Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
ALTERASI DAN MINERALISASI BIJIH PADA BATUAN DIORIT DI DAERAH WOMBO, SULAWESI TENGAH
Daerah Wombo Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang diduga mempunyai potensi mineralisasi bijih. Hal ini diindikasikan dengan adanya kenampakan permukaan berupa batuan diorit yang telah mengalami alterasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih dengan metode penelitian lapangan dan analisis laboratorium berupa petrografi, XRD dan mineragrafi. Berdasarkan analisis petrografi dan XRD, alterasi hidrotermal dicirikan oleh alterasi propilitik (klorit-zeolit-kalsit) dan alterasi argilik (illit-kuarsa-kalsit). Berdasarkan analisis mineragrafi, mineralisasi bijih di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran pirit (FeS2), kalkopirit (CuFeS2) dan kovelit (CuS). Hasil interpretasi menunjukkan bahwa urutan pembentukan mineral bijih berdasarkan pengamatan tekstur yaitu diawali dengan pirit yang hadir mengisi rekahan-rekahan pada batuan, kalkopirit intergrowth dengan pirit yang menandakan kalkopirit hadir bersamaan dengan pirit, replacement kovelit terhadap kalkopirit dan pirit menunjukkan kehadiran kovelit setelah pirit dan kalkopirit
GEOTHERMAL POTENTIAL ON SUMATRA FAULT SYSTEM TO SUSTAINABLE GEOTOURISM IN WEST SUMATRA
Sumatra Island is an island that is traversed an active ring of fire at Barisan Range which is related to the active Sumatra fault system and geothermal manifestations. It is associated with geothermal manifestations in Cubadak, Talu, Bonjol, and Rimbo Panti, Pasaman Regency, and West Pasaman Regency, West Sumatra Province, as an indication of a geothermal system connected to the Sumatra Fault System from the Sianok Segment and the Talamau Volcano Complex. Sustainable geotourism has become effective for sustainable development of geotourism, the geothermal energy direct utilization. The purpose of this study is to provide sustainable geotourism from geothermal potential in the fault system, taking into account aspects of village geotourism, ecotourism, ecoculture, and education. The methodology used in this study is to collect data on geothermal manifestations from regional geological maps and field observations in geothermal manifestation areas by considering sustainable geotourism. A simple model of sustainable geotourism is made. Study results indicate several locations of potential geothermal manifestations to be used as sustainable geotourism associated with the Sumatra Fault System and the Talamau Volcano Complex
GEOLOGI GUNUNGAPI PURBA SOREANG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI CEBAKAN EMAS
Gunungapi Purba Soreang yang terletak di Kabupaten Bandung merupakan gunungapi yang tidak aktif dan tererosi kuat. Daerah ini memperlihatkan susunan litologi gunungapi strato-vulanik serta memiliki morfologi perbukitan bergelombang tak beraturan dan bukit-bukit soliter. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan geomorfologi dan geologi Gunungapi Purba Soreang dengan potensi keberadaan cebakan emas. Metode yang dilakukan adalah analisis geomorfologi, pemetaan vulkanostratigrafi dan analisis struktur geologi serta identifikasi zona alterasi dan mineralisasi. Berdasarkan peta morfografi dan kemiringan lereng, daerah penelitian menunjukan bentuk bentang alam khas gunungapi berupa bentuk yang menyerupai lingkaran atau circular feature yang dihasilkan oleh batuan intrusi, kubah lava, dan leher gunungapi purba, sebagai petunjuk lokasi sumber erupsi. Produk gunungapi purba Soreang memperlihatkan fasies sentral hingga distal dalam beberapa satuan gumuk dan khuluk. Litologi penyusun daerah ini di antaranya intrusi andesit dan diorit yang sebagian besar telah mengalami alterasi hidrotermal, perselingan lava dan breksi piroklastika dan tuff. Litologi ini menunjukkan bahwa Gunungapi Soreang merupakan jenis strato-vulanik. Di area Gunungapi Purba Soreang ini telah dilakukam eksplorasi potensi mineralisasi emas pada zona sentral. Pertambangan tradisional juga telah dilakukan oleh masyarakat lokal. Berdasarkan analisis terpadu bentang alam dengan litologi, perkiraan tubuh Gunungapi Purba Soreang dan zona sentral gunungapi tersebut dapat diidentifikasi. Hasil identifikasi tersebut digunakan untuk membantu penetapan area eksplorasi potensi cebakan emas di wilayah Soreang
