VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    467 research outputs found

    EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM BENTUK GRANUL TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI

    Get PDF
    Pengendalian penyakit DBD bergantung pada pengendalian larva Aedes aegypti. Penggunaaninsektisida nabati perlu dikembangkan untuk mengurangi dampak negatif insektisida kimia.Belimbing wuluh merupakan tanaman yang mengandung zat alkaloid, saponin dan flavonoidyang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitaspemberian ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam bentuk granul untukmembunuh larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancanganpost test only with control group design dengan lima variasi konsentrasi ekstrak sebesar 50mg, 100 mg, 150 mg, 200 mg, dan 250 mg dengan empat kali pengulangan. Hasil uji menunjukkanterdapat hubungan antara ekstrak buah belimbing wuluh dalam bentuk granul dengan kematianlarva (p=0,001). Analisis probit didapatkan LC50 pada berat granul 91,677 mg dan LC90 pada142,399 mg. LT50 pada 200 mg adalah 10,778 jam, sedangkan LT90 adalah 48,175 jam. Saranpeneliti adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara menghilangkan warna padaair yang diberi ekstrak buah belimbing wuluh dalam bentuk granul.Kata kunci : Aedes aegypti, ekstrak buah belimbing wuluh, granu

    PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

    Get PDF
    Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya, tidak terlepas dari pegawainya, karenapegawai bukan semata-mata menjadi obyek dalam mencapai tujuan organisasi, tetapi jugamerupakan subyek atau pelaku. Politeknik Kesehatan Bandung melakukan upaya untukmemperbaiki berbagai aspek agar para pegawai dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengantujuan organisasi, melalui pemberian motivasi kerja kepada pegawai. Penelitian ini dilakukan atas dasar belum optimalnya kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung, sehingga perludiketahui faktor– faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai.Tujuan penelitian ini untukmencari bagaimana faktor-faktor motivasi kerja secara intern dan motivasi kerja secaraekstern mempengaruhi terhadap kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung. Sampelpenelitian ini sebanyak 127 orang ditentukan dengan menggunakan proportionate randomsampling. Pengumpulan data menggunakan alat pengumpul data berupa angket yangmenghasilkan data berskala ordinal. Analisis data univariabel menggunakan distribusi frekuensidan analisis multivariabel menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkansecara simultan faktor motivasi kerja intern dan motivasi kerja ekstern terhadap kinerja pegawaiPoliteknik Kesehatan Bandung sebesar 10,2 %, secara parsial faktor motivasi kerja interndan motivasi kerja ekstern terhadap kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bandung masingmasingsebesar 3,38%, dan 4,46%. Kesimpulan penelitian menunjukkan faktor-faktor motivasikerja intern dan motivasi kerja ekstern mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawaiPoliteknik Kesehatan Bandung. Disarankan dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai padaPoliteknik Kesehatan Bandung, hendaknya Direktur Politeknik Kesehatan Bandung danpara ketua jurusan untuk dapat mendukung dan memberikan kesempatan yang seluasluasnyakepada para pegawainya untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilannyamelalui upaya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan pelatihan-pelatihanserta untuk dapat memberikan dorongan dalam diri pegawai yang berpengaruh dalammeningkatkan, mengarahkan dan memelihara perilaku pegawai yang berkaitan denganlingkungan pekerjaan.Kata kunci: motivasi kerja, kinerja pegawai

    SISTEM INFORMASI REMINDER IMUNISASI DASAR PADA BAYI BERBASIS SMS GATEWAY DI PUSKESMAS KROBOKAN SEMARANG BARAT

    Get PDF
    Rendahnya cakupan imunisasi dasar bayi merupakan permasalahan yang ditemui padaPuskesmas Krobokan Semarang Barat. Guna dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasarpada bayi di Puskesmas Krobokan tujuan dari penelitian ini yaitu mencegah terjadinya DO(drop out) imunisasi serta dengan memanfaatkan sistem informasi seperti aplikasi reminderberbasis SMS gateway yang ditujukan sebagai pengingat jadwal imunisasi dasar bayi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakanadalah observasi dan wawancara yang secara pendekatan cross sectional dengan metodepengembangan sistem prototype. Dengan obyek penelitian berupa data pada sistem informasiimunisasi dasar bayi Puskesmas Krobokan.Hasil dari penelitian adalah berupa rancangan sistem informasi imunisasi dasar bayi denganmenggunakan aplikasi reminder imunisasi berbasis SMS Gateway yang diharapkan dapatlebih membantu ibu untuk jadwal imunisasi dalam membawa bayinya untuk diimunisasi.Saran dalam mengimplementasikan sistem adalah adanya sosialisasi tentang penggunaanSMS reminder imunisasi serta kader yang harus ikut aktif didalam membantu keberhasilansistem ini.Kata kunci : imunisasi dasar bayi, aplikasi reminder, SMS Gatewa

