25084 research outputs found
Sort by
Digital minimalism: mempertahankan fokus di tengah dunia yang gaduh
Minimalisme digital memungkinkan orang bercakap-cakap lama tanpa melirik ponsel; tenggelam dalam buku yang bagus, kerajinan tangan, atau lari pagi yang santai; serta menikmati waktu bersama teman dan kerabat tanpa merasakan ketergesaan untuk mengecek surel
The geography of genius
Dengan nakal, cerdas, dan jenaka, pengarang buku bestseller versi New York Times ini menggabungkan memoar perjalanan, novel, dan komik menjadi satu. The Geography of Genius menyingkap rahasia kota-kota ajaib yang melahirkan sosok-sosok kreatif dengan ide-ide gila yang mengubah dunia
Cakrawala intermestik : Dinamika isu diplomasi dan pertahanan
INTERMESTIK, yang berasal dari gabungan kata antara internasional dan domestik, merupakansebuah terminologi yang mengemukakan adanya keterhubungan antara kebijakanluar negeri dan kondisi suatu negara di lingkup domestik. Era globalisasi yang ditandai denganmeningkatnya interkoneksi dan kerja sama membuat batas-batas kedaulatan negara makin tidakterasa pengaruhnya secara signifikan (borderless). Alhasil, peristiwa politik apa pun yang terjadidi suatu negara juga secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi kebijakan yangdiimplementasikan oleh negara lain. Buku ini merupakan bunga rampai atau kumpulan tulisan yangmembahas berbagai isu dalam bidang diplomasi, politik luar negeri, domestik, hubungan relasi sipilmiliter,dan pertahanan, yang diharapkan dapat bermanfaat dalam memperkaya diskursus di bidangilmu sosial, khususnya di bidang ilmu hubungan internasiona
Listen: Mewujudkan komunikasi yang efektif
Semua orang senang berbicara mengenai diri sendiri. Hal itu terjadi di mana saja dan kapan saja—baik di salon kecantikan maupun di ruang rapat, orang-orang suka menyampaikan pemikiran, ide, dan perasaan mereka mengenai banyak hal. Namun, jika semua orang berbicara, siapa yang akan betul-betul mendengarkan?Pernahkah Anda merasa frustrasi ketika mencoba berkomunikasi dengan kolega atau orang terdekat? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa isi perbincangan Anda dengan mereka terkesan repetitif dan monoton? Pernahkah Anda merasa bahwa orang yang kelihatannya mendengarkan Anda sebenarnya tidak benar-benar menyimak?Melalui contoh kasus yang nyata, teknik-teknik yang mudah dipelajari, dan latihan praktis, Dale Carnegie akan menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi pendengar yang baik dan Anda pun bisa menjadi sosok yang didengar serta dimengerti orang lain.Buku ini menghadirkan eksplorasi mendalam seputar mendengarkan, yang merupakan salah satu alat untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Kita diajak untuk mendalami berbagai faktor yang menciptakan seni mendengarkan yang efektif, cara memahami apa yang akan disampaikan seseorang, penyebab seseorang merasa kesal ketika sedang berbicara, serta cara menyimak perkataan orang lain supaya dia merasa didengar
Belajar dari pahlawan lokal : Learning from our local heroes
Buku Belajar Dari Pahlawan Lokal (Learning From Our Local Heroes)Generasi muda ialah penerus bangsa. Itulah salah satu kalimat yang sering digaungkan dan ditanamkan dari generasi ke generasi. Namun, diperlukan semangat, cita-cita, serta nilai-nilai yang luhur yang diestafetkan dari generasi terdahulu ke generasi selanjutnya. Buku berjudul Belajar dari Pahlawan Lokal (Learning from Our Local Heroes) ini mengangkat kisah-kisah pahlawan lokal dari berbagai bidang. Hadirnya buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat lintas generasi yang akan mengobarkan semangat keindonesiaan untuk Indonesia yang lebih baik
Preferensi politik pemilih muslim Indonesia kontemporer
Preferensi Politik Pemilih Muslim Indonesia Kontemporer menggali preferensi politik pemilih Muslim Indonesia pada era kontemporer. Mengadaptasi penelitiannya di Australian National University, penulis memaparkan temuan-temuan kunci secara menarik dan mudah dicerna.Buku ini memberikan sorotan mendalam pada peran penampilan agama dan faktor gender dalam mendukung kandidat politik. Dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, Wasisto Raharjo Jati mengurai kompleksitas hubungan antara keyakinan agama, identitas gender, dan dukungan pemilih. Buku ini tidak hanya membuka wawasan baru terhadap dinamika politik di Indonesia, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran agama dalam memengaruhi preferensi pemilih
Fragmen sejarah Intelektual