STRUKTUR KERAK BUMI DI JAWA TIMUR BERDASARKAN ANALISIS FUNGSI PENERIMA TELESEISMIK
Jawa Timur merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki kondisi tektonik yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur kerak bumi di wilayah Jawa Timur meliputi: ketebalan kerak bumi, model kecepatan gelombang P dan S. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi penerima dari gempa teleseismik dengan jarak episenter 30-90° dan magnitudo ≥ 6 yang terekam pada 6 stasiun seismik broadband milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berada pada 3 zona geologi utama di Jawa Timur, yaitu: stasiun TBJI dan GRJI di Zona Rembang, Stasiun LUJI dan ABJI di Zona Kendeng, serta stasiun PWJI dan GEJI di Zona Pegunungan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan kerak pada Zona Rembang sekitar 25-28 km pada stasiun TBJI dan 23-27 km pada stasiun GRJI, dengan nilai kecepatan gelombang seismik yang relatif sedang. Pada Zona Cekungan Kendeng di bawah stasiun LUJI dan ABJI, ketebalan kerak lebih tipis yaitu 18-20 km, dengan model kecepatan gelombang seismik relatif rendah. Sedangkan pada Zona Pegunungan Selatan mempunyai ketebalan kerak lebih tebal yaitu 34-37 km di bawah stasiun PWJI dan 37-40 km di bawah stasiun GEJI, dengan kecepatan gelombang seismik lebih tinggi. Adanya penebalan dan penipisan kerak diperkirakan karena adanya efek isostasi
KARAKTERISASI RESERVOIR UNTUK MENENTUKAN PERSEBARAN BATUPASIR PEMBAWA HIDROKARBON MENGGUNAKAN INVERSI SIMULTAN
Dalam exploitasi hidrokarbon, salah satu tantangan yang paling penting adalah pemetaan persebaran batuan reservoir dan fluida pengisinya. Salah satu metode yang digunakan adalah inversi simultan. Inversi simultan merupakan salah satu teknik inversi seismik yang mengekstraksi data AVO untuk memperoleh nilai impedansi seismik dari data seismik Pre-Stack hingga memperoleh nilai impedansi P dan S serta densitas. Salah satu metode lanjutan yang paling umum dipakai adalah metode Lambda-Mu-Rho (LMR) untuk membatu identifikasi litologi dan fluida resorvoir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data dari Lapangan Nova Scotia, dengan target pada batupasir Formasi Missisauga. Data yang digunakan adalah data sumur L-30 dan B-41 dan data seismik 3D PSTM. Sumur B-41 berada di struktur lebih tinggi dari sumur L-30 namun tidak menghasilkan hidrokarbon. Log Vs dibuat sintetik menggunakan metode Fluid Replacement Modeling dan LMR diturunkan dengan transformasi log Vp, Vs dan densitas. Hasil pemetaan zona target pada kedalaman 2095-2250 ms yaitu dengan menggunakan range cut-off Lambda-Rho 17-22 Gpa*g/cc dan Mu-Rho 20-28 Gpa*g/cc maka didapat peta persebaran batuan reservoir dan hidrokarbon. Hasil interpretasi dari peta sebaran menunjukkan sumur B-41 adalah dry hole karena lapisan batupasir mempunyai nilai Mu-Rho rendah yang diakibatkan lapisan tipis dan perselingan dengan batulempung
PENGOLAHAN DATA LANDSAT DAN GRAVITASI SEBAGAI INDIKASI PANASBUMI DAERAH RANA KULAN, NTT
Pemanfaatan panasbumi Indonesia hingga kini baru mencapai 4% dari seluruh cadangan yang tersedia. Sedangkan Indonesia memiliki cadangan panasbumi sebesar 29000 MW yang merupakan 40% dari cadangan dunia. Oleh karena itu, dibutuhkan pemetaan daerah prospek panasbumi untuk mendukung studi awal dalam melakukan eksplorasi panasbumi. Pengolahan data landsat 8 dilakukan dengan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) sedangkan data gravitasi menggunakan metode SVD (Second Vertical Derivative) serta Inversi Non-Linear. Penelitian ini menghasilkan peta suhu permukaan tanah, peta persebaran anomali gravitasi dan model 2D struktur geologi daerah penelitian yang didukung oleh peta geologi. Hasil pengolahan dan interpretasi data menunjukkan bahwa patahan merupakan struktur utama dan minor di Rana Kulan yang berasosiasi dengan suhu permukaan tanah yang tinggi. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa daerah Rana Kulan memiliki potensi panasbumi yang dapat dikaji lebih lanjut pada penelitian selanjutnya