    TINJAUAN PENGGUNAAN TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS UTAMA PADA LEMBARAN MASUK DAN KELUAR BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

    Get PDF
    Terminologi medis merupakan sarana komunikasi antar petugas kesehatan. Terminologimedis pada diagnosis seharusnya ditulis dengan terminologi medis yang tepat dan memilikinilai informatif agar dapat membantu petugas koding mengklasifikasikan pada kondisi dalamkategori ICD yang paling spesifik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesesuaianpenggunaan istilah dalam penulisan diagnosis yang tertulis pada Lembaran Masuk dan Keluarberdasarkan terminologi medis dalam ICD-10 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. SoehadiPrijonegoro Sragen.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasidalam penelitian ini adalah 1363 dokumen rekam medis rawat inap bulan Januari 2014. Teknik pengambilan sampel dengan sampling sistematis. Besar sampel yang digunakan adalah136 dokumen rekam medis rawat inap. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan terminologi medis dalam penulisan diagnosisdengan istilah yang sesuai sebesar 40 (56,3%) sedangkan yang tidak sesuai sebesar 31(43,7%). Penggunaan terminologi medis dalam penulisan diagnosis dengan singkatan yangsesuai sebesar 73 (86,9%) sedangkan singkatan yang tidak sesuai sebesar 11 (13,1%). Hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan terminologi medis dalam penulisandiagnosis dengan istilah yang sesuai sebesar 56,3% dan singkatan yang sesuai sebesar 86,9%.Disarankan menggunakan singkatan medis yang sesuai dengan daftar singkatan Rumah Sakituntuk menghindari ketidakseragaman pemahaman diantara petugas medis.Kata kunci : Terminologi Medis, Penulisan Diagnosis, Lembaran Masuk dan Kelua

    Perbedaan Variasi Suhu dan Lama Pemanasan Terhadap Angka Total Kuman Susu Murni Pada Pedagang Susu Hangat Di Wilayah Kecamatan Cimahi Utara

    Get PDF
    Milk is a food that contains the main nutrient for human needs but also as a medium suitable for microorganisms to multiply both pathogenic and non-pathogenic. Milk that has been contaminated with pathogenic bacteria can cause illness if consumed. Good handling can suppress contamination of microorganisms, such as by heating. This study aims to determine differences in variations in temperature and prolonged heating of the total number of germs in the pure milk warm milk traders in the District of North Cimahi. The type of research is applicable to the two experimental heat treatment temperature is 65oC and 75oC for 30 minutes for 15 seconds. Its population is whole milk sold by merchants of warm milk in the District of North Cimahi. Milk samples were used for each treatment equal to 250 ml. Data were collected by observation and laboratory tests. Data were analyzed using T test dependent. The results of this study indicate that the total number of germs in the group before the heat treatment temperature ranges from 65oC for 30 minutes 2,17x103-3,23x106 colonies/ml and groups prior to heat treatment temperature ranges from 75oC for 15 seconds 2,97x103-3,29x106 colonies/ml while the total number of germs in the treatment group after heating for 30 minutes 65oC temperature range between 8x101-4,9x104 colonies/ml and the total number of germs in the group after heating for 15 seconds 75oC temperature range between 2x101-3,4x104 colonies/ml. Dependent T test results obtained by value P value of 0.005 (<95% α=0.05). Thus statistically significant difference between the temperature of 65oC for 30 minutes and the temperature of 75oC for 15 seconds to the total number of germs milk. Traders are advised to use warm milk variations in temperature and prolonged heating temperature of 75oC for 15 seconds by lowering the total number of germs on pure milk is greater.The recommendation is doing further research on the relationship between of the handling of milk and the total number of germs in milk.Keywords: temperature, time of heating, germs, mil

