Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
IDENTIFICATION OF THE ANCIENT LAKES BASED ON GRAVITY METHODS IN BOROBUDUR TEMPLE
Indonesia is a country that's well known for its heritages. One of the heritages is Borobudur Temple. Several studies say that the Borobudur was enclosed by a lake. Therefore, this study aims to see the remains of an ancient lake below the surface with gravity method. The process stage begins with obtaining the CBA (Complete Bouger Anomaly) and continues by separating the anomaly with a Bandpass Filter, and followed with 3D inverse modeling and FHD (First Horizontal Derivative) analysis. According to the residual map, there are only minor anomalies in the west, south, and east, ranging in magnitude from -0.539 to (-0.209) mGal. This anomaly is consistent with the location of the ancient lake around Borobudur. In the meantime, the 3D modeling of the FHD study reveals a geologic structure surrounding the Borobudur with an anomaly ranging from 0.00289 to 0.00480 mGal. A deposit layer thought to be an ancient lake is visible between 50 and 525 meters in depth over the east and west sides of the Borobudur temple, and beneath it is visible between 250 and 525 meters. This depth map provides additional evidence that the ancient lake beneath the Borobudur is located between 250 and 525 meters
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN TANAH PADA LAHAN GAMBUT DENGAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER
Tanah gambut memiliki karakterisitik kandungan air dan kompresebilitasnya tinggi menyebabkan gambut rentan terjadi penurunan permukaan tanah ketika ada pembebanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketebalan lapisan tanah gambut di Desa Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan sebanyak 4 lintasan pengukuran masing-masing 110 meter dengan jarak antar elektroda 10 meter. Dari hasil pengukuran resistivitas diperoleh bahwa lapisan gambut di Desa Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Timur memiliki nilai resistivitas mulai dari 5,03 Ωm hingga 130 Ωm. Dapat disimpulkan lapisan gambut pada lokasi penelitian memiliki ketebalan antara 5 m hingga 7 m. Informasi ini sangat penting untuk pertimbangan kedalaman pondasi saat akan mendirikan bangunan di daerah tersebut
PERMODELAN STRUKTUR LAPISAN BUMI PROVINSI BENGKULU MENGGUNAKAN TOMOGRAFI SEISMIK WAKTU TUNDA
Tomografi seismik merupakan suatu metode yang digunakan untuk memodelkan benda dalam bentuk gambar menggunakan data dari waktu tiba gelombang seismik. Pada penelitian kali ini dilakukan permodelan citra 3D struktur lapisan bumi di bawah Provinsi Bengkulu. Citra yang dihasilkan pada penelitian ini diolah menggunakan program LOTOS-12 dan didapat hasil anomali kecepatan gelombang P dan Gelombang S serta citra penampang 3D. Anomali negatif berasal dari Pegunungan Bukit Barisan. Anomali negatif kecepatan terendah berada di bawah gunung api aktif dengan deviasi kecepatan -5% pada kedalaman 25 – 55 km dan ditemukan keberadaan partial melting berada pada kedalaman 110-130 km. Anomali negatif dengan kecepatan rendah diduga merupakan peningkatan fluida dan pelelehan dari slab subduksi disebabkan fase transisi. Berdasarkan hasil inversi didapatkan juga adanya peningkatan kecepatan dari kedalaman 25 km menuju 35 km yang diduga merupakan zona transisi kerak menuju mantel atas karena adanya Mohorovisic discontinuity
PENENTUAN PERINGKAT DAN PENGARUH KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP NILAI KALORI
