Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Not a member yet
    814 research outputs found

    Senyawa Bioaktif Rumput Laut dan Ampas Teh sebagai Antibakteri dalam Formula Masker Wajah

    Get PDF
    Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit karena adanya sumbatan dalam pori-pori kulitwajah yang disebabkan oleh penumpukan minyak yang mengakibatkan adanya aktivitas bakteri sehinggaterjadi peradangan pada kulit. Perubahan kondisi wajah yang menjadi tidak normal mengakibatkan bakteripenyebab jerawat, Propionibacterium acnes menjadi invasif. Pemanfaatan senyawa bioaktif pada rumputlaut dan ampas teh menjadi solusi untuk menangani P. acnes karena memiliki sifat sebagai antibakteri.Tujuan penelitian adalah menentuka rasio bubur rumput laut Sargassum sp. dan E. cottonii serta ampas tehdengan karakteristik produk masker wajah yang terbaik. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan yaitu 1:1 ;1:2; dan 2:1 untuk Sargassum sp dan E. cottonii dan dilakukan sebanyak 2 ulangan. Analisis untuk menentukanrasio bubur rumput laut terbaik yaitu fitokimia, viskositas, pH, kadar air, total fenol, aktivitas antioksidandengan metode DPPH, dan uji antibakteri. rasio terbaik bubur rumput laut dengan perbandingan 2:1. Hasilyang diperoleh yaitu pH 6,70+0,18, kadar air 95,83+0,01%, viskositas 6523 cp. Senyawa bioaktif di dalambubur rumput laut ini meliputi alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Senyawa bioaktif di dalam bahantambahampas teh yaitu tanin, fenol, dan steroid. Aktivitas antioksidan yaitu 145,89+0,42 ppm dan dayahambat 9,62+0,04 mm,total fenol 50,43 mg GAE/g. Analisis karakteristik produk masker dari bahan bakurasio terbaik yaitu daya sebar, pH, dan antibakteri. Karakteristik produk masker wajah yang diperoleh yaitupH 7,09+0,16 dan daya sebar 5 cm serta diameter daya hambat yang dihasilkan yaitu 20,85+0,02 mm.Penerimaan konsumen terhadap produk melalui uji sensori berkisar antara netral sampai suka

    Nutrient Composition of Eel Anguilla bicolor bicolor and Anguilla marmorata

    Get PDF
    Eel (Anguilla sp.) is a highly nutritious Indonesian marine commodity. However, information on the eel nutrient content in Indonesia is still limited. This study was aimed to determine chemical properties of Indonesian eels,Anguilla bicolor bicolor and A. marmorata. Proximate, amino acid, fatty acid, and vitamin A analysis were carried out on the fresh eel. The A. bicolor bicolor  ontained 65.51% of moisture, 1.34% of ash, 16.78% of protein, 13.26% of fat, and 3.1% of carbohydrate. Meanwhile, results on A. marmorata showed it contained 57.17% of moisture, 1.09% of ash, 17.30% of protein, 21.35% of fat, and 3.12% of carbohydrate. Leucine and glutamic acid represented the highest essential and non-essential amino acid of both A. bicolor bicolor and A. marmorata, respectively. The highest saturated and monounsaturated fatty acid were palmitate and oleic acid for A. bicolor bicolor as well as A. marmorata. The content of vitamins in A. marmorata was higher than in A. bicolor bicolor

    Quality of Dried Anchovy (Stolephorus sp.) from Buru Island Produced by Using Closed Sun Dryer

    Get PDF
    Anchovies drying method in Saliong, Batuboi village, Kayeli Bay has been done by spreading fish on the ground covered by mat or net due to low cost and easy to apply. However, there are no guarantee in the sanitation and hygienic. The objective of this research was to study the effect of closed sun drying method on the quality of dried anchovies (Stolephorus sp). The method was using closed cabinet sun dryer prototype covered by transparence plastic multi racks. Parameters observed involve: organoleptic, moisture content, acid insoluble, total plate count (TPC), E. coli, Salmonella sp., Vibrio cholera and fungi according to Indonesian national standard reference (SNI). The result showed the dried anchovy have an organoleptic grade refers to appearance, smells and texture were 8.40, 8.33 and 8.27 respectively. Moreover, moisture 17.50%; acid insoluble ash 0.32%; total bacterial (TPC) 6.92x102; E. coli, Salmonella sp., V. cholera and fungi were negative. For comparison, dried anchovy produced by using conventional/traditional drying had an organoleptic grade refers to appearance, smells and texture were 7.67, 7.73 dan 7.87 respectively; while moisture 16.93% ; acid insoluble ash 0.65%; total bacterial (TPC) 1.16 x103; E. coli, Salmonella sp., V. cholera and fungi were negative. According to the SNI 01-2891 BSN 1992, dried anchovy produced by using enclosed sun dryer better than dried anchovy produced by traditional method

    Identifikasi Molekuler Bakteri Endofit Mangrove Rizhopora mucronata Penghasil Gelatinase (MMP2)