    KEPEMIMPINAN DALAM PENULISAN SPESIFITAS DIAGNOSIS SESUAI DENGAN ICD-10 BAGI TENAGA MEDIS (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA SEMARANG)

    Get PDF
    Di Rumah Sakit Permata Medika Semarang pada tahun 2012 masih ditemukan penulisan diagnosis medis yang kurang lengkap atau tidak sesuai dengan terminologi ICD-10 sebanyak 50%. Hal ini merupakan masalah penting yang harus ditangani oleh Rumah Sakit, melalui faktor kepemimpinan. Tujuan penelitian adalah menjelaskan faktor kepemimpinan yang ditinjau dari peran pemimpin dalam penerapan kelengkapan penulisan diagnosis sesuai dengan terminologi ICD-10 pada dokumen rekam medis rawat Inap.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan metode kualitatif.Sebagai informan utama adalah pemimpin yang terlibat dalam pelayanan penunjang medis. Informan triangulasi adalah dokter sebagai pemberi pelayanan medis di Rawat Inap danmelakukan pengisian Dokumen Rekam Medis terutama penulisan diagnosis medis. Pengumpulan data melalui indepth interview dan observasi. Pengolahan data dengan metode analisis isi (content analysis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kodefikasi penyakit dengan menggunakan ICD-10 dilaksanakan di Unit Rekam Medis oleh petugas Rekam Medis. Pemahaman dokter tentangICD-10 kurang baik. Peran pemimpin sebagai pemberi inspirasi masih sebatas wacana dari pemimpin. Pemimpin belum mengorganisir sosialisasi kepada dokter tentang pelaksanaankodefikasi penyakit . Peran pemimpin sebagai pemberi motivasi masih sebatas identifikasi masalah dan wacana tentang pemberian penghargaan. Peran pemimpin sebagai pemberi arahan masih sebatas identifikasi langkah-langkah dalam upaya mengarahkan. Peran Pemimpin dalam membangun sistem komunikasi, belum digunakan untuk mempengaruhi perilaku dokter atau karyawan. Motivasi dokter dalam penulisan diagnosis sesuai dengan teminologi ICD-10 sudah ada tetapi masih menunggu arahan dan kebijakan pimpinan.Disarankan pemimpin membuat kebijakan yang mengatur tentang penerapan kelengkapan penulisan diagnosis sesuai dengan terminologi ICD-10.Kata kunci : Kepemimpinan , Motivasi, Rekam Medis, ICD-1

    KELUHAN SUBYEKTIF NYERI PINGGANG PADA PENGEMUDI BUS

    Get PDF
    Posisi duduk adalah posisi dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja. Mengemudi merupakan pekerjaan sektor informal yang dilakukan dalam posisi duduk dalam waktu yang lama sehingga dapat berisiko mengalami keluhan nyeri pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dan lama duduk dengan keluhan subyektif nyeri pinggang.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 44 pengemudi bus Perum DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) dan PO. Nugroho Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 pengemudi bus yang di ambil secara accidental sampling, dan menggunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara sikap kerja duduk dengan keluhan subyektif nyeri pinggang dengan p-value 0,598. Gambaran nyeri yang dialami responden sebanyak 22 responden (73,3%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (23,3%) nyeri sedang, dan 1 orang (3,33%) nyeri berat. Tidak ada hubungan antara lama duduk dengan keluhan subyektif nyeri pinggang dengan p-value 0,324. Terdapat 23 supir bus (76,67%) bekerja dengan sikap kerja duduk berisiko dan 7 sopir bus (23,33%) yang tidak berisiko.Berdasarkan penelitian disarankan pengemudi untuk bekerja dengan posisi sesuai ergonomi dan diimbangi dengan istirahat yang cukup, melakukan olahraga ringan 3-5 kali dalam 1minggu.Kata Kunci : posisi duduk, nyeri pinggang, pengemudi bu

