Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    PENGETAHUAN LANJUT USIA DALAM PEMENUHAN ASUPAN NUTRISI

    Get PDF
    Pemenuhan asupan nutrisi bermanfaat bagi lanjut usia untuk menunda penurunan fungsi fisiologis tubuh dan mencegah penyakit degeneratif. Dasar dari pendidikan gizi adalah memahami pengetahuan, sikap dan perilaku individu dalam pemenuhan nutrisi. Prevalensi lanjut usia yang mengalami malnutrisi di Indonesia sudah mencapai angka yang cukup besar yaitu 17-65%. Salah satu faktor yang mempengaruhi lanjut usia dalam pemenuhan asupan nutrisi adalah pengetahuan. Tingginya pengetahuan lanjut usia akan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya dalam pemenuhan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan lanjut usia dalam pemenuhan asupan nutrisi. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lanjut usia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 93 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Pengetahuan Lanjut Usia dalam Pemenuhan Asupan Nutrisi dengan metode wawancara terpimpin. Metode analisis univariat digunakan untuk melihat gambaran pengetahuan lanjut usia dalam pemenuhan nutrisi. Didapatkan bahwa 52,7% responden berpengetahuan baik. Direkomendasikan kepada institusi Puskesmas Darussalam Aceh Besar untuk melibatkan keluarga dalam memotivasi lansia untuk mengonsumsi nutrisi seimbang agar lanjut usia mencapai kesehatan yang optimal.Kata kunci: lanjut usia, pengetahuan, sikap, perilaku, pemenuhan nutrisi.ABSTRACTFulfilling nutritional intake in postponing age-related physiological changes and preventing degenerative disease during elderly period is crucial. Moreover, knowledge, attitude, and behavior are basic factors of nutrition knowledge. The purpose of this research was to identify an overview knowledge of senior citizens in fulfilling their nutritional intake. This descriptive research study was conducted with a quantitative method. All of the senior citizens in the working area of Public Health Center (Puskesmas) of Darussalam in Aceh Besar Regency were included in the research population. A number of 93 respondents were chosen as the samples by using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling method. A questionnaire measuring the senior citizens knowledge in fulfilling their nutritional intake was used as the instrument in a structured interview. A univariate data analysis was implemented. It was found that regarding their nutritional intake, the knowledge of 52,7% of the respondents was in good category. Hence, it is suggested that the public health center involve the family in motivating the senior citizens to have a balanced nutritional intake and to live healthily.Keywords: elderly, knowledge, attitude, behavior, nutritional intake

    PENGARUH MODUL KEPERAWATAN DALAM MEMINIMALISIR STIGMA MAHASISWA TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS

    Get PDF
    Pendahuluan: Stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menghambat mereka dalam menadapatkan layanan kesehatan. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada ODHA. Perawat harus memiliki empati dan sikap positif terhadap ODHA. Empati dan sikap positif ini sudah harus dibentuk sejak proses pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif mahasiswa terhadap ODHA. Metode: Penelitian bersifa cross-sectional denagn desain deskriptif korelatif. Sampel penelitian adalah 281 mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination dengan 22 pernyataan dalam bentuk skala Likert. Data penelitian dianalisis dengan Kendalls Tau-b menggunakan IBM SPSS Statistics Versi 22. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara nilai modul keperawatan HIV/AIDS dengan stigma mahasiswa terhadap ODHA. Namun faktor usia dan semester berkorelasi negatif terhadap stigma mahasiswa. Kesimpulan: Modul keperawatan HIV/AIDS tidak sepenuhnya mempengaruhi stigma mahasiswa terhadap ODHA. Terdapat kontribusi modul keperawatan lainnya yang secara simultan meminimalisir stigma mahasiswa terhadap ODHA.Key Word: Stigma, Orang Dengan HIV/AIDS, Modul KeperawatanABSTRACTIntroduction: Stigma toward People Live with HIV/AIDS (PLWHA) can be obstacle for patients in seeking professionals help. Nurses as health professionals have an important role in providing quality health care services to PLWHA. The Nurses must have empathy and positive attitudes toward PLWHA. Therefore, empathy and positive attitudes must be developed since the learning process started. The nursing curriculum with competency-based has proven to be able to increase knowledge and positive attitudes of students toward PLWHA. Method: This study is cross-sectional with a descriptive correlation design. About 281 students of Nursing Faculty of Universitas Syiah Kuala were recruited by purposive sampling method. The data were collected by using "Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination that consist of 22 statements using a Likert scale. The data were analyzed by Kendall's tau with using IBM SPSS Statistics version 22. Result: The results showed that there was no correlation between the academic grade of the HIV/ AIDS nursing module with the stigma of students towards PLWHA. However, age and semester are negatively correlated to student stigma. Conclusion: The HIV/AIDS nursing module does not fully affect the students' stigma toward PLWHA. There are other nursing modules contributions that simultaneously minimize the students' stigma towards PLWHA.Key Word: Stigma, People Live with HIV/AIDS, Nursing Modul

    SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGENE ORGAN REPRODUKSI

    Get PDF
    Sikap merupakan predisposisi emosional yang dipelajari untuk merespon secara konsisten terhadap suatu objek,sikap pemeliharaanpersonal hygieneJenis penelitian ini bersifat penelitian deskriptivf explorative dengan pendekatancross sectionaldengan sampel penelitian sebanyak 42 remaja putri dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sikap personal hygene pada remaja putri di pesantren babun najah sudah baik dengan kategori hasil (54,8%), untuk rekomendasi di harapkan remaja putri dapat menjaga kebersihan genetalia secara personal dan tidak menggunakan pembersih dan pewangi alat genetalia agar mencegah terjadinya penyakit dan masalah kesehatan reproduksi.Keyword : Sikap, Personal hygiene, Remaja PutriABSTRACTAttitude is an emotional predisposition that is learned to respond consistently to an object, attitudes of personalhygiene maintenance. This type of research is descriptive explorative with cross sectional methode. 42 female adolescents were selected as sample, and purposive sampling methode was used in this research. The result showed personal hygiene attitudes in female adolescents in the babun najah boarding school were good with the results category (54,8%), for recommendations it is expected that female adolescents can maintain personal hygiene genatalia and do not use genetalia cleansers and deodorizes to prevent disease and reproductive health problemsKeywords: Attitude, Menstruation, Female Adolescent

    EDUKASI PADA ORANGTUA DI RUANG NICU DAN KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Edukasi di ruang NICU dan Kebidanan sangat penting diberikan agar keluarga mendapatkan informasi untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan dalam merawat bayinya setelah pulang dari rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan edukasi pada orangtua di ruang NICU (Neonatal Intensive care Unit) dan ruang kebidanan di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat dan bidan di ruang NICU dan ruang kebidanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner sebagai panduan wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat variabel edukasi diperoleh sebanyak 56,4% berada dalam kategori baik. Untuk subvariabel keamanan sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, hygiene sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, tanda dan gejala penyakit sebanyak 52,7% berada dalam kategori baik, latihan dan stimulasi perkembangan sebanyak 67,3% berada dalam kategori kurang baik, pengasuhan diri orangtua sebanyak 49,1% berada dalam kategori kurang baik. Direkomendasikan tenaga kesehatan untuk tetap mempertahankan edukasi yang sudah baik yaitu keamanan, hygiene, serta tanda dan gejala penyakit dan dapat meningkatkan edukasi pada kategori kurang baik yaitu latihan dan stimulasi perkembangan dan pengasuhan diri orangtua.Kata Kunci: Edukasi orangtua, merawat bayi, rumah saki

    PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GEMARIKAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Indonesia memiliki prevalensi stunting terbesar kelima di dunia setelah Pakistan (45%), Congo (43%), India (39%), dan Ethiopia (38%). Indonesia juga menduduki peringkat terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Laos tentang kasus stanting. Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung protein merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya stunting. Program Gemarikan adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan konsumsi protein pada masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang program Gemarikan dalam pencegahan stunting di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional dengan analisis data distribusi frekuensi. Populasi pada penelitian ini yaitu keluarga yang memiliki anak berusia 1-5 tahun. Teknik pengambilan sampel ialah nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, responden berjumlah 101 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara terpimpin. Didapatkan hasil sebesar 50 (49,51%) responden memiliki pengetahuan baik, 36 (35,64%) responden memiliki pengetahuan cukup, dan 15 (14,85%) memiliki pengetahuan kurang. Dinas kelautan dan perikanan diharapkan dapat menggandeng petugas kesehatan dalam bersinergi mempromosikan dan mensosialisasikan gerakan memasyarakatkan makan ikan kepada keluarga agar dapat mencegah terjadinya stunting pada balita.Kata kunci : GEMARIKAN, Stunting, Pengetahuan keluargaABSTRACTIndonesia has the fifth largest prevalence of stunting in the world after Pakistan (45%), Congo (43%), India (39%), and Ethiopia (38%). Indonesia also second ranks in the Southeast Asia region after Laos regarding stunting cases. Lack of consumption of foods containing protein is one of the factors that causes stunting. The Gemarikan Program is one of the government's efforts to increase protein consumption in Indonesian society. This study aims to determine the description of family knowledge about the Gemarikan program in preventing stunting in Banda Aceh. The research is descriptive exploratory with cross sectional design with analysis of frequency distribution data. The population in this study were families with children aged 1-5 years. The sampling technique was nonprobability sampling with purposive sampling method, the number of respondents was 101 people. The data collection technique used a questionnaire through guided interviews. The results obtained were 50 (49.51%) respondents had good knowledge, 36 (35.64%) respondents had sufficient knowledge, and 15 (14.85%) had less knowledge. The marine and fisheries office is expected to be able to collaborate with health workers in synergy to promote and socialize the movement to promote fish eating to families in order to prevent stunting in toddlers.Keywords: GEMARKAN, Stunting, Family knowledg

    DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI

    Get PDF
    Penyakit Hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh populasi lansia di Indonesia yaitu mencapai 57,6%. Lansia Hipertensi harus mematuhi instruksi pelayanan kesehatan untuk minum obat secara teratur agar dapat mengurangi gejala dan menghindari ketidakstabilan tekanan darah. Oleh karena itu, lansia sangat membutuhkan dukungan sosial keluarga yang positif. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan minum obat. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 206 lansia yang mengalami penyakit Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 206 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner baku Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori Friedman. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur Aceh Besar (p-value = 0,000 = 0,05). Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar dapat melibatkan anggota keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien lansia Hipertensi.Kata Kunci: dukungan sosial keluarga, kepatuhan minum obatABSTRACTHypertension is the most common health problem faced by senior citizens in Indonesia with the precentage of 57.6%. The elderly patients with hypertension must comply with health service instructions in taking medication regularly to avoid instability of blood pressure. Therefore, the elderly patients really need positive family social support. The purpose of this research was to identify the correlation between family social support and medication adherence. This descriptive-correlational research was conducted by means of a cross-sectional study approach. A number of 206 elderly patients with hypertension in the working area of public health centers in Aceh Besar Regency were the population members of this research. All of those 206 elderly patients were then chosen as the samples by using a total sampling technique. The data were collected by doing a structured interview with the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) and another questionnaire measuring the fammily social support developed by the researcher based on the theory of Friedman. The data were analyzed by using a statistical test, namely Spearmans Rank Correlation. The result indicates that the medication adherence was correlated to the family social support of the elderly patients in the working area of Suka Makmur Public Health Center (p-value = 0.000 0.05). Therefore, it is suggested that the public health center provide health promotion in order to enhance the knowledge of the family of the elderly patients and to make them aware of how the medication adherence is correlated to the family social supportKeyword: family social support, medication adherenc

    METODE INDEPENDENT TEST TAKER DALAM UPAYA PENINGK ATAN LULUSAN UJI KOMPETENSI NERS

    Get PDF
    Uji kompetensi sebagai exit exam dinilai menjadi sumber kecemasan bagi mahasiswa Keperawatan yang akan mengikutinya. Berbagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa Keperawatan dalam menghadapi uji kompetensi dan mengurangi perasaan yang tidak menyenangkan perlu dilakukan termasuk persiapan dengan penggunaan web e-learning dalam memberikan pengayaan berbentuk penjelasaan dan latihan soal-soal yang didampingi oleh pemateri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan metode independent test taker dalam meningkatkan angka lulusan uji kompetensi Ners. Jumlah populasi mahasiswa yang dilibatkan adalah 44 orang dengan jumlah sampel yang dipilih sebanyak 22 mahasiswa dengan menggunakan teknik Simpel Random Sampling. Responden diberikan akses melakukan ujian secara mandiri melalui web yang berisi soal-soal ujian kompetensi yang telah disediakan melalui software e-learning. Sejumlah sesi pertemuan pengkayaan juga diberikan untuk penjelasan soal-soal yang ada. Pengumpulan data dilakukan secara online (web-based) melalui software e-learning. Analisa data yang dilakukan mencakup uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari independent test taker terhadap peningkatan score nilai mahasiswa (p Value = 0.000). Berdasarkan hasil yang ada, diharapkan independent test taker dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan jumlah lulusan ujian kompetensi pada mahasiswa keperawatan.Kata kunci: Independent Test, Uji Kompetensi Ners, MahasiswaABSTRACTThe Idea to use a competency test as an exit exam for nursing students has increased anxiety among nursing students. Thus, substantial efforts should be implemented to prepare nursing students including by the use of self-examination practice through e-learning web-based program. This study aimed at examining the effectiveness of the use of an independent test taker method to increase the number of graduates Ners Competency Test for nursing students. A total of 44 students were invited to participate in this program, of these, 22 students were selected using a simple random selection procedure. E-Learning software contains competency exam questions were provided to students. Data collection was done online (web-based) through e-learning software and were then analyzed using Wilcoxon tests. The results showed that there was a significant effect of the independent test taker on increasing students test scores (p - value = 0.000). Based on the results, it is expected that the independent test taker can be used as one of the solutions to increase the number of graduates of competency examinations for nursing students.Keywords: Independent Test, Comptency Test, Nursing, Studen

    KEPUASAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) PADA PELAYANAN DI PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH

    Get PDF
    Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berupaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Berbagai faktor yang terkait dengan kepuasan peserta JKN dalam menilai pelayanan diantaranya karakteristik, sumber daya manusia puskesmas, serta kebijakan yang dijalankan. Dalam upaya monitoring dan evaluasi progam JKN perlu ditinjau segi kepesertaan dan kepuasan yang diasakan pada pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan peserta JKN pada pelayanan di Puskesmas Kuta Aalam Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 24.758 di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan metode accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Instrument yang digunakan untuk melihat kepuasan menggunakan SERQUAL dengan nilai reliabilitas 0.80. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil gambaran kepuasan peserta JKN pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh adalah puas yaitu sebanyak 68%. Direkomendasikan kepada puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan standard pelayanan.Kata Kunci: Kepuasan, JKN, Puskesma

    KONTRIBUSI KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PERFORMA AKADEMIK TERHADAP KECANDUAN SMARTPHONE PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Penggunaan smartphone telah meningkat pesat karena kemajuan teknologi dan telah menciptakan dampak sosial bagi masyarakat. Beberapa penelitian telah mencatat bahwa kecanduan smartphone adalah hal yang umum di kalangan mahasiswa. Faktor-faktor seperti karakteristik demografi dan performa akademik diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan performa akademik terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (PearsonChi-Square Test)dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p-value: 0,0001; OR: 0,46), pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan tingkat kehadiran (P-value: 0,0001; OR 3,41) merupakan prediktor yang paling dominan berhubungan terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahanmerupakan prediktor paling dominan terhadap kecanduan smartphone. Tingkat kehadiran yang rendah berkontribusi sebesar 3 kali terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kehadiran dalam perkuliahan dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.Kata kunci: Kecanduan, Smartphone, Karakteristik, Performa Akademik

    KARAKTERISTIK LANSIA YANG BERKUNJUNG KE POSBINDU DI WILAYAH KERJA UPT PANGHEGAR KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Posbindu merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakan oleh masyarakat dimana mereka mendapatkan pelayanan kesehatan. Pencegahan penyakit pada lansia dapat diminimalisir dengan mengunjungi pelayanan kesehayan seperti puskesmas dan posyandu terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lansia yang berkunjung ke Posbindu Rw 2 Mekar Mulya di Wilayah Kerja UPT Panghegar Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini berjumlah 175 orang, adapun teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini terdiri dari 64 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa 68,7% yang aktif berkunjung ke posbindu berjenis kelamin perempuan, 68,8% yang aktif berkunjung ke posbindu berusia (56-65 tahun), dan 57,8% lansia yang berkunjung ke posbindu dengan status tidak bekerja, dan sebanyak 78,1% lansia tidak aktif berkunjung ke posbindu lansia. Diharapkan perlu adanya konseling untuk lansia dan keluarganya tentang manfaat posbindu, sehingga diharapkan bisa memberikan informasi tentang pentingnya posbindu, manfaat posbindu dan dampak ketidakikutsertaan lansia dalam kegiatan posbindu.Kata kunci: Kunjungan, Posbindu, LansiaABSTRACTPosbindu is an integrated service post for elderly people in a certain agreed area, which is driven by the community where they get health services. Prevention of disease in the elderly can be minimized by visiting health services such as health centers and integrated posyandu. This study aims to determine the characteristics of the elderly who visit Posbindu Rw 2 Mekar Mulya in the Work Area of UPT Panghegar, Bandung City. This research is a descriptive quantitative study, the population in this study amounted to 175 people, while the research sampling technique used purposive sampling technique, so the sample in this study consisted of 64 people. The results showed that 68.7% who actively visited posbindu were female, 68.8% who actively visited posbindu were aged (56-65 years), and 57.8% of the elderly who visited posbindu were not working, and as much as 78.1% of the elderly do not actively visit the elderly posbindu. It is hoped that counseling is needed for the elderly and their families about the benefits of posbindu, so it is hoped that it can provide information about the importance of posbindu, the benefits of posbindu and the impact of the elderly's exclusion in posbindu activities.Keywords: Visits, Posbindu, Elderl

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