Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
    235 research outputs found

    Potential of Sweet Potato Mutant Lines for Bioethanol Production

    Get PDF
    Shoots of sweet potato Sari variety were irradiated at the doses of 0, 10, 20, 30 and 40 Gy. Irradiated shoots were planted and selected to obtain better mutant lines than that of the parent plant. Ten mutant lines were from the fourth generation which better morphology and productivity than that of the parent plant. The bestproductivity was found at mutant line number 40-2 which was 717.50 g/plant compared to parent plant with 622.50 g/plant. The highest glucose and starch content obtained were at the dose of 20 Gy which were 8.85 and 28.56 % respectively. The mutant line of Sari sweet potato has a potential to produce bioethanol. The bio-ethanol production from those of mutant lines at a range of 15.02 to 19.46 % compared to 13.67 % in the parent plant. The mutant line number 20 was the best line to produce bio-ethanol. The aim of this experiment was to find mutant lines having potential to produce bio-ethanol &nbsp

    Respons Nitrogen dan Azolla terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Varietas Mira I dengan Metode SRI

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Kampung Cisadap, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dari Bulan Januari sampai Bulan Mei 2011 untuk mempelajari respons pertumbuhan tanaman padi yang diberi pupuk nitrogen dan Azolla michrophylla pada budidaya padi sawahSystem Of Rice Intensification . Penelitan ini menggunakan 5 dosis pupuk nitrogen (0 %, 25 %, 50 %, 75 %, 100 %) dari pupuk nitrogen yang direkomendasikan yaitu N 92 kg ha-1 (urea 200 kg ha-1), serta menggunakan Azolla michrophylla sebanyak 1,13 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen sebanyak 50 % (100 kg ha-1) dan pemberian Azolla michrophylla sebanyak 1,13 ton ha-1 memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman 2-6 MST, jumlah anakan 2-7 MST. Interaksi antara penggunaan dosis 50% pupuk nitrogen dan 1,13 Azolla michrophylla terjadi pada tinggi tanaman umur7 MST, dan bobot kering tanaman. &nbsp

    Perlakuan Sinar Gamma pada Substrat Jerami Padi dan Kapang Phanerochaete Chrysosporium untuk Meningkatkan Delignifikasi melalui Fermentasi Padat

    Get PDF
    Delignifikasi pada biomasa lignoselulosa perlu dilakukan untuk mempermudah hidrolisis selulosa. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan efisiensi delignifikasi substrat jerami padi oleh kapang Phanerochaete. chrysosporium dengan perlakuan sinar gamma. Metode delignifikasi yang digunakan yaitu metode solid state fermentation. Perlakuan pada penelitian ini adalah iradiasi dosis rendah pada kapang P. chrysosporium 0, 500, 1000, 1500, 2000 Gy, iradiasi dosis tinggi pada jerami padi 0, 50, 100 kGy dan pretreatment NaOH (0%, 1%,2%, 3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delignifikasi dengan fermentasi padat oleh kapang P. chrysosporium yang dipapari sinar gamma 1000 Gy dan substrat jerami padi yang di pretreatment NaOH 2% dan diiradiasi 100 kGy dapat meningkatkan efisiensi delignifikasi 85,95% lebih tinggi dibandingkan tanpa iradiasi. Hasil delignifikasi maksimum pada hari ke-12 dengan kadar lignin sebesar 1,63

    Efek Iradiasi Gamma dan Penyimpanan Dingin terhadap Total Mikroorganisme dan Daya Patah Kwetiau

    Get PDF
    Kadar air yang tinggi menyebabkan umur simpan kwetiau menjadi singkat. Hal ini menyebabkan banyaknya produsen yang menambahkan formalin pada kwetiau. Iradiasi gamma merupakan metode untuk memperpanjang umur simpan yang ekonomis serta tidak mengubah tekstur secara signifikan sehingga berpotensi diaplikasikan pada kwetiau. Pengujian dilakukan dengan iradiasi sampel menggunakan dosis 0, 2, dan 4 kGy dengan laju dosis 1 kGy per jam yang diikuti dengan penyimpanan dingin dengan memperhatikan perubahan ALT, total koliform, Salmonella spp., nilai D10, sensitivitas antibiotik serta daya putus kwetiau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi iradiasi gamma dengan penyimpanan dingin mampu menurunkan hingga 6,2 log CFU/g bakteri aerob dan 5,8 log CFU/g bakteri koliform pada dosis 4 kGy serta menurunkan hingga 4,9 log CFU/g bakteri aerob dan 4,6  log CFU/g bakteri koliform pada dosis 2 kGy. Bakteri Escherichia coli yang diisolasi memiliki nilai D10 sebesar 0,403 kGy yang sensitif terhadap amoxicillin dan tetracyclin serta memiliki sensitivitas intermediate terhadap sefoksitin. Iradiasi pada dosis 2 kGy meningkatkan nilai titik putus kwetiau. Pada penelitian tidak ditemukan Salmonella spp. pada sampel E dan semua sampel positif mengandung formalin

