Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Not a member yet
814 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Kitin dan Kitosan Asal Limbah Rajungan Cirebon Jawa Barat
The aim of the research was to characterize chitin and chitosan from byproduct of meat crab’s Cirebon canning industry. The preliminary research included chitin flour production. Later on, production and characterization of chitin and chitosan. Characteristics of chitin and chitosan included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight. Degree of deacetylation was analyzed by First Derivative Ultra Violet Spektrofotometry, intrinsic viscosity by Ubbelohde viskometry, and molecular weight by Mark-Houwink equation. The result showed that characteristics of chitin and chitosan that included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight were 28 %, 39.02 %, 8.57 ml/g, 11 x 103 and 79.39 %, 70.70 %, 6.93 ml/g and 8.75 x 103 respectively. Characteristic of chitosan was suitable for food field application
The Influence of Sucrose and Amonium Sulphate Concentration on Quality of Nata Gracillaria sp.
Nata is biomass that mostly consist of cellulose, physically resemble to agar with white layer.In this research nata was made from seaweed that is Gracillaria sp. as a raw material, because of thecheap price of this seaweed and it content of high fiber. The objective of this research was toinvestigate the possibility of Gracillaria used as nata raw material and to learn influence of sucroseand ammonium sulphate concentration on quality of nata. Result indicated that the ratio of seaweedand water generated the highest yield was 1:70 (w/v). The combination of sucrose and ammoniumsulphate concentration significantly influenced to yield, thickness, degree of whiteness, crude fiber,dietary fiber of nata. Using sucrose was 7.5 %(w/v) and ammonium sulphate was 0.75 % producednata with the best characterization.Key words: Gracillaria sp., nat
Pengaruh Perendaman Rumput Laut Coklat Segar dalam Berbagai Larutan terhadap Mutu Natrium Alginat
Penelitian mengenai pengaruh perendaman rumput laut coklat segar dalam berbagai larutan terhadap mutu natrium alginat telah dilakukan. Terdapat empat perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit, larutan HCl 0,33 % selama 60 menit, larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dan dilanjutkan dalam larutan HCl 0,33 % selama 60 menit dan perlakuan tanpa perendaman (kontrol). Parameter-parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, viskositas dan rendemen natrium alginat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar abu dan rendemen natrium alginat yang dihasilkan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air dan viskositas natrium alginat yang dihasilkan. Perlakuan yang terbaik diperoleh dari perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dengan mutu fisiko-kimia yang dihasilkan adalah kadar air 14,8 %, kadar abu 23,8 %, viskositas 981 cps dan rendemen sebesar 4,2 %.Kata kunci: natrium alginat, perendaman, dan rumput laut coklat segar
Pendekatan Penerapan Produk Bersih pada Industri Pengolahan Hasil Perikanan
Industri perikanan merupakan salah satu industri yang mengkonsumsi air dalam jumlah yang signifikan, sehingga sudah dipastikan bahwa jumlah efluen yang dikeluarkan juga akan besar. Produksi bersih menawarkan pemecahan yang paling baik dalam mereduksi dampak lingkungan dan efisiensi dalam segi ekonomis (reduksi bahan baku, energi dan utilitas). Dalam aplikasinya produksi bersih dapat dijalankan secara paralel dengan program GMP, HACCP dan Produksi nir limbah.Kata kunci: Industri perikanan, Limbah cair, Manajemen air, pencemaran lingkungan, Produksi bersi