Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PELAKSANAAN PATIENT CENTERED CARE DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANDA ACEH
Patient Centered Care (PCC) merupakan suatu pendekatan dalam perencanaan, pemberian dan evaluasi pelayanan kesehatan berbasis pada kemitraan yang saling memberikan manfaat antara penyedia pelayanan, pasien, dan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan PCC di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian pasien yang dirawat di ruang rawat inap berjumlah 368 orang, penentuan besar sampel menggunakan rumus Lameshow dengan jumlah sampel 114 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Picker Adult in-Patient Questionnaire, dan data dianalisa menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian pelaksanaan PCC di Rumah Sakit umum Kota Banda Aceh 88,6% telah terlaksana, sedangkan dimensi menghormati nilai, preferensi dan kebutuhan pasien 75,4% terlaksana, koordinasi dan perawatan 78,9% terlaksana, informasi,komunikasi dan pendidikan 85,1% terlaksana, kenyaman fisik 87,7% terlaksana, dukungan emosionalmenghilangkan rasa takut dan kecemasan 88,6% terlaksana, keterlibatan keluarga dan teman 83,3% terlaksana dan kontinuitas dan transisi 67,5% tidak terlaksana. PCC di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh sebahagian besar telah terlaksana pada semua dimensi, namun masih perlu peningkatan kemampuan koordinasi dan komunikasi antar PPA dalam persiapan discharge planning pada dimensi kontinuitas dan transisi pelayanan guna meningkatkan keberlangsungan pelaksanaan asuhan kesehatan, pemberian obat dan tindaklanjut di rumah maupun pada institusi pelayanan kesehatan rujukan serta peran serta keluarga. Kata kunci: Pelaksanaan, Patient Centered Care, Rumah Sakit.ABSTRACT Patient Centered Care (PCC) is an approach in the planning, delivery and evaluation of health services based on partnerships that provide mutual benefits between healthcare service providers, patients and families. The purpose of this study was to determine the implementation of PCC in Banda Aceh Hospital. The Correlational study was conducted with a quantitative method and a cross-sectional study design. The population were 368 patients treated in the inpatient ward, sample size using Lameshow and a number of 114 respondents were chosen as a the sample by using a simple random sampling technique. The data collected through questionnaire that adopted from the Adult in Patient Questionnaire, and then analyzed computerized using descriptive statistics. The results of the study showed that the implementation of PCC in Banda Aceh Hospital have been implemented (88.6%), which consist of the dimensions of respecting the values, preferences and needs of patients (75.4%), coordination and care (78.9%), information, communication and education (85,1%), physical comfort (87.7%), emotional support-eliminating fear and anxiety (88.6%), involvement of family and friends (83.3%) have been implemented, beside continuity and transition (67.5%) did not implemented. PCC in Banda Aceh Hospital has largely been implemented in all dimensions, but there is still a need improvement, coordination and communication skills between healthcare providers in the preparation of discharge planning in the dimensions of continuity and service transition to improve the continuity of health care, drug delivery and follow-up at home and at referral health care institutions and family participation. Keywords: Patient Centered Care
Efektivitas Penggunaan Madu dalam Proses Penyembuhan Pada Luka Bakar Derajat II: Literatur Review
Beberapa literatur melaporkan keberhasilan penggunaan madu untuk menangani berbagai jenis luka termasuk salah satunya adalah luka bakar. Madu sebagai pengobatan luka bakar telah diterapkan secara luas selama berabad-abad. Manfaat kesehatan dari madu telah dilaporkan dalam berbagai kondisi termasuk antibakteri terhadap berbagai mikroorganisme termasuk yang berasal dari diagnosa terkait luka bakar, penyembuhan luka, peradangan, toleransi glukosa, analgesiserta lebih murah dan mudah diserap dengan pembalut Aquacel Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan madu dalam proses penyembuhan pada luka bakar derajat II. Meotde dalam penelitian ini adalah literaur review. Literatur review ini dibuat dengan strategi pencarian untuk studi ini mengunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia dengan mengunakan database, proquest, google scholar,dan PNRI Keyword yang digunakan adalah Burn, Burns, treatment, wound healing. Honey dan madu luka bakar derajat II burn degree IIdari keseluruhan jurnal dipilih 6 jurnal sesuai dengan criteria intervensi dilakukan pada luka bakar derajat II. Hasil dari keseluruhan artikel yaitu 5 artikel dari 6 artikel merekomendasikan penggunaan madu dalam perawatan luka bakar derajat 2. Dengan meningkatnya jumlah laporan tentang penggunaan madu pada luka bakar derajat 2 dapat dijadikan sebagai alternatif pada luka bakar dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan madu lebih unggul dibandingkan dengan perawatan lain dengan persyaratan tertentu.Kata kunci: madu, penyembuhan, luka bakar derajat IIABSTRACTSome of the literature reported in honey reports for various types of wounds including burns. Honey as a burn treatment has been widely applied for centuries. The health benefits of honey have been reported in various conditions including antibacterial against various microorganisms including those from diagnosis related to burns, wound healing, wounds, glucose tolerance, analgesia, cheaper and easier to absorb with Aquacel dressings. The aim of this study was to determine the use of honey use. in the healing process of second degree burns. The meaning of this research is literature review. The literature review was made with a search strategy for this study using English and Indonesian using a database, proquest, google scholar, and PNRI. The keywords used are "Burn", "Burns", "treatment", "wound healing". "Honey" and "honey" "second degree burns" second degree burns "from a total of 6 journals selected according to the criteria for intervention carried out on second degree burns. The results of the total articles are 5 out of 6 articles on the use of honey in the treatment of second degree burns. certain requirements.Keywords: honey, healing, second degree burn
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN IADL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA PANGO RAYA
Seiring dengan bertambahnya usia lansia, terjadi berbagai perubahan salah satunya yaitu penurunan kesehatan fisik. Ketika kesehatan lansia menurun maka akan memberikan pengaruh terhadap kemandirian dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang lebih kompleks yaitu Instrumental Activity of Daily living (IADL) sehingga menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kemandirian Instrumental Activity of Daily Living (IADL) dengan kualitas hidup lansia di desa Pango raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif correlative dan menggunakan metode pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Lawton Scale IADL dan WHOQOL-BREF. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji pearson correlation. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kemandirian Instrumental Activity of Daily Living (IADL) dengan kualitas hidup lansia dengan nilai (p- value = 0.777). Diharapkan kepada keluarga, dan masyarakat menjaga kesehatan lansia baik kesehatan fisik maupun kognitif supaya lansia dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup lansia.Kata kunci: kemandirian, instrumental activity of daily living (IADL), kualitas hidup lanjut usi
DUKUNGAN KELUARGA DAPAT MEMOTIVASI PASIEN PASCA STROKE DALAM MELAKUKAN LATIHAN FISIOTERAPI DI ACEH; SUATU STUDY CROSSSECTIONAL
Stroke merupakan penyebab kecacatan kedua terbanyak di seluruh dunia pada individu di atas 60 tahun dan merupakan diagnosis utama teratas dalam perawatan jangka panjang. Fisioterapi membantu klien membangun kekuatan dan mempertahankan rentang gerak (range of motion ) dan tonus otot pada bagian tubuh yang tidak terkena stroke. Dukungan keluarga sangat mempengaruhi motivasi penderita stroke dalam melakukan latihan juga berpengaruh besar dalam peningkatan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan latihan fisioterapi. Jumlah sampel 93 keluarga yang menemani pasien melakukan fisioterapi di rumah sakit, dengan menggunakan tehnik Random sampling. Dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 63,4% responden memiliki dukungan keluarga baik, 72,9% responden memiliki motivasi baik, 72,4% responden yang memiliki dukungan emosional baik, 73,2% responden memiliki dukungan informasi baik, 72,5% responden yang memiliki dukungan instrumental baik, dan 73,3% responden yang memiliki dukungan penghargaan baik. Berdasarkan hasil uji statistik (uji Chi-Square), p. 0,011 terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan latihan fisioterapi di Rumah Sakit. Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan pendidikan kesehatan kepada keluarga, sehingga dukungan dan motivasi pasien akan semakin baik.Kata kunci: Dukungan keluarga, Motivasi, Stroke, Latihan fisioterapiABSTRACTStroke is the second leading cause of disability worldwide in individuals over 60 years and is the top leading diagnosis in long-term care. Physiotherapy helps clients build strength and maintain range of motion and muscle tone in parts of the body that are not affected by a stroke. Family support greatly influences the motivation of stroke survivors in doing exercises and also has a major effect in increasing muscle strength. This study aims to determine the relationship between family support and motivation of post-stroke patients in doing physiotherapy exercises. The sample size is 93 families who accompany patients to perform physiotherapy in the hospital, using a random sampling technique. And the data analysis was used in univariate and bivariate analysis using the Chi-square test. The results showed 63.4% of respondents had good family support, 72.9% of respondents had good motivation, 72.4% of respondents had good emotional support, 73.2% of respondents had good information support, 72.5% of respondents had good emotional support. good instrumental support, and 73.3% of respondents who have good reward support. Based on the results of statistical tests (Chi-Square test), p. 0.011 There is a significant relationship between family support and motivation of post-stroke patients in doing physiotherapy exercises at the hospital. It is recommended for nurses to improve health education for families, so that patient support and motivation will be better.Keywords: Family Support, Motivation, Stoke, Physiotherapy Exercise
