VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
467 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI RISIKO BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA MEUBEL UD. MITA FURNITURE KALINYAMATAN JEPARA TAHUN 2013
Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan melindungi para pekerja dan orang lain di tempatkerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien sertamenjamin proses produksi berjalan lancar. UD. Mita Furniture Jepara merupakan industrimeubel dimana mengolah meubel yang masih kasar menjadi meubel yang siap pakai atausudah menjadi furniture. Selama satu tahun terakhir terjadi kecelakaan di bagian produksiantara lain jarinya terkena gergaji mesin, sedangkan dibagian pengamplasan dan finishingkakinya terjepit pada saat mengangkat barang furniture. Tujuan penelitian ini adalah untukmengidentifikasi manajemen risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) padapekerja meubel UD. Mita Furniture Kalinyamatan Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan metode survey danpendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitianini diambil secara acak (random) dimana setiap proses diwakili 3 pekerja disetiap bagian.Hasil identifikasi menunjukkan dibagian produksi cidera yang pernah dialami oleh para pekerjayaitu jari terpotong karena terkena gergaji, luka sayat yang disebabkan jari terkena gergaji,jari terkena mesin serut, jari terkena mesin pres, tangan terkena mesin grinda, kaki tertimpakayu, kaki atau tangan tersusup kayu dan tersetrum listrik. Disamping itu para pekerja jugamengalami batuk-batuk, pusing, pendengaran terganggu, sakit punggung, kaki kesemutandan nyeri otot.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jari terpotong memiliki tingkat risiko yang tertinggidan yang memiliki risiko rendah adalah kesemutan. Saran yang dianjurkan bagi perusahaanmelakukan pemasangan penutup atau pelindung pada mesin gergaji, memberikan sarungtangan baja, serta lebih ditingkatkan lagi pengawasan dalam penggunaan APD.Kata kunci : Identifikasi Bahaya, Furniture, Pekerja Furniture, K3
Pengembangan Sistem informasi Pemantauan Ibu Hamil Berisiko di Puskesmas Ngemplak Simongan Semarang
The monitoring of pregnant women at risk in the clinic is very important, not only giving information about risk factors but also providing treatment during pregnancy and childbirth. Treatment of pregnant women during pregnancy, childbirth and postpartum is needed to reduce the risks that can occur during pregnancy, childbirth, and postpartum. Maternal mortality is also one of the targets of Millennium Development Goals (MDGs), that is the fifth goal, to improve maternal health. Puskesmas Ngemplak Simongan had many obstacles on the monitoring system of pregnant women at risk, such as there is no information system to monitor the pregnant women. This research aims to design the information system for pregnant women at risk to in PHC Ngemplak Simongan Semarang.This was qualitative descriptive study by applying the method of system development life cycle approach. The subjects of this study were Meternal and Children Health officers, theywere the head of public health center. The object was the Information System for Pregnant Women at risk monitoring in Ngemplak Simongan Public Health Center.The result of this research was an information system that was useful for monitoring of pregmant women at risk. The information system simplify the process of data input and expedite data delivery to health office. The implementation of the information system in Public Health Center can be used as a tool to monitor pregnant women at risk in order to reduce maternal risk and maternal mortality.Keywords: Information Systems, Monitoring Pregnant Women at Ris
EFEKTIFITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DALAM MENURUNKAN KADAR “BOD†DI IPAL RUMAH SAKIT DOKTER RADEN SOETIJONO BLORA TAHUN 2013
