VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
467 research outputs found
Sort by
DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEGIATAN KELOMPOK PERAWATAN DIRI (KPD) PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN BREBES
Leprosy is a disease that poses a complex problem, both in terms of medical disability due cause. One way to prevent those with self-care disability. Activities of Self-Care Group (KPD) in the Brebes district only runs 3 months in November-December of 2013 so that researchers and health centers will re-enable this activity. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between family support with the participation of leprosy patients in KPD in Brebes district. This research is an analytic survey with cross sectional approach. The population is all leprosy patients from 4 health centers with the highest number of people in the Brebes district health centers Jatirokeh, Jatibarang, Wanasari, and Sitanggal. The sampling technique using total sampling are 32 people in 4 health centers. Analysis using chi square test. The results of the chi square test the relationship between family support with the participation of leprosy patients in KPD Brebes with p value 0.044 (<0.05). Advice for the head of the health centers and leprosy program officer that regular monitoring meetings whenever KPD and socialization, especially in rural areas, the lepers are seeking to continue attend regular meetings in the activities of the KPD.Keywords: Leprosy; Self-Care Group; Family support; Participatio
KESIAPAN PEKERJA SEKTOR INFORMAL (SOPIR TRUK CONTAINER) DALAM MEMBAYAR JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI KOTA SEMARANG
Jaminan Kesehatan Nasional adalah salah satu bentuk perlindungan social dibidang kesehatanuntuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalu ipenerapan sistemyang terkendali. Sektor informal merupakan sektor yang tidak terorganisasi, tidak teratur, dankebanyakan legal tetapi tidak terdaftar. Masalah yang ada dimana para sopir truk containerbelum meiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan berbagai fungsi didalamnya.Pemberlakuan iuran terhadap pekerja dikhawatirkan akan memberatkan para pekerja terutamapekerja sektor informal dalam hal ini sopir truk container oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kesiapan pekerja sektor informal (sopirtruk container) dalammembayarJaminan Kesehatan Nasional (JKN).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primermelalui wawancara mendalam kepada sopir truk container di Kota Semarang yang dipilihsecara purposive sampling serta menggunakan metode analisi data thematic.Variabel dalampenelitian ini antar lain pengetahuan, sikap, Ability ToPay (ATP), dan Willingness To Pay(WTP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari subyek penelitian tidak mengetahuitentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun dari sikap sebagian besar subyekpenelitian bersedia untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Dari hasilperhitungan Ability To Pay (ATP) sebagian besar subyek penelitian mampu untuk membayarpremi sebesar Rp. 25.500, tetapi kemauan subyek penelitian dalam Willingness To Pay (WTP)hanya Rp. 5.000 – Rp. 10.000 per bulan per kepala.Perlunya sosialisasi kepada masyarakat khusunya pekerja sektor informal terkait denganJaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun bukan hanya sektor informal saja, semua pihakyang terkait seperti pemberi kerja juga harus diberi sosialisasi.Kata kunci : Pekerja, Sektor Informal, Jaminan Kesehatan Nasiona
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOYOSO SEMARANG
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, penderita ISPA khususnya pneumoniapada usia < 1 th pada tahun 2011 ini mengalami kenaikan 152 kasus dari 1.448 menjadi1.600 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah penderita ISPA pada bayi dan balitadi Puskesmas Purwoyoso tahun 2012 (Januari – Oktober) mencapai 2088 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadianISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoyoso tahun 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan jenis penelitianexplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66responden. Teknik uji sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling,uji chi square dan uji fisher exact.Hasil analisa univariat menunjukkan responden yang menderita ISPA 69,7%, dengan kategoriPneumonia 4,3%, status imunisasi lengkap 89,4%, status gizi sedang - lebih 63,7%,pemberian ASI eksklusif 12,1%. Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara statusgizi (p=0,017) dan pemberian ASI eksklusif (p=0,0001) dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita. Sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita yaitu status imunisasi (p=0,069).Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan ISPA padabayi dan balita yaitu status gizi dan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi masyarakat adalahmemilih makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk bayi dan balitanya, memberikan ASIeksklusif, pemberian makanan tambahan untuk anak > 6 bulan. Bagi Puskesmas diharapkanmeningkatkan penyuluhan tentang ASI eksklusif dan gizi pada bayi dan balita, memberikanmakanan tambahan kepada bayi dan balita untuk meningkat status gizi dan mencegahkejadian gizi buruk.Kata Kunci : ISPA, Bayi dan Balit
PERILAKU PENGGUNAAN KONDOM PADA LAKI-LAKI OPERATOR KARAOKE DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DAN AIDS DI KOTA SEMARANG
