Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
ANALISIS CARBON CAPTURE STORAGE DARI EKSPLORASI MIGAS DALAM MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
Sebagai salah satu negara penghasil hidrokarbon terbesar di Asia Tenggara, saat ini Indonesia masih menggarap cadangan energi yang terdampak dari penundaan eksplorasi sumur pada tahun 2020. Kondisi target eksplorasi pada cekungan di wilayah Indonesia membutuhkan peran seluruh pemangku kebijakan dalam mencegah dan mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari sumur minyak dan gas yang mati, lapangan minyak dan gas yang sudah tua, dan blok yang berpotensi untuk eksplorasi minyak dan gas. Pada kajian ini, terdapat analisis CCS dengan mengidentifikasi karakteristik dari penyekat patahan, menganalisis sekuestrasi yang bekerja tepat untuk blok migas, serta analisis terhadap isu SDGs dengan sudut pandang analisis SWOT dan PESTLE di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Indonesia dalam mengurangi hingga 40% emisi CO2. Dalam studi ini, keikutsertaan dari para pegiat industri dan pemangku kebijakan dalam rangka pencapaian SDGs sangat krusial dari berbagai aspek. Hal ini diperlukan untuk melancarkan transformasi besar dari sistem energi global agar mampu mengubah prospeksi untuk merealisasikan tiga nilai SDGs yang terkait dengan energi, yaitu mengurangi dampak kesehatan yang parah akibat polusi udara (SDGs no.3), untuk mencapai akses energi yang terjangkau secara menyeluruh (SDGs no.7), dan untuk mengatasi perubahan iklim (SDGs no. 13)
ANALISIS KARAKTERISTIK TANAH MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DAN X-RAY FLUORESCENCE DI KECAMATAN OHEO
Tanah adalah benda alam yang memiliki kemampuan dalam menyediakan unsur hara. Jika tanah kekurangan unsurhara maka akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsurhara mikro adalah unsur yang memiliki sifat kemagnetan yang tinggi dari unsure lainnya, sehingga dalam menganalisis tingkat kesuburan tanah dapat menggunakan metode Suseptibilitas Magnetik. Penelitian ini telah dilakukan di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, pengambilan sampe lterdiri 2 stasiun dengan topografi yang berbeda. Setiap stasiun terdiri atas 6 titik sampel dengan kedalaman 20, 40, dan 60 cm dan jarak antar titik sampel 100 m. Sampel tersebut kemudian diolah menggunakan instrumen MS2B dan XRF. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik yang tinggi berada di stasiun 1 topografi berbukit memiliki nilai suseptibilitas magnetik(χLF) berkisar 604,3–3414,5(10-8 m3/kg). Sedangkan stasiun 2 topografi datar memiliki nilai suseptibilitas magnetik (χLF) berkisar antara 109,8–342,6(10-8m3/kg). Hasil pengukuran XRF menunjukkan kedua stasiun tersebut masih kekurangan unsur hara mikro Co dan unsur Fe melebihi kadar konsentrasi yang diinginkan. Stasiun 1 memiliki nilai χFD (%) yang menunjukkan 75% mengandung bulir super paramagnetik, sedangkan stasiun 2 terlihat beberapa titik hanya 10% mengandung bulir super paramagnetik. Sehingga dapat dikatakan bahwa stasiun 1 telah mengalami penurunan kesuburan
ANALISIS POTENSI BATU KAPUR MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DI KECAMATAN MUARADUA, OKU SELATAN
Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan termasuk dalam Formasi Baturaja yang salah satu batuan pembentuknya yaitu batu kapur. Wilayah ini dijadikan sebagai salah satu rencana lokasi tambang batu kapur oleh PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk guna memenuhi kebutuhan bahan baku untuk proses produksi semen. Dalam penentuan rencana lokasi tambang, perlu dilakukan kajian awal untuk menentukan daerah yang memiliki potensi batu kapur. Penelitian ini memanfaatkan data citra Landsat 8 yang diolah dengan menggunakan algoritma NDVI dan LST untuk mendapatkan indeks vegetasi dan suhu permukaan tanah, serta dilakukan interpretasi dan klasifikasi citra untuk mendapatkan tutupan lahan pada wilayah penelitian. Seluruh parameter dilakukan overlay, kemudian skoring dan pembobotan melalui dua tahapan. Uji akurasi untuk hasil klasifikasi citra menggunakan matriks konfusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi batu kapur di Kecamatan Muaradua didominasi oleh kelas potensi sedang, namun terdapat pula daerah-daerah yang memiliki kelas potensi tinggi dan sangat tinggi. Daerah-daerah ini berada sebagian besar terletak di Desa Gunung Tiga, serta tersebar di sekitar Desa Pendagan, Datar, dan Gunung Terang. Dari hasil penelitian ini, daerah-daerah yang memiliki kelas potensi tinggi dan sangat tinggi dapat dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan kajian awal penentuan rencana lokasi tambang baru bagi perusahaan
IDENTIFIKASI INTRUSI AIR LAUT MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DI KECAMATAN SAWA