Rumah Sakit dr. R. Soetijono Blora merupakan rumah sakit bertype C. Dari proses kegiatanyang dilakukan rumah sakit ini menghasilkan limbah cair yang berasal dari bangsal, dapurdan tempat cucian. Limbah cair yang dihasilkan debit rata-rata 0,4 liter/detik, rumah sakit dr.R. Soetijono Blora telah melakukan sistem pengolahan limbah cair dengan metode lumpuraktif. Berdasarkan hasil pengukuran kadar BOD pada air limbah IPAL outlet Rumah Sakit dr.R. Soetijono Blora pada bulan Maret 2013 diketahui sebesar 33,4 mg/l, nilai ini tidak sesuaidengan baku mutu menurut PERDA PROV JATENG No. 5 Tahun 2012 yaitu 30 mg/l.Untuk menganalisis Perbedaan Kadar “BOD†Sebelum dan Sesudah Pengolahan di IPALRumah Sakit Dokter Raden Soetijono BloraMenggunakan metode penelitian Observasi, dengan jumlah sampel sebanyak 28 sampellimbah yang terdiri dari 14 sampel limbah sebelum pengolahan dan 14 sampel limbah sesudahpengolahan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh limbah cair yang ada di IPAL RumahSakit Dr. R. Soetijono Blora.Hasil uji Mann-Whitney menunjukan nilai signifikan p. value adalah 0,000. Dengan ± = 0,05 yang artinya p < ±, hal ini menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada angka BOD diinlet dan outlet.Perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap blower, pada bak chlorinasi pengadukanchlorin sebaiknya diganti dengan mesin pengaduk.Kata Kunci: BOD, Pengolahan Air Limbah, Rumah Saki
PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE BEHAVIOUR) PADA PEKERJA DI UNIT MATERIAL PT. SANGO CERAMICS INDONESIA SEMARANG
Kecelakaan industri secara umum disebabkan oleh 2 hal pokok yaitu perilaku yang berbahaya(unsafe action) dan kondisi yang berbahaya (unsafe condition). Terjadinya kecelakaan kerjasangat besar kemungkinannya ditentukan oleh perilaku berbahaya (unsafe behaviour), namundemikian faktor perilaku berbahaya bukanlah satu-satunya. Karena masih banyak faktorsebelumnya yang menyebabkan terbentuknya perilaku berbahaya. Tujuan dari penelitian iniadalah menganalisis perilaku tidak aman (unsafe behaviour) pada pekerja di unit materialPT. Sango Ceramics Indonesia Semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory dan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian ini adalah semua pekerja unit material PT. Sango Ceramics IndonesiaSemarang sebanyak 27 pekerja dengan angket.Hasil penelitian menunjukkan perilaku tidak aman antara lain, mengangkat beban yang berlebihandalam posisi membungkuk, bekerja dengan tergesa-gesa dan tidak menggunakan APD yanglengkap. Hasil korelasi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur, masa kerja,pendidikan, kelelahan dengan perilaku tidak aman (unsafe behaviour) dan tidak ada hubunganyang signifikan antara pengetahuan, beban kerja, dan pengawasan dengan perilaku tidak aman(unsafe behaviour) di unit material PT. Sango Ceramics Indonesia Semarang.Kata kunci: Perilaku tidak aman, kecelakaan kerj
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SENJA CERIA SEMARANG
Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan gangguansuplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah sampai ke jaringan tubuh.Mengingat besarkasus dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi maka perlu dilakukan pencegahan,sehingga di masa mendatang prevalensi hipertensi dapat diturunkan. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui faktor-faktor risiko (faktor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsikopi) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia SenjaCeria Semarang 2013.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control.Lokasi penelitianini di Posyandu Lansia Senja Ceria Semarang.Variabel bebas dalam penelitian ini adalahfactor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsi kopi. Sampling penelitian ini adalahkasus penderita hipertensi sebanyak 15 orang dan kontrol yang tidak menderita hipertensisebanyak15 orang. Analisis dilakukan dengan ujichi square menggunakan program SPSS16.0 for windows dengan nilai kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara keturunan dengan kejadian hipertensi(p value 0,05) dengan OR 21,000, ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi (p value 0,014) dengan OR 16,000,tidak ada hubungan antara kebiasaan merokokdengan kejadian hipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara IMT dengan kejadianhipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadianhipertensi (p value 0,427).Berdasarkan hasil penelitian agar responden melakukan olahraga secara teratur minimal 3-4 kali per minggu selama 30-40 menit, mengendalikan berat badan normal dengan makanmakanan yang sehat dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teraturkhususnya apabila mempunyai riwayat keturunan hipertensi.Kata Kunci : Faktor Risiko, Hipertensi, LanjutUsi
