VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    467 research outputs found

    Health Literacy pada Mahasiswa Kesehatan, Sebuah Indikator Kompetensi Kesehatan yang Penting

    Get PDF
    Health literacy Competency is important for health students since they will be a role model for people to do healthy behavior and provide health services to the community. Previous research results in 2014 on students of Faculty of Health Sciences Dian Nuswantoro University showed 31.9% of respondents had low level of health literacy (inadequate and problematic).This research aims to design a program for intervening student health literacy. Data was collected by filling questionnaire, focused group discussion and developing SMS Gateway program. Population was second semester students of Undergraduate Program of Public Health, however the number of students who participated in this study was 82 student from three classes.The results showed low health literacy was experienced by 40.2% of respondents; it was higher than previous study because the number of respondents was bigger. In addition, there were 95.9% of respondents could not answer correctly questions of nutritional fact in NVS measurement. FGD results showed that respondents prefer to use social media and SMS Gateway to receive health messages. Health messages that they need were: reproductive health, nutrition, smoking, drugs, cosmetics, and diet. The recommendation is using social media such as Blackberry Messengers, Line, Instagram, Twitter to broadcast health messages besides SMS Gateway that has been developed.Keywords: health literacy, health student

    Kesesuaian Lama Perawatan dengan Standar Clinical Pathway pada Kasus Hematologi dengan Tindakan Kemoterapi Pasien BPJS Non PBI di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang

    Get PDF
    The indicators for assessing the efficiency of inpatient health care is Length Of Stay (LOS). This study analyzed appropriateness the length of stay (LOS) and clinical pathway standar of non PBI-BPJS patient cases of hematology with chemotherapy in 2015. This was descriptive study,  data collected by observation. The research object were medical record documents and casemix data.Based on results study, the most of age was 0-10 years old (36%), female (61%), main diagnosis was acute lymphoblastic leukemia (ALL) (80%), without secondary diagnosis (53,2%),  in third severity level (87%), and length of stay was 0 -10 days (47%). The length of stay that appropriate with the standard in hospital (60%) was higher than length of stay that inappropriate of clinical pathway standard (40%).The percentage of the value of claim losses reached 57,8% and the remaining 42,2% was an advantage. The percentage of the losses, were mostly occured on appropriate clinical pathways length of stay (85%) than inappropriate clinical pathways length of stay (16%), despite the losses occured, the advantages that obtained were more than the disadvantages.Therefore, clinical pathways need to be implemented properly in order to avoid the loss in the value of the BPJS claim.Keyword : length of stay, clinical pathways, BPJS claim, hematolog

    PERAN PENGELOLA GEDUNG DAN TETANGGA TERHADAP KESIAPAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PENGHUNI RUMAH SUSUN PEKUNDEN KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Tingginya resiko terjadinya kebakaran di rumah susun pekunden namun minimnya saranadan prasarana yang tersedia untuk mengantisipasi hal tersebut maka pengelola dan setiappenghuni rumah susun pekunden di harapkan memiliki perilaku tanggap darurat, berdasarkansurvei awal pada tanggal 28 Maret 2014 diketahui bahwa pernah terjadi kebakaran di semualantai yang ada di rumah susun dari lantai 2, 3 & 4 dengan akibat kebakaran yang berbedabeda.tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara peran pengelola dan tetanggadengan kesiapan tanggap darurat kebakaran di rumah susun pekunden.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik, dengan menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah semua penghuni rumah susun pekunden semarang responden yang memiliki KK keseluruhan berjumlah 124 KK. Selanjutnya dilakukanpengkatagorian sampel agar sampel memenuhi kriteria / syarat yang dibutuhkan dalampenelitian, dengan cara menggunakan Proporsional Cluster Random Sampling, dengan kriteriainklusi dan yang terpilih menjadi sampel minimal harus tinggal dirumah susun selama 3tahun dan umur minimal 15 tahun maksimal umur 55 tahun, Instrumen penelitian yangdigunakan yaitu dengan daftar pertanyaan /kuesioner yang diolah dengan spss menggunkanuji statistik rank sperman.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan penghuni rumah susun pekunden tentangtanggap darurat bencana kebakaran dapat dikatakan belum baik faktor-faktor yangberhubungan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana kebakaran yaitu peran pengelolabelum ada perhatian khusus untuk melakukan tindakan dan peran tetangga tidak salingpeduli antar tetangga dalam menggunakan barang (peralatan) maupun bahan yang mudahmemicu kebakaran, serta belum dapat mengenali lingkungan sekitar, khususnya yang terkaitjalur penyelamatan saat kebakaran yang ada di rumah susun pekunden kota seamarang.Baik peran pengelola maupun peran tetangga rumah susun pekunden di sarankan untuk berperanaktif dan adanya perhatian khusus saling bekerjasama dalam upaya kesiaapsiagaan tanggapdarurat bencana kebakaran agar bisa meminimalisir kerugian material maupun korban jiwa.Kata kunci : Peran Pengelola, Peran Tetangga, Kesiapsiagaa