Batubara merupakan batuan sedimen padat yang mudah terbakar dan terbentuk dari sisa tumbuhan, berwarna coklat sampai dengan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peringkat batubara dan mengedentifikasi pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori. Secara regional, daerah penelitian termasuk kedalam cekungan Sumatera Selatan yang tersusun atas batuan sedimen yang berumur Tersier pada Formasi Muaraenim dan Formasi Kasai. Pengambilan sampel batubara pada penelitian ini menggunakan metode channel sampling dan random sampling. Penentuan karakteristik batubara pada daerah penelitian menggunakan analisis proksimat dan total sulfur. Analisis proksimat berfungsi untuk mengetahui persentase total moisture (TM), volatile matter (VM), ash dan fixed carbon (FC) pada batubara. Pada tahap akhir penelitian menggunakan uji regresi untuk menentukan pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori. Berdasarkan nilai hasil analisis, batubara pada daerah penelitian memiliki kadar TM berkisar 39,42 – 40,74%, kadar IM 15,22 – 15,77%, kadar abu 5,07 – 5,9 %, kadar VM 40,96 – 42,86%, kadar FC sebesar 36,28 – 37,89 %, kadar TS sebesar 0,19 – 0,69 %, dan nilai kalori (CGV) rata-rata berkisar 5315,5 – 5440,82 kkal/kg dan memiliki peringkat Lignite A dan Lignite B. Berdasarkan uji regresi, TM, ash, dan TS memiliki hubungan berbanding terbalik sedangkan VM dan FC memiliki hubungan berbanding lurus terhadap nilai kalori
POTENSI SUMBERDAYA BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DI KECAMATAN JUNJUNG SIRIH
Pada daerah Sumatera barat memiliki potensi batugamping sangat besar yang berada pada Formasi Kuantan (PCkl), Pembuatan bahan baku semen mengandung beberapa senyawa kimia seperti CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya batugamping berdasarkan analisis menggunakan kalsimetri dan petrografi sehingga dapat mengetahui kandungan CaO pada batugamping yang akan menjadi bahan baku pembuatan semen. Lokasi daerah penelitian secara administrasi terletak di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian dengan pengambilan data seperti pemetaan geologi permukaan, analisis laboratorium petrografi dan analisis kalsimetri. Analsis kalsimetri dilakukan pada sampel LP 1.10 dan LP 2.18 pada batugamping napalan memiliki ≥5% dan ≤10% berupa lempung pada proses pembentukan di tahap rekristalisasi, sedangkan sampel LP 4.5 dan 4.9 dengan kadar CaCO3 mencapai 100% termasuk kedalam batugamping murni, dengan proses pembentukannya telah mengalami proses dolomitisasi. Berdasarkan perhitungan kadar CaO pada sampel 4.9 persentasi CaO = 57,68% dan sampel 4.5 persentasi CaO = 58,8% pada batugamping murni berada pada kualitas tinggi, sehingga memenuhi standar bahan baku semen. Persebaran batugamping kualitas tinggi berada pada morfologi lembah karst yang memiliki kadar karbonat tinggi, sedangkan kualitas rendah berada pada morfologi perbukitan karst cenderung memiliki kadar karbonat yang rendah akibat adanya run off air
SUBSURFACE SURVEY OF CISARUA LAMPUNG HOT SPRINGS USING GEOCHEMICAL AND GRADIO-MAGNETIC METHOD
The subsurface survey was carried out in Cisarua Hot Springs, South Lampung. Cisarua Hot Springs has a neutral pH and a temperature of about 44 °C. A combination of geochemical and gradio-magnetic methods was used in this research. This research identifies the characteristics of the Cisarua Hot Springs, estimates reservoir temperature, and creates a subsurface model to determine the hot fluid distribution in the study area. According to the geological data, the manifestation of these hot springs correlates with the Lampung-Panjang Fault. The geochemical results show that this type of hot springs fluid is bicarbonate water, and the reservoir temperature is estimated to be around 160 °C. The low gradio-magnetic anomaly is correlated with the distribution of subsurface hot water flow, according to the 3D model of the gradio-magnetic method. The distribution of subsurface hot fluids is in the middle to the eastern part of the research area
