Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
GLOBAL OPTIMIZATION VERY FAST SIMULATED ANNEALING INVERSION FOR THE INTERPRETATION OF GROUNDWATER POTENTIAL
This study examines the inversion modelling of one-dimensional Schlumberger configuration resistivity data using the Very Fast Simulated Annealing (VFSA). Detailed identification and mapping of aquifer conditions is very important for the sustainable development of groundwater resources in an area. Vertical electrical sounding (VES) and surface electrical resistivity surveys have proven very useful for studying groundwater due to their simplicity and cost effectiveness. Global optimization inversion method also provides an inversion solution that is not expected to be trapped in a local minimum solution, so that it will get results that are closer to the actual situation. The VFSA method is inspired by phenomena in metallurgy related to the formation of crystals in materials caused by thermodynamic processes. This inversion scheme was tested initially with free noise synthetic data and with noise 5%. Furthermore, the program is applied to field data that has been measured in Ambon City, Maluku, Indonesia. The results of the VFSA inversion on field data obtained four layers consisting of top soil (141.2 ± 0,61 m) with a thickness of 1.43 m, andesite breccia rock (355.90 ± 0.46 m) with a thickness of 4 m, lapilli tuff (93.40 ± 0.31 m) with 30 m thick, then the last is the coarse tuff layer (34.30 ± 0.15 m) which is estimated as an aquifer
IDENTIFIKASI PROSPEK PANAS BUMI RADIOGENIK MENGGUNAKAN LANDSAT-8 DAN GRAVITASI DI DAERAH PERMIS
Indonesia memiliki sistem panas bumi non-vulkanik yang dapat ditemukan di daerah Permis, Pulau Bangka. Diperlukan tahapan awal untuk mengetahui prospek panas bumi radiogenik dengan menggunakan analisis penginderaan jauh berdasarkan data Landsat-8 dan gravitasi. Metode Landsat-8 memanfaatkan perhitungan NDVI, NDWI, dan LST, dari hasil perhitungan tersebut didapatkan 2 lokasi yang memiliki kelembapan tinggi dan suhu permukaan yang relatif tinggi sebesar 28°C yang terletak disekitar manifestasi air panas. Kemudian teknik rasio saluran dan komposit warna semu digunakan untuk mengetahui keberadaan beberapa mineral alterasi hidrotermal seperti OH, lempung, anatase, kovelit, serta sulfur yang dapat menunjukan kemungkinan area outflow. Metode gravitasi bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan daerah panas bumi dengan menganalisis pola anomali Bouguer dan derivatif dilanjutkan dengan pemodelan 2D. Hasil penelitian menunjukan bahwa manifestasi daerah Permis dipengaruhi sesar geser dengan arah Barat Laut-Tenggara. Kemudian sumber panas bumi radiogenik di daerah Permis diduga berasal dari batuan granit yang memiliki kandungan radioaktif yang dapat menghasilkan panas. Berdasarkan metode gravitasi dan citra Landsat-8 diperkirakan area prospek panas bumi daerah Permis seluas 2.309 Km2 dengan sebaran ke arah timur dari manifestasi panas bumi Permis
ANALISIS KARAKTERISTIK LAPISAN SEDIMEN BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DI AREA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNILA
Provinsi Lampung memiliki kondisi geografis kompleks,  dilewati jalur bukit Bukit barisan Barisan dan terletak diantara dua lempeng yaitu Indo-Australia dan Eurasia. Provinsi Lampung juga  merupakan wilayah yang dekat  dengan Samudera Hindia dan terletak pada zona Sesar Semangko (Sumatra Transform Fault Zone) yang terbentang dari Aceh sampai Teluk Semangka Lampung. Dengan demikian penataan wilayah dan pembangunan infrastruktur yang berbasis mitigasi gempabumi merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lapisan batuan sedimen pada area pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Lampung (RSP Unila) sebagai bagian dari tahapan mitigasi bencana gempabumi.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode mikrotremor dan analisis geologi permukaan. Data pengukuran metode mikrotremor dianalisis dengan menggunakan metode analisis Horizontal Vertical Spectrum Ratio (HVSR) untuk mendapakan nilai amplifikasi (A0) dan frekuensi dominan (f0).Hasil dari analisis HVSR diperoleh nilai frekuensi dominan (f0) berkisar 0.65–1.2 Hz, amplifikasi (A0) berkisar 3.33–5.62, dan nilai periode dominan (T0) 0.6–1.5 sekon. Nilai A0, f0, T0 diinterpreasikan dengan mengacu data literatur dan geologi permukaan yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki jenis lapisan sedimen yang rentan terhadap peristiwa gempabumi
PEMODELAN SEISMIK PADA STRUKTUR GEOLOGI KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE COMMON REFLECTION SURFACE (CRS)