    Peningkatan Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross Post Partum dengan Pemberian Pakan Suplemen Multinutrient Block Plus Medicated

    Get PDF
    Multinutrient Block Plus Medicated. Salah satu permasalahan dalam pembibitan sapi Brahman Cross adalah rendahnya efisiensi reproduksi akibat panjangnya anestrus post partum dan tingginya angka service per conception yang antara lain disebabkan oleh rendahnya kandungan nutrisi ransum. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan reproduksi sapi induk Brahman Cross post partum dengan pemberian pakan suplemen Multinutrient Block plus Medicated (MBPM) yang dimulai dengan memperbaiki skor kondisi induk sehingga dapat mempercepat proses munculnya berahi post partum kemudian meningkatkan angka kebuntingan dengan memperkecil angka service per conception serta memperbaiki pertumbuhan pedet yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan 16ekor sapi induk Brahman Cross post partum yang tidak melebihi 90 hari terdiriatas 9 ekor diberi pakan suplemen MBPM dibandingkan dengan 7 ekor tidakdiberi pakan suplemen MBPM sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian pakan suplemen MBPM dapat meningkatkan reproduksi sapi induk Brahman Cross post partum yaitu mempertahankan skor kondisi induk pada awal post partum sampai terjadinya kebuntingan, mempercepat 24,8 hari munculnya berahi post partum, angka service per conception = 1 dan angka kebuntingan dapat mencapai 60%, mempertahankan kadar urea plasma darah dan kadar glukosa darah dalam batas normal baik pada saat post partum maupun setelah berahi post partum. Pemberian pakan suplemen MBPM pada sapi induk BrahmanCross post partum dapat memberikan pertambahan bobot badan pada pedetnya yang menyusui sebesar 0,51kg/ hari. &nbsp

    Pemanfaatan Iradiasi Gamma pada Ikan Tuna dalam Pembuatan Sushi/Sashimi

    Get PDF
    Sushi/sashimi merupakan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan foodborne disease. Teknik suhu tinggi tidak dapat diterapkan pada makanan ini karena menyebabkan perubahan tekstur yang signifikan. Iradiasi merupakan teknik pengolahan yang tepat untuk menurunkan jumlah cemaran karena tidak menyebabkan perubahan tekstur. Sampel tuna diberi kombinasi perlakuan iradiasi gamma dengan laju dosis 1 kGy/jam (dosis 0; 2; dan 4 kGy) dan penyimpanan pada suhu 0°C (1 dan 3 hari). Pada setiap sampel dilakukan uji Angka Lempeng Total (ALT), koliform, Escherichia coli, Salmonella sp., nilai D10 dan resistensi antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sebesar 4 kGy merupakan dosis yang efektif karena dapat menurunkan jumlah cemaran ALT dan koliform sebesar ± 3 log. E. coli yang didapat dari pasar modern (D10 = 0,128 kGy) resisten terhadap antibiotik amoxicillin dan cefoxitin, sedangkan E. coli dari pasar swalayan (D10 = 0,174 kGy) hanya resisten terhadap amoxicillin. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah cemaran sampel dari pasar modern lebih besar dari pasar swalayan dan sashimi lebih besar dari ikan tuna iradiasi

    Frequencies of Micronucleus in Mononucleated Cells of People Living in Takandeang Village – A High Level of Natural Radiation Area in Indonesia

    No full text
    Our previous study showed that the micronucleus frequencies of Botteng Village inhabitants in Mamuju (a high background radiation area) were higher compared to control samples even though the difference was not significant. To validate our previous study result, here in this study we assessed the micronucleus frequencies in mononucleated cells of Takandeang Village inhabitants. Twenty seven healthy adult subjects from Takandeang Village and normal background radiation area were included in this study. Micronucleus numbers (MN) in 1000 mononucleated cells (MNC) were evaluated in this study. Results showed that mean MN numbers in MNC (MNMNC) of Takandeang Village inhabitants were significantly higher compared to control samples [3.96 ± 0.488 vs 1.96 ± 1.675; p<0.05]. The age and gender factors did not affect the MNMNC in all samples (p>0.05). It is possible that the high background radiation exposure received by Takandeang Village inhabitants induced not only the clastogenic but also aneugenic effect in lymphocytes. Overall our study showed that scoring of MNMNC can provide additional information in cytokinesis block micronucleus (CBMN) assay. Further study should be performed to validate this study results. The 24 hours culture time should be used in the further study to obtain more comprehensive results

