VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
467 research outputs found
Sort by
PENGARUH EKSTRAK SERAI (ANDROPOGON NARDUS) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI
Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan melaluigigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang sudah terinfeksi. Pada umumnya pengendaliannyamuk ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia sintetis yang mempunyai dampakresisten dan dampak terhadap lingkungan karena sulit terurai. Saat ini sedang digalakkanalternatif yang aman untuk membunuh larva Aedes aegypti dengan menggunakan insektisidanabati karena mudah terurai (biodegradable), salah satunya adalah menggunakan tanamanSerai (Andropogon nardus).Serai (Andropogon nardus)mengandung senyawa alamiah sepertisitral, sitronela, geraniol yang mempunyai sifat racun.Untuk mengetahui pengaruh serai (Andropogon nardus) terhadap jumlah kematian larva Aedesaegypti digunakan desain penelitian eksperimen (Pre & post test with control group). Populasidalam penelitian ini yaitu semua larva nyamuk Aedes aegypti yang berada ditempat perkembang biakan dan Sampelnya yaitu sebagian larva nyamuk Aedes aegypti instar III danIV di tempat perkembang biakan. Eksperimen dengan disain pretest-posttest with controlgroup dengan 3 perlakuan dan 6 kali pengulangan, yaitu konsentrasi ekstrak serai yangdigunakan adalah 2,9%, 3,2% dan 3,5% dengan waktu kontak 24 jam.Hasil eksperimen dari ketiga konsentrasi dengan menggunakan one way anova menunjukkanadanya perbedaan jumlah kematian larva Aedes aegypti untuk setiap konsentrasi.Kesimpulannya pada konsentrasi 3,5% mampu mematikan larva nyamuk Aedes aegyptidengan jumlah tertinggi 96% rata-rata kematian 24 ekor., Tingkat kematian larva nyamukAedes aegypti yang berbeda pada tiap-tiap perlakuan karena adanya kandungan sitronelapada ekstrak serai, semakin tinggi jumlah konsentrasi ekstrak serai maka semakin bertambahjumlah kematian larva nyamuk Aedes.Kata Kunci : Ekstrak Serai, larva Aedes aegypti
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK PADA PESERTA KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG
Salah satu strategi dari pelaksanaan program Keluarga Berencana sendiri seperti tercantumdalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004 – 2009 adalahmeningkatnya penggunaan non metode kontrasepsi jangka panjang (non MKJP) sepertikontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik menjadi alternatif pilihan metode kontrasepsi yangideal karena bersifat jangka panjang dan memiliki banyak keuntungan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan penggunaankontrasepsi suntik pada peserta Keluarga Berencana.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta Keluarga Berencana yang tercatatdalam wilayah Kecamatan Pedurungan. Sampel dalam penelitian sejumlah 120 orang.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dalampenelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji Chi - Square dengan derajat kemaknaan(α) = 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan penggunaan kontrasepsi suntik pada peserta Keluarga Berencana di Kecamatan Pedurungan adalahpersepsi kualitas pelayanan KB suntik (p value = 0,004). Sedangkan variabel yang tidakberhubungan adalah usia (p value = 1,000), tingkat pendidikan (p value = 0,433), pekerjaan(p value =0,305), pendapatan (p value = 0,495), pengetahuan (p value = 0,773), persepsibiaya (p value = 0,846), persepsi rasa aman (p value = 0,326).Saran yang dapat diajukan adalah perlunya peran aktif dari puskesmas dalam peningkatanjumlah akseptor kontrasepsi suntik, yang bisa dilakukan dengan pemberian penyuluhan –penyuluhan dengan tema kontrasepsi suntik, pemberian informasi lengkap tentangkontrasepsi suntik saat kunjungan pertama klien untuk menentukan pilihan berkontrasepsidan memotivasi setiap calon akseptor KB baru untuk menggunakan kontrasepsi suntik.Kata Kunci : Kontrasepsi suntik, persepsi biaya, persepsi rasa aman, persepsi Kualita
EFEK PAPARAN SECOND HAND SMOKE TERHADAP FUNGSI PARU KARYAWAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