Cases of HIV / AIDS continues to increase very fast, HIV virus can lead to decreased levels (CD-4) in patients so it is easy to get opportunistic infection. According to data from the Ministry of Health from 1 April 1987 to 30 September 2014 found 150.296 cases of HIV and 55.700 AIDS cases. Operator Karaoke is one of the professions that at risk because they have partners in the localization and also outside, such as wives or girlfriends.Obligations of 100% condom use has been proclaimed long time ago as the National Strategy to suppress the spread of HIV / AIDS, yet the reality is more preferred to reach female sex workers, transvestites, MSM and IDU so that it can be concluded not to specifically reach Operator Karaoke, which is one of the professions-risk also in the spread of HIV / AIDS.This study aimed to analyze the factors that influence condom use in men at high risk (operator ) in preventing the transmission of HIV / AIDS in Argorejo Resocialization. This was explanatory research, with cross sectional approach and survey to collect the data. The results shows there was relationship between knowledge, attitude and practice of condom use. Factors unrelated to the practice were the age, education, religiousity and the status of marriage.Keywords : Karaoke operator, condom us
PERILAKU PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM MENGAKSES INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupanmanusia. Akses informasi melalui teknologi internet faktor pemungkin (enabling) terjadinyaperilaku. Mahasiswa adalah remaja yang dengan ciri dan karakteristiknya dapat mempunyaiperilaku kesehatan reproduksi tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiperilaku pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasi kesehatan reproduksiremaja pada mahasiswa angkatan 2013 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research dengan pendekatan Cross Sectional.Pengumpulan data dilakukan dengan angket terhadap 95 mahasiswa yang diambil secaraproporsional Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa terkait sumber informasi yang benar dan jenis informasi tentang kesehatan reproduksi remaja berada dalam kategoricukup (44,2%), sikap mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi internet dalam mengaksesinformasi kesehatan reproduksi remaja melalui via Online berada dalam kategori cukup(67,4%), dan Praktik tentang pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasikesehatan reproduksi remaja berada dalam kategori cukup (46,3%). Hasil analisis bivariatyaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik pemanfaatan teknologi internetdalam mengakses informasi kesehatan reproduksi remaja (p = 0,909), dan tidak ada hubunganantara sikap dengan praktik pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasikesehatan reproduksi remaja ( p = 0,954).Optimalisasi fasilitas yayasan kesehatan (poliklinik), media TV kampus dan web perguruantinggi dapat membantu dalam edukasi kesehatan reproduksi bagi mahasiswa.Kata Kunci : Perilaku, Internet, Kesehatan Reproduks
KEEFEKTIFAN GAME EDUKASI GIZI SEBAGAI MEDIA PROMOSI GIZI ANAK SEKOLAH DI MI NURUL ISLAM
Indonesia experienced a double burden in dealing with nutritional problems, under nutrition and over nutrition. Based on Riskesdas 2013, Central Java was one of 16 provinces that above the national under weight prevalence. Malnutrition and obesity in Semarang is still high. According to BPOM 2014, there were four types of most polluted snack in schools; cube ice, cold drinks, jelly, and meatballs. The foods were contaminated with microbes hazardous materials, and excessive food additives. The health promotion for student is very important to influence and motivate them to learn and understand nutrition information and it can use educational games. This Study aims to determine the effectiveness of web-based nutritional education games as a health promotional media of nutritional information for MI Nurul Islam students. This research was a pre-experimental study, with one group pre-post test design.The study populations were 30 students of MI Nurul Islam Semarang. Tha data was analyzed by Wilcoxon test. The average level of nutrition knowledge before playing the education game was 42.9, then increased to 66.3 after playing it. Educational game significantly influenced the level of students’ nutrition knowledge (p = 0.0001). Keywords: nutrition, educational gam
KESIAPSIAGAAN TANGGAP DARURAT TERHADAP ANCAMAN KEBAKARAN PADA ANAK USIA 10-15 TAHUN DI RUMAH SUSUN PEKUNDEN KOTA SEMARANG
Tingginya tingkat terjadinya kebakaran di rumah susun Pekunden maka perlu pencegahansejak dini hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan anak-anak, berdasarkansurvei awal pada tanggal 28 Maret 2014 diketahui bahwa pernah terjadi kebakaran di semualantai yang ada di rumah susun dari lantai 2, 3 & 4 dengan akibat kebakaran yang berbedabeda.Perilaku tanggap darurat ini di latar belakangi oleh beberapa faktor, yaitu faktor pemudah(Predisposing), faktor pendukung (Enabling) dan faktor penguat (Reinforcing). Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan tanggap daruratterhadap ancaman kebakaran pada anak usia 10-15 tahun di rumah susun Pekunden Semarang. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectionaldimana variabel bebas dan terikat diukur secara bersamaan. Uji statistik yang digunakanuntuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat dengan menggunakan uji RankSpearman dan man-whitney. Selanjutnya dilakukan metode pengambilan sampel dengancara menggunakan Total Sampling,yaitu jumlah total sampel sama dengan jumlah populasisebanyak 31 anak, Instrumen penelitianyaitu dengan daftar pertanyaan/kuesioner yang diolahdengan spss menggunakan uji statistik rank spearman dan man-whitney.Hasil statistik menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara jenis kelamin dengankesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran p value 0,259, tidak ada perbedaan antarapendidikan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran p value 0,575, tidak adahubungan antara umur dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran p value 0,651, adahubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran p value0,031, tidak ada hubungan antara kepercayaan normatif dengan kesiapsiagaan tanggapdarurat kebakaran p value 0,169.Saran kepada pengelola atau orang tua yang berada di rumah susun Pekunden Semarangagar memberikan pengetahuan dan pelatihan secara langsung kepada anak-anak yang terkaitdengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Mengingat ancaman kebakaran dapatterjadi sewaktu-waktu dan tidak tahu kapan akan terjadi kebakaran.Kata kunci :Jenis Kelamin, Pendidikan, Umur, Pengetahuan, Kepercayaan Normatif danKesiapsiagaa
PENGEMBANGAN SISTEM EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE BERBASIS DEVELOPMENT OF CIVIL SOCIETY DI KOTA PAREPARE
Based on the report of Pare-Pare City Health Office, the incidence of diarrhea continued to increase during the last two years, in 2011 there were 6543 cases (2.23%) and 2731 cases (2.36% ) in 2012. The study aims to find out the changes of knowledge level and attitudes before and after the education regarding the prevention of diarrheal disease. This study design was quasi-experimental with one group pretest-posttest. Sampling technique was accidental sampling. The number of samples were 273 peoples. The intervention used several methods, such as flyer, fipchart and banners. The instrument was questionnaire and data analyzed by T-test. The survey results revealed there was increasing in the level of knowledge about the prevention of diarrheal disease after being given education (post test I) from 3.31 points to 9.01 points (p-value 0.001) while the attitude jumped from 5.11 points to 8.92 points (p-value 0.004). In the post test II, the average of knowledge score increased from 3.31 points to 9.27 points (p-value 0.000) and the attitude climbed from 5.11 points to 9.48 (p-value 0.000) Keywords: Diarrhea, Development of Civil Societ
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) TIPE-2 DI RSUD TUGUREJO SEMARANG
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secaralangsung, tetapi dapat berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Mengingat tingginyaprevalensi dan biaya perawatan untuk penderita DM maka perlu adanya upaya untukpengendalian kadar gula darah. Berdasarkan survei yang telah dilakukan pada RSUD TugurejoSemarang selama 3 tahun jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe-2 pada Tahun 2011-2012 sebanyak 1745 kasus pasien Rawat Jalan.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor (asupan makan dan latihan jasmani) yang berhubungan dengankadar gula darah pada penderita DM Tipe-2 di RSUD Tugurejo Semarang.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan metode survei dan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan Diabetes Mellitustipe-2 yang melakukan cek gula darah di RSUD Tugurejo Semarang bulan September2013.Sampel diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling dengan besar sampel sebanyak 30 responden.Uji yang digunakan adalah menggunakan Fisher’s ExactHasil statistik menunjukan faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah adalah latihanjasmani (p-value:0.006<0.05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kadar gula darah adalahasupan makan yang terdiri dari karbohidrat (p-vaue:0,660>0.05), lemak (p-vaue:0,678>0.05),protein (p-vaue:1.000>0.05).Rekomendasi yang disarankan peneliti pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe-2 dianjurkanuntuk melakukan pencegahan dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 3 kalisepekan, dan memperbanyak aktifitas di rumah. Selain itu melakukan kontrol gula darahsecara rutin minimal sebulan sekali.Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe-2; asupan makan: karbohidrat, protein, lemak; latihanjasmani; kadar gula darah
EVALUASI PELAKSANAAN DAN KEPUASAAN KLIEN PROVIDER INITIATED HIV TESTING AND COUNSELING (PITC) DI BBKPM SURAKARTA
Provider Initiated HIV Testing and Counseling (PITC) at BBKPM Surakarta formed of collaboration to avaoid TB-HIV. The purpose of this study was to known the implementation of PITC and satisfaction of client of BBKPM Surakarta. This research was qualitative descriptive with an evaluation study design. The information collected from PITC program holder and PITC clients. The instruments of this research were structured interview guidelines, indepth interview guidelines, focus group discussions guidelines, observation and documentation. The results showed that PITC input indicator appropriated by guidelines. Process indicator, service procedures was appropriate guidelines. There were some interference, double responsible position, counseling must paid and CST holder insufficiently. Output indicator, targets PITC targets was unreached, form reports as appropriate guidelines and client satisfy with score 75,38%. The advices can be given were redesigning counseling room, adding PITC’s room keeper and CST holder, intern discussion among all BBKPM services and providing suggestion box.Keywords: Evaluation; PIT