PENDUGAAN AWAL DEPOSIT EMAS WILAYAH POBOYA, PALU DENGAN METODE INVERSI HVSR
Emas merupakan salah satu komoditas mineral yang mempunyai harga jual yang cukup tinggi. Indonesia memiliki banyak wilayah yang menyimpan deposit emas di bawah permukaan. Satu di antaranya adalah wilayah Poboya, Kecamatan Mantikulore, Palu. Metode pemetaan deposit emas yang dapat digunakan adalah seismik pasif contohnya mikrotremor. Salah satu teknik pengolahan dari metode seismik pasif adalah Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). HVSR mencerminkan kondisi struktur lapisan di atas batuan dasar. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa potensi deposit emas terdapat di wilayah Timur hingga Selatan Poboya. Potensi terbesar terletak di Selatan bagian tersebut. Potensi deposit emas dapat ditemukan pada kedalaman sekitar 300 hingga 1500 meter di bawah permukaan. Analisis potensi tersebut didasarkan ditemukannya anomali lapisan dengan nilai kecepatan gelombang geser (Vs) yang tinggi, berkisar pada rentang nilai 3500-4000 m/s yang bersesuaian dengan batuan beku yang diduga endapan epitermal emas. Hasil pemodelan divalidasi dengan penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa metode inversi HVSR berdasarkan rekaman mikrotremor dapat dijadikan metode awal pendugaan deposit emas yang lebih efektif dan efisien
SUBSURFACE STRUCTURE OF BATURAGUNG ESCARPMENT REVEALED THROUGH THREE-DIMENSIONAL GRAVITY INVERSION
Baturagung Escarpment is an essential tectonic element of Java Island because it represents a transition from the Southern Mountain Block to the Kendeng Basin. This study has succeeded in producing a three-dimensional model of the Baturagung Escarpment subsurface using gravity anomaly data. The data are distributed along a regional scale transect, whose resolving capability has been tested using a checkerboard test. Our proposed geophysical model can fit the observed data very well, with a 0.77% RMS error. This model exhibits a structural depression bounded by high basement blocks below the Baturagung Escarpment, one of the basement block outcrops at Jiwo Hills. The maximum width of the depression is 10 km, with a depth exceeding 3 km in some places. The depression might be formed because of an extensional tectonic regime that prevailed during the Palaeogene, followed by volcanic arc loads' emplacement up to the early Miocene
ANALISIS KERENTANAN LERENG LOKASI PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER KABUPATEN PURWOREJO
Bendungan Bener berdiri di Formasi Kebobutak (Tmok) yang merupakan produk vulkanisme. Belum ada studi mengenai kerentanan lereng lokasi pembangunan bendungan hingga saat ini, sehingga mitigasi kerentanan lereng perlu dilakukan. Mitigasi kerentanan lereng dipelukan untuk mendapatkan langkah pencegahan terjadinya longsor terutama selama proses konstruksi. Dasar Penentuan zona kerentanan mengacu data yang diperoleh dari overlay peta geologi teknik, peta kemiringan lereng, dan peta situasi lokasi konstruksi. Data tersebut antara lain kualitas massa batuan, kemiringan lereng, Intervensi konstruksi (galian baru) dan eksistensi penutup lahan serta tingkat pelapukan yang kemudian diolah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukan bahwa lokasi pembangunan Bendungan Bener terdiri dari empat zona kerentanan antara lain zona kerentanan lereng sangat rendah (5%), zona kerentanan lereng rendah (25%), zona kerentanan lereng sedang (50%), dan zona kerentanan lereng tinggi (20%) yang berada di sebelah barat dan timur bendungan inti. Bendungan Inti dan lokasi genangan dibangun di lokasi zona kerentanan sangat rendah hingga sedang, sehingga galian untuk bendungan inti tidak memerlukan penanganan khusus begitu juga lokasi genangan karena potensi sedimentasi dari pengaruh longsoran di sekitar bendungan kecil. Beberapa lokasi konstruksi seperti jalan akses yang melewati lokasi dengan kerentanan lereng tinggi memerlukan penanganan segera seperti dengan shortcrete