PENGEMBANGAN DESAIN MAP REKAM MEDIS (FOLDER) DENGAN KODE WARNA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI
Kejadian misfile di RSUD Pandan Arang Boyolali terjadi diantaranya karena ketidaktelianpetugas dalam mengembalikan dokumen rekam medis, selain itu belum adanya kode warnapada map rekam medis (folder) menjadi salah satu penyebab kejadian misfile. Jika terjadimisfile maka petugas membutuhkan waktu 15 menit untuk melakukan pencarian DRM.Kejadian misfile ini terjadi pada section 0 dan 9, 4 dan 9, 6 dan 2 dengan tingkat persentasemisfile sebesar 5 %. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti desain map rekam medis yangdigunakan dan membuat pengemabangan desain map rekam medis (folder) dengan kodewarna di RSUD Pandan Arang Boyolali.Jenis penelitian ini deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 petugas filing dan kepala rekam medis di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan objek yang digunakan adalahpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa map rekam medis (folder) yang digunakan di RSUDPandan Arang Boyolali belum menggunakan kode warna, belum adanya kode warnamenyebabkan dengan mudahnya terjadi misfile. Dalam hal ini peneliti membuatpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna.Tujuan dari kode warnatersebut yaitu untuk memudahkan petugas dalam melihat lokasi penyimpanan danpengambilan kembali sesuai dengan warna yang tercantum sehingga lebih cepat, danmemudahkan petugas dalam memantau (menyisir) keseragaman pada masing-masingsection, jika terjadi misfile maka petugas dapat dengan mudah menemukenali DRM tersebutdan mengembalikan pada section yang seharusnya.Dari latar belakang masalah ini maka diharapkan RSUD menggunakan kode warna dalammap rekam medis (folder), karena fungsi dari kode warna yang ada pada map rekam medis(folder) ini sangat penting dan kode warna itu harus ada karena untuk mengurangi terjadinyamisfile.Kata Kunci : Misfile, Desain Map Rekam Medis (folder), Kode Warn
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN TAHU BAXO BU PUDJI DI UNGARAN TAHUN 2014
Kelelahan kerja yang dialami tiap orang berbeda tapi semuanya akan dapat menurunankapasitas kerja. Resiko dari kelelahan kerja tersebut diantaranya adalah terjadi stress akibatkerja, penyakit akibat kerja dan terjadi kecelakaan akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan antara asupan gizi dan status gizi dengan kelelahan kerja padakaryawan perusahaan Tahu Baxo Bu Pudji di Ungaran tahun 2014. Dari wawancara yangdilakukan di bagian pengisian tahu baxo dari 10 orang yang telah diwawancarai ada beberaparesponden mengeluh tentang kelelahan kerja sebanyak 5 orang.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak24karyawan di bagian pengisian Tahu Baxo Bu Pudji di Kota Ungaran. Metode pengumpulandata dilakukandengan wawancara dan observasi langsung menggunakan instrumen berupakuesioner dan lembar observasi, lembar recall, lembar aktifitas harian 24 jam, pengukurankalori dan kelelahan. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat kelelahan kerja berat. Dari hasiluji spearman menunjukkan faktor – faktor yang berhubungan kelelahan kerja antara lain masakerja dan status gizi. Sedangkan umur, pendidikan asupan energi, asupan protein, asupanlemak, dan asupan karbohidrat tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja di bagian pengisiantahu baxo. Status gizi karyawan dibagian pengisian tahu baxo bu Pudji antara lain normal62,5%, obesitas 16,7%, gemuk 12,5% dan underweight 4,2%. Gambaran kelelahan yangdialami tenaga kerja pengisihan tahu baxo yang paling banyak adalah kelelahan kerja berat.Saran penambahan tenaga kerja dan menambah asupan makanan serta mengkonsumsimakanan yang bergizi.Kata kunci: Kelelahan, Asupan Gizi, Status Giz
KEPUASAN PESERTA ASURANSI KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KABUPATEN SEMARANG