Ada kesulitan khas dalam memahami siapa itu intelektual. Kesulitannya disebabkan karena ada berbagai peran berbeda yang dijalankan seorang intelektual, berbagai kepentingan yang menarik minatnya dan berbagai hubungan yang mengundang keterlibatannya. Kita, misalnya, dapat menyederhanakan peranannya dengan membandingkan intelektual dengan ilmuwan. Seorang ilmuwan, atau seorang scholar, mencari pengetahuan sebagai tugas hidupnya, dan kemudian membangun suatu sistem atau arsitektur pengetahuan berdasarkan perspektif yang dipilihnya, dan menjadikannya ilmu pengetahuan. Sementara itu ada berbagai nilai dan kepentingan dalam hidup manusia, yang dalam tugas seorang ilmuwan akan diubah menjadi pengetahuan, bahkan menjadi informasi. Sebaliknya dari itu, seorang intelektual tidak memandang ilmu, dan bahkan ilmu pengetahuan, sebagai tujuan yang hendak dicapainya, tetapi hanya sebagai sarana yang dapat dimanfaatkannya. Minat dan kerja seorang intelektual adalah mencoba melakukan konversi pengetahuan dan informasi menjadi nilai atau kepentingan dalam hidup manusia.Apakah nilai yang dibelanya adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dunia dalam suatu konteks terbatas, ataukah nilai-nilai transendental yang berlaku di segala tempat dan segala waktu? Apakah nilai-nilai itu dilihatnya sebagai berguna atau kurang berguna, ataukah sebagai nilai-nilai moral yang harus dibela, atau nilai-nilai yang bertentangan dengan moral dan harus ditolak? Julien Benda seorang esais dan filosof Perancis, mengajukan suatu kontradiksi yang membuatnya sibuk berpikir bertahun-tahun: mengapa selama 2.000 tahun manusia sudah melakukan demikian banyak kejahatan, namun tetap saja menghormati yang baik? Bukunya La Trahison des Clercs, 1927, atau The Treason of the Intellectuals, 1928, telah menjadi sebuah klasik abad ke-20. Sebagai contoh soal, dalam kebudayaan, apakah intelektual berperan menjaga tradisi atau membawa pembaharuan dalam tradisi? Antonio Gramsci, filosof Italia yang dipenjarakan oleh rezim Mussolini tahun 1930-an mengajarkan bahwa ada intelektual yang memilih sebagai tugasnya merawat tradisi dari generasi ke generasi, seperti para guru, pemimpin agama, para administrator, atau para rohaniwan, yang dinamakannya intelektual tradisional. Sebaliknya, ada pula intelektual yang terdorong untuk menerobos tradisi untuk mendorong pembaruan dalam tradisi, dan membawa perubahan-perubahan sesuai kebutuhan baru. Mereka dinamakannya intelektual organik. Secara sosiologis, intelektual tradisional tidak bekerja untuk suatu kelas sosial tertentu, tetapi bekerja antar-kelas, sedangkan intelektual organik bekerja dalam suatu kelas sosial atau suatu organisasi dan memberikan pengabdiannya di sana. Mereka adalah teknisi dalam industri, konsultan bisnis dalam perusahaan besar, penasihat politik untuk suatu rezim politik, ahli strategi dalam militer, atau ahli periklanan dalam kantor pemasaran.Ada berbagai pertanyaan lain, seperti bagaimana hubungan intelektual dengan politik, negara, dan kekuasaan? Bagaimana pula hubungannya dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan? Atau bagaimana hubungannya dengan sejarah? Pengantar penulis dalam buku ini mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, berdasarkan data sejarah
Peradaban Asia Timur : Perjalanan sejarah Asia Timur dari peradaban kuno hingga modern
Pusat peradaban kuno dunia salah satunya dimiliki oleh Asia Timur, yang di dalamnya lahir Tiongkok (Cina) yang tumbuh sebagai peradaban tertuanya. Cina tidak hanya tumbuh sebagai lahirnya peradaban tertua, tetapi juga negeri terkaya di kawasan Asia Timur, yang telah dibangun sejak era kuno Chung Kuo, hingga di era modern. Besarnya pengaruh budaya Tiongkok bahkan menyebar hingga ke seluruh kawasan Asia Timur. Ciri khas Asia Timur adalah pertumbuhan perekonomiannya yang selalu mengalami perkembangan pesat, di mana beberapa negaranya seperti, Cina, Jepang, Korea, Taiwan, dan Mongolia, memiliki pergerakan yang cukup dinamis dalam memberikan pengaruh di dunia.Tiongkok yang dikenal sebagai negeri tirai bambu ini berhasil menyumbang peradaban dengan kondisi perekonomian terkuat di Asia Timur. Dunia mengenal Asia Timur sebagai macan Asia Timur yang memiliki empat naga kecil Asia, yaitu Hongkong, Singapura, Korea Selatan dan Republik Tiongkok, sebagai penjaga pertumbuhan angka perekonomian negara, hingga berhasil menciptakan dunia industrialisasi yang lebih cepat di awal tahun 1960 dan tahun 1990.Negara bagian lainnya, Jepang telah membawa nama baik Asia Timur sebagai peradaban penyumbang kemajuan di bidang kemajuan teknologi, yang menjadi harapan dunia. Disusul negeri Gingseng Korea sebagai lahirnya sejuta budaya dan tempat wisatanya yang menjadi daya tarik sendiri bagi dunia
Merawat ke Indonesiaan dan kemanusiaan
Melalui analisis interdisipliner yang tajam, realitas dapat dikuliti dandibedah untuk dicermati secara jernih dan mendalam. Misalnya saja, kasus korupsi yang seolah tak pernah tuntas dalam penanganannya. Dengan analisis dalam sikap kontemplatif yang mendalam, korupsi bukan sekadar masalah moralitas dan melulu etika, melainkan berkelindan dengan budaya, politik, hukum, bisnis, bahkan praktik praktik gaya hidup keseharia
Pertamina Energy Institute Vol. 10 No. 02 2024 : Optimalisasi potensi panas bumi di Indonesia
Buletin Pertamina Energy Institute edisi ini mengusung tema Optimalisasi potensi panas bumi di Indonesia : tantangan, strategi, dan inovasi untuk mewujudkan energi berkelanjuta