    Get PDF
    Gelatinase adalah salah satu jenis keberagaman dari kelompok protease. Enzim metallo-endopeptidase ekstraseluler atau metaloproteinase mampu menghidrolisis gelatin. Enzim gelatinase menghidrolisis gelatin menjadi hidrolisat gelatin. Penelitian ini bertujuan  mengisolasi bakteri endofit yang menghasilkan enzim gelatinase yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pengambilan dan preparasi sampel, skrinning gelatinase, seleksi strain potensial penghasil enzim gelatinase, dan analisis spesies menggunakan sekuensing 16S rDNA spesies bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dari bagian daun mangrove menunjukkan aktivitas enzim gelatinase yang tinggi dengan kode isolat CL-h4. Analisis sekuen 16S rDNA menunjukkan isolat memiliki kemiripan dengan Enterobacter hormaechei N6. Pohon filogenetik menunjukkan bakteri Enterobacter sp. UB-R** berada pada satu cabang maupun node (genus) yang sama dengan bakteri Enterobacter sp. dengan nilai boostrap sebesar0,6. Mikroorganisme endofit mangrove penghasil enzim gelatinase (MMP2) dari daun mangrove Rizhopora mucronata adalah strain baru Enterobacter sp. UB-R

    Characteristics of Brown Seaweeds Sargassum policystum and Padina minor from Pohuwato Water, Gorontalo

    Get PDF
    Brown seaweed is one of the abundant resources that grows on the reefs of Pohuwato, Gorontalo Province. This research was aimed to determine the characteristics of S. polycystum and P. minor as sources of salt for hypertensive patients. The research consisted of proximate analysis, minerals, heavy metals, extraction, phytochemicals, phenols analysis, and antioxidant activity. S. polycystum, P. minor had water content of 17.69-22.31%, ash 24.51-30.53%, fat 0.50-0.52%, protein 3.65-4.78%, carbohydrates 53.66-41.88 and crude fiber 3.81-6.52%. The seaweeds also contained  Mg 8.89-22.41 mg/g, Fe 0.50-1.00 mg/g, K 26.90-32.71%, Na 22.23-22.69 mg/g, Ca 18.06-32.91 mg/g and ratio Na:K 0.69-0.83 mg/g. Heavy metals were detected in low levels with the content<0.002-<0.004 ppm. Ethanol extract of S. polycystum contained flavonoid, saponin, streoid, alkaloid. Meanwhile ethanol extract of P. minor contained flavonoid, saponin, triterpenoid, stereoid, phenol, dan alkaloid. Total phenol level of S. polycystum was 173.6 mg GAE/g and P. minor was 568.7 mg GAE/g. The antioxidant IC50 of S. Polycystum was 77.58 mg/L while P. minor was 66.38 mg/L

    Characteristics of Pure Oils from Belly Fat (Pangasius hypophthalmus) with Bentonite Purification

    Get PDF
    Catfish (Pangasius hypophthalmus) processing industry produces by products of abdoment fat containing unsaturated fatty acids, polyunsaturated fatty acids (PUFAs) which are the essential fatty acids needs to maintain health. Catfish belly fat can be processed into coarse fish oil through a purification process, with the addition of the adsorbent used, one of which is bentonite. This study was aimed to determine theeffect of bentonite application on the characteristics of refined catfish oil. Fish oil was extracted from belly fat then purified by adding bentonite adsorbent at a concentration of 1; 4 and 7%. The design used in thisstudy was a complete factorial of one factor. The parameters of analysis were the number of free fatty acids, peroxide value, anisidine, and totox. The results showed that bentonite had significant effect on free fattyacid, peroxide, anisidine and totox values. The use of 7% bentonite decreased content of free fatty acid, peroxide value, anisidine, peroxide and totox from 1.72 to 0.85%, 5.18 to 0 meq/kg, 27.51 to 2.28 meq/kg,and 37.88 to 2.28 meq/kg respectively

    Sifat Fisiko-Kimia Semi Refined Carrageenan dari Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat

    Get PDF
    Rumput laut (seaweed) atau alga merupakan bagian terbesar dari tanaman laut dan  komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Indonesia memiliki lima jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi sebagai komoditi ekspor dan juga dikonsumsi domestik yaitu Eucheuma sp., Glacillaria sp., Gelidium sp., Sargassum sp. dan Hypnea sp. E. cottoni dan E. spinosum merupakan spesies alga merah penghasil karaginan dan andalan eksport Indonesia.  Rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di Propinsi Maluku khususnya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sifat fisiko-kimia semi refined carrageenan (SRC) E. cottonii yang berasal dari desa Waiheru, Kota Ambon dan Desa Lermatang, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.  Metode penelitian adalah deskriptif.  Analisis meliputi  perhitungan  rendemen, fiskositas, kekutan gel, kadar air, abu dan sulfat. Hasil pengamatan sifat fisiko-kimia SRC dari desa Lermatang Kabupaten Maluku Tenggara Barat rendemen yaitu 26,8%, fiskositas 60,80 cP, kekutan gel 100 g/cm2, kadar air 15,79%, abu 21,24%, dan sulfat 13,27%, dan  SRC  dari desa  Waiheru Kota Ambon dengan rendemen 24,73%,  fiskositas 121,60 cP, kekuatan gel  700 g/cm2, kadar air 16,04 %, abu 15,26%, dan sulfat 12,34%

