Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Not a member yet
    697 research outputs found

    PERTUMBUHAN DAN ASPEK EKOLOGI TERIPANG PASIR Holothuria scabra PADA KARAMBA JARING TANCAP DI PERAIRAN LAIRNGANGAS, MALUKU TENGGARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan teripang pasir H. scabra di karamba jaring tancap serta aspek ekologisnya di perairan Lairngangas Kab. Maluku Tenggara. Sebanyak 108 teripang dengan berat rata-rata 36,07±0,95 g ditebar dalam tiga karamba tancap ukuran 3x3 m2. Teripang dibiarkan tumbuh secara alami di dalam karamba selama tiga bulan pengamatan. Panjang dan bobot teripang diukur setiap 2 minggu sekali dan parameter kualitas air, sedimen dan fitoplankton diamati setiap bulan selama uji coba. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan harian rata-rata teripang selama penelitian adalah 0,14±0,10 g hari-1 dengan tingkat kelangsungan hidup 81±4,81%. Puncak pertumbuhan dicapai pada minggu ke 10 setelah itu terlihat penurunan. Suhu, salinitas, pH dan DO yang terukur masih dalam kisaran yang baik untuk pertumbuhan teripang. Sedangkan tingkat kesuburan perairan termasuk dalam kategori cukup. Selain keberadaan teripang di dalam karamba menunjukkan terjadi perubahan komposisi fraksi atau ukuran partikel sedimen yang diduga sebagai dampak dari pemanfaatan bahan organik partikel kecil oleh biota uji. Perairan Lairngangas diduga telah mengalami penurunan kualitas perairan dalam mendukung pertumbuhan teripang pasir

    HUBUNGAN KONDISI SUMBERDAYA IKAN DENGAN PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP PUKAT TARIK DI KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan adalah PERMEN-KP No. 2 tahun 2015 tentang pelarangan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Kebijakan dikeluarkan karena pukat tarik dianggap merusak habitat sumberdaya ikan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unit penangkapan ikan pukat tarik, mengukur ikan dominan yang tertangkap dan mengukur kondisi sumberdaya ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – September 2017 di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Analisis data dalam penelitian adalah analisis deskriptif, CPUE, hubungan CPUE dengan upaya penangkapan, serta perhitungan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan alat tangkap pukat tarik saat ini sebanyak 58 kapal berukuran 5-6 GT. Hasil tangkapan mengalami penurunan ukuran dibandingkan 9 tahun yang lalu. CPUE ikan pelagis kecil menurun dari tahun 2008-2014, namun meningkat 55% pada tahun 2015. Nilai MSY ikan pelagis kecil dan demersal sebesar 16844,15 dan 2126,6 ton/tahun dengan upaya optimum adalah 320 dan 274 unit. Tingkat pemanfaatan ikan pelagis kecil dan demersal adalah 66% dan 94% menunjukkan sumberdaya ikan sudah fully exploited. Naiknya CPUE di tahun 2015, maka pelarangan penggunaan pukat tarik secara nyata memang dapat memulihkan sumberdaya ikan

    OPTIMASI WAKTU INKUBASI PRODUKSI PROTEASE DAN AMILASE ISOLAT BAKTERI ASAL TERASI IKAN TERI Stolephorus sp.

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimum produksi enzim protease dan amilase isolat bakteri asal terasi ikan teri Stolephorus sp. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pengukuran pertumbuhan isolat bakteri dan penentuan waktu optimum produksi enzim protease dan amilase. Pengujian yang dilakukan meliputi uji aktivitas enzim protease dan amilase dan  kadar protein dari tiap-tiap enzim tersebut. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Ada 4 isolat bakteri, 2 isolat merupakan bakteri penghasil protease yaitu isolat P2 dan P4, dan 2 isolat yang merupakan bakteri penghasil amilase yaitu A2 dan A4. Aktivitas protease optimum terjadi pada jam ke-36 untuk isolat P2 sebesar 0,073 U/mL dengan aktivitas spesifik sebesar 1,632 U/mg dan isolat P4 yaitu 0,057 U/mL dengan aktivitas spesifik 4,91U/mg. Aktivitas amilase optimum terjadi pada jam ke-36 untuk isolat A2 sebesar 0,360 U/mL dengan aktivitas spesifik sebesar 7,73 U/mg dan aktivitas amilase optimum pada isolat A4 sebesar 0,239 U/mL dengan aktivitas spesifik 5,24 U/mg. ABSTRACTThe purpose of this research was to know the optimization of incubation time in the production of protease and amylase by bacterial isolates of anchovy Stolephorus sp. paste origin. This research was conducted in two stages, namely the growth of bacterial isolates measurement and determination the optimum time production of the enzyme protease and amylase. Testing conducted include the test proteases and amylase enzyme activity and protein levels of each of these enzymes. The data will be analyzed test results are descriptive. There are 4 bacterial isolates, where 2 isolates, which is a protease-producing bacteria isolates that is P2 and P4, and 2 isolates, which is the amylase-producing bacteria that is A2 and A4. The activity of the protease optimum occurs at to-36 hours to isolate P2 of 0.073 U/mL with a specific activity of 1.632 U/mg and isolates P4 that is 0.057 U/mL with a specific activity of 4.91 U/mg. Whereas amylase activity, optimum occurs at to-36ohours for A2 isolates of 0.360 U/mL with a specific activity of 7.73 U/mg and activity of amylase optimum on A4 isolates of 0.239 U/mL with a specific activity of  5.224 U/mg