PREDIKSI KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING DI SUMUR X
Salah satu parameter yang sangat penting dalam produksi dan eksplorasi minyak dan gas untuk mengetahui properti fisik batuan adalah kecepatan gelombang geser (Vs). Akan tetapi, dalam tahap akuisisi data ini tidak selalu tersedia karena keterbatasan biaya. Salah satu metode alternatif yang dapat dilakukan untuk mengestimasi kecepatan gelombang geser adalah memanfaatkan pemelajaran mesin (machine learning). Machine learning memiliki komputasi yang cepat setelah sekumpulan data dicoba untuk memahami pola dan faktor yang dapat mempengaruhi nilai parameter yang diprediksi, contoh kasus adalah kecepatan gelombang geser. Penelitian ini menggunakan data dari sumur X dan Y yang dapat diakses secara bebas di website SEG Wiki. Algoritma machine learning yang digunakan yaitu KNN, ANN, dan SVR. Beberapa parameter yang digunakan dalam mengestimasi nilai Vs berdasarkan nilai korelasi yang paling tinggi yaitu Depth, DTCO, NPHI, ECGR, dan ATRT, serta DTSM. Proses pembangunan model machine learning diperoleh dengan membagi data menjadi 70% sebagai data latih dan 30% sebagai data tes. Hasil prediksi kecepatan gelombang geser menunjukkan algoritma KNN lebih baik daripada ANN dan SVR dengan perolehan nilai ð‘…2 ð‘ ð‘ð‘œð‘Ÿð‘’ ð¾ð‘ð‘ = 0,9686, ð´ð‘ð‘ = 0,9643, dan ð‘†ð‘‰ð‘… = 0,9697 untuk sumur X dan ð‘…2 ð‘ ð‘ð‘œð‘Ÿð‘’ ð¾ð‘ð‘ = 0,6170, ð´ð‘ð‘ = 0,4680, dan ð‘†ð‘‰ð‘… = 0,5800 untuk sumur Y. Hasil prediksi pada sumur Y menunjukkan indikasi terjadinya overfitting akibat model terlalu mempelajari data percobaan
ANALISIS POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI KELURAHAN HARGOMULYO
Ketersediaan air tanah di Kelurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, D. I. Yogyakarta belum bisa mencukupi dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada. Maka dari itu, dibutuhkan suatu studi pendugaan air tanah guna mendeteksi keberadaan lapisan air tanah (akuifer) di wilayah penelitian. Studi ini terlaksana pada tanggal 7 Agustus 2021 dengan titik ukur sebanyak 3 titik. Pendugaan kedalaman akuifer dalam studi ini memakai metode VES (Vertical Electrical Sounding) dengan menggunakan susunan elektroda Schlumberger. Metode VES adalah salah satu metode tahanan jenis yang bisa dimanfaatkan untuk pendugaan lapisan litologi bawah permukaan seperti lapisan akuifer. Pengambilan data lapangan VES dilakukan dengan memakai dua buah elektroda arus stainless steel dan elektroda potensial tembaga. Panjang bentangan pada tiap-tiap titik ukur, yaitu 400 meter. Data sounding tiap titik pengukuran diinterpretasi dengan memakai perangkat lunak HIRA, kemudian hasil interpretasi ditampilkan dalam bentuk log tahanan jenis dengan memperlihatkan nilai tahanan jenis, kedalaman, serta ketebalan tiap-tiap lapisan. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh 10 hingga 12 lapisan batuan. Hasil analisis dari korelasi antar titik pengukuran dalam tiap lintasan memperlihatkan bahwa di daerah penelitian ada dua jenis akuifer, yaitu akuifer dangkal dan akuifer dalam. Akuifer dangkal ditemukan pada kedalaman 5-16 meter dengan nilai resistivitas berkisar antara 12,79 sampai 12,83 ohm.m, sedangkan akuifer dalam ditemukan pada kedalaman 22-85 meter dengan nilai resistivitas berkisar antara 10,56 sampai 16,85 ohm.m