    Efek Penambahan Suspensi Nanokitosan pada Edible Coating terhadap Aktivitas Antibakteri

    Get PDF
    Edible coating atau edible film didefinisikan sebagai lapisan tipis yang dapat dikonsumsi dan berfungsi melindungi makanan dari kerusakan akibat kelembaban, oksigen, dan perpindahan zat terlarut. Komponen penyusun edible coating dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu hidrokoloid, lipid dan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan edible coating berbasis karaginan-pati termodifikasi dengan penambahan suspensi nanokitosan hasil proses beads-milling sebagai bahan antibakteri dan aplikasinya pada buah strowberi. Suspensi edible dibuat dengan mengkombinasikan karaginan jenis kappa dengan pati termodifikasi dan penambahan larutan nanokitosan sebesar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (v/v). Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode zona hambat dan efek dari penggunaan edible coating ditentukan melalui susut bobot buah strawberry. Karakteristik edible coating yaitu ketebalan dan tingkat transparansi diukur dengan cara mencetak edible pada plat plastik sehingga membentuk film. Penambahan suspensi nanokitosan 1% v/v pada larutan edible cukup efektif menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,hal ini terbukti setelah satu minggu, susut bobot buah strowberi yang dipapar dengan E.coli 6,13% lebih kecil jika dibandingkan dengan S.aureus  sebesar 6,26%.  Suspensi edible memilikiketebalan 0,065 mm dengan tingkat transparansi sebesar 82,56. sesuai standar Chroma Meter

    Pemanfaatan Kitosan dalam Daur Ulang Air sebagai Aplikasi Teknik Produksi Bersih

    Get PDF
    Industri pengolahan udang merupakan salah satu industri yang aktivitasnya menggunakan air dalam jumlah besar. Kuantitas dan efisiensi penggunaan air di industri tersebut sampai dengan saat ini belummendapat perhatian serius oleh pihak manajemen bila dibandingkan dengan perhatian terhadap mutu dan kualitas air yang digunakan. Produksi bersih menawarkan suatu strategi yang bersifat solutif untukmeminimalisir dan mengefisiensikan penggunaan sumberdaya air dan turut serta membantu pengelolaan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat konsentrasi biokoagulan kitosan dalamdaur ulang air limbah pencucian udang, kelayakan ekonomi dan manfaatnya bagi lingkungan. Penelitian ini secara teknis dilakukan dengan metode jar test, yaitu melalui proses koagulasi – flokulasi dan absorbsi dengan konsentrasi kitosan 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm. Paramater yang diamati meliputi BOD, COD, TSS, warna, kekeruhan, TDS, dan total coliform. Kelayakan ekonomi dilakukan melalui analisisB/C Ratio dan Payback periode, serta analisis lingkungan dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi larutan kitosan sebesar 15 ppm dengan dua kali proses koagulasi flokulasi danmelalui absorbsi kitosan serpihan 15 gram, efektif mengubah air limbah menjadi air bersih. Kitosan secara signifikan dapat menurunkan BOD 76%, COD 86%, TSS 61%, warna 85%, kekeruhan 89%, TDS 10%, dan totalcoliform. Penggunaan kitosan sebagai bahan daur ulang air layak secaraekonomi dilihat dari nilai B/C Ratio lebih dari 1, memiliki nilai Payback periode 4 bulan, dan secara lingkungan dapat menghemat penggunaan sumberdaya air

    Pengasapan Ikan Kembung menggunakan Asap Cair dari Kayu Karet Hasil Redestilasi

    Get PDF
    Asap cair dari kayu karet dapat digunakan sebagai bahan pengawet ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) karena mengandung senyawa fenol dan asam organik yang bersifat sebagai senyawa anti bakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi asap cair kayu karet redestilasi dan lama perendaman ikan terbaik pada pengasapan ikan kembung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK Faktorial) dengan perlakuan konesntrasi asap cair (10, 15 dan 20%) dan lama perendaman (10, 15 dan 20 menit). Analisis yang dilakukan meliputi angka lempeng total, kadar air dan organoleptik. Hasil terbaik yaitu menggunakan konsentrasi asap cair kayu karet redestilasi 10% dan lama perendaman ikan selama 15 menit dengan nilai angka lempeng total 4,4×103 CFU/g pada hari ke-0 dan 4,7×104 CFU/g pada hari ke-6, kadar air di bawah 60% selama penyimpanan, dan sifat organoleptik berupa skor aroma 4,48 (netral)dan skor penerimaan keseluruhan 4,51 (netral)

    455

    full texts

    814

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