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GARAM BERYODIUM PADA RUMAH TANGGA DI KOTA BANDA ACEH
Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia. Akibat dari kekurangan yodium bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid/gondok, mengalami gangguan perkembangan dan sebagainya. Penyebab akibat dari kekurangan yodium itu sendiri diantaranya kurangnya mengonsumsi zat yang mengandung yodium, dan hal itu dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang garam beryodium pada rumah tangga di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang sudah berkeluarga yang ada di Kota Banda Aceh dan yang menjadi sampel sebanyak 85 responden melalui metode accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk google form yang dibagikan secara online. Waktu pengumpulan data dilakukan pada tanggal 8 - 14 September 2020. Data dianalisa secara manual dengan menggunakan table distibusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berada pada kategori tinggi (88.24%) responden. Disarankan untuk pihak Puskesmas untuk dapat memotivasi ibu-ibu agar mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai sumber yodium.Kata kunci: keluarga, ibu, yodiumABSTRACTDisorders due to iodine deficiency (IDD) is one of the health problems that frequently occurs in Indonesia. Iodine deficiency can cause enlargement of the thyroid gland/ goiter, developmental disorders and so on. The causes of iodine deficiency itself include a lack of consumption of substances that contain iodine, and this is influenced by the mother's lack of knowledge. Data collection was carried out on 8-14 September 2020. The purpose of this study was to determine the family knowledge regarding iodine salt in households in Banda Aceh. The type of this research is descriptive with a cross sectional approach design. The population in this study were all mothers living in the city of Banda Aceh while the samples are 85 respondents which is sampled using the accidental sampling method. The research instrument used was a questionnaire in the form of google form that was distributed online. The data was analyzed manually using frequency distribution table. The results showed that the mother's knowledge was in the 'high' category (88.24%) of respondents. It is recommended that the public health center would motivate mothers to be willing to consume iodine salt at home.Keywords: family, mother, iodin
TINGKATAN PENGETAHUAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR) PADA IBU DI BANDA ACEH
Measles Rubella penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat mengakibatkan kematian. Sehingga membutuhkan tindakan efektif yaitu melalui pencegahan dengan imunisasi MR. Pengetahuan imunisasi MR sangat penting bagi ibu agar dapat memahami penyakit measles rubella dan menyadari pentingnya pencegahan dilakukan sedini mungkin pada anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi tingkatan pengetahuan imunisasi measles rubella pada ibu di Banda Aceh. Jenis penelitian adalah descriptive dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengumpulan sampel menggunakan accidental sampling atau convenience sampling dengan 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan imunisasi MR ibu berada pada kategori baik dengan jumlah responden 69 orang (79.3%). Diharapkan kepada seluruh petugas kesehatan agar senantiasa memberikan pendidikan kesehatan yang berkesinambungan dan menyeluruh pada ibu, baik melibatkan kerjasama dalam bidang agama maupun sosiokultural sehingga dapat lebih meningkatkan pengetahuan ibu mengenai imunisasi MR.Kata Kunci : Pengetahuan, Imunisasi Measles Rubella, IbuABSTRACTMeasles Rubella is a disease caused by the virus which causes death. As the result, the effective treatment is needed through the prevention by doing the measles rubella immunization. It is very important to the mother to understand and aware the measles rubella disease and its early prevention on the children. The aim of this research is to identify the knowledge level of the measles rubella immunization on mothers in Banda Aceh. This research is a descriptive research with a cross sectional study design. The technique of choosing sample used is the accidental sampling or convenience sampling with 87 respondents. The result of the research shows that the measles rubella immunization on mother was on good category with 69 respondents (79.3%). The entire health officers are expected to give comprehensive and sustainable health education to mothers both by involving the religious and sociocultural aspects to improve the mothers knowledge about the measles rubella immunization. Keywords : Knowledge, Measles Rubella Immunization, Mothe
