceh. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi yang dikembangkan peneliti dengan mengacu pada buku KIA. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan konseling pada ibu hamil dikategorikan kurang efektif yaitu sebanyak 18 orang (56,3%). Sikap petugas kesehatan dalam pelaksanaan konseling berada pada kategori baik yaitu sebanyak 18 orang (56,3%). Petugas kesehatan yang memberikan Informasi berada pada kategori tidak lengkap yaitu sebanyak 17 orang (53,1%). Evaluasi yang digunakan petugas kesehatan dalam memberikan konseling berada pada kategori baik yaitu sebanyak 26 orang (81,3%). Direkomendasikan bagi petugas kesehatan yang bertugas di ruang KIA di Puskesmas Kota Banda Aceh agar meningkatkan kualitas konseling dengan menyediakan media yang edukatif sesuai materi konseling.Kata Kunci : Sikap Petugas Kesehatan, Informasi, Evaluasi Konseling.ABSTRACTThe counseling implementation on the pregnant women has been proven as an effective strategy to improve the understanding and mother health practice by controlling the pregnant mother condition, therefore the uniformity of counseling should be improved. Based on the phenomenon of non-uniformityof the counseling implementation among the health workers where they only focus on the certain thing related to the pregnancy experienced by the pregnant women. Therefore, the pregnancy counseling guide is needed to improve the counseling practice implementation. This research aims to examine the implementation of counseling on the pregnant women. This research is a descriptive with field observation method. The sampling technique used was Non Probability Sampling and the Total Sampling of this research was 32 health workers working at Maternal and Child Health in Health Community Center of Darussalam, Jeulingke, Lampulo, Baiturrahman, Ulee Kareng, and Meuraxa in Banda Aceh Municipality. The data collected were the observation sheets developed by the researcher based on the Maternal and Child Health books. The result of this research reveals that the implementations of counseling on the pregnant women was categorized as less effective (18 patients; 56,3%). The health workers behavior in the counseling implementations was on the good category (17 patients; 53,1%). The evaluation used by the health workers in giving counselingwas on good category (26 patients; 81,3%). The health workers working at Maternal and Child Health in Health Community Center in Banda Aceh Municipality are to improve the counseling quality by providing educative media which is appropriate to counseling maternal.Keywords : Health Worker Behavior, Information, Counseling Evaluatio
HUBUNGAN SERVANT LEADERSHIP DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN
AbstrakAsuhan keperawatan merupakan salah satu indikator dalam menentukan kualitas pelayanan dari suatu Rumah Sakit, perawat merupakan profesi yang memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien sampai pada proses pendokumentasian asuhan keperawatan. Proses pendokumentasian asuhan keperawatan dipimpin oleh servant leadership. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan servant leadership dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 95 perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik Total Sampling. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership yang diberikan oleh kepala ruangan sebagian besar cukup yaitu 73,7%, dan sebagian besar kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan lengkap yaitu 71,6%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara servant leadership dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan (p= 0,017 ; p 0,05). Kepala ruangan harus memberikan servant leadership kepada perawat pelaksana terkait dengan proses asuhan keperawatan dan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan agar semakin lengkap.Kata kunci : Servant Leadership, Kelengkapan Dokumentasi AskepABSTRACTNursing care is one of the indicators in determining the quality of service of a Home nurse, Hospital is a profession that provides nursing services to patients to the nursing care of the documentation process. The process of documenting the care of nursing led by Servan leadership. Type of this research is a descriptive correlation design with study cross sectional. This research aims to know the relationship between bear the leadership with the completeness of the documentation of nursing care in the General Hospital of the Sari Mutiara Medan. The sample in this research is the Foundation of the entire population of the sample numbered 95 implementing nurse on duty at the Public hospital inpatient Sari Mutiara Medan. Sampling techniques in the research is using the technique of Total Sampling. The method of data collection on these studies use questionnaires and observation sheets. Statistical tests used was Chi-square test. The results showed that bear the leadership given by the head of the room most of the pretty namely 73.7%, and most of the completeness of the documentation for the complete nursing care namely 71.6%. The results of statistical tests showed there was a significant relationship between bear the leadership with the completeness of the documentation of nursing care (p = 0.017; p 0.05). The head of the room must bear the leadership paint to managing nurses associated with the process of nursing care and completeness of documentation in order to complete the more nursing care.Keywords: Servant Leadership, Completeness Of Nursing Care Documentatio