Penelitian ini didasarkan pada hasil pengukurun kualitas udara pada tahun 2011 di Universitas Dian Nuswantoro dengan hasil rata-rata kadar PM2.5di Ruang Dosen Fakultas Teknik23,23 mg/m3, Fakultas Kesehatan 27,55 mg/m3, Gedung G 24,81 mg/m3, ruang dosen FIK113,11 mg/m3dan TVKU 51,42m/m3. Nilai tersebut lebih tinggi dari dari target WHO untukPM 2.5 sebesar 25 mg/m3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparanSecond Hand Smokedengan fungsi paru karyawan Universitas Dian Nuswantoro.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metodepengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran denganspirometri. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Udinus yang tidak merokok denganjumlah sampel 70 orang diambil secara random. Hasil pengukuran dibandingkan denganstandar orang Indonesia berdasarkan Pneumobile Indonesia. Analisis statistic yang digunakanadalah chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar karyawan Universitas Dian Nuswantoro telahmengalami kelainan fungsi paru restriktif, yaitu restriktif ringan (50,0%) dan restriktif sedang(20,0%). Belum ditemukan efek paparan asap rokok orang lain terhadap fungsi paru karyawanUdinus, terlihat dari tidak ada hubungan antara paparan second hand smoke terhadap fungsiparu karyawan Universitas Dian Nuswantoro (p-value 0,794). Hal ini dimungkinkan karenabeberapa hal yaitu adanya paparan di luar tempat kerja dan kondisi tempat kerja ternyatatidak benar-benar bebas dari asap rokok karena masih ada perilaku merokok di tempattempat yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan tempat kerja seperti di dapur,di loby, tangga, maupun di jalan yang menghubungkan antar gedung dan ruangan.Rekomendasi yang kepada Universitas Dian Nuswantoro, perlu melakukan pembatasanperilaku merokok, yaitu penerapan secara lebih tegas larangan merokok di dalam ruangandan di dalam gedung, sehingga tempat kerjabenar-benar bisa bebas dari second hand smoke.Menyediakan smoking area di tempat tertentu yang cukup jauh dari gedung sehingga perilakumerokok dilakukan di sembarang tempatKatakunci: Paparan asap rokok orang lain, fungsi paruÂ
APPLICATION OF SPATIAL ANALYSIS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER RISK FACTORS IN TAMAN DISTRICT MADIUN
DHF often causes outbreaks and closely related to the environment. Dengue incidence in the Madiun City increase continuously and the highest incidences occurred in Taman Sub District with IR reached 108.4 per 100,000 population. This research has purpose to analyze the spatial relationship between environmental and behaviors factors with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) using Geographic Information System (GIS) in the Taman Sub District of Madiun City. This was an observational analytic research applying case control design. In this research, the sample groups were case sample and control sample. The total members of case and control were 40 members in every group.The case samples were DHF patients from January to May 2015 who living in Taman sub district and the case control were the neighbors who were not infected by DHF. Data were analyzed in univariate and bivariate using Chi Square and spatial analysis using ArcMap. Univariate analysis showed 76.2% risk oftemperature, 18.8% risk of humidity, 75% of high population density, 100% risk altitude, 72,5% ABJ & HI-risk, 31,2% risk CI, 31,2% poorknowledge, 31,2% poor attitude,42,5% poorpractice. This research found that there was a association between the ABJ (p=0,001), HI (p=0,001), CI (p=0,054), and practice (p=0,003) and the dengue case. There was no a relationship between temperature (p=0,599), humidity (p=1,000), population density (p=1,000), knowledge (p=0,335), attitude (p=1,000) with dengue case, while for altitude obtained homogeneous. Mapping the incidence of DHF showed the proportion of a greater dengue incidence was found in the region which was has an average risk temperature, high overcrowding, ABJ & HI-risk, as well as poor of attitudes and practices. Therefore, spatial analysis showed that ABJ & HI-risk and poor PSN practices affected the increase of dengue incidence in Taman sub districts.Keywords: DHF, environmental factors, behavioral factors, spatial analysi
KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA SAMBAL MAKANAN AKIBAT HIGIENE PENJUAL YANG KURANG BAIK
Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendakdikonsumsi. Dalam pengolahannya harus memperhatikan kebersihan, sehingga makanan tidakterkontaminasi oleh bakteri. Salah satu bakteri yang dapat mengkontaminasi makanan adalahEscherichia coli yang merupakan salah satu penyebab penyakit saluran pencernaan.Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan diketahui bahwa 4 sampel (66,7%) dari 6sampel sambal yang diperiksa positif atau mengandung bakteri Escherichia coli dan 2 sampel(33,3%) lainnya negatif atau tidak mengandung bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah higiene penjual berhubungan dengan keberadaan Escherichia colipada sambal makanan yang dijual di daerah sekitar kampus Universitas Dian Nuswantoro.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan melalui wawancara, observasi serta pemeriksaan laboratorium. Data dianalisamenggunakan uji statistik chi-square untuk melihat adanya hubungan antara higiene penjual dengankeberadaan E.coli pada sambal makanan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 sambalmakanan dan pedagang warung makan di daerah sekitar Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara higiene penjual dengankeberadaan bakteri E.coli pada sambal makanan (p= 0,013).Dari hasil penelitian ini diharapkanpara pedagang meningkatkan mutu makanan yang akan dijual dengan menerapkan praktik higiene dan sanitasi yang baik dalam mengolah makanan serta perlu diselenggarakan pelatihandan pengawasan terkait higiene sanitasi makanan yang dijual di sekitar wilayah Semarangsehingga makanan yang dipasarkan memenuhi syarat kesehatan.Kata kunci : makanan, sambal, Escherichia col
KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN 2014
Hasil survei yang dilakukan di salah satu SD Negeri di wilayah Semarang Selatan, dari 33 siswayang di survei 45,4% mengeluhkan nyeri pada kaki, 3% mengeluhkan nyeri pada tangan, 9%mengeluhkan pada leher dan 21,2% mengeluhkan pada punggung. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolahdasar.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan crossectional. Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berada di 32 sekolah dasar wilayahKecamatan Semarang Selatan. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling,dengan menggunakan kriteria inklusi dan kemudian di dapat 6 sekolah dasar dengan jumlahmurid keseluruhan sebanyak 189 siswa.Hasil penelitian menunjukkan, keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa terletak padabagian leher bagian atas, bahu kanan, bahu kiri, dan betis kiri. Dari analisa data data yang dilakukan,dalam sampel ini diketahui bahwa siswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, mayoritassiswa masuk kategori indeks massa tubuh “kurusâ€, beban tas yang paling berat dibawa sebesar7 Kg, jenis “tas punggung†lebih banyak digunakan oleh siswa dan mayoritas siswa memilikipengetahuan yang baik tentang pencegahan keluhan muskuloskeletal. Variabel “beban tas†terbuktiberhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa (p value 0,005).Kata Kunci : Keluhan muskuloskeletal, berat beban, siswa sekolah dasa
PERBEDAAN KUALITAS PELAYANAN ANTARA PASIEN DINAS DAN PASIEN UMUM DI BAGIAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI DETASEMEN KESEHATAN PANGKALAN LANUMAD AHMAD YANI SEMARANG
Permasalahan kualitas pelayanan pada pasien dibagian pendaftaran rawat jalan diDENKESLAN adalah karyawan yang kurang peduli terhadap pasien yang berobat keDENKESLAN, hal ini terlihat sebesar 70% pasien merasa tidak puas terhadap pelayananrawat jalan di DENKESLAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaankualitas pelayanan antara pasien dinas dan pasien umum dibagian pendaftaran DENKESLAN.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional. Jumlahsampel penelitian adalah 30 pasien dinas dan 30 pasien umum, yang diambil secara accidentalsampling dengan kriteria inklusi pasien sudah melakukan pelayanan. Analisis yangdigunakan adalah uji beda (uji t).Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara emphaty pasien dinas dengan pasienumum (p value 0,001 < 0,05) dan ada perbedaan assurance pasien dinas dan pasien umum(p value 0.0001 < 0,05). Peningkatan kualitas pelayanan antara pasien dinas dan pasien umum, meningkatkan kualitaspelayanan kepada pasien yang difokuskan kepada petugas bagian pendaftaran dalam upayauntuk meningkatkan kualitas layanan pasien dinas dan pasien umum, meningkatkan kapabilitasdan komitmen petugas bagian pendaftaran dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasanpasien.Kata kunci :Empaty, Assurance, Kepuasan Pasien
PENGARUH PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR MOL NASI DAN MOL TAPAI TERHADAP LAMA WAKTU PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK PADA TINGKAT RUMAH TANGGA
The production of household waste keeps increasing due to the increases in population andactivities. The steps that should be taken for dealing this increase in waste volumes by reducingthe waste volumes from their sources. Composting is needed to reduce its volume. The place ofcomposting process might be digging soil, container or surface of soil. Bioaktivator useMikroorganisme Lokal (MOL) rice and MOL fermented cassava can accelerate composting time.MOL can be used for composting, because it can accelerate decomposition process of organicsolid waste. Changes in temperatures, pH, and the moisture of raw material were observed duringthe composting.This research uses exsperimental research, the data collecting is observation guidance andanalysis used independent t-test. Purpose of this research is to determine the effect of the usebioaktivator MOL rice and MOL fermented cassava to the length of time composting of organicwaste at the household level.From result of research, known that the average length of time composting with use bioaktivatorMOL rice are 13 days and MOL fermented cassava are 10 days. Result of this inferential researchthat there is significant differences between the length of time composting with usebioaktivator MOL rice and MOL fermented cassava with p value 0,000.Keywords : duration of composting, MOL rice and fermented cassavaProduksi sampah rumah tangga setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlahpenduduk dan beraneka ragam aktifitas. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatanvolume sampah tersebut adalah dengan cara mengurangi volume sampah dari sumbernya.Pengomposan merupakan salah cara untuk mengurangi timbulan sampah. Tempat pengomposanbisa di dalam lubang tanah, menggunakan wadah atau disimpan diatas permukaan tanah.Penggunaan bioaktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) nasi dan MOL tapai singkong dapatmempercepat waktu pengomposan. MOL dapat digunakan untuk pengomposan karena bisamempercepat proses penguraian sampah organik. Selama proses pengomposan parameter yangdiamati adalah perubahan suhu, pH dan kelembaban bahan kompos.Penelitian ini bersifat eksperimen, data diperoleh dengan melakukan pengamatan dan analisisdengan uji t independen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaanbioaktivator MOL nasi basi dan MOL tapai singkong terhadap lama waktu pengomposan sampahorganik pada tingkat rumah tangga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu pengomposan dengan menggunakanbioaktivator MOL nasi basi adalah 13 hari dan MOL tapai singkong adalah 10 hari serta adaperbedaan bermakna antara lama waktu pengomposan dengan menggunakan bioaktivator MOLnasi dan MOL tapai singkong dengan p Value 0,000.Kata Kunci : Lama waktu Pengomposan, MOL nasi dan tapai singkon
Perbedaan Persepsi pada Pengguna Kondom dan MOP (Metode Operasi Pria) di Wilayah Puskesmas Kedungmundu Semarang
The application of the family planning program in the community have been success, but contraceptive usage in female (93,66%) higher than male (6,34%). The male participation was needed to the family planning program especially in using contraceptives. The purpose of the study was to know differences of perceptions about the engagement of male in the family planning program particularly condom and vasectomy use.This is quantitative research with cross sectional approach. The samples were collected by purposive sampling and quota sampling methods; sample was 30 condom users and 30 vasectomy participants. Data has been analyzed by independent t-test.The result of the study showed no difference of perception about the male engagement in the family planning program in condom users and vasectomy participants (p-value 0.11<0.05); both groups had good perception in contraception. Only 10% of condom users who have the low perceptin and 6.7% of vasectomy participants had the low perception. These respondents had perception that the involvement of men in family planning by using male contraceptives was embarrassing and unimportant.The sugestion was increasing the existence of family planning information to increase male perception in family planning participation.Keywords: Perception, Vasectomy, condom
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG
The quality of health services indicates healthcare perfection level in achieving patient’s satisfaction. Halmahera clinic applies health quality assurance system of ISO 9001:2008 with hospitalization as a flagship program. The indicator of hospitalization service of Halmahera clinic (BOR and LOS) in 2010-2013 was still below the standard and the satisfactory survey was not conducted regularly.The type of this research was an explanatory survey with cross sectional approach. The techniques used in taking the sample was a purposive sampling. The number of sample was 86.The results of this research showed that there was relation between the quality of health service dimension of reliability (0,008<0,05), dimension of assurance (0,043<0,05), tangible dimension (0,005<0,5), empathy dimension (0,005<0,05), responsiveness dimension (0,001<0,05) with patient’s satisfaction.The conclusion of this study was there was relationship between health service quality (reliability, assurance, tangible, empathy, and responsiveness) and the satisfaction of hospitalized patients of Halmahera clinic in 2014. Advice given to maintain the service quality of hospitalization of Halmahera clinic. Moreover, periodic survey of patient’s satisfaction should be conducted to maintain continuous improvement.Keywords: Health Service Quality, hospitalized patient, Patient Satisfactio