Air adalah kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan. Dalam sebuah komunitas , air bersih sering merupakan masalah serius manakala tidak tersedia dalam jumlah yang cukup dan memenuhi baku mutu terutama daerah-daerah tertentu yang belum memiliki pipanisasi, atau daerah pemukiman dipinggir laut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh intrusi laut terhadap sumber air bawah tanah melalui karakteristik litologi batuan bawah permukaan serta menetukan kondisi aquifer yang mungkin terintrusi air laut berdasarkan data kualitas air sumur gali di Desa Laimeo-Ulu Kecamatan Sawa. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis Vertical Electrical Sounding (VES) yang semakin luas penggunaannya untuk mempelajari struktur bawah permukaan. Hasil interpretasi data setiap lintasan pengukuran teridentifikasi adanya intrusi air laut yang diindikasikan oleh nilai resistivitas 0,5-5 ohm.m sebagai lapisan pasir dan kerikil. Meskipun lapisan ini diduga sebagai aquifer dan telah terintrusi air laut namun letaknya sekitar 6 - 12 dibawah permukaan sedangkan kedalaman sumur gali rata-rata 3 m. Selain itu, ada lapisan lempung yang impermeable terletak di atas lapisan yang terintrusi air laut. Dengan demikian disimpulkan bahwa air sumur gali masih tergolong sebagai air segar dan dapat dikomsumsi dan untuk berbagai keperluan lain. Adalah perlu dikombinasikan dengan metode lain untuk menilai sebaran intrusi air secara spasil atau dua dimensi
ANALISIS RESPON MEDAN MAGNET BUMI BERDASARKAN LINTANG PADA SAAT BADAI GEOMAGNETIK TAHUN 2020
Badai geomagnet terjadi akibat masuknya angin surya berkecepatan tinggi karena lontaran massa korona bersama dengan medan magnet. Badai geomagnet dipercaya membawa dampak besar di lintang tinggi dan semakin menurun sampai ke lintang rendah ekuator magnet. Penelitian ini untuk mengetahui bahwa tidak selamanya respon medan magnet di ekuator yang paling kecil. Penelitian ini menggunakaan data variasi medan magnet bumi dari Stasiun Geofisika Deli Serdang (TUN) dan 5 observatorium magnet bumi dari INTERMAGNET (CKI, PHU, IRT, GNG, CSY) dan badai geomagnetik pada tahun 2020. Pengolahan data variasi harian diawali dengan menghitung FFT dari seluruh sinyal yang terekam pada saat terjadi badai geomagnetik untuk memperoleh nilai SR (solar regular). Selanjutnya pada data variasi harian dari stasiun, nilai SR dihilangkan untuk mendapatkan nilai gangguan dari matahari. Data harian dibagi dalam interval tiga jam. Nilai simpangan maksimum di setiap interval kemudian dihitung pada komponen H dan Z. Hasil analisis menunjukkan bahwa TUN (lintang geomagnetik -3,74°) yang berlokasi di ekuator (lintang paling kecil), respon medan geomagnetik saat terjadi badai geomagnetik tidak menunjukan nilai yang paling kecil. Stasiun yang memberikan respon paling kecil adalah CKI (lintang geomagnetik -21,55°) dan IRT (lintang geogmagnetik 48,12°) kemudian stasiun yang memberikan respon paling tinggi adalah CSY (lintang geomagnetik -80,49°) yang berlokasi di dekat kutub selatan
STRATIGRAFI KONTAK FORMASI SEMILIR DAN NGLANGGRAN PADA JALUR PILANGREJO, NGLIPAR, GUNUNG KIDUL
Berdasarkan penelitian terdahulu Formasi Semilir identik dengan proses vulkanisme yang bersifat eksplosif, sedangkan Formasi Nglanggran identik dengan proses vulkanisme yang bersifat efusif. Peralihan antara dua fase tersebut dapat dipelajari salah satunya di jalur Pilangrejo. Peralihan Formasi Semilir dan Nglanggran di lokasi ini menarik untuk diteliti karena singkapan menunjukkan kemenerusan yang dapat diikuti sehingga bisa memberikan data yang baik untuk penelitian. Dengan mempelajari stratigrafi pada daerah tersebut, diharapkan dapat mengetahui bagaimana proses geologi yang berkaitan dengan sejarah vulkanisme di Pengunungan Selatan khususnya di daerah penelitian. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara membuat kolom stratigrafi terukur dengan skala 1:100 disertai dengan pengambilan sampel untuk analisa petrografi dan paleontologi. Kolom stratigrafi yang telah dibuat selanjutnya akan dianalisa fasies pengendapannya. Sampel petrografi dan paleontologi yang terpilih akan dianalisa di laboratorium geologi. Urutan stratigrafi di daerah penelitian dimulai dari Formasi Semilir yang tersusun oleh perselingan tuf sedang-halus-sangat halus, kearah atas berubah menjadi breksi pumice-lapili yang berangsur berubah menghalus menjadi tuf. Di bagian atas terendapkan Formasi Nglanggran berupa batupasir tufan yang ditutupi oleh breksi andesit. Hubungan stratigrafi Formasi Semilir dan Nglanggran di daerah penelitian adalah selaras. Terendapkan pada umur N4-N5 (Miosen Awal), pada lingkungan laut (neritik-batial). Batuan di daerah penelitian merupakan hasil dari resedimentasi syn-eruptive pyroclastic dan volcanogenic sedimentarydengan mekanisme pengendapan arus densitas-turbidit.Â