PELAKSANAAN BEDSIDE HANDOVER OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT RUMAH SAKIT BANDA ACEH
Bedside handover antara shift merupakan indikator kualitas layanan perawatan. handover adalah proses rutin dalam layanan perawatan di mana perawat dapat terlibat beberapa kali dalam setiap hari kerja. Namun, pelaksanaan serah terima samping tempat tidur juga telah dikritik dan digambarkan sebagai keberlanjutan asuhan keperawatan yang tidak terstruktur dan tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Bedside handover di Rumah Sakit Banda Aceh. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain cross-sectional study. Ukuran sampel menggunakan formula Lemeshow dan sejumlah 188 responden dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposif sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dari Australian Commission On Safety and Quality in Healthcare yang terdiri dari 5 sub-variabel dengan total 19 item pengamatan dan dianalisis secara komputerisasi menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyerahan tempat tidur di Rumah Sakit Banda Aceh telah dilaksanakan (75,71%), yang terdiri dari komponen persiapan (70,57%), perkenalan (94,33%), pertukaran informasi (87,59%) dan keterlibatan pasien (77,30%) telah dilaksanakan, namun safetyscan (51,24%) tidak dilaksanakan. Secara umum, bedside handover di rumah sakit Banda Aceh telah dilaksanakan. Bedside handover berkontribusi pada keputusan yang akurat tentang perawatan pasien. Oleh karena itu, penyerahan tempat tidur tampaknya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas perawatan dan keselamatan pasien yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.Kata Kunci: Bedside Handover Perawat, Pelaksanaan,ABSTRACTBedside nursing handover among shifts is an indicator of the quality of nursing care services. Handover is a routine process in health care services in which nurses are typically engaged several times in each working day. however, the implementation of bedside handovers have also been criticized and described as unstructured ineffective sustainability of nursing care. The purpose of this study was to determine the implementation of bedside nursing handover in Banda Aceh Hospital. The descriptive study was conducted with a quantitative method and a cross-sectional study design. The sample size using Lemeshow and a number of 188 respondents were chosen as the sample by using a purposive sampling technique. The data collected through observation sheet from Australian Commission On Safety And Quality In Healthcare that consist of 5 sub-variables with total of 19 observations items and analyzed computerized using descriptive statistics. The results of the study showed that the implementation of bedside handover in Banda Aceh Hospital have been implemented (75,71%), which consist of the component of preparation (70,57%), introductory (94,33%), information exchange (87,59%) and patient engagement (77,30%) have been implemented, otherwise safety scan (51,24%) did not implemented. In general, bedside nursing handovers at Banda Aceh hospital have been implemented. Bedside nursing handovers contribute to accurate decisions about patient care. Therefore, bedside handovers seem to be a tool to improve the quality of care and patient safety which requires further investigation.Keywords: Bedside Handover, Implementation, Nurse
KECEMASAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA
Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok yang tinggi dan masalah merokok juga dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko merokok dikalangan remaja adalah adanya kecemasan yang timbul pada seorang remaja akibat ketidakmampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada masa remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kecemasan dengan perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah di Aceh Besar. Jenis penelitian menggunakan correlation study. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa laki-laki dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebesar 88 siswa. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan tehnik pengumpulan data berupa self-report. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kecemasan dengan perilaku merokok (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada pihak puskesmas dan pihak sekolah agar melakukan upaya penyuluhan tentang bahaya merokok dan tehnik mengurangi kecemasan pada remaja diantaranya penyuluhan tentang mekanisme koping adaptif sehingga dapat mengurangi resiko merokok pada remaja.Kata Kunci: Kecemasan, Perilaku Merokok, Remaja.ABSTRACT Indonesia is one of the countries with a high number of smokers and this problem is also experienced by adolescents. One of the factors that can increase the risk of smoking among adolescents is the anxiety that arises due to the inability in adapting to various changes that occur in adolescence. The purpose of this study was to determine the relationship of anxiety with smoking behavior among adolescents in senior high school in Aceh Besar, Indonesia. It was a correlation study. The participants in the study were male students with a total sampling technique and 88 students were included. Data was collected by using a questionnaire self-report. Data was analysis using Chi-Square test and the results of the study showed that there was a relationship between anxiety and smoking behavior (p-value = 0,000). It is recommended to the community health center and the school staff to carry out counseling about the dangers of smoking and techniques to reduce anxiety in adolescents including counseling about adaptive coping mechanisms. These efforts aim to reduce the risk of smoking in adolescents Keywords: anxiety, smoking behaviors, adolescent