Pelayanan dokter keluarga bertujuan untuk memperluas dan memberikan pelayanan yanglebih baik bagi peserta Asuransi Kesehatan. Program Dokter Keluarga di Kabupaten Semarangsudah dilaksanakan sejak tahun 2005. Jumlah peserta Askes yang terdaftar 39.169 dari total55.795. Survey awal terhadap peserta Askes dokter keluarga terdapat ketidakpuasan tentangfasilitas pelayanan di dokter keluarga. Tujuan Penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasanpeserta asuransi kesehatan sosial terhadap dimensi tangible di pelayanan dokter keluarga.Penelitian ini termasuk jenis deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur tangible. Data dianalisamenggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) dimasukkan dalam diagram kartesius.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pelaksanaan dimensi tangible adalah 3,69 danrata-rata kepentingan menurut pasien adalah 3,87. Dimana skor pelaksanaan terendah adalahkebersihan di lingkungan praktek dokter keluarga (359) dengan skor kepentingan 368, sehinggamasuk ke dalam kuadran A.Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Dokter Keluarga, Asuransi Kesehata
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA ELEKTRONIK (INTERNET, HP, TV) TERHADAP PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI KELAS X DI SMK ISLAM AL HIKMAH MAYONG JEPARA
Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengatakan bahwa 15% remaja Indonesia yang berusia10-24 tahun telah melakukan hubungan sexual di luar nikah, serta jumlah kasus aborsi diindonesia mencapai 2,3 juta pertahunnya, dengan 20% diantaranya dilakukan oleh para remaja,pergaulan bebas di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi sexual pada media sepertieksploitasi sexual dalam video klip, majalah, televisi, film-film, dan free seks di kalanganremaja adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, dimana saja. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media elektronik (Internet, HP, TV)terhadap pergaulan bebas pada siswa kelas x di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, populasidari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara sebanyak 143 siswa-siswi, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 105 siswa-siswi,menggunakan tehnik stratified random sampling, pengumpulan data dengan metode angketdengan kuesioner, data diolah secara editing, coding, tabulating, dan analisis secara univariatdan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan mediaelektronik (internet, HP, TV) secara tidak baik adalah 92 siswa-siswi (87,6 %), sedangkansiswa-siswi yang melakukan pergaulan bebas adalah 42 siswa-siswi (40 %). Dan uji statistikchi square menunjukkan Asimp. Sig(2-sided) = 0,183 (pvalue > 0,05), sehingga Ho di tolak Hadi terima. Hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan dinaskesehatan kabupaten jepara dalam upaya penanggulangan dan pencegahan dalampenggunaan media elekronik secara tidak baik agar tidak terjadi peningkatan pergaulan bebaspada remaja.Kata kunci : media elektronik, Pergaulan beba
Efektivitas Promosi Kesehatan 5S terhadap Pengetahuan, Sikap dan Praktik 5S Pekerja di PT Charoen Pokhand Semarang
PT. Charoen Pokphand Indonesia Semarang is agro-business enterprise engaged in the field of fodder. PT. Charoen Pokphand realized that implementation of 5S has an important role in the conduct of operations and the company’s workers. To make the 5S program is implemented by employees, it should be disseminated through various media, such as media. This research aims to analyze the effectiveness of 5S health promotion to knowledge, attitudes, and practices of 5S on PT. Charoen Pokphand employees.This was experimental study with quasi experimental design one group pretest-posttest design on 50 respondents. Data was analyzed by by Wilcoxon test.The results showed significant increase of knowledge, attitude and practice between pre and post test, before and after 5S health promotion intervention. After employee exposed to booklets and poster, the improvement of knowledge was 33.3%, attitude was 14.75%, and practice was 16.46%.The 5S health promotion through media booklet and poster were effective for improving knowledge, attitudes, and practices of employee in the implementation of 5S in the processing area of PT. Charoen Pokphand Indonesia. The resercher suggests corporate officers to educate employee on the implementation of 5S through safety talk media,every morning before work.Keyword: 5S, health promotion, knowledge, attitude, practic