    DISIPASI ENERGI KINETIK PASANG SURUT BAROTROPIK DAN BAROKLINIK DI LAUT SULAWESI

    Get PDF
    Laut Sulawesi merupakan salah satu jalur penting perlintasan Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang memiliki energi pasang surut internal yang kuat. Arus pasang surut tinggi yang berinteraksi dengan topografi yang kasar akan menciptakan gelombang internal yang kuat. Disipasi dari pasang surut internal akan menyebabkan terjadinya percampuran yang akan memberikan efek penting untuk sistem perubahan iklim dan sumber daya laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkuantifikasi dinamika dan energetik gelombang internal di Laut Sulawesi dengan pendekatan pemodelan laut tiga dimensi NEMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang internal dibangkitkan pada daerah Kepulauan Sulu dan Sangihe-Talaud dengan nilai konversi energi lebih dari 10-3Wm-2 dan berpropagasi masuk ke area basin Laut Sulawesi. Disipasi energi yang terjadi pada pusat pembangkitan berkisar 10,8 GW dan berpopagasi pada area dekat pusat pembangkitan dan area basin Laut Sulawesi. Sekitar 25% (5 GW) didisipasi terjadi dekat pusat pembangkitan, peningkatan disipasi energi baroklinik terjadi pada saat gelombang internal berpopagasi menjauhi daerah pusat pembangkitan dengan nilai yang bervariasi antara 1,4 sampai 4,8 GW. Daerah dengan jarak 36 km sampai 54 km terjadi penurunan disipasi energi baroklinik, signal yang kuat dari Kepulaun Sangihe-Talaud berangsur menurun pada saat propagasi dari 10-2sampai 10-3W/m2

    DIVERSITY OF BRITTLE STARS (OPHIUROIDEA) IN TALISE WATERS, NORTH SULAWESI

    Get PDF
    Talise waters, located in North Sulawesi, is one of many coastal areas in Indonesia with sea grass cover extending along the reef flat. This ecological feature is beneficial for living habitat of associated fauna, including brittle stars. Brittle stars are group of Echinodermata reported to be abundantly found in sea grass ecosystem. However, the diversity of this fauna is less reported except as part of echinoderm studies. This research aims to investigate the diversity of brittle stars in Talise waters. Data were collected in July 2009 applying quadrant transect method. In total of 650 individuals belonging to 4 families (Ophiotrichidae, Ophiodermatidae, Ophiocomidae and Ophiuridae) and 10 species were recorded during this study. The diversity (H’=1.58), richness (D=1.69) and Evennes Index (J=0.89) was relatively higher compared to adjacent water in North Sulawesi such as Wori (H =1.64, D =1.38, J=0.85), Kema (H =1.3, D =0.38, J=0.36) but lower than East Likupang waters (H =1.95, D =2.42, J=0.97). Keywords: brittle star, diversity, richness, evennes, Talise water

    THE EFFECTS OF DIFFERENT CHILLING METHOD AND STORAGE TIME ON THE ORGANOLEPTIC QUALITY OF FRESH SKIPJACK TUNA

    Get PDF
    Fish freshness plays an importantant role in determining quality of fish product. Organoleptic is one of sensorik method for determining fish freshness. The fish deterioration mainly affected by temperature. This study aimed to determine the best method for determining organoleptic quality of skipjact tuna based on chilling methods and storage time. Fish sampling were taken from the Seram Sea, Maluku Province. Chilling methods was done by the different ratio between the ice and fish: first was without using ice, second was ratio 1:1 and the third was ratio 1:2. The time storage were 0, 2, 4, and 6 hours.The results showed that chilling methods ratio between the ice and fish of 1:1 with 6 hours storage time provided the best organoleptic quality with eye 8.87, mucus 8.83, gill 8.67, meat 8.73, odour 8.80, and texture 8.86.  Keywords: chilling methods, organoleptics, skipjact tun