    Preparasi dan Karakterisasi Kitosan-Karboksi Metil Selulosa Iradiasi untuk Scaffold

    Get PDF
    Scaffold umumnya digunakan sebagai matrik pelepasan obat, penelitian perilaku sel dan material dalam bidang rekayasa jaringan. Scaffold berdimensi tiga (3D) biasanya berupa material berpori, biokompatibel, biodegradable dan berfungsi untuk memberikan lingkungan mikro yang cocok, yaitu dukungan mekanik, fisik, dan rangsangan biokimia untuk pertumbuhan sel optimal. Pada penelitian ini scaffold dibuat dari kitosan dan karboksimetil selulosa (KMS) dengan teknik liofilisasi. Selanjutnya, scaffold diiradiasi dengan sinar gamma dan dikarakterisasi dengan Fourier-Transform- Infrared, Scanning Electron Microscope (SEM), serapan air dan porositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  pada spektrum FTIR  diperoleh kedua bahan tersebut tanpa terjadi reaksi, ukuran pori berkisar 130-467 µm, serapan air 803-1722%, dan porositas berkisar 70-74%. Iradiasi mempengaruhi ukuran pori, porositas, dan serapan air. Berdasarkan besaran porinya, komposit ini layak menjadi scaffold

    Pengaruh Radiasi Pengion Terhadap Kerusakan DNA pada Sel Limfosit Pekerja Medis dengan Menggunakan Uji Komet

    Get PDF
    Pemanfaatan teknologi nuklir dibidang medis sudah banyak digunakan untuk diagnosa maupun terapi. Pasien maupun pekerja radiasi yang bertindak sebagai operator yang membantu pasien berisiko terpapar radiasi. Paparan radiasi pengion dapat menginduksi mutasi dan transformasi sel terutama sebagai konsekuensi dari kerusakan pada DNA Dengan demikian perlu dievaluasi kerusakan DNA dengan membandingkan dengan kontrol. Uji Comet merupakan salah satu biomarker untuk mengevaluasi kerusakan DNA karena paparan radiasi dengan mengukur tingkat migrasi DNA di limfosit darah tepi. Salah satu parameter yang umum digunakan pada uji komet adalah panjang ekor komet (Tail Length/TL). Pada penelitian ini dilakukan analisis TL pada citra komet dari sampel pekerja radiasi medis suatu Rumah Sakit di Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa TL kelompok pekerja radiasi medis lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Nilai TL pada pekerja radiasi medis pria lebih tinggi dibandingkan wanita. Dengan demikian aspek proteksi dan keselamatan radiasi terhadap paparan radiasi dosis rendah tidak dapat diabaikan lagi dan harus mulai untuk diprioritaskan

    Comparison of RT-PCR-Dot Blot Hybridization Based on Radioisotope 32P with Conventional RT-PCR and Commericial ELISA Assays for Blood Screening of HIV-1

    Get PDF
    There are many commercial ELISA and rapid test kits that have been used for blood screening; however, the kits can give false positive and negative results. Therefore, RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) - Dot Blot Hybridization based on radioisotope 32P (RDBR) method was developed in this research, to compare the method with the conventional RT-PCR and commercial ELISA Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) kit. This method is efficient for screening of large blood specimens and surveillance study. Eighty seven samples were used and serum of the samples were tested by ELISA to detect HIV-1. The HIV-1 RNA genome was extracted from plasma samples and tested using the RT-PCR and RDBR methods. Of 87 samples that were tested, the rates of positive testing of the RT-PCR, the RDBR, and the ELISA were 71.26%, 74.71%, and 80.46%, respectively. The RDBR (a combination of RT-PCR and dot blot hybridization) was more sensitive than conventional RT-PCR by showing 3.45% in increase number of positive specimens. The results showed that of 9 samples (10.34%) were negative RDBR and positive ELISA, while 4 samples (4.60%) were negative ELISA and positive RDBR. The two methods showed slightly difference in the results but further validation is still needed. However, RDBR has highpotential as an alternative method for screening of blood in large quantities when compared to method of conventional RT-PCR and ELISA. &nbsp

    224

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