    PENURUNAN KANDUNGAN ZAT BESI (FE) DALAM AIR SUMUR GALI DENGAN METODE AERASI

    Get PDF
    Air sumur gali menjadi sumber air utama bagi masyarakat di Kumai Hilir Kalimantan Tengah. Berdasarkan observasi dan wawancara langsung pada masyarakat diketahui air sumur galiberwarna kuning kecoklatan dan apabila di gunakan untuk mencuci pakaian dan peralatan – peralatan lain akan memberikan noda. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektifitas cascadeaerator dan bubble aerator dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur gali.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pengulangan sebanyak 10 kali untuk setiap metode aerasi. Sampel adalah salah satu air sumur warga yang memiliki kadar Fe yang melebihi nilai baku mutu.Kandungan Fe sebelum dilakukan aerasi dengan metode cascade aerator sebesar 4,41 mg/l, setelah dilakukan aerasi turun menjadi 0,58 mg/l. Kandungan Fe sebelum dilakukan aerasi dengan metode bubble aerator sebesar 4,41 mg/l, setelah dilakukan aerasi turun menjadi 0,74 mg/l. Tidak ada perbedaan efektifitas yang bermakna antara metode cascade aerator dengan bubble aerator dalam menurunkan kandungan Fe dalam air sumur gali.Masyarakat yang menggunakan air sumur gali, sebaiknya diolah terlebih dahulu baik dengan cascade aerator maupun bubble aerator.Kata Kunci: Sumur gali, kandungan zat besi (Fe), aeras

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI WANITA YANG MENIKAH DINI (< 20 TAHUN) TENTANG PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN USIA MENIKAH WANITA DI DESA KEBUMEN KECAMATAN TERSONO KABUPATEN BATANG 2011

    Get PDF
    Pernikahan dini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Masalah di Desa Kebumen, Kecamatan Tersono adalah meningkatnya jumlah perempuan muda yangtelah menikah sebelum berusia 20 tahun. Pada tahun 2009, ada 8 wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun. Tahun 2010 menjadi 19 orang dan tahun 2011 sebanyak 31 orang. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi wanita tentang peran petugas kesehatan dalam kesehatan reproduksi dengan usia pernikahan.Tujuan penelitian ini adalah penelitian Explanatory dengan metode Cross Sectional. Data diperoleh dengan mewawancarai 30 perempuan yang menikah sebelum 20. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki persepsi negatif pada petugas kesehatan (60 %) dan berpikir bahwa petugas tidak berbagi informasi tentang konsekuensi biologis(50,0%), tidak pernah berbagi konsekuensi psikologis pernikahan dini (46,7%), tidak pernah memberikan informasi tentang dampak perilaku seksual jarang (46,7%), tidak pernahmemberikan dampak ekonomis karena pernikahan dini (56,7%), dan tidak pernah berbagi informasi tentang dampak pernikahan dini terhadap bayi (53,7%). Sebagian besar responden menikah pada usia dini (usia 13-18 tahun) sebanyak 76,7%. Tidak ada korelasi antara peran petugas kesehatan dengan usia perkawinan (p value 0.392 &gt; 0,05 ).Dari hasil tersebut, disarankan agar petugas kesehatan memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi bagi perempuan yang menikah sebelum usia 20 tahun sehingga para wanita akan memiliki informasi yang tepat tentang usia yang direkomendasikan untuk menikah dan punya anak.Kata kunci : Peran petugas kesehatan, usia pernikaha

    PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI KALANGAN MAHASISWA “GAY†DI SEMARANG

    No full text
    Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual. Menurut BKKBN kasus IMS di semarang sekitar 2.683 kasus. Gay adalah laki-laki yang mempunyai perbedaan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau seseorang yang mengalami hambatan dalam perkembangan identitas jenis kelamin. Gaya Nusantara menyatakan gay di Semarang jumlahnya diperkirakan mencapai 1,2% dari penduduk kota Semarang termasuk pendatang. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menggambarkan perilaku pencegahan penyakit IMS di kalangan mahasiswa gay di kota Semarang. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan responden menggunakan snowball chain. Responden mulai berani menjadi gay pada awal kuliah setelah jauh dari pantauan orang tua . Pengetahuannya sebatas tahu IMS adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual.Sikapnya menyatakan hubungan gay adalah hubungan yang tidak aman dari IMS apabila tidak menggunakan kondom. Hubungan sosial antar gay hanya sebatas saling mengingatkan untuk berhati-hati dalam berhubungan seksual. Praktik pencegahannya hanya sebatas mencuci organintim sebelum dan setelah berhubungan seksual. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan tentang IMS dan pencegahannya pada kalangan gay dan komunitasnya denganpendampingan instansi kesehatan yang lebih mengetahui IMS.Kata kunci : perilaku pencegahan, Infeksi Menular Seksual, ga

    396

    full texts

    467

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