    KEJADIAN SUSPEK TB PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PARUNGPONTENG KABUPATEN TASIKMALAYA

    Get PDF
    Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan yang serius di dunia, termasuk di Indonesia.Dari survey yang didapat di Wilayah Kerja Puskesmas Parungponteng KabupatenTasikmalaya pada tahun 2012 jumlah penderita suspek TB Paru sebanyak 49 orang. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian SuspekTb Paru yang terdiri dari umur, pendidikan, pendapatan, status gizi, kebiasaan merokok,ventilasi, dan keberadaan sumber penularan.Analitik case control. Populasi adalah seluruh penderita suspek Tb Paru di wilayah UPTDPuskesmas Parungponteng yang berjumlah 30 orang pada tahun 2012. Teknik pengambilansampel secara acak dan di dapatkan 30 sampel kasus dan 30 kontrol. Uji statistik yangdigunakan adalah Chisquare.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (P=1,00;OR=0,769; CI 95%= 0,185-3,198), pendidikan (P= 0,195; OR= 0,172; CI 95%= 0,019-1,576), pendapatan (P= 0,417; OR= 1,556; CI 95%= 0,534-4,532), status gizi (P= 0,612; OR= 3,22;CI 95%= 0,316- 32,889), kebiasaan merokok (P= 0,584; OR= 1,351; CI 95%= 0,460-3,968),ventilasi ( P= 0,592; OR= 1,33; 0,465-3,823) dengan kejadian suspek Tb paru, dan adahubungan yang signifikan antara keberadaan sumber penularan dengan kejadian suspek TbParu ( P= 0,005; OR= 2,364; CI 95%= 1,721-3,247).Bagi Puskesmas sebaiknya perlu dilakukan investigasi terhadap kontak serumah dan tetanggapenderita guna menemukan penderita yang belum ditemukan.Kata kunci : suspek Tb Par

    SELF EFFICACY SISWA SDN 6 RAJA DI PANGKALAN BUN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH TERHADAP PERILAKU BERHENTI MEROKOK