POTENSIAL KOMPLIKASI BRADIKARDI ADALAH MASALAH KEPERAWATAN KOLABORATIF PADA PASIEN SINDROME KORONER AKUT INFARK ANTERIOR DAN INFERIOR
Potensial disritmia merupakan masalah keperawatan kolaboratif yang dapat menyebabkan 80-90% kematian pada pasien Sindrome Koroner Akut (SKA) fase awal. Disritmia dapat terjadi berupa bradikardia sinus maupun non sinus. Bradikardia adalah irama yang mengancam karena mengakibatkan penurunan curah jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokasi infark dengan kejadian bradikardi pasien SKA pada 24 jam pertama. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain retrospective study data sekunder rekam medik di Intensive Coronary Care Unit Januari sampai Desember 2017. Variabel independen adalah lokasi infark anterior dan inferior dan variabel dependennya adalah bradikardi. Alat ukurnya elektrokardiogram. Sampel 69 pasien SKA ditetapkan dengan tehnik purposive sampling, dengan kriteria inklusi: pasien Onset 24 jam dan mendapat terapi farmakologi standar SKA. Tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin dan Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh. Hasil uji statistik chi-square didapatkan p-value 0.102 (p0.05). Kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan proporsi bradikardi antara lokasi infark anterior dan inferior. Rekomendasi: Disritmia Bradikardia terjadi pada infark anterior dan inferior pada 24 jam pertama. Potensial Disritmia bradikardia dapat ditetapkan sebagai masalah keperawatan kolaboratif sebagai dasar intervensi keperawatan kolaboratif.Kata Kunci : lokasi infark, bradikardi, sindrom koroner akutABSTRACTPotential dysrhythmias are a collaborative nursing problem that can cause 80-90% of deaths in early phase Acute Coronary Syndrome (ACS) patients. Dysrhythmias can occur in the form of sinus bradycardia or non-sinus. Bradycardia is a threatening rhythm that results in decreased cardiac output. This study aims to determine the relationship between infarct location and the incidence of bradycardia in ACS patients in the first 24 hours. This type of quantitative descriptive research with a retrospective study design secondary data of medical records in the Intensive Coronary Care Unit January to December 2017. The independent variable is the location of the anterior and inferior infarction and the dependent variable is bradycardia. Electrocardiogram measuring instrument. The sample of 69 patients with ACS was determined using purposive sampling technique, with the inclusion criteria: patients onset 24 hours and received standard ACS pharmacological therapy. Place of research at the Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin and Meuraxa Hospital Banda Aceh. Chi-square statistical test results obtained p-value 0.102 (p 0.05). The conclusion is that there is no difference in the proportion of bradycardia between the anterior and inferior infarction sites. Recommendation: Bradycardia dysrhythmias occur in anterior and inferior infarction in the first 24 hours. The potential for dysrhythmias bradycardia can be defined as a collaborative nursing problem as the basis for collaborative nursing interventions
PERCEIVED AVAILABILITY OF DRUG USE IN ONES COMMUNITY AND PERCEIVED DRUG USE IN THE COMMUNITY AMONG UNIVERSITY STUDENTS 2016
Drug use is the major problem worldwide, particularly in adolescence and early adulthood. The objective of this study was to examine the relationships between perceived availability of drug use in ones community, perceived drug use in the community, and drug use among university students. A cross sectional study was conducted with 382 students which are recruited form 2 of 7 public universities and 3 of 10 private universities in Aceh, Indonesia. Simple random sampling method was used to select the participants. Data were collected by self-administered questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-square test. The prevalence of drugs user was 31.6%. The results of this study revealed that perceived availability of drug use (c = 106.711, p .001) and perceived drug use in the community (c = 31.255, p .001) were significant related with drug use (tobacco products, methamphetamine, and marijuana). Based on these findings, health care provider and sectors of universities should be concerned about drug use behavior and seek appropriate strategies to promote healthy behavior and to reduce its prevalence.Keywords: Drug use; Community; Aceh