    ESTIMASI STOK KARBON MANGROVE (ABOVEGROUND) DI TANJUNG API-API, SUMATERA SELATAN

    Get PDF
    The rapid development of infrastructure that occurred in the area of Tanjung Api-api resulted in changes in the function of mangrove land along the coast. Directly, this also impacts on the sustainability of ecological functions of mangroves. This study aims to estimate changes (prior to infrastructure development and current conditions) of aboveground carbon reserves stored in mangrove forests in Tanjung Api-api. This research was conducted in June-August 2016. Carbon stocks in mangrove along Tanjung Api-api were conducted by surveying the mangrove species and density, and then calculating biomass and carbon stock using allometric equation. While changes in carbon stocks are calculated by converting changes in mangrove area before and after infrastructure development to carbon stock value. The change of mangrove area was done by doing image data processing in 2005 and 2016. The results showed that mangrove Tanjung Api-api has 9 species of mangrove with total mangrove aboveground biomass of Tanjung Api-api is 1.1498 Mg.ha-1 and stored carbon of 0.5235 MgC.ha-1 and able to absorb CO2 of 1.1921 MgC.ha-1. The result of satellite image processing shows that there is a reduction of mangrove land of 1056.6 ha during the last 11 years from 9741.15 ha in 2005 (before development) to 8684.55 ha in 2016. Thus, there is a decrease of mangrove biomass by 1214.894 Mg, carbon stock is reduced by 553.090 MgC and CO2 uptake is reduced by 2029.84 MgC. Keywords : aboveground, CO2, mangrove, Tanjung Api-ap

    SUITABLITY AND CARRYING CAPACITY OF KARTINI BEACH JEPARA AS COASTAL TOURISM DESTINATION

    Get PDF
    Kartini beach as a marine tourism in Jepara, Central Java that have beach attraction consist of natural environment area suitable for tourism. Its potency have opportunity to be developed as marine ecotourism. The current problem is increasing number of visitor each year that might degrades the environment. The aims of this reseacrh are to analyse tourism suitability and to assess carrying capacity of the Kartini Beach as beach tourism. This research was conducted in Desember 2016 – March 2017 at the Kartini Beach of Jepara. The methods uses analysis of land suitablity for beach recreation and carrying capacity analysis. The result shows that suitability index in location 1 to 3 are suitable with value about 48 % – 60 % as beach recreational area. The results of carrying capacity analysis of location 1 with total area of 0,22 ha is 176 people / day,  location 2 with total area of 0,1 ha is 80 people / day, and location 3 with total area of 0,13 ha is 104 people / day. The conlusions of this reseacrh are Kartini beach is suitable for beach recreation and the number of visitor has esceeds the ability of carrying capacity.  Keywords: beach tourism, land suitablity, carrying capacity, Kartini beach, Jepar

    Back-Matter

    No full text
    Back-Matte

    DIAGNOSIS DAN PENGENDALIAN PENYAKIT INFEKSIUS PADA INDUK KUDA LAUT, Hippocampus kuda DI HATCHERY

    Get PDF
    Produksi benih kuda laut, Hippocampus kuda di hatchery telah berkembang di Bali Utara. Tujuan penelitian ini untuk mendiagnosis dan pengendalian penyakit infeksius pada induk kuda laut di hatchery. Tetapi masalah yang dihadapi adalah tingginya tingkat kematian induk selama pemeliharaan di hatchery, yang diduga akibat infeksi penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mendiagnosis agen penyakit melalui serangkaian observasi, isolasi, dan identifikasi serta melakukan pengendalian penyakit. Hasil menunjukkan bahwa dari uji MIC memperlihatkan bahwa pertumbuhan bakteri V. alginolyticus dapat dihambat dengan larutan campuran 1 ppm nifurpirinol 10% dan 2,5 ppm vetstrep. Sedangkan penggunaan copper sulfat 0,5 ppm dan formalin 20 ppm mampu mematikan C. irritans, sementara itu acriflavin netral 5 ppm dan formalin 20 ppm efektif membunuh Trichodina sp. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dari induk kuda laut telah diperoleh satu isolat bakteri Vibrio alginolyticus dan duajenis protozoa Cilliata parasitic, yaitu Cryptocaryon irritans dan Trichodina sp

    639

    full texts

    697

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