    Get PDF
    Self efficacy adalah belief atau keyakinan seseorang bahwa ia dapat menguasai situasi danmenghasilkan hasil (outcomes) yang positif. Beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacyyaitu: Pengalaman keberhasilan (mastery experiences), pengalaman orang lain(vicariousexperiences), persuasi sosial (social persuation), keadaan fisiologis dan emosional(physiological andemotional states). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self efficacysiswa SDN 6 Raja Pangkalan Bun Kalimantan Tengah terhadap perilaku berhenti merokok.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tehnik pengumpulan dataFocus Group Discussion (FGD) terhadap 8 orang siswa sekolah dasar kelas 6 keabsahandata dilakukan melalui triangulasi sumber kepada guru, teman sebaya dan orang tua subjekpenelitian. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar subyek penelitian berumur 10 tahun, uang saku Rp 5.000 per hari dan disisihkan sebagian untuk membeli rokok. Sebagian kecilpernah mencoba berhenti merokok dan hanya satu subjek penelitian saja yang berhasil berhentimerokok (pengalaman keberhasilan/Mastery experiences). Tidak ada pengalaman oranglain yang berhenti merokok (pengalaman orang lain/Vicarious experiences). Teman sebayamenasehati untuk berhenti merokok namun tidak dihiraukan (sosial persuasi/Socialpersuation). Secara fisik ketika berhenti merokok pernafasan lebih ringan dan secaraemosional ketika berhenti merokok akan membuat perasaan gelisah sehingga membuatnyakembali untuk merokok ( keadaan fisik dan emosional / Physiological and emotional states).Hendaknya pihak sekolah memfasilitasi siswa yang ingin berhenti merokok, orang tuamemberikan contoh yang baik dengan tidak merokok didepan anak, bisa mengecek kesehatansubjek penelitian ketika merokok dan ketika berhenti merokok, mengatur waktu yang tepatagar memperoleh banyak data yang khusus atau lebih privasi.Kata kunci : Self efficacy, siswa sekolah dasar, perilaku berhenti meroko

    FAKTOR HOST, KONSUMSI LEMAK, KONSUMSI KALSIUM DAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

    No full text
    Pregnancy induced hypertension is an increase of blood pressure until ≥140/90mmHg after 20 weeks of gestation among women who are previously normotensive. In the region of Gatak Community Health Center, in  2013 there were 47 cases of pregnancy induced hypertension which could lead to pre eclampsia and maternal and infant mortality. The objective of this study is to analyze the relationship between host factors, fat consumption and calcium consumption with pregnancy induced hypertension. This was an observational analytic with cross sectional study design. The subjects were 78  pregnant women in the region of Gatak Community Health Center using purposive sampling technique. Bivariate analysis performed using chi square. Bivariate analysis showed association between the level of knowledge (p=0.002; POR 4.91; 95%CI 1.69-14.27), history of hypertension (p=0.023; POR 3.75; 95%CI 2.58-5.46), nutritional status before pregnancy (p=0.004; POR 6.8; 95%CI 1.79-25.74), weight gainduring pregnancy (p=0.006; POR 7.58; 95%CI 1.75-32.78), consumption of fat (p=0.003; POR 6.43; 95%CI 1.71- 24.15), and calcium intake (p=0.014; POR 3.91; 95% CI 1.38-11.05) with pregnancy induced hypertension. A pregnant women should have normal nutritional status before pregnancy, normal weight gain during pregnancy, decrease consumption of fat and increase calsium intake to prevent pregnancy induced hypertension.Keywords: Hypertension, Pregnanc

    FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA USIA KURANG DARI 45 TAHUN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

    Get PDF
    Diabetes melitus adalah suatu keadaan dimana terjadi kelebihan kadar gula darah (glukosa)dalam darah. Kejadian diabetes melitus tipe II 9 kali lebih banyak daripada diabetes melitustipe I. Profil kesehatan Kota Semarang pada tahun 2007-2011 dimana angka tertinggi selama5 tahun terdapat pada kasus diabetes melitus.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipeII pada usia kurang dari 45 Tahun di RSUD Tugurejo Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control study. Dataprimer maupun sekunder diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji stastik Spearmanrho.Sampel berjumlah 78 orang, kasus 38 dan kontrol 38.Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti memiliki hubungan dengan kejadian diabetestipe II adalah riwayat hipertensi ( p-value = 0,039 OR=2,629), riwayat Dislipidemia ( pvalue=0,007 OR=3,986), kebiasaan olahraga (p-value=0,006 OR=7,333).Diharapkan masyarakat yang memiliki risiko diabetes melitus tipe II seperti hipertensi dandislipidemia untuk melakukan pemeriksaan, supaya dapat mendeteksi penyakit diabetesmelitus tipe II.Kata Kunci: Faktor Risiko, Diabetes Melitus Tipe II, Umur Kurang 45 Tahu