Pemodelan seismik merupakan tahap penting untuk memahami respon bawah permukaan bumi terhadap gelombang seismik yang digambarkan dalam bentuk energi seismik refleksi. Walaupun saat ini teknologi pengolahan data seismik telah meningkat dengan pesat, ketidakakuratan posisi reflektor dalam penampang seismik yang dihasilkan tetap saja sering ditemukan, terutama pada daerah dengan struktur geologi kompleks. Model geologi struktur kompleks pada penelitian ini mengacu pada arsitektur glasiotektonik di daerah Fur Knudeklint, Denmark yang memiliki banyak patahan dan lipatan dengan skala kecil. Hasil simulasi perambatan gelombang dengan metode penjalaran sinar dilakukan dari dua arah akuisisi berbeda menggunakan perangkat lunak Norsar 2D untuk mendapatkan seismogram sintetik. Data yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai masukan untuk pengolahan data seismik secara konvensional maupun menggunakan metode Common Reflector Surface (CRS) Stack. Hasilnya menunjukkan bahwa akuisisi data dari arah foot wall memberikan citra reflektor yang lebih representatif dibandingkan dari arah sebaliknya. Penegasan kualitas reflektor terlihat jelas di tiga area utama, yaitu CDP 20-100, CDP 120-180 dan CDP 160-330. Dengan demikian, metode CRS Stack berhasil merekonstruksi reflektor-reflektor berupa lipatan kecil dan perlapisan tipis pada struktur geologi kompleks dengan kualitas lebih baik dibandingkan metode konvensional
INVERSI DATA GEOLISTRIK MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION: STUDI KASUS DESA GAYAU
Desa Gayau yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran sering mengalami kekeringan air pada saat musim kemarau sehingga perlu dilakukannya pengukuran geolistrik untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer air tanah. Pada penelitian ini konfigurasi yang digunakan adalah Schlumberger dengan panjang bentangan MN/2 sebesar 1, 5, 10, dan 20 meter. Sedangkan panjang bentangan AB/2 sebesar 6 hingga 300 meter. Pada tahapan inversi data VES, kami menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk memperoleh nilai parameter resistivitas dan ketebalan lapisan. Algoritma ini dipilih karena cepat menuju konvergen dan relatif stabil. Hasil dari inversi ini diperoleh bahwa lapisan akuifer pertama berada pada kedalaman 21.4 - 52.1 meter dengan litologi batupasir berbutir halus dengan sisipan tufa Lapisan akuifer kedua berada pada kedalaman 52.1-70 meter dengan litologi breksi. Pada kedalaman >70 meter diinterpretasikan sebagai akuifer air tanah, namun memiliki debit yang kecil. Hal ini disebabkan karena litologi lapisan berupa breksi, dasit dan lava basal dari Formasi Hulusimpang. Sistem aliran air tanah pada lapisan ini merupakan sistem media pori yang berakibat pada debit rendah dan waktu pengisian kembali lapisan air tanah relatif lama
PEMISAHAN ANOMALI GAYABERAT DAERAH LAMPUNG MENGGUNAKAN BIDIMENSIONAL EMPIRICAL MODE DECOMPOSITION (BEMD)
Metode gayaberat adalah salah satu metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi mineral dan migas. Metode ini memanfaatkan percepatan gravitasi untuk memodelkan struktur densitas batuan di dalam bumi, mendeliniasi struktur maupun satuan geologi. Pada tahap pengolahan data gayaberat diperlukan beberapa koreksi untuk menghasilkan anomali Bouguer lengkap (CBA). Nilai CBA merupakan hasil resultan dari seluruh kontribusi massa di bawah permukaan dan di sekitar titik datum. Pemisahan anomali CBA menjadi regional dan residual menjadi tahap penting dalam interpretasi dan pemodelan gayaberat. Beberapa metode pemisahan anomali yang ada saat ini sudah menunjukkan hasil yang baik. Pada prinsipnya, metode tersebut menggunakan teknik fitting permukaan, pemfilteran frekuensi, smoothing pada domain spasial, atau kontinyuasi medan. Namun, metode tersebut memiliki aspek subjektif yang tinggi dalam menentukan parameter yang bekerja. Pada paper ini, saya mengaplikasikan metode alternatif yaitu Bidimensional Empirical Mode Decomposition (BEMD) pada daerah Lampung. BEMD menganalisis data secara algoritmik dan mampu mendekomposisi data secara empirik yang dapat diasosiasikan dengan pemisahan anomali pada metode gayaberat. Keuntungan utama metode ini adalah kemampuannya untuk memberikan pemisahan yang hampir sempurna antar anomali yang terdapat dalam data gayaberat. Metode ini mampu secara langsung menunjukkan anomali yang dicari sehingga pemilihan anomali target dapat dilakukan dengan mudah karena jumlah dekomposisinya yang tidak banyak
INTERPRETASI STRUKTUR GEOLOGI PADA AREA GEOPARK CILETUH DENGAN ANALISIS DERIVATIF DATA GAYABERAT GGMPLUS
Geopark Ciletuh terletak di Kecamatan Ciemas sebelah barat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Pada Geopark Ciletuh terdapat adanya batuan Pra-Tersier yang tersingkap di permukaan dan juga terdapat berbagai macam struktur yang terbentuk akibat terjadinya pergerakan tektonik di sebelah barat daya Geopark Ciletuh. Penelitian ini dilakukan bertujuan mendelineasi struktur pada Geopark Ciletuh yang timbul oleh adanya perbedaan densitas dengan metode gaya berat. Pada penelitian ini digunakan analisis derivatif first horizontal derivative (FHD) untuk mengetahui keberadaan struktur dan second vertical derivative (SVD) untuk menentukan jenis patahan. Pada penelitian ini juga dilakukan dip estimation dengan metode multi-level second vertical derivative (ML-SVD). Setelah didapatkan data FHD, SVD, dan ML-SVD selanjutnya diintegrasikan dengan data geological section dari peta geologi Lembar Jampang Balekembang untuk dibuat penampang geologi. Interpretasi dugaan patahan memiliki arah orientasi NW-SE dan NE-SW. Hasil penelitian menujukkan adanya indikasi dugaan patahan naik dan patahan turun. Pada analisis terpadu, didapatkan adanya kesesuaian maupun ketidakkesesuaian antara data peta geologi dengan data geofisika