    Pengaruh Senam Zumba terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang

    Get PDF
    Diabetes mellitus is chronic disease caused by the pancreas is unable to produce enough insulin and the body can not effectively use the insulin. International Diabetes Federation mentioned that cases of diabetes mellitus in the world, 2012 reached 23.41milion people and will increase to 366 milion people in 2030. Based on data from the city health office Semarang years 2012-2014, cases of type 2 diabetes mellitus in the Kedungmundu primary health center is the highest among all primary health centers in Semarang, as many as 2,147 cases in 2012, 1,713 cases in 2013 and 3,073 cases in 2014. There are four ways to control diabetes, one of them is doing excercise. The exercise, at least 30 minutes, can control blood sugar level. Exercises are recommended for diabetics are aerobic exercises such as jogging, walking, and gymnastic in group. In 2012 zumba became famous and it is gymnastic group that combines elements of aerobic and dance. The purpose of this study was to determine the effect of gymnastic zumba to decrease blood sugar on people with type 2 diabetes mellitus in the Kedungmundu Primary Health Center Semarang.This research was pre-experiment method, using one group pre and post-test design. Sampel for this research were 38 participants, aged 15-44 years old. Data was analyzed by paired sample T-test and wilcoxon test.Result showed the difference between blood sugar level before and after first until fourth zumba (p-value 0,0001 < α 0,05), so there was effect of zumba excercise with blood sugar level since blood sugar level decrease significantly in the four time of zumba exercises.Zumba as one of alternative solution  to control blood sugar level, so diabetes mellitus patient was recommended to practice it.Keywords :diabetes mellitus, gymnastic zumba, blood sugar leve

    Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Cleaning Service RSUD Kota Semarang

    Get PDF
    Musculoskeletal disorder is the pains on muscle of skeletal that can be felt by people begin from medium to very sick pains. Based on the initial survey, cleaning services employee had musculoskeletal disorders on back, neck, hands and foot. The purposed of this study was to analyze factors correlated to cases of musculoskeletal disorders on cleaning services employee in Semarang district hospital.The study was explanatory research with cross sectional approach. The instrument was interview guidelines, data clollected by observation and interview. The number of sample was 44 people. Data was analyzed by pearson correlation and rank spearman. Result showed that musculoskeletal disorder happened on right hand (100%),  left hand (93.2%), right foot (70.5%), left foot (68.2%) and back pain (63.6%). Majority of the cleaning services employee 38 people (86.4%) suffered from middle musculoskeletal disorder. There was correlation between nutritional status and musculoskeletal disorder and there was no correlation between age, gender, lenght of work, work period, work attitude, smoking behavior, exercise and recurrent activities and musculoskeletal disorder.The suggestion is hospital has to standardize the tool of cleaning service to prevents musculoskeletal disorders.Keywords: musculoskeletal disorder, cleaning services, nutritional status

    EFEKTIFITAS MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP KEBERHASILAN SOSIALISASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

    Get PDF
    Keberhasilan komunikasi dalam sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dipengaruhi olehpemanfaatan media komunikasi yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karena media komunikasi yang efektif pada sosialisasi Jaminan KesehatanNasional di kota Semarang..Desain penelitian ini adalah observasional dengan study cross-sectional. Lokasi penelitiandi 4 wilayah di kota Semarang, dengan metode pengambilan data secara cluster randomsampling. Jumlah sampel sebanyak 100 responden, pengolahan data menggunakanmultivariat analysis antara variabel advertensi dan publikasi terhadap variabel keterserapaninformasi, dengan menggunakan software SPSS 20.Penelitian ini menunjukkan bahwa advertensi, publikasi berpengaruh terhadap keterserapaninformasi dengan nilai signifikansi masing masing p=0,058 dan p=0,002 confidence level90%. Advertensi serta publikasi menunjukkan hasil yang tidak signifikan terhadap perubahan perilaku. Sedangkan keterserapan informasi menunjukkan hasil yang signifikan terhadapperubahan perilaku (p=0.000; confidence level of 95%).Kata kunci: media komunikasi, keberhasilan sosialisasi, Jaminan Kesehatan Nasional

    396

    